Sejarah Rekaman Grup Lawak Kwartet Jaya Edy Sud,Ateng,Bagyo danIskak (The Indonesia Comedian Group Ateng Cs)

WELCOME COLLECTORS FROM ALL OVER THE WORLD

                          SELAMAT DATANG KOLEKTOR INDONESIA DAN ASIAN

                                                AT DR IWAN CYBERMUSEUM

                                          DI MUSEUM DUNIA MAYA DR IWAN S.

_____________________________________________________________________

SPACE UNTUK IKLAN SPONSOR

_____________________________________________________________________

 *ill 001

                      *ill 001  LOGO MUSEUM DUNIA MAYA DR IWAN S.*ill 001

                                THE FIRST INDONESIAN CYBERMUSEUM

                           MUSEUM DUNIA MAYA PERTAMA DI INDONESIA

                 DALAM PROSES UNTUK MENDAPATKAN SERTIFIKAT MURI

                                        PENDIRI DAN PENEMU IDE

                                                     THE FOUNDER

                                            Dr IWAN SUWANDY, MHA

                                                         

    BUNGA IDOLA PENEMU : BUNGA KERAJAAN MING SERUNAI( CHRYSANTHENUM)

  

                         WELCOME TO THE MAIN HALL OF FREEDOM               

                     SELAMAT DATANG DI GEDUNG UTAMA “MERDEKA

                     Please Enter

                    

              DMRC SHOWROOM

(Driwan Comedian Record Cybermuseum)

 

SHOWCASE :

The Indonesian Comedian Group  record History

(Sejarah rekaman Group Lawak Kwartet Jaya Edy Sud-Ateng -Bagyo-Ishak  )

 Frame One :

Grup Lawak Kwartet Jaya Ateng Cs Cassete Record

 

Frame Two:

Sejarah Rekaman Grup Lawak Kwatert Jaya Ateng CS( Comedian Group Historic Collections)

 1.BAGIO CS

 

(sumber: kaskus.us)

Almarhum S. Bagio yang dilahirkan di Purwokerto pada tahun 1933 adalah pejuang komedi, dia tidak pernah menyerah berkecimpung di dunianya walaupun berganti-ganti kelompok. Sebelum membentuk kelompok yang paten, ia pernah bergabung dengan masing-masing Ateng dan Iskak, Eddy Sud dan juga Bing Slamet. Namun Bagio paling terkenal ketika ia bergabung dengan Darto Helm, Diran dan R. Saleh Apandi (Sol Saleh) saat membentuk Bagio Cs dan mendapat tempat di hati publik sekitar tahun 70an hingga 80an. Keunikan Bagio sebelum menetap dengan ketiga kawan lain memang karena dia adalah pelawak freelance. Di satu saat ia bisa bergabung dengan Jayakarta, di saat lain bermain di film Ateng dan Iskak, kemudian beralih bergabung dengan Eddy Sud dan seterusnya. Hingga akhir hayatnya, Bagio telah membintangi lebih dari 30 judul film.

Dalam kelompok tetapnya, Bagio mendapat peran sebagai tokoh yang latah dan sok tahu, Sol Saleh sebagai pengumpan yang netral, Darto Helm sebagai pribadi yang grusa-grusu dan Diran sebagai sosok yang pintar-pintar bodoh. Layak disebut juga Sudarto alias Darto Helm, yang juga multitalenta. Tahukah anda jika dialah pencipta lagu Mandi Madu yang dipopulerkan Elvy Sukaesih dan Judi yang tentu dipopulerkan oleh H. Rhoma Irama? Pria ini dilahirkan di kota yang sama dengan Bagio, yaitu Purwokerto.

Keempat personil grup ini telah meninggal dunia, Bagio wafat tahun 1993, Diran wafat tahun 1996, Sol Saleh pada tahun 2002 dan terakhir Darto Helm pada tahun 2004.

2. JAYAKARTA GROUP

 

 

 

 

(sumber: sanggarcerita.com)

Siapa tidak kenal Jojon? Maskot Jayakarta Group ini masih eksis hingga saat ini dan terus membintangi acara lawak ataupun sinetron. Jojon adalah pelawak yang memang born-to-be-comedian. Sebelum vakumnya Jayakarta, Jojon dikenal dengan gaya penampilan yang khas, celana panjang kedodoran yang diangkat naik sampe perut, baju warna-warni bermotif ceria, rambut poni dan kumis kotak ala Charlie Chaplin.

Formasi paling terkenal dari Jayakarta Group adalah Cahyono – pimpinan Jayakarta yang biasa berperan sebagai pengumpan dan pembuka bahan komedi. Jojon, sang maskot. Prapto yang kemudian lebih sering berperan sebagai wanita bernama Esther dan yang terakhir Uuk yang sering kebagian peran sebagai preman karena nada suaranya yang tinggi dan khas serta wajah Arab-nya yang unik.

Sepeninggal Uuk dan Esther yang wafat mendahului rekan-rekannya, kelompok ini akhirnya surut. Jojon masih setia di lapak komedi sedangkan Cahyono memilih jalur religi.

2. KWARTET JAYA

 

(sumber: dennisak.multiply.com)

Adalah Bing Slamet, seniman asal Banten multitalenta yang merajai panggung hiburan di era 50 hingga 70an. Ia adalah seorang aktor, pelawak, penyanyi, pencipta lagu sekaligus musisi. Sejak muncul di jagad hiburan Indonesia, Bing terkenal sebagai pelawak sekaligus penyanyi dan karirnya di dua dunia itu sama melejitnya. Di dunia musik, ia membentuk Eko Sapta Band bersama Idris Sardi, Enteng Tanamal dan Benny Mustafa. Ia juga membentuk grup lawak Los Gilos (bersama dengan Tjepot dan Mang Udel) serta Trio SAE (bersama Eddy Sud dan Atmonadi) yang sayangnya tidak bertahan lama. Namun dari semua kelompok tersebut, masyarakat akan selalu ingat kelompok yang ia bentuk pada tahun 1967 bersama Eddy Sudihardjo (Eddy Sud), Kho Tjeng Lie (Ateng) dan Iskak yang dinamakan Kwartet Jaya, grup lawak yang merajai pementasan di era 70an (sebelum bergabungnya Ateng grup ini bernama EBI – Eddy Sud, Bing, Iskak).

Tangan dingin Bing pula yang kemudian membangun Safari Sinar Sakti Film dan memproduksi seri komedi layar lebar yang dibintangi oleh Kwartet Jaya, diantaranya: “Bing Slamet Setan Jalan” (1972), “Bing Slamet Sibuk” (1973), “Bing Slamet Dukun Palsu” (1973) dan film terakhirnya “Bing Slamet Koboi Cengeng” (1974) yang ia mainkan walaupun saat itu sedang menderita penyakit liver. Sayang setelah meninggalnya Bing Slamet pada tahun 1974, Kwartet Jaya bubar karena Ateng dan Iskak memilih untuk membangun duo dan meninggalkan nama Kwartet Jaya untuk Eddy Sud.

(sumber: rujukan-kita.blogspot.com)

Tiga kawan Bing sebenarnya juga bukan talenta main-main. Eddy Sud misalnya, sebelum bergabung ke Kwartet Jaya ia sudah dikenal sebagai seorang aktor dan telah bermain di beberapa film, kelak di tahun 80an ia akan dikenal sebagai master acara musik legendaris TVRI Aneka Ria Safari. Sedangkan Iskak dan Ateng yang merupakan duo lawak terkenal Indonesia, juga bermain di film-film yang sama dengan Eddy Sud dan kelak memiliki spot lawak tiap minggu di TVRI sebagai Petruk dan Bagong di acara Ria Jenaka, dua acara yang bertahan selama bertahun-tahun.

Semua personel Kwartet Jaya telah meninggal dunia. Bing pada tahun 1974, Iskak pada tahun 2000, Ateng pada tahun 2003 dan Eddy Sud pada tahun 2005. Begitu hebatnya pengaruh Bing Slamet bagi dunia lawak Indonesia, hingga permintaan terakhir seorang Benyamin Suaeb – pelawak, aktor dan musisi multitalenta legendaris Betawi lain – adalah ingin dimakamkan di tempat pemakaman yang sama dengan Bing yang dianggapnya sebagai guru dan orang yang paling berjasa baginya. Benyamin S dan Bing Slamet dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta

the end @ Copyright Dr Iwan Suwandy 2011

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s