THIS IS THE SAMPLE OF INDONESIAN LEGEND WRITTERS HISTORY COLLECTIONS,THE COMPLETE CD EXIST WITH FULL ILLUSTRATIONS BUT ONLY FOR PREMIUM MEMBER. LOOK THE PART N OF NASJAH DJAMIN
Dr Iwan Book Cybermuseum
The Indonesian legend Writer history Collections
Part G

GERSON POYK
Koleksi Sejarah Penulis legendaris Indonesia
Bab G
GERSON POYK
Based on
Dr Iwan Rare Old and Vintage Books Collections
Created By

Dr Iwan Suwandy,MHA
Limited Private Publication In CD-ROM
special for premium member
_______________________________________________________________________________
hhtp://www.Driwancybermuseum.wordpress.com copyright @ Dr iwan Suwandy 2012
INTRODUCTIONS
I have just find a vintage book created by the Indonesia Legend Writer Gerson Poyk “Nostalgia Nusatenggara “(1976)
.
He Created many books which famous one .
Hari-hari Pertama (1968),
Sang Guru (1971),
Matias Ankari (1975),
Oleng-kemoleng & Surat-surat Cinta Rajaguguk (1975),
Nostalgia Nusatenggara (1976),
Jerat (1978),
Cumbuan Sabana (1979),
Seutas Benang Cinta (1982),
Giring-giring (1982),
Di Bawah Matahari Bali (1982), Requiem untuk Seorang Perempuan (1983),
Anak Karang (1985),
Doa Perkabungan (1987),
Impian Nyoman Sulastri dan Hanibal (1988),
Poti Wolo (1988)
MEREDAM DENDAM(2009)

Meredam Dendam
keliling indonesia

This was the part of the amizing and rare e-book about indonesian legend writers, I hope this informations will add the informations of Indonesian legend writers
Jakarta May 2012
Dr Iwan Suwandy,MHA
READ MORE INFO RELATED TO
Gerson Poyk

dilahirkan di Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur, 16 Juni 1931. Peserta angkatan pertama dari Indonesia pada International Writing Program di Iowa University Amerika Serikat ini, memenangkan Hadiah Adinegoro pada 1985 dan 1986, dan SEA Write Award pada 1989. Novel dan kumpulan cerita pendeknya, antara lain: Hari-hari Pertama (1968), Sang Guru (1971), Matias Ankari (1975), Oleng-kemoleng & Surat-surat Cinta Rajaguguk (1975), Nostalgia Nusatenggara (1976), Jerat (1978), Cumbuan Sabana (1979), Seutas Benang Cinta (1982), Giring-giring (1982), Di Bawah Matahari Bali (1982), Requiem untuk Seorang Perempuan (1983), Anak Karang (1985), Doa Perkabungan (1987), Impian Nyoman Sulastri dan Hanibal (1988), Poti Wolo (1988).
Dilahirkan di Namodele, Pulau Rote (Timur), Nusa Tenggara Timur pad tanggal 16 Juni 1931.
Pendidikan terakhirnya SGA Kristen Surabaya, tamat 1956. Pernah menjadi guru SMP dan SGA di Ternate (1956-1958) dan Bima,Sumbawa(1958). Terakhir menjadi Wartawan Sinar Harapan (1962-1970).
Antara tahun 1970-1971, ia mendapat beasiswa untuk mengikuti International Writing Program di Universitas Iowa, Iowa City, Amerika Serikat. Sempat mengikuti seminar sastra diIndiadi tahun 1982.
Cerpennya, Mutiara di Tengah Sawah”mendapat Hadiah Hiburan Majalah Sastra tahun 1961. Sedangkan cerpennya yang lain, Oleng-Kemoleng, mendapat pujian dari redaksi majalah Horison untuk cerpen yang dimuat di majalah itu tahun 1968.
Karyanya yang berupa novel antara lain Hari-Hari Pertama (1968), Sang Guru (1971), Cumbuan Sabana (1979), Giring-Giring (1982). Karya kumpulan cerpennya adalah Matias Akankari (1975), Oleng-Kemoleng & Surat-Surat Cinta Rajagukguk (1975), Nostalgia Nusa Tenggara (1976), Jerat (1978), Di Bawah Matahari Bali (1982), Requim untuk seorang perempuan (1981), Mutiara di Tengah Sawah (1984), Impian Nyoman Sulastri dan Hanibal (1988) dan Poli Woli (1988).
Angkatan pertama penerima International Writing Program di University of Iowa ini, pada tahun 1985 dan 1986 menerima Hadiah Adinegoro. Pernah menerima Hadiah Sastra ASEAN pada tahun 1989.
The nostalgia Of Indonesia East Archiphelago(Nusatengara ),Gerson Pyok,Nusa Indah Public.Inc-Arnoldus Prtinting ,Ende<flores ,1973.Cover painting by painters G.M.Sufarta (illus.for premium members or limited e-book);
Some interesting in that book :
His heart shouting :”Amboi (natif Oh Oh ) at the border of river which snelling , i have ever tired sleeping under the open air at the wooden Fire fpr coocking food and watur on the ex butter kaleng .
In the night My Buffalo tire broken. Tha Made in middle night i was swimming between water , grass and pimping without take head spin to Crocodile and smake” The man ownself nostalgia and looking the scene from the high gemawan.
(Hatinya berteriak : “Amboi di tepi sungai berliku itu, aku pernah tideur kecapekan di bawah langit terbuka di tepi api unggun untuk memasak makanan dan air dengan bekas kaleng mentega.
Di tengah malam tali kerbauku putus. Akibatnya dimalambuta aku berenang membelah air dan rumput lalangtanpa ambil pusing pada buaya dan ular” Laki-laki itu ngeri sendiri mengenang dan memandang alam dari ketinggian gemawan)
THE COMPLETE STORY AND ILLUSTRATIONS EXIST BUT ONLY FOR PREMIUM MEMBER,PLEASE SUBSCRIBE VIA COMMMENT,THANKS YOU VERY MUCH
THE END @ COPYRIGHT 2012