Category Archives: Rekaman Group lawak-Comedian

Sejarah Rekaman Pelawak Gepeng dengan Srimulat (The Comedian Gepeng srimulat record history)

WELCOME COLLECTORS FROM ALL OVER THE WORLD

                          SELAMAT DATANG KOLEKTOR INDONESIA DAN ASIAN

                                                AT DR IWAN CYBERMUSEUM

                                          DI MUSEUM DUNIA MAYA DR IWAN S.

_____________________________________________________________________

SPACE UNTUK IKLAN SPONSOR

_____________________________________________________________________

 *ill 001

                      *ill 001  LOGO MUSEUM DUNIA MAYA DR IWAN S.*ill 001

                                THE FIRST INDONESIAN CYBERMUSEUM

                           MUSEUM DUNIA MAYA PERTAMA DI INDONESIA

                 DALAM PROSES UNTUK MENDAPATKAN SERTIFIKAT MURI

                                        PENDIRI DAN PENEMU IDE

                                                     THE FOUNDER

                                            Dr IWAN SUWANDY, MHA

                                                         

    BUNGA IDOLA PENEMU : BUNGA KERAJAAN MING SERUNAI( CHRYSANTHENUM)

  

                         WELCOME TO THE MAIN HALL OF FREEDOM               

                     SELAMAT DATANG DI GEDUNG UTAMA “MERDEKA

                     Please Enter

                    

              DMRC SHOWROOM

(Driwan Comedian Record Cybermuseum)

 

SHOWCASE :

The Indonesian Comedian Group Gepeng Srimulat  record History

(Sejarah rekaman Group Lawak epeng Srimulat   )

 Frame One :

The Comedian Gepeng Srimulat Group Cassate record.

 

Gepeng

Gepeng
Gepeng srimulat.jpg
Nama lahir Freddy Aris
Lahir 27 Agustus 1950
Bendera Indonesia Koplak Lor, Muntilan, Jawa Tengah, Indonesia
Meninggal 11 Juni 1988 (umur 37)
Bendera Indonesia Kota Surakarta, Jawa Tengah
Pekerjaan pelawak, pemeran

Gepeng (nama asli: Freddy Aris lahir di Koplak Lor, Muntilan, Jawa Tengah, 27 Agustus 1950 – meninggal di Kota Surakarta, Jawa Tengah, 11 Juni 1988 pada umur 37 tahun) adalah seorang pelawak Indonesia yang terkenal pada tahun 1980-an. Gepeng adalah pelawak kelahiran Surakarta, Jawa Tengah yang memulai kariernya dari pesuruh pada perkumpulan ketoprak di Surakarta. Ia lalu bergabung ke kelompok lawak Srimulat, di mana kariernya sebagai pelawak melejit dan menjadi sangat populer. Dalam salah satu episode lawakan Srimulat yang ditayangkan di televisi, ada adegan di mana Juju – sang primadona Srimulat – yang berperan sebagai majikan Gepeng sang jongos, terancam dilecehkan secara seksual, tetapi sempat diselamatkan oleh Gepeng. Pada adegan tersebut Gepeng berucap “Untung, ada saya!”, sambil membusungkan dada. Ucapan tersebut menjadi terkenal bersamaan dengan melejitnya popularitas Gepeng.

Filmografi

Frame Two :

The  Srimulat Historic Collections

 

the end @ copyright Dr Iwan Suwandy 2011

Sejarah Rekaman Grup Lawak WARKOP Dono-Indro-Casino(The Comedian WARKOP)

WELCOME COLLECTORS FROM ALL OVER THE WORLD

                          SELAMAT DATANG KOLEKTOR INDONESIA DAN ASIAN

                                                AT DR IWAN CYBERMUSEUM

                                          DI MUSEUM DUNIA MAYA DR IWAN S.

_____________________________________________________________________

SPACE UNTUK IKLAN SPONSOR

_____________________________________________________________________

 *ill 001

                      *ill 001  LOGO MUSEUM DUNIA MAYA DR IWAN S.*ill 001

                                THE FIRST INDONESIAN CYBERMUSEUM

                           MUSEUM DUNIA MAYA PERTAMA DI INDONESIA

                 DALAM PROSES UNTUK MENDAPATKAN SERTIFIKAT MURI

                                        PENDIRI DAN PENEMU IDE

                                                     THE FOUNDER

                                            Dr IWAN SUWANDY, MHA

                                                         

    BUNGA IDOLA PENEMU : BUNGA KERAJAAN MING SERUNAI( CHRYSANTHENUM)

  

                         WELCOME TO THE MAIN HALL OF FREEDOM               

                     SELAMAT DATANG DI GEDUNG UTAMA “MERDEKA

                     Please Enter

                    

              DMRC SHOWROOM

(Driwan Comedian Record Cybermuseum)

 

SHOWCASE :

The Indonesian Comedian Group  record History

(Sejarah rekaman Group Lawak  WARKOP group DONO cs   )

 Frame One :

 Introduction(Pendahuluan)

Sejarah rekaman Grup Lawak indonesia ini saya persemmbahkan kepada para fansnya, terutama putra saya Albert dan Anton yang telah mnenikmati lawkan mereka sepanjang perjalanan kami sekeluarga denga mobil Toyota Hardtop BJ 40 meneglilingi sSumatar-Jawa dan Bali. Benar-benar lawakan segar telah membuat kami tidak mengantuk dan putra saya sampai hafal dan mampu menceritakan dikelasnya saat SD -SMP sekitar tahun 1984-1989.

Kali ini sewlain grup WARKOP ,juga akan ditampilkan grup lawal lain ynag ngetop Surya Grup Jalal cs,Jayakata Group Jojon cs dan Kwartet Jaya group Ateng Cs.

tentunya pelawak international juga akan ditampilkan seperti Chaplin dan Laurel dan Hardy .

Selamat menikmati tayangan ini

salam dari

Dr Iwan Suwandy

Frame Two :

Grup Lawak  WARKOP  Dono-Indro-Casino Cs Cassete Record

1)Berbagai Cassete Warkop Prambors

 2)  Warung Kopi Prambors

3)Mana Tahan

 

WARUNG KOPI – Mana Tahan

4. KASET WARUNG KOPI PRAMBORS MANA TAHAN 1980

Setelah sukses membintangi film nya maka keluarlah kaset soundtrack dengan judul yang sama, tapi di kaset ini suara NANU udah nggak ada karena ia sudah keluar dari WARKOP PRAMBORS dan disampul masih terpampang tampangnya NANU, Nanu sibuk dengan solo karirnya dan membintangi film ROJALI & JULEHA disaat warkop sibuk membuat film keduanya dan additional dipakailah DORMAN DORISMAN untuk lakon batak bahkan MAT SOLAR menjadi peran ‘orang budek’ .

NANU sakit dan akhirnya menghembuskan nafas terakhir , maka WARKOP PRAMBORS tinggalah bertiga KASINO, DONO , INDRO.

Terima kasih bukan main besarnya untuk :

Tukang tulis lucuan : Arwah Setiawan, Yusuf Lubis, Tejo, Kasima

Tukang bikin Gending : Jockie S dan Abadi Soesman Cs.

Latar Belakang ketawa : The Singkong’s Playgroup

Tukang Antar jemput : Tony Tomasoa

Produksi : PURNAMA RECORD 1980

SIDE A.

Obrolan di buat di Purnama Studio

Penunggang Lakon : Kasino, Dono, Indro

SIDE B.

1. Andeca – andeci syair : Warkop Kasino & Elvi Sukaesih

2. Jangan Dong M. faris Elvi Sukaesih

3. Mana Tahaan Zeth W a r k o p

4. Karena Gengsi Muctar B Elvi Sukaesih

5. Ya Mustafa syair : Warkop W a r k o p

Produksi : PURNAMA RECORD 1980

 

Frame Two :

The Comedian WARKOP Historic Collections

Warkop

Logo Warkop

Warkop atau sebelumnya Warkop Prambors, juga kemudian dikenal sebagai Trio DKI adalah grup lawak yang dibentuk oleh Nanu (nama asli Nanu Mulyono),Rudy (Rudy Badil), Dono (Wahjoe Sardono), Kasino (Kasino Hadiwibowo) dan Indro (Indrodjojo Kusumonegoro). Nanu, Rudy, Dono dan Kasino adalah mahasiswa Universitas Indonesia (UI), Jakarta sedangkan Indro kuliah di Universitas Pancasila Jakarta. Mereka pertama kali meraih kesuksesan lewat acara Obrolan Santai di Warung Kopi yang merupakan garapan dari Temmy Lesanpura, Kepala Bagian Programming Radio Prambors. Acara lawakan setiap Jumat malam antara pukul 20.30 hingga pukul 21.15, disiarkan oleh radio Prambors yang bermarkas di kawasan Mendut, Prambanan, Borobudur, alias Menteng Pinggir.

Dalam acara itu, Rudi Badil dalam obrolan sering berperan sebagai Mr. James dan Bang Cholil. Indro yang berasal dari Purbalingga berperan sebagai Mastowi (Tegal), Paijo (Purbalingga), Ubai (Ansori). Kasino yang asli Gombong perannya bermacam-macam: Mas Bei (Jawa), Acing/Acong (Tionghoa), Sanwani (Betawi) dan Buyung (Minang). Nanu yang asli Madiun sering berperan sebagai Poltak (Batak) sedangkan Dono sendiri hanya berperan sebagai Slamet (Jawa).

Daftar isi

 

//

Sejarah berdirinya warkop

Ide awal obrolan Warkop Prambors berawal dari dedengkot radio Prambors, Temmy Lesanpura. Radio Prambors meminta Hariman Siregar, dedengkot mahasiswa UI untuk mengisi acara di Prambors. Hariman pun menunjuk Kasino dan Nanu, sang pelawak di kalangan kampus UI untuk mengisi acara ini. Ide ini pun segera didukung oleh Kasino, Nanu, dan Rudy Badil, lalu disusul oleh Dono dan Indro.

Rudy yang semula ikut Warkop saat masih siaran radio, tak berani ikut Warkop dalam melakukan lawakan panggung, karena demam panggung (stage fright). Untuk hal itu, Rudy mengaku “Pernah sekali saya coba di panggung TIM, saya menyadari bahwa saya tidak mampu. Setelah itu ya nggak usah saja,”

Dono pun awalnya saat manggung beberapa menit pertama mojok dulu, karena masih malu dan takut. Setelah beberapa menit, barulah Dono mulai ikut berpartisipasi dan mulai kerasan, hingga akhirnya terus menggila hingga akhir durasi lawakan. Indro adalah anggota termuda, saat anggota Warkop yang lain sudah menduduki bangku kuliah, Indro masih pelajar SMA.

Pertama kali Warkop muncul di pesta perpisahan (kalau sekarang prom nite) SMP IX yang diadakan di Hotel Indonesia. Semua personil gemetar, alias demam panggung, dan hasilnya hanya bisa dibilang lumayan saja, tidak terlalu sukses. Namun peristiwa di tahun 1976 itulah pertama kali Warkop menerima honor yang berupa uang transport sebesar Rp20.000. Uang itu dirasakan para personil Warkop besar sekali, namun akhirnya habis untuk menraktir makan teman-teman mereka.

Berikutnya mereka manggung di Tropicana. Sebelum naik panggung, kembali seluruh personel komat-kamit dan panas dingin, tapi ternyata hasilnya kembali lumayan.

Baru pada acara Terminal Musikal (asuhan Mus Mualim), grup Warkop Prambors baru benar-benar lahir sebagai bintang baru dalam dunia lawak Indonesia. Acara Terminal Musikal sendiri tak hanya melahirkan Warkop tetapi juga membantu memperkenalkan grup PSP (Pancaran Sinar Petromaks), yang bertetangga dengan Warkop. Sejak itulah honor mereka mulai meroket, sekitar Rp 1.000.000 per pertunjukan atau dibagi empat orang, setiap personil mendapat no pek go ceng (Rp 250.000).

Mereka juga jadi dikenal lewat nama Dono-Kasino-Indro atau DKI (yang merupakan pelesetan dari singkatan Daerah Khusus Ibukota). Ini karena nama mereka sebelumnya Warkop Prambors memiliki konsekuensi tersendiri. Selama mereka memakai nama Warkop Prambors, maka mereka harus mengirim royalti kepada Radio Prambors sebagai pemilik nama Prambors. Maka itu kemudian mereka mengganti nama menjadi Warkop DKI, untuk menghentikan praktek upeti itu.

Personil

Warkop DKI: (kiri ke kanan) Indro, Kasino, Dono.

Dari semua personil Warkop, mungkin Dono lah yang paling intelek, walau ini agak bertolak belakang dari profil wajahnya yang ‘ndeso’ itu. Dono bahkan setelah lulus kuliah menjadi asisten dosen di FISIP UI tepatnya jurusan Sosiologi. Dono juga kerap menjadi pembawa acara pada acara kampus atau acara perkawinan rekan kampusnya. Kasino juga lulus dari FISIP. Selain melawak, mereka juga sempat berkecimpung di dunia pencinta alam. Hingga akhir hayatnya Nanu, Dono, dan Kasino tercatat sebagai anggota pencinta alam Mapala UI.

 Era film

Setelah puas manggung dan mengobrol di udara, Warkop mulai membuat film-film komedi yang selalu laris ditonton oleh masyarakat. Dari filmlah para personil Warkop mulai meraup kekayaan berlimpah. Dengan honor Rp 15.000.000 per satu film untuk satu grup, maka mereka pun kebanjiran uang, karena tiap tahun mereka membintangi minimal 2 judul film pada dekade 1980 dan 1990-an yang pada masa itu selalu diputar sebagai film menyambut Tahun Baru Masehi dan menyambut Hari Raya Idul Fitri di hampir semua bioskop utama di seluruh Indonesia.

 Era televisi

Dalam era televisi swasta dan menurunnya jumlah produksi film, DKI pun lantas memulai serial televisi sendiri. Serial ini tetap dipertahankan selama beberapa lama walaupun Kasino tutup usia di tahun 1997. Setelah Dono juga meninggal di tahun 2001, Indro menjadi satu-satunya personel Warkop. Sedangkan Nanu sudah meninggal tahun 1983 karena sakit liver dan dimakamkan di TPU Tanah Kusir Jakarta.

Proses kreatif

Kelebihan Warkop dibandingkan grup lawak lain, adalah tingkat kesadaran intelektualitas para anggotanya. Karena sebagian besar adalah mahasiswa (yang kemudian beberapa menjadi sarjana), maka mereka sadar betul akan perlunya profesionalitas dan pengembangan diri kelompok mereka.

Ini dilihat dari keseriusan mereka membentuk staf yang tugasnya membantu mereka dalam mencari bahan lawakan. Salah satu staf Warkop ini kemudian menjadi pentolan sebuah grup lawak, yaitu Tubagus Dedi Gumelar alias Miing Bagito.

Saat itu Miing mengaku bahwa ia ingin sekali menjadi pelawak, dan kebetulan ia diterima menjadi staf Warkop. Kerjanya selain mengumpulkan bahan lawakan, melakukan survei lokasi (di kota atau daerah sekitar tempat Warkop akan manggung), kalau perlu melakukan pekerjaan pembantu sekalipun seperti menyetrika kostum para personil Warkop. Ini dilakukan Miing dengan serius, karena ia sadar disinilah pembelajaran profesionalitas sebuah kelompok lawak. Miing sempat ikut dalam kaset warkop dan film warkop, sebelum akhirnya membentuk kelompok lawak sendiri bersama Didin (saudaranya) dan Hadi Prabowo alias Unang yang diberi nama Bagito (alias Bagi Roto).

Diskografi (kaset)

  • Kaset 01 Cangkir Kopi (warkop Live di Palembang/Plaju, masih ada Nanu)
  • Kaset 02 Tenda Warung (masih ada nanu)
  • Kaset 03 Mana Tahan
  • Kaset 04 Gerhana Asmara (bersama Srimulat)
  • Kaset 05 Pengen Melek Hukum (Indro sebagai mahasiswa penyuluh hukum, Kasino, Dono sebagai warga)
  • Kaset 06 Pokoknya Betul – Ke Bali (Dono dan Indro pengen ke Bali, tanya ke Kasino yang orang Bali)
  • Kaset 07 Semua Bisa Diatur – Lurah Indro (Indro sebagai Lurah, Dono dan Kasino sebagai warga, featuring Mi’ing sebagai rakyat / petugas RSJ)
  • Kaset 08 Dokter Masuk Desa (Indro sebagai dokter baru masuk desa, dono dan kasino sebagai warga)
  • Kaset 09 Makin Tipis Makin Asik (Indro sebagai pak Guru, Kasino dan Dono sebagai murid-murid)

Filmografi

Beberapa Poster Film Warkop DKI

Kebanyakan film Warkop tidak dapat diedarkan secara internasional karena masalah pelanggaran hak cipta, yaitu digunakannya musik karya komponis Henry Mancini tanpa izin atau tanpa mencantumkan namanya dalam film.

Acara TV

Warkop Millennium adalah sebuah sinetron di televisi yang menampilkan Warkop bersama Karina Suwandi dan Roweina Umboh.

  • Indro Berperan sebagai dirinya sendiri dengan peran istri oleh Karina Suwandi
  • Kasino Berperan sebagai dirinya sendiri dengan peran istri Roweina Umboh
  • Dono Berperan sebagai kakak dari Karina Suwandi sekaligus iparnya dari Indro
  • Kasino dan Roweina adalah tetangga dari Indro, Karina, dan Dono

the end @ copyright Dr Iwan suwandy 2011

Sejarah Rekaman Grup Lawak Group Jayakarta Jojon cs(The Jojon Comedian Group)

WELCOME COLLECTORS FROM ALL OVER THE WORLD

                          SELAMAT DATANG KOLEKTOR INDONESIA DAN ASIAN

                                                AT DR IWAN CYBERMUSEUM

                                          DI MUSEUM DUNIA MAYA DR IWAN S.

_____________________________________________________________________

SPACE UNTUK IKLAN SPONSOR

_____________________________________________________________________

 *ill 001

                      *ill 001  LOGO MUSEUM DUNIA MAYA DR IWAN S.*ill 001

                                THE FIRST INDONESIAN CYBERMUSEUM

                           MUSEUM DUNIA MAYA PERTAMA DI INDONESIA

                 DALAM PROSES UNTUK MENDAPATKAN SERTIFIKAT MURI

                                        PENDIRI DAN PENEMU IDE

                                                     THE FOUNDER

                                            Dr IWAN SUWANDY, MHA

                                                         

    BUNGA IDOLA PENEMU : BUNGA KERAJAAN MING SERUNAI( CHRYSANTHENUM)

  

                         WELCOME TO THE MAIN HALL OF FREEDOM               

                     SELAMAT DATANG DI GEDUNG UTAMA “MERDEKA

                     Please Enter

                    

              DMRC SHOWROOM

(Driwan Comedian Record Cybermuseum)

 

SHOWCASE :

The Indonesian Comedian Group  record History

(Sejarah rekaman Group Lawak  Jayakarta group Jojon cs   )

 Frame One :

Grup Lawak  Jayakarta Group  Jojon Cs Cassete Record

 

Frame Two:

Sejarah Rekaman Grup Lawak  Jayakarta Group Jojon CS( Comedian Group Historic Collections)

 

JAYAKARTA GROUP

 

 

 

 

(sumber: sanggarcerita.com)

Siapa tidak kenal Jojon? Maskot Jayakarta Group ini masih eksis hingga saat ini dan terus membintangi acara lawak ataupun sinetron. Jojon adalah pelawak yang memang born-to-be-comedian. Sebelum vakumnya Jayakarta, Jojon dikenal dengan gaya penampilan yang khas, celana panjang kedodoran yang diangkat naik sampe perut, baju warna-warni bermotif ceria, rambut poni dan kumis kotak ala Charlie Chaplin.

Formasi paling terkenal dari Jayakarta Group adalah Cahyono – pimpinan Jayakarta yang biasa berperan sebagai pengumpan dan pembuka bahan komedi. Jojon, sang maskot. Prapto yang kemudian lebih sering berperan sebagai wanita bernama Esther dan yang terakhir Uuk yang sering kebagian peran sebagai preman karena nada suaranya yang tinggi dan khas serta wajah Arab-nya yang unik.

Sepeninggal Uuk dan Esther yang wafat mendahului rekan-rekannya, kelompok ini akhirnya surut. Jojon masih setia di lapak komedi sedangkan Cahyono memilih jalur religi.

Sejarah Rekaman Grup Lawak Kwartet Jaya Edy Sud,Ateng,Bagyo danIskak (The Indonesia Comedian Group Ateng Cs)

WELCOME COLLECTORS FROM ALL OVER THE WORLD

                          SELAMAT DATANG KOLEKTOR INDONESIA DAN ASIAN

                                                AT DR IWAN CYBERMUSEUM

                                          DI MUSEUM DUNIA MAYA DR IWAN S.

_____________________________________________________________________

SPACE UNTUK IKLAN SPONSOR

_____________________________________________________________________

 *ill 001

                      *ill 001  LOGO MUSEUM DUNIA MAYA DR IWAN S.*ill 001

                                THE FIRST INDONESIAN CYBERMUSEUM

                           MUSEUM DUNIA MAYA PERTAMA DI INDONESIA

                 DALAM PROSES UNTUK MENDAPATKAN SERTIFIKAT MURI

                                        PENDIRI DAN PENEMU IDE

                                                     THE FOUNDER

                                            Dr IWAN SUWANDY, MHA

                                                         

    BUNGA IDOLA PENEMU : BUNGA KERAJAAN MING SERUNAI( CHRYSANTHENUM)

  

                         WELCOME TO THE MAIN HALL OF FREEDOM               

                     SELAMAT DATANG DI GEDUNG UTAMA “MERDEKA

                     Please Enter

                    

              DMRC SHOWROOM

(Driwan Comedian Record Cybermuseum)

 

SHOWCASE :

The Indonesian Comedian Group  record History

(Sejarah rekaman Group Lawak Kwartet Jaya Edy Sud-Ateng -Bagyo-Ishak  )

 Frame One :

Grup Lawak Kwartet Jaya Ateng Cs Cassete Record

 

Frame Two:

Sejarah Rekaman Grup Lawak Kwatert Jaya Ateng CS( Comedian Group Historic Collections)

 1.BAGIO CS

 

(sumber: kaskus.us)

Almarhum S. Bagio yang dilahirkan di Purwokerto pada tahun 1933 adalah pejuang komedi, dia tidak pernah menyerah berkecimpung di dunianya walaupun berganti-ganti kelompok. Sebelum membentuk kelompok yang paten, ia pernah bergabung dengan masing-masing Ateng dan Iskak, Eddy Sud dan juga Bing Slamet. Namun Bagio paling terkenal ketika ia bergabung dengan Darto Helm, Diran dan R. Saleh Apandi (Sol Saleh) saat membentuk Bagio Cs dan mendapat tempat di hati publik sekitar tahun 70an hingga 80an. Keunikan Bagio sebelum menetap dengan ketiga kawan lain memang karena dia adalah pelawak freelance. Di satu saat ia bisa bergabung dengan Jayakarta, di saat lain bermain di film Ateng dan Iskak, kemudian beralih bergabung dengan Eddy Sud dan seterusnya. Hingga akhir hayatnya, Bagio telah membintangi lebih dari 30 judul film.

Dalam kelompok tetapnya, Bagio mendapat peran sebagai tokoh yang latah dan sok tahu, Sol Saleh sebagai pengumpan yang netral, Darto Helm sebagai pribadi yang grusa-grusu dan Diran sebagai sosok yang pintar-pintar bodoh. Layak disebut juga Sudarto alias Darto Helm, yang juga multitalenta. Tahukah anda jika dialah pencipta lagu Mandi Madu yang dipopulerkan Elvy Sukaesih dan Judi yang tentu dipopulerkan oleh H. Rhoma Irama? Pria ini dilahirkan di kota yang sama dengan Bagio, yaitu Purwokerto.

Keempat personil grup ini telah meninggal dunia, Bagio wafat tahun 1993, Diran wafat tahun 1996, Sol Saleh pada tahun 2002 dan terakhir Darto Helm pada tahun 2004.

2. JAYAKARTA GROUP

 

 

 

 

(sumber: sanggarcerita.com)

Siapa tidak kenal Jojon? Maskot Jayakarta Group ini masih eksis hingga saat ini dan terus membintangi acara lawak ataupun sinetron. Jojon adalah pelawak yang memang born-to-be-comedian. Sebelum vakumnya Jayakarta, Jojon dikenal dengan gaya penampilan yang khas, celana panjang kedodoran yang diangkat naik sampe perut, baju warna-warni bermotif ceria, rambut poni dan kumis kotak ala Charlie Chaplin.

Formasi paling terkenal dari Jayakarta Group adalah Cahyono – pimpinan Jayakarta yang biasa berperan sebagai pengumpan dan pembuka bahan komedi. Jojon, sang maskot. Prapto yang kemudian lebih sering berperan sebagai wanita bernama Esther dan yang terakhir Uuk yang sering kebagian peran sebagai preman karena nada suaranya yang tinggi dan khas serta wajah Arab-nya yang unik.

Sepeninggal Uuk dan Esther yang wafat mendahului rekan-rekannya, kelompok ini akhirnya surut. Jojon masih setia di lapak komedi sedangkan Cahyono memilih jalur religi.

2. KWARTET JAYA

 

(sumber: dennisak.multiply.com)

Adalah Bing Slamet, seniman asal Banten multitalenta yang merajai panggung hiburan di era 50 hingga 70an. Ia adalah seorang aktor, pelawak, penyanyi, pencipta lagu sekaligus musisi. Sejak muncul di jagad hiburan Indonesia, Bing terkenal sebagai pelawak sekaligus penyanyi dan karirnya di dua dunia itu sama melejitnya. Di dunia musik, ia membentuk Eko Sapta Band bersama Idris Sardi, Enteng Tanamal dan Benny Mustafa. Ia juga membentuk grup lawak Los Gilos (bersama dengan Tjepot dan Mang Udel) serta Trio SAE (bersama Eddy Sud dan Atmonadi) yang sayangnya tidak bertahan lama. Namun dari semua kelompok tersebut, masyarakat akan selalu ingat kelompok yang ia bentuk pada tahun 1967 bersama Eddy Sudihardjo (Eddy Sud), Kho Tjeng Lie (Ateng) dan Iskak yang dinamakan Kwartet Jaya, grup lawak yang merajai pementasan di era 70an (sebelum bergabungnya Ateng grup ini bernama EBI – Eddy Sud, Bing, Iskak).

Tangan dingin Bing pula yang kemudian membangun Safari Sinar Sakti Film dan memproduksi seri komedi layar lebar yang dibintangi oleh Kwartet Jaya, diantaranya: “Bing Slamet Setan Jalan” (1972), “Bing Slamet Sibuk” (1973), “Bing Slamet Dukun Palsu” (1973) dan film terakhirnya “Bing Slamet Koboi Cengeng” (1974) yang ia mainkan walaupun saat itu sedang menderita penyakit liver. Sayang setelah meninggalnya Bing Slamet pada tahun 1974, Kwartet Jaya bubar karena Ateng dan Iskak memilih untuk membangun duo dan meninggalkan nama Kwartet Jaya untuk Eddy Sud.

(sumber: rujukan-kita.blogspot.com)

Tiga kawan Bing sebenarnya juga bukan talenta main-main. Eddy Sud misalnya, sebelum bergabung ke Kwartet Jaya ia sudah dikenal sebagai seorang aktor dan telah bermain di beberapa film, kelak di tahun 80an ia akan dikenal sebagai master acara musik legendaris TVRI Aneka Ria Safari. Sedangkan Iskak dan Ateng yang merupakan duo lawak terkenal Indonesia, juga bermain di film-film yang sama dengan Eddy Sud dan kelak memiliki spot lawak tiap minggu di TVRI sebagai Petruk dan Bagong di acara Ria Jenaka, dua acara yang bertahan selama bertahun-tahun.

Semua personel Kwartet Jaya telah meninggal dunia. Bing pada tahun 1974, Iskak pada tahun 2000, Ateng pada tahun 2003 dan Eddy Sud pada tahun 2005. Begitu hebatnya pengaruh Bing Slamet bagi dunia lawak Indonesia, hingga permintaan terakhir seorang Benyamin Suaeb – pelawak, aktor dan musisi multitalenta legendaris Betawi lain – adalah ingin dimakamkan di tempat pemakaman yang sama dengan Bing yang dianggapnya sebagai guru dan orang yang paling berjasa baginya. Benyamin S dan Bing Slamet dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta

the end @ Copyright Dr Iwan Suwandy 2011