Bedah Buku Karangan Penulis legendaris utuy tatang sontani “SULING” ,”BUNGA RUMAH MAKAN”& “AWAL DAN MIRA”oleh H.B.Jassin 1960(koleksi Driwan)

BEDAH BUKU “SULING”

KARANGAN UTUY TATANG SONTANI

 OLEH

 H.B. JASSIN

Dalam buku Budaya tahun keIX Peburi-maret 1960

(koleksi Driwan)

KATA PENGANTAR

BEDAH BUKU INI SAY PERSEMBAHKAN BAGI PARA SASTRAWAN DAN SENIMAN DI DUNIA KHSUSUNYA INDONESIA AGAR DAPT DIJADIKAN PEDOMAN TEHNIK BEDAH BUKU YANG SANGAT LUAR BIAS ADARI SASTRAWAN INDONESIA H.B.JASSIN

BIOGRAFI PENAGRANG LEGENDARIS INDONESIA UTUY TATANG SONTANI DAPAT DIBACA DALAM WEB INI DENGAN JUDUL

THE INDONESIA LEGEND WRITER HISTORY COLLECTIONS PARFT U UTUY TATANG SONTANI

SELAMAT MEMBACA ,SEMOGA ADA MANFAATNYA BAGI ANDA

JAKARTA MEI 2012

 

Dr Iwan Suwandy,MHA

Catatan

Selanjutnya akan ditampilkan bedah buku Utuy tatng sontani oleh H.N.Jassin yang berjudul

 “BUNGA RUMAH MAKAN”,

”AWAL DAN MIRA”

 
 
 
 
 
CERPEN KARYA :  
UTUY TATANG SONTANI 
JUDUL : 
AWAL DAN MIRA – DRAMA SATU BABAK  
TEBAL 47 HALAMAN
PENEREBIT :  
KIWARI – BANDUNG 
1962
 
 
 
 
SEKILAS TENTANG AWAL DAN MIRA
Peristiwa ini terjadi pada suatu malam dalam tahun 1951 didepan kedai kopi kepunyaan seorang perempuan bernama mira. 
 Yang dimaksud dengan kedai kopi kepunyaan Mira itu sebenarnya serambi muka dari rumah Mira yang dibangun jadi kedai kopi.  
Dan rumah Mira itu rumah bambu,kecil tapi masih baru,letaknya menghadap kejalan,didirikan diatas bekas reruntuhan rumah batu yang hancur oleh peperangan, terpencil jauh dari keramaian.
  Malam itu pukul sembilan lebih,Mira yang cantik asik menyulam di belakang dagangan,di bawah lampu listrik,hanya kelihatan dari dada ke atas.
Ibunya, yang sudah berusia lanjut, ada di ruangan luar kedai, asik mengatur-ngatur penempatan dagangan. Dan di depan kedai di atas bangku duduk seorang laki-laki masih muda, menghadapi gelas kopi di atas meja.
 Laki-laki itu menghabiskan kopinya, kemudian menyerahkan uang kepada Mira seraya katanya :
” kembali setalen !”
 Tetapi Mira yang duduk di belakang dagangan nya tidak mengasi uang pengembalian. Setelah menerima uang dari laki-laki, asik lagi saja ia menyulam.
” Mana kembali !” tanya laki-laki.
” Bah, jawab Mira.
” Setalen ya setalen.”
” Betul setalen,itu setalen,” kata Mira lagi, ” tapi tidak kah tuan merasa bahwa tuan terlalu lama tuan duduk disini,terlalu lama melihat wajahku ?”
” Melihat wajah mu mesti bayar
” Mengapa tidak ?” balas Mira pula.” memang nya istrimu cantik seperti aku ?”
 

Dan” DRAMA-DRAMA LAINNYA”

Jika anda berminat,harap mendaftar jadi anggota premium liwat comment,agar dapat memiliki infomasi lengkap karya Utuy tatang sontani,khususnya tentang Awal dan Mira yang kabarnya dilarang beredar oleh waki menteri Pendidikan republic Indonesia.

Sebaiknay and abaca bedah buku tersebut oleh pakar dan sastrawan terkenal Indonesia H.B.Jassin

 

 

SURGICAL BOOK “flute” by UTUY Tatang SONTANI

 

 BY HB Jassin
In the book culture in keIX Peburi-March 1960
(collection Driwan)

FOREWORD
SAY THIS BOOK IS SURGERY FOR offer writers and artists IN THE WORLD ESPECIALLY INDONESIA TO SURGICAL TECHNIQUE CAN BE USED AS BOOK GUIDELINES MADE A VERY OUT BIAS BY INDONESIAN’S WRITER HBJASSIN

THE BIOGRAPHY OF INDONESIAN LEGENDARY WRITER UTUY Tatang Sontani can be  READ at this Web Blog with title


INDONESIA THE LEGEND WRITER HISTORY COLLECTIONS

PARFT U

UTUY Tatang SONTANI
GOOD READ, THERE MAY YOUR BENEFITS
JAKARTA MAY 2012
Dr Iwan Suwandy, MHA
note
The next book review will appear Utuy tatang sontani by HNJassin entitled “FLOWER of Restaurant “, “AWAL AND MIRA” and ” OTHER DRAMAS”

If you are interested, please sign up to be a premium member through the following comment, in order to have the complete works of Utuy Tatang infomasi sontani, especially about “Awal and Mira, who reportedly banned by the Vice Minister of Education  Republic of Indonesia.
 Better read the surgical of this book by renowned experts and writers Indonesia HBJassin

 HAPPY READING THE GOOD WORK OF  UTUY Tatang SONTANI
“Flute”

 

 

 

 

 

 

SELAMAT MENIKMATI KARYA UTUY TATANG SONTANI

“SULING”

 

Menurut keterangan Sontani dalam cerita pendeknya”mengarang”1)(dimuat dalam kumpulan cerita pendek”Orang-orang Sial”tahun 1951 BP) tokoh-tokoh dalam drama Suling terlahir dari memperhatikan pidato-pidato Pemimpin Besar dimasa  Pendudukan jepang.Ki Hajar Dewantoro yang menekankan kebahagiaan pergaulan manusia terletak pada etik dan moral, ditokohkannya  pada Kawan Pertama,

Kiai Haji Mas Mansur yang mementingkan pergaulan  hidup agama pada Kwan Kedua.

Bung Hatta yang mementingkan ekonomi pada Kawan ketiga dan Bung Karno yang melihat politik dan kekuasaan sebagai pegangan  yang mutlak untuk mengatur masyarakat pada Kawan Keempat.

Dalam  hubungan kesejahteraan kebudayaan dapat puladisusun perlambangan sebagai berikut:

Kawan Pertama ialah perlambang konsepsi Hindu tentang etik moral religi yang mementingkan kelapangan hati dan perikemanusiaaan.

Kawan Kedua  perlambang pendatang arah yang membawa agama Islam.

Kawan Ketiga  perlambang Belanda-Tionghoa yang mendasarkan pandangan kepada perdagangan.

Kawan keempat perlambang Jepang  yang mewakili imperialism  facis.

Dalam hal ini Sri dan Pandji adalah puteri dan putera Indonesia yang mula-mula terombang -ambing dalam rasa dan cita-cita tapi akhirnya berkat kedatangan Pengembara mendapat kekuatandan lahir kembali  sebagai manusia baru.

Pengembara ialah perlambang inspirasi”yang datang dan pergi menurut kehendak kaki” yang bebas merdeka ,tak hendak diikat apapun juga”(hal 71,72).

*Interpretasi ini bagi saya lebih memuaskan dari yang pertama.

Sri dalam kenyataannyamenurut Sontani adaloah seorang puteri pujaan  sedang Pengembara seorang pujaan yang lain pula.

Secara diperumum menurut pandangan saya Sri dapat dianggap sebagai keindahan badani , sebagai puteri Indonesia atau sebagai ibu Pertiwi,Ibu Indonesia.

Sedangkan Pengembara  ialah Inspirasi yang member kekuatan pada seniman. Tentang Pandji tak mungkin ada perbedaan tafsiran .Pandji adalah sipengarang  seperti diakui Sontani sendiri. Pandji adalah penyair,seniman.

Perbedaan antara Pandji dan  Perempuan mudah terpengaruh oleh kejadian-kejadian pada dirinya sedangkan Pengembara ialah Inspirasi yang merdeka mutlak.

“SULING” yang terbit dib alai Pustaka tahun 1948 dan disudahi 12 maret 1946 menurut Sontani sudah dimulainya semasa pendudukan Jepang.

Tatkala Proklamasi Kemerdekaan drama itu baru sampai pada adegan Pandji  dan Sri mwninggalkan pergaulan hidup bersama lantaran Pandji dilarang  meniup suling.

Drama ini terdiri dari 12 adegan dan kwa komposisi  dan pola cerita mengingatkan pada drama klasik.

Dibuka dengan kata pengantar para bidadara yang  memperkenalkan pelakon Sri danPandji turun kedunia untuk menjalani lakon.

Pada penutup cdrita mereka dikawal pula oleh bidadara bidadari pulang kelangit.

Antara dua adegan inilah berlangsung lakon diatas bumi,lakon yang pernah dijalani Adam dan Hawa . lakon yang kita semua alami sebagai manusia .

Mula –mula tiadalah silang sengketa Pandi dan Sricinta bercinta.

Pandji menyuling Sri menari

 

Mari kekasih Tuan menari

Hamba berlagu

Menjalin indah dan merdu

Supaya bintang cermerlang memandang

Angin lalu tersenyum mengalun

Meniupkan irama

Kasih mengasih bersama

Kepada daun bening tertegun

Menyuruh riuh manyusun pantun.

Kepada awan tidak bercorak.

Mengajak sorak –sorai berarak.

Kepada segala disekitar.

Yang melihat dan mendengar.

Mengisi dada dengan getar.

Dan kepala dengan sinar.

Supaya ini dunia.

Menjadi tempat berpesta

(hal 11-12)

Kemudian datanglah Kawan Pertama,Kedua.Ketiga dan Keempat masing-masing dengan tanggapan dunianya mencoba mendesakkan pandangan mereka.

Kawan Pertama tentang kebenaran,bahagia,cinta,kemanusiaan ,persaudaraan.

Kawan Kedua tentang Tuhan,agama,iman dan keyakinan.

Kawan Ketiga bicara dengan istilah-istilah keuntungan,modal,santapan,kemakmuran dan sebagainya.

Kawan Keempat bicara tentang kemuliaan,pimpinan,kekuasaan dan peperangan.

Saban dating orang baru terjadi pertengkaran dan perdebatan untuk mencapai persepakatan.

Sangan konsekwen Sontani dalam mensifatkan watak-watak tokohnya dalam percakapan-percakapan.Dalam perdebatan-perdebatan.

Kawan Pertama  sebagai perlambang etik-religi-moral senantiasa bicara tentang persaudaraan,kemanusiaan,hati yang lapang dan sebagainya.

Kawan Kedua tentang menjunjung Agama ,Tuhan yang Maha Esa .kaya dan seterusnya.

Masing-masing dengan istilah-istilah yang khas bagi tanggapan dunia.

Dengan Kawan Pertama,kedua dan ketiga dapat dicapai persetujuan tanpa banyak kesukaran,meskipun Pandji dan Sri harus melepaskan beberapa kebebasan mereka.

Atas permintaan Kawan Pertama Sri menyetujui tidak akan  menari lagi. Atas anjuran Kawan Kedua Pandji dan Sri diikat Nikah dalam hidup perkawinan dan sri tunduk pada aturan aturan memakai kudung(sekarang istilahnya Jilbab) dan dengan datangnya Kawan Ketiga Sri harus kehilangan gelangnya yang berharga. Semua ini dapt diterima demi untuk keselamatan dan kesejahteraan hidup bersama.

Kita lihat disini sinkretisme dalam menghadapi tenaga-tenaga pengatur masyarakat spiritual dan materiil.

Kawan Ketiga adalah seorang yang bersemboyan tiada jasa tanpa balas. Dia bawa santapan dn minta Sri beriakn gelangnya sebagai tukaran.dia seorang pedagang yang tak mau rugi .

Begini filsafatnya:

Begitulah datangku dengan makanan.

Membawa bukti kekayaan tuhan.

Dari tempat yang jauh sekali.

Yang belum pernah kauketahui

Kecuali adalah datangku

Membawa hajat yang sudah tentu.

Yakni hendask membikin kemakmuran.

Yang ditiangi oleh pertukaran.

Coba dfahamkan olehsemua:

Kalau kamu saja yang menerima.

Hanya kamu yang beruntung.

Sedang aku jadi yang bunting.

Tapi jika aku menerima

Barang penukar sebagai gantinya

Engkau beruntung aku berharga

Kitapun lantas makmur bersama

Dengan tukar menukar ini

Kita menyusun ekonomi

Tulang punggung kemakmuran

Yang menegakkan pergaulan

(hal 35)

Kawan ketiga ini sesudah perdebatn yang hanggat dapat diterima sebagai sahabat,karena Sri merelakan gelangnya dan Pandji masih bebas meniup sulingnya.

Munculnya Kawan Keempat membawa ketegangan dan perpecahan karena kawan ini seorang kasar dan kejam yang memaksa orang lain tunduk pada kekuasaannya. Perlawanan yang sengit diberikan oleh Pandji. Kawan Pertma,Kedua dan Ketiga dan keluarlah filsafat kepemimpinanya:

Cobalah kamu pikirkan !

Apa rupanya pergaulan

Jika tiada perlindungan

Yang dipikul oleh pemimpin?

Kalau aku menyerang kalian

Apa jadinya kemakmuran?

Apa jadinya Keselamatan?

Apa jadinya kedamaian?

Tapi jika kamu kupimpin

Pedangku ini akan menjamin

Adanya kemenangan bersianr-sinar

Dalam melawan musuh dari luar

 Dan keadaan pergaulan disini

Akan meju meningkat tinggi

Mengikuti pikirku yang bergerik

Memutarkan roda politik

(hal 43)

Maka terpaksalah Pandji dan Kawan-Kawan lain,meskipun tidak dengan segenap hati.

Tapi Kawan Keempat ini bukan menjadikan  kekuasaan sebagai alat tapi mengangkatnya jadi tujuan pula,sehingga  demi untuk semata memperlihatkan kekuasaan iapun melarang Pandji membunyikan sulingnya.

Gelaplah dunia ini bagi pemandangan Pandji dan sri yang biasanya sabar memutuskan:”Jika suling tak sanggup berbunyi.Biarlah hamba menanti didalam sunyi”(hal 47).

Didalam adegan yang dibicarakan ini Nampak persejajaran dengan kejadian dalam sejarah yaitu dilarangnya para seniman menyanyi sebebas hati dengan adanya sensur yang keras dimasa pendudukan Jepang.

Tindakan Kawan Keempat tambah semena-mena,Pandji dipaksanya mengaku telah bunuh isterinya dan dalam tekanan batinnya lahiriah Pandji kehilangan pribadinya dan bicara dengan kata-kata yang artinya ganda.

Ia dihina bertubi-tubi, kawan-kawannya memunggunginya dan menkhianatinya karena dapat dipengaruhi Kawan Keempat.

Maka muncullah Perempuan Pengembara yang tidak terikat pada aturan yang tidak diperlukan kekayaan dunia, tidak perlukan lindunagn cinta,perempuan pengembara yang bebas mutlak.

Kawan Keempat menyerangnya dengan pedang tapi ia tidak dimakan senjata karena ia adalah Kebenaran.

Mel9ihat keampuhan Pengembara itu Pandji mendapatkan kembali kegembiraannya dan meskipun dilarang Kawan-kawannya ia menciumnya dan jadilah ia kuat dan kebal.

Tikaman Kawan Fascis tidak mempan makan badannya dan terpaksalah ia bertekuk lutut dan kembalilah suling Pandji yang dirampas dan disembunyikannya,

Pandji bunyikan suling dan sri yang Samadi terbangun kembali. Setelah mengalami segala cobaan kembali mereka merasakan kebebasan,lebih kaya,lebih yakin:

Biar diketahui bahwa kedamaian

Keselamatan ,kemakmuran dan keagunangan

Takkan lahir bila kepercayaan hati

Akal dan pikiran tidak disinari seni

 

Maka lihat dan dengarkanlah

Tari dan nyanyi kami

Pancaran api

Didlam jiwa

Tebaran seni

Gerakan sukma

Untuk hatimu bergetar

Melebarkan dada

Mengalunkan kepercayaan

Ke Laut Tuhan tidak berbatas

Untuk pikiran bergerak

Menegakkan kepala

Mendesak akal

Supaya membadai berusaha

(hal 88-89)

English Version

Top of Form

“Flute”

According Sontani in his short story “fabricated” 1) (a collection of short stories published in “People Shit” in 1951 BP) figures in the drama born of attention Flute speeches Leader of future occupation which emphasizes jepang.Ki Hajar Dewantoro association of human happiness lies in the ethical and moral, ditokohkannya

 

the First Friend,
Kiai Haji Mas Mansur religion that emphasizes the social life at

Second Friend.

Bung Hatta who put the economy on the third mate and the Bung Karno who see politics and power as an absolute grip on society to regulate the Fourth mate.
In relation to cultural well-being puladisusun symbolism as follows:
The first friend is a symbol of the Hindu conception of religion that emphasizes moral conduct broad-mindedness and perikemanusiaaan.
The symbol of the direction of fellow immigrants who brought Islam.
Third fellow Dutch-Chinese symbol of the base view of the trade.
The fourth friend who represents the symbol of Japanese imperialism fascis.

In this case the banner of Sri and was the daughter and the son of Indonesia who first tossed around in taste and ideals but in the end thanks to the arrival kekuatandan Nomad gets reborn as a new man.
Nomad is a symbol of inspiration “that come and go according to the will of the foot” the free, does not want anything bound “(p. 71.72).
* Interpretation of this for me is more satisfying than the first.
Sri in kenyataannyamenurut Sontani adaloah a Nomad princess was a cult idol of others as well.

In Sri generalized  in my view be regarded as physical beauty, the daughter of Indonesia or the mother earth, mother Indonesia.
While Nomad is an inspiration to the artist member strength. About the banner would be no difference in interpretation. Banner is like the recognized Sontani sipengarang own.

 

 The banner is a poet, an artist.
Difference between the banner and women easily influenced by the events of her inspiration, while the Nomad is absolutely free.


“Flute” which was published in 1948 dibalai Library and quits 12 March 1946 by Sontani had started during the Japanese occupation.

When the Declaration of Independence was a new drama to the scene and the banner of Sri mwninggalkan socially forbidden to live together because the banner of the flute.

This drama consists of 12 scenes and stories kwa composition and patterns reminiscent of the classic drama.
Opens with a preface introduces the goddess Sri danPandji performers down to earth to live theater.

On the cover story ,they are escorted by the goddess sky angel home.
Between the two scenes of the play takes place here on earth, play that ever lived Adam and Eve. play that we all experience as human beings.

At first, Nor cross Sricinta dispute Pandi and sex.
The banner of Sri refine dance

Let’s dance lover Mr.
Servants sing
Establish a beautiful and melodic
Cermerlang star looked so
The wind then smiled heave
Blowing rhythm
Love to love together
The leaf nodes stunned
Telling manyusun boisterous rhymes.
The cloud is not patterned.
Invite cheers march.
To all around.
Who saw and heard.
Filling the chest with the shakes.
And the head of the beam.
In order for this world.
A place to party
(P. 11-12)

Then came the First Friend, second.third and fourth respectively in response to his world trying to impose their views.

First friend of truth, happiness, love, humanity, brotherhood.
The friend of God, religion, faith and belief.

The three comrades speak in terms of profits, capital, food, prosperity and so on.

The four comrades talk about the glory, leadership, power and war.
Saban dating new people quarrel and debate to reach a conspiracy.
Sontani consistent partner in mensifatkan temperaments characters in conversation-percakapan.Dalam debates.
First friend as a symbol of religious-ethical-moral always talk about brotherhood, humanity, open heart, and so on.

Both friend about upholding Religion, God Almighty. Rich and so on.
Each of the terms peculiar to the response of the world.

By Comrade First, second and third can be achieved without much difficulty approval, though banner and Sri need to release some of their freedom.

At the request of Sri approve the First Friend is not going to dance again. On the advice of Comrade Second Marriages banner and Sri bound in marriage and subject to the rules sri wear veil (hijab now call it) and with the coming of the Third Sri friend shall lose a valuable bracelet. All this is accepted by could for the safety and welfare of living together.

We see here the syncretism in the face of forces of the spiritual and material control.

The third friend was a slogan no services without reply. He brought Sri beriakn’m fine nd tukaran.dia bracelet as a merchant who does not want to lose.
His philosophy this way:


That  myself  coming with food.
Bring proof of the wealth god.
From places far away.
Who have never know
Unless the myselsel came
Which of course brings hunger.
Hendask which make prosperity.
The pall by the exchange.

Try to understand by all :
If you are receiving.
Only you are lucky.
I’m pregnant so it is.
But if I accept
Exchange goods instead
You’re lucky I’m worth
We also then prosper together
With this exchange
We develop the economy
The backbone of prosperity
Who enforce the association
(P. 35)
The third friend is after a hanggat perdebatn be accepted as a friend, because Sri volunteered his bracelet and free banner still blowing the flute.

The emergence of Comrade Fourth brings tension and discord because of this friend of a harsh and cruel to force others subject to his control. Fierce resistance provided by the banner. Comrade first, Second and Third and philosophy out its lead:


Try it you think!
What seems to association
If there is no protection
Borne by the leader?
If I attack you
What will become of prosperity?
What will become of Safety?
What will become of the peace?
But if you in my command
This sword will ensure
The existence of bersianr-ray victory
In the fight against enemies from outside
 And social circumstances here
Increased height will foward
I thought that following the move
Rotating the wheel of political
(P. 43)

Then compelled to banner and other friends, though not with all my heart.
But this is not the fourth friend made as an instrument of power but also the purpose to be raised, so in order to simply demonstrate the power of prohibiting banner she began sounding flute.

black off the world for scenery and the banner of Sri usually wait to decide: “If a flute could not sounding.leave the servant waiting in silence” (p. 47).


In the scene in question appears paralel with events in the history of the banning of the artists sing as freely as the liver in the presence of harsh censorship future occupiers.

Comrade acts arbitrarily added four, banner dipaksanya claimed to have killed his wife and the inner pressure of the outward banner of personal loss and to talk with words that double meaning.

He was insulted repeatedly, and his friends to her because it can be influenced Comrade menkhianatinya Fourth.

Then came the Nomad Women who are not bound by rules that do not need worldly riches, do not need lindunagn love, nomadic women who absolutely free.

The four comrades attacked her with a sword but she does not eat by weapon because he is Truth.

Nomad’s efficacy seen the banner regain happiness and even forbidden His friends he kissed it and be strong and invulnerable.
Comrade stab Fascis impervious to eat his body and he was compelled to return the flute to his knees and seized banner and hide,

Sound the flute and the banner of the  Sri woke from native  samadi praying  again.

 After experiencing all the trials back their sense of freedom, richer, more confident:

Let me note that the peace
Safety, prosperity and keagunangan
Not born when the trust heart
Intellect and artistic mind unirradiated

So look and listen
We dance and sing
Jets of flame
Location within the soul
Scattering of art
Soul movement
For your heart trembling
Widen chest
Steady motion of confidence
God is not bounded to the Sea
For the mind moves
His head
Urgent sense
Storm in order to try
(P. 88-89)

 SORRY i CANNOT TRANSLATE THE BELOW BOOK BECAUSE TO MANY OLD INDONESIAN LANGUAGE WHICH MADE VERY DIFFICULT TO TRANSLATE BUT I HOPE YOU CAN TRY TO UNDERSTAND.

 

 Bedah Buku Utuy Tatang Sontani oleh H.N.Jassin yang berjudul

 “BUNGA RUMAH MAKAN”,

 

 

SELAMAT MENIKMATI KARYA UTUY TATANG SONTANI

“BUNGA RUMAH MAKAN”

Drama Utuy Tatang Sontani yang paling terkenal karena banyak dimainkan sekitar tahun 50-an ialah “Bunga Rumah Makan”. Drama ini diakhiri(selesai)  ditulis (pada) tahun 1947 dan terbit di Balai Pustaka tahun 1948.

Saya dapat kedsan bhwa drama yang disebut Sontani pertunjukan watak ini (secara) psikologis belum dianalisa sampai habis dan watak-wataknya belum dewasa membulat.

(Adegan1)

Pertunjukan dibuka dengan adegan percakapan antara Ani dan Karnean, karnaen menanyakan mengapa Ani tak suka berumah Tangga. Ani menjawab ,dia masih senang kerja jadi pelayan.

Dari percakapan ini juga ternyata bahwa Ani ditolong  oleh Karnaen dari keadaan melarat  dan dibawanya kerja di Rumah Makan kepunyaan Ayahnya.

(ADEGAN 2)

Mampir seorang perempuan yang baru kembali dari Belanda dipasar. Ani melihat-lihat barng-barang belanjaannya . Siperempuan itu membeli Manisan Belimbing .Waktu akan pulang ia tegak memandang Ani dan teringat pada ank Laki-Laki yang sudah meninggal dunia, dia berkata kepada Ani:” Kalau dia masih ada ,mau saya memunggut nona sebagai Mantu!”(halaman 7)

(Adegan 3)

Sementara Ani pergi kedalam sebentar , masuk seorang Pengemis hendak mencuri Kue-kue, tapi dia kepergok oleh Ani sedang buka  Toples.Ani memarahinya dan sipengemis minta ampun. Katanya dia  sejak kemarin belum makan. Karena kasihan , ani berjalan kelaci meja dengan maksud hendak memberinya uang.

(Adegan 4)

Muncul Sudarma pemilik warung yang mampir sebentar dalam perjalanannya kekantor pertenunan. Sudarma mengusir pengemis yang angkat kaki sesudah Ani lemparkan uang padanya. Sudarma nasihatkan Ani supaya lain kali mengusir saja pengemis itu karena ia mengotorkan lantai warung.

(Adegan 5)

Mampir pula Kjai Usman mencari Sudarma dan menyusulnya ke Kantor Pertenunan . Tidak lupa ia menggoda Ani bahwa ia pantas bersuamikan Karnaen.

(Adegan 6)

Ani kelihatan kesal oleh perkataan Kjai Usman , angkat Tilpon mau bicara dengan Kapten Suherman , tapi tidak ada.

(Adegan 7)

Masuk dua orang pemuda,pesan susu . Keduanya rupanya ingin menganggu Ani

(Adegan 8)

Masuk pula Iskandar , duduk menyisih diri dari pemuda-pemuda . Ani menyuguhkan dua gelas susu pada pemuda-pemuda. Keduanya mulai henda bercanda-canda dengan Ani . Salah seorang akan menilpon Ani katanya. Tapi Ani tidak lebih lanjut meladeni omongabn mereka ini lalu mengundurkan diri  kebelakang. Dia sedikit tersinggung . Iskandar dengan diam-dism telah pergi pula.

(Adegan 9)

Masuk Kapten Suherman . Ani menyongsongnya gembira. Dua pemuda lekas-lekas habiskan minumannya, bayar lalu pergi.

(Adegan 10)

Menusul percakapan kosong antara Suherman dan Ani, Ani tanyakan kapan Suherman membawanya berjalan-jalan. Suherman jawab belum sempat karena terlalu repot dengan pekerjaan. Hanya dia berkali-klai  memandang wajah Ani  dan berkata:”Indah”, Sesudah minum ia minta diri pula dan  berjanji akan dating kembali.

(Adegan 11)

Ani ketamuan seorang temannya,Rukayah, dan menceritakan bahwa ia jatuh cinta . Rukajah memberinya ingat, hendaklah jangan  dipakaikan perasaan saja tapi juga pikiran.

Rukajah  hanya sebentar  bercakap-cakap  karena segera pergi pula untuk rapat wanita.

(Adegan 12)

Masuk pula pemuda pelancongan Iskandar . Antara dia  dengtan Ani terjadi pertengkaran karena Iskandar dikatakan tak pernah belanja, dating hanya duduk-duduk saja. Iskandar menyindir dan  menghina, katanya Ani hanya perdagangkan kecantikan dengan jadi pelayan dan  menipu orang-orang yang dating belanja.Iskandar diusir oleh Ani tapi tak  mau pergi .

(Adegan 13)

Masuk Karnaen , Ani adukan Iskandar ,tapi Iskandar  tak mau  juga disuruh pergi oleh Karnaen.

Karnaen tilpon Polisi supaya segera dating. Dalam pertengkaran selanjutnya terjadi perkelahian  tinju antara  Iskandar  dan Karnaen, dan akhirnya Iskandar pergi dengan kemauannya sendiri.

(Adegan 14)

Ani hendak menolong bangkitkan Karnaen  tapi  mundur karena dengan kata-kata Karnaen yang romantic:”Dapatkah engkau selamanya mayu mengulurkan tangan kepadaku, mengindahkan suara hatiku,An?

Pernyataan ini dijawab oleh Ani bahwa ia hanya dapat menyayangninya sebagai adik  terhadpa Abang.

(Adegan 15,16)

Datang Polisi yang majukan  pertanyaan-pertanyaan dan  pemilik warung Sudarman bersama sehabatnya Udsman.

Karnaen dan ani menerangkan apa yang sudah terjadi, Polisi berjanji akan menangkap Pelncong dan berangkat.

(Adegan 17)

Kapten Suherman masuk . dari percakapan dengan Karnaen ,Usman dan Suherman ternyata bahwa dia hanya cinta pada ani tapi tidak bermaksud mengawininya. Da ini dikatakannya sedang Ani hadir pula. Ani kecewa dan sadar bahwa yang disenangi orang padanya hanya senyumnya tapi bukan airmatanya.

(Adegan 18)

Polisi bawa Iskandar masuk dan memperhadapkannya dengan orang-orang yang mengadukannya.

Iskandar terus menerus menghina  hingga pada akhirnya Polisi memutuskan membawa Iskandar untuk ditahan. Tapi justru pada waktu ini, Ani lalu mempertahankan Iskandar. Dikatakannya  bahewa iskandar tidak menghina malah mengakui bahwa ia telah mengatakan yang sebenarnya. Dia minta supaya perkara jangan diteruskan.

(Adegan 19)

Stelah masuk kedalam sebentar , Ani tampil kiembali membawa kopernya. Keputusan nya telah tetap, dia akan tinggalkan Rumah Makan karena dia mau “hidup merdeka” menjauhi segala kepalsuan dalam rumah makan.

Dan dia akan pergi bersama Iskandar, orang jujur Iskandar terima perubahan ani sebagai suatu 6yang sudah semestinya dan bersedia hidup bersama Ani dan berjanji pula bahwa ia akan mau bekerja. Mereka berangkat bersama.

(Adegan 20)

Sedarman menyatakan buat sementara akan menutup warungnya, yang sial dan dia menyesali temannya kiai Usman yang katanya telah jadi gara-gara semuanya.

(Adegan 21)

Seorang pengemis(yang sudah kita kenal pada adegan 3 dan 4) tiba-tiba keluar dari balik pintu dan mau curi kue dalam toples tapi kepergok pula.

Kebera6tan saya yang paling besar terhadap drama ini bersifat  psikologis tidak jelas bagi saya perbelokka n jiwa ani,

Sepanjang yang bias saya ikuti dia memang tidak cinta pada Karnaen , hanya terima kasih karena dia telah menolongnya.

Dan cinta memantg tak bias dipaksakan. Ani cinta pada Suherman , tapi Suherman hanya mau cinta, tetapi tak mau kawin. Ini bikin Ani kecewa. Dia berbelok ,tapi mengapa lalu menyerahkan nasibnya pada petualang Iskandar ? Karnaen mungkin tidak begitu menarik buat Ani tapi cintanya terbukti dari perbuatan dan perkataannya.

Apakah yang kemudian begitu mengika6t Ani pada Iskandar? Mengapa dia tidak lebih percaya pada Karnaen yang telah berjasa kepadanya dan berterang-terang memintanya jadi Isteri ?.

Iskandar telah berkali-kali menyakiti hatinya, sedimkitpun Iskandar tak ada menunjukkan cintanya pada Ani. Apakah Ani sadar akan dirinya apabila dia dri pihaknya tiba-tiba minta Iskandar untuk hidup bersama, sedang tindakannya ini hanya karena kecewa dengan suherman yang telah mempermainkan cintanya?

Kita tidak bertanya mengapa dia meminta cinta orang yang dari semula dibencinya karena sikapnya?

Djelas bahwa Ani hanya bertindak atas dasar emosi yang tidak dikendalikan oleh pikiran. Dan apabila dia berkata:” Aku akan mengawini dia(Iskandar) sebagai perempuan yang akan berjuang berdampingan”.

Kita bertanya”berjuang untuk apa?” Ini hanya kata-kata besar untuk mengobar rasa egoisme yang terluka.

Dan apa maunya Iskandar sebenarnya? Dia mengaku sekarang”Manusia merdeka”, dan tatkala ditanya oleh polisi mengapa tak mau bekerja, dia mengelak dengan jawaban:” Buat apa bekerja, bila mengerjakan pekerjaan menipu,mendustai orang lain..”. dan lagi sebab ia “sendiri didunia”.

Pada hemat saya buka jawaban-jawaban tepat yang bias bikin orang menaruh KEPERCAYAAN PADANYA HINGGA MENYERAHKAN NASIBNYA.

Kesengitan Iskandar terhadap Karnaen sepanjang yang bias diselidiki dari percakapan mereka hanya berakar pada iri hati dari pihak Iskandar. Tapi Karnaen  sebenarnya seorang yang baik hati meskipun tidak begitu berani bertindak  karena suka pada hidup damai dan aman. Apa yang dilemparkan Iskandar padanya bahwa “ hatinya lebih kotor dari kakus” tak ada buktinya dan sepantasnya dia merasa tersinggung.

Kalau mau diteruskan analisis tentang kepalsuan, apakah Iskandar tidak hanya seorang palsu yang berlagak orang merdeka,menghina mengejak karena menyimpan keinginan  yang sesungguhnya yaitu menghendaki ani untuk dirinya?

Tak pernah ia mengatakan cinta pada ani, tapi tatkala Ani menunjukan  apakah ia akan bekerdja. Timbul pertanyaan apakah dia dengan pengikatan diri  ini masih tetap seorang merdeka danbagaimanakah harus diterangkan orang  orang merdeka ini yang karena itu hidup lintang lantung  tiba-tiba manu meninggalkan hidup lintang lantung dan berjanji mau cari kerja.

 Apakah dengan ini dia masih tetap merdeka? Pertanyaan lain ialah apakah dia akan tiba-tiba saja bias merubah cara hidupnya dan hidup sebagai orang yang jinak disamping isterinya ?

Mengherankan bahwa ani tidak melihat sudut ini. Dia mau”hidup merdeka” dengan  “mengikat” Iskandar karena Iskandar harus merubah cara hidupnya yang katanya inilah hidup merdeka.

Kadangkala Ani Nampak pula pada sikapnya  terhadap Kapten Suherman seorang Don Yuan yang kosong, yang tatkala diminta bercerita hanya bias berkata:” Aku sudah pergi ke Utara sampai kepantai ke selatan memasuki rimba, ke Barat ke Timur dan mendapat tempat yang paling mengembirakan (disamping Ani)”.

Ani bias terpesona oleh omongan kosong ini, barangkali karena Suherman pandai mengatakan”Indah” sambil memandang wajah Ani, dan  bias mencumbu dengan kata-kata:”Kutinggalkan dikau, bungaku bungaku mekar, mekarlah menghambur wangimu, menyambut sinar pagi baru”. Bahwa Ani bias jatuh cinta pada orang yang melompong ini menandakan pula bahwa ia bukan orang yang tajam padang dan dalam pikiran.

Dalam pencurahan rasanya pada Rukayah, Ani mengatakan bahwa ia jatuh cinta pada pemuda yang”mengerti keinginannya”. Tapi tidak jelas apakah keinginan itu, sedang hal itu tidak pula ternyata dari percakapan kapten suherman. Apakah keinginan itu ialah ajakan untuk jalan-jalan?

Bagaimana watak Karnaen tidak ternyata kekotorannya seperti yang dilontrkan Iskandar dalam kemarahannya. Dia telang mengangkat Ani dan mmpekerjakankannya sebagai pelayan diwarung ayahnya. Ini satu perbuatan yang baik . dan bahwa ia cinta pada ani juga tidak satu kejahatan apalagi dia terang terang memintanya jadi isterinya.

Demikianpun Sudarmo sukar kita menerima tuduhan bahwa ia seorang palsu. Dia telah bersedia menerima ani jadi Pelayan rumah makannya dan diapun tidak keberatan akan berrmenantukan dia.

Kekuatirannya bahwa Ani akan meninggalkan rumah makan apabila ia kawin adalah kekuatiran yantg biasa saja ditinjau dari sudut seorang pengusaha, dan  kalu dia berkata mau menaikkan gajinya asal ani jangan pergi, itupun bukan suatu bukti kepalsuan. Tapi memanglah sukar untuk mengerti jalan pikiran petualang yang mau mendasarkan segala ukuran pada keprimitipan yang bugil.

Adegan kedua dan ketiga menimbulkan poertanyaan bagi saya> Kesentimentilan perempuan yang mampir belanja kewarung dan bertemu dengan ani rasanya tidak ada akarnya. Barangkali adegan ini untuk membuktikan bagaimana cantiknya Ani sehingga perempuan itu mau memungutnya sebagai mantu sekiranya anaknya masih hidup.

 Dan adegan pengemis agaknya untuk membuktikan bagaimana baiknya hati Ani. Pengemis yang didapatkan mencuri masih bias menimbulkan belas kasihannya dan diberikan uang.Tapi kebaikan hati ini tidak begitu meyakinkannya. Saya kira . Perhtikansesudah Ani mempergoki pengemis ia memarahinya:

Pengemis: Ampun non ampun

Ani: Mau sekali lagi engkau mencuri

Pengemis : Saya tak akan mencuri bila saya punya uang

Ani: Bohong

Pengemis: Betul nona, sejak kemarin saya belum makabn

Ani: Mau bersumpah, bahwa engkau tak hendak mencuri lagi!

Pengemis: Dengan allah saya tak akan mencuri lagi, nona asal

Ani : Tidak aku tidak akan member lagi uang padamu

Pengemis: (sedih) ah, nona kasihanilah saya.

Pertanyaan Ani:”Mau sekali lagi engkau mencuri? Ialah pertanyaan yang tak usah ditanyakan sebab tidak ada pencuri yang akan menjawab bahwa ia lain kali akan mencuri lagi. Dan bahwa ani mau meladeni pengemis yang mengatakan :” Saya tak akan mencuri, bila saya punya uang” adalah tanda suatu ketumpulan otak yang menguatirkan> Bukan dengan itu sipengemis sama saja dengan mengatakan bahwa ia akan seumur hidup mencuri karena pekerjaannya hanya mengemis? Ataukah Ani mau menjamin pengemis itu saban hari supaya jangan keputusan uang?. Dan adalah suatu kekurangajaran bahwa seorang pencuri menunjukan syarat seperti ini.

 Pengemis : Demi allah saya tak akan mencuri lagi nona Asal

Maksudnya tentu asal nona mau member uang kepada sayasaban kali saya dating, karena Ani Memotong:

Ani: Tidak aku aakan member lagi uang padamu.

Ini namanya pemerasan dan terhadap pemeras demikian tak perlu menghadiahkan belas kasihan. Lagi pula pengemis mana yang bersumpah “demi Allah” .Allah terlalu jauh buat pengemis itu, dia lebih untuk takut pada maut dan saya kira dia akan berkata:” Biar mati” kalau dia akan bersumpah.

(Catatan Dr Iwan: saya jafdi teringat pada tahun 1956 pernah berjumpa dengan penegemis yang tidak pernah mengucapkan kata-kata “sedekah Pak” sebagimana pengemis lain, penegmis tersebut hanya mengacungkan tangannya yang bunting dengan sebuah tas dengan mengucapkan :”merdeka pak”,dan ia tidak akan pergi sebelum diberikan uang, tetapi ada yang banyak akal mereka berkata :”maaf pak tidak ada uang kecil”, baru penegemis itu pergi) 

Kadang-kadang kita pergoki Sontani tidak dapat mengendalikan romantiknya, misalnya ia membeiarkan Kjai Usman menghibur Ani sambil menjapu-nyapu rambutnya(Adegan 16). Hal inipsikologis jangan sekali karena  suasana dihadiri oleh Suherman yang ingin mengambil Ani sebagai menantu dan Karnaen yang mencintai Ani. Dan Ani sendiri saya kira  tidak dalam suasana untuk suka dihibur-hibur demikian oleh wak Kjai. Dia bukan anak kecil lagi  yang boleh disentuh oleh wak Kjai dengan tidak ingat akan aturan kemuhriman.

Dan romantic yang palsu menonjol apabila sesudah Karnaen dibanting oleh Iskandar keatas lantai ,  dan  hendak ditolong oleh ani , berkata:” Dapatkah engkau selamanya mau mengulurkan tanagn kepadaku, mengindahkan suara hatiku?”(Adegan 14).

Ini bukan saja satu omong kososng tapi tidak mungkin terjadi kecuali dalam fantasi orang yang tak pernah dibanting.Barangkali ada juga benarnya kalu Balfas menghubungkan ketidak dewasaan tokoh-tokoh dalam hasil Sontani dengan kebelum dewasaan pengarang tatkala menulis.

Percakapan-percakapan sok intelektuil member kesan seperti orang kampong yang apabila berhadapan dengan orang kita yang tak dikenalnya mempergunakan kata-kata yang dikiranya panatas dalam percakapan orang terpelajar , tapi dia tidak mengerti betul kata-kata itu, maka ia mempergunakannya tidak tepat.

Tatkala dalam adegan pertama : Karnaen mengajuk hati pelayan ani , apakah dia suka jadi isterinya, menjadi ratu rimah tangga, dijawab oleh Ani:

Ani : Ah, mas, bila kita mendengar perkataan-perkataan “rumah tangga” saya suka gementar. Saya masih suka bekerja seperti sekarang ini.

Karnaen : “Samapi kapankah engkau berpendirian demik8ian An?

Dan Tatkala Ani hendak setel radio berkata lagi  Karnaen:

Karnaen :” Ah, dipagi hari begini tak ada yang aneh. Dan daripada  mendengar radio aku lebih suka mendengarkan engkau mencerikan pendirian”

 

Pernyataan ani belum mau kawin dan lebih suka kerja jadi pelayan memang suatu pendirian .Tapi dalam hubungan percakapan seperti diatas ini perkataan itu saya rasa agak janggal apalagi kalau diingat bahwa Ani seorang pelayan yang mestinya tidak begitu tinggi pendidikannya.

(catatan Dr iwan : pada masa dulu sekitar tahun 1960-180, umumnya bila seseorang melamar wanita dan tidak diterima oleh keluarganya, umumnya ditolak dengan halus dengan mengatakan ,”anak saya masih mau melanjutkan sekolah dan belum berpikir untuk berkeluarga” karena saat itu melamar tanpa terjadi perembukan terlebih dahulu diantara si pria dan Wanita, lain saat sekarang melamar hanya pro formal saja karena sebelyumnya sudah dirundingkan terlebih dahulu seperti saat saya melamar mantu saya)

Pada hemat saya  lebih langsung dan wajar dalam lingkungan ini dipakai perkataran pikiran , Jadi sampai kapan engkau punya pikiran seperti itu An? Dan aku lebih suka  mendengar engkau bicara tentang maksudmu.”

“Menceritakan pendirian” pada hemat saya janggal pula. Pendirian bias dinyatakan, tapi tidak untuk diceritakan , sebab pendirian bukan cerita.

Kefalsafahan dan melambung perkataan  Rukajah kepada ani yang mengambil keputusan tiba-tiba untuk mengikat Iskandar:” Engkau sudah menjalani praktek An, bahwa perubahan jiwa manusia itu menunjukkan keluhuran tingkat manusia sebagai bagian  dari alam semesta yang paling nyata mewakili Tuhan”.Apakah Rukaja  seorang filosof yang bias dipegang hik mat hidupnya, sedang dia menarik kesimpulan dengan tidak tahu persoalan ani yang sebenarnya?

Kesan intelektuil  atau sok intelektuil tidak akan timbul sekiranya keintelektuail justru timbul karena  tak ada hubungan anatara lingkungan dan percakapan intelektuil.

Adegan terakhir saya rasakan sebagai tempelan. Tidak masuk diakal bahwa pengemis yang dikatakan telah lama berdiri dibalik pintu cari kesempatan juga sedang orang ramai dalam warung diantarnya adas pula seorang polisi . Lebih tidak masuk akal kalau pengemis itu ialah pengemis yang baru beberapa jam  yang lalu diusir oleh Ani. Akan lebih mengesankan kiranya jika drama berakhir dengan adegan 18, yaitu dengan perginya Ani dan iskandar bersama-sama.

                                               

 

SELAMAT MENIKMATI KARYA UTUY TATANG SONTANI SELANJUTNYA

 

 CERPEN TEMPO DOELOE KARYA UTUY TATANG SONTANI – AWAL DAN MIRA – DRAMA SATU BABAK

 

 

 

 

 

 

CERPEN KARYA :  

UTUY TATANG SONTANI 

JUDUL : 

AWAL DAN MIRA – DRAMA SATU BABAK  

TEBAL 47 HALAMAN

PENEREBIT :  

KIWARI – BANDUNG 

1962

 

 

 

 

 

 

 

SEKILAS TENTANG AWAL DAN MIRA

 

Peristiwa ini terjadi pada suatu malam dalam tahun 1951 didepan kedai kopi kepunyaan seorang perempuan bernama Mira. 

 

 Yang dimaksud dengan kedai kopi kepunyaan Mira itu sebenarnya serambi muka dari rumah Mira yang dibangun jadi kedai kopi.  

Dan rumah Mira itu rumah bambu,kecil tapi masih baru,letaknya menghadap kejalan,didirikan diatas bekas reruntuhan rumah batu yang hancur oleh peperangan, terpencil jauh dari keramaian.

  Malam itu pukul sembilan lebih,Mira yang cantik asik menyulam di belakang dagangan,di bawah lampu listrik,hanya kelihatan dari dada ke atas.

 

Ibunya, yang sudah berusia lanjut, ada di ruangan luar kedai, asik mengatur-ngatur penempatan dagangan. Dan di depan kedai di atas bangku duduk seorang laki-laki masih muda, menghadapi gelas kopi di atas meja.

 

Laki-laki itu menghabiskan kopinya, kemudian menyerahkan uang kepada Mira seraya katanya :

” kembali setalen !”

 

Tetapi Mira yang duduk di belakang dagangan nya tidak mengasi uang pengembalian.

 

Setelah menerima uang dari laki-laki, asik lagi saja ia menyulam.

 

” Mana kembali !” tanya laki-laki.

” Bah, jawab Mira.

” Setalen ya setalen.”

” Betul setalen,itu setalen,” kata Mira lagi, ” tapi tidak kah tuan merasa bahwa tuan terlalu lama tuan duduk disini,terlalu lama melihat wajahku ?”

” Melihat wajah mu mesti bayar

” Mengapa tidak ?” balas Mira pula.” memang nya istrimu cantik seperti aku ?”

 

SELAMAT MENIKMATI BEDAH KARYA UTUY TATANG SONTANI

AWAL DAN MIRA

OLEH H.B.JASSIN

(Majalah Budaya,1960)

Drama sebabak Awal dan Mira terbit di Balai Pustaka tahun `1952 dan tahun berikutnya dapat hadiah BMKN.

Seolah-olah sesudah selusai tulis “Bunga Rumah Makan” bertanya Sontani pada dirinya:”Bagaimana kalau Ani orang yang cacat , apakah Iskandar tetap akan mencintainya? Lain persoalan ini mau dicobanya  pecahkan dalam Awal dan Mira.

Seperti juga Ani, Mira adalah wanita cantik yang menjaga warung ibunya.

 Peran Iskandar dilakukan oleh Awal terhadap Mira , hanya Awal dalam menyatakan cintanya lebih positif dari Iskandar.

Pada akhir cerita apabila Mira menyerah, ternyata badannya cacat, kedua kakinya buntung.

Dan awal tak dapat mengatasi kekecewaannya.

Sifat Awal tak beda dengan Iskandar , juga  seorang yang tidak indahkan norma-norma tradisi dan senantiasa hanya mencari apa yang disebutnya manusia merdeka.

Kedongkolan Awal terhadap sekitarnya ialah karena kepura-puraan dan kepalsuan, orang bicara sekedar bicara tanpa ada akarnya.

Dilihatnya manusia sekitarnya sebagai budak belaka yang kerjanya omong kosong.

Seperti juga Iskandar ia benci pada kata-kata besar seperti “Berjuang untuk masyarakat,Bangsa dan Tanah Air” , yang pada hakekatnya untuk menutupi maksud-maksud picik dan keji.

Bagi awal dan Mira adalh kawan Hidup yang ideal, karena dunianya tidak sempit:” Kaulah ujud wanita Utama”(halaman 45).

Mira dalam pandnagan hidupnya Nampak terpengaruh oleh Awal dan pendapatnya tentang manusia sesuai dengan Awal.

Ini satu perbedaan pula dengan Ani yang mula-mula nampaknya merupakan antipode bagi Iskandar , tapi kemudian tiba-tiba memeluk pendapat dunianya bulat-bulat,

Mira sejak semula ada perhatian terhadap Awal, yhanya cacatnya yang tersembunyi juga y7ang menahan-nahan pernyataan perhatiannya lebih terbuka.

Atas desakan-desakan Awal ,cukuplah dia berkata :”Mas, pintu hati hanya dapat dibuka oleh hati,dan hati sayah sudah terbuka”(hal 32)

Mira adalah penyambung lidah Awal(dan Iskandar) apabila ia berkata pada ibunya:” Tak ada yang beres manusia yang dating disini ini. Kalau tidak menghina, maunya mengasih kursus. Semuanya bukan lagi manusia”(halaman 38)

Dan  mengenai Koran-koran ia bilang:” saya lihat Koran-koran dan majalah di zaman sekarang lebih mementingkan potret-potret orang resmi daripada  misalnya potret seorang rakyat biasa yang cacat badanya oleh kecelakaan , lebih mementingkan potret pembesar-pembesar , opsir, pemimpin-pemimpin  politik yang diinterpiu”

Yang disambut oleh Pemuda Awal :”Lebih mementingkan orang ngomong, sekalipun omongan mereka asal saja mengisi halaman Koran”(halaman 41)

Bahkan Mira pada akhirnya nampaknya lebih ekstrim lagi pemikirannya apabila ia mengeritik sikap awal terhadapnya dan berkata:” Kau mencela jiwa orang lain, tapi kau sendiri merangkak-rangkak dibaewah kaki mereka . Kau bodoh besar. Akibat peperangan kau sudah kehilangan pegangan, kehilangan kepercayaan pada diri sendiri. Padahal dizaman setelah peperangan sekarang bagi kita tidak ada yang mesti dipercaya selain dari diri sendiri”(hal 47).

Dan kesimpulan ini rupanya jadi kesimpulan akhir apabila pada penutup cerita Awal terpukul dalam kepercayaannya,karena menerima kenyataan bahwa Mira bukan orang yang secara fisik dapat memberinya kepuasan.

BAGAIMANA SETELAH MEMBACA BEDAH BUKU H.B. JASSIN INI, PANTASKAH KISAH AWAL DAN MIRA INI DIBERIKAN HADIAH DAN PENGHARGAAN??

DAN PANTASKAH KISAH INI DILARANG BEREDAR??

TERSERAH KEPADA PEMBACA MENILAINYA,

BUAT SAYA

Mira sebagai seorang pelayan terlalu pintar untuk memiliki pendapat seperti itu!!!!!!!

Demikian akhir setelah hamper dua minggu setiap sore dengan mencicil bedh buku ini dapat diselesaikan,walaupun dengan susah payah akibat tulisan dalam buku BUDAYa sangat kecil sekali sehingga tyerpaksa mempergunakan kacamata plus 3 ½ masih susah juga, tepai karena sangat ingin mengetahui kelebih dan keurang pengarang legendary utuy tatanG Sontani serta teknik bedah buku oleh penulis legendaries juga H.B.Jassin saya telah berusaha mati-matian ,hikmah yang saya dapat adalah menulis bukanlah suatu hal yang mudah,harus bnayak belajar dengan membaca karangan pengaarng ternama serta juga membaca bedah buku yang sangat bagus dengan kritik yang membangun. Saya telah memperoleh lebih banyak pengalaman yang dapat dipergunakan untuk tulisan saya mendatang, dan bagaiman dengan anda harap beri komentar.

Jangan lupa hormatilah hak cipta saya.

(Catatan dr Iwan)

 

THE END @ COPYRIGHT 2012

 

 

THE END @ COPYRIGHT 2012

Advertisements

4 responses to “Bedah Buku Karangan Penulis legendaris utuy tatang sontani “SULING” ,”BUNGA RUMAH MAKAN”& “AWAL DAN MIRA”oleh H.B.Jassin 1960(koleksi Driwan)

  1. We stumbled over here by a different page and thought
    I might check things out. I like what I see so now i am following you.
    Look forward to checking out your web page for a second time.

  2. bolehkan membaca buku awal dan mira buat referensi saya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s