KISI INFO INDONESIA 1961(BERSAMBUNG)

KOLEKSI SEJARAH INDONESIA

1961

OLEH

Dr Iwan Suwandy , MHA

EDISI PRIBADI TERBATAS

KHUSUS UNTUK KOLEKTOR  DAN HISTORIAN SENIOR

Copyright @ 2013

INI ADALAH CUPLIKAN DAN CONTOH BUKU KOLEKSI SEJARAH INDONESIA HASIL PENELITIAN Dr  IWAN , HANYA DITAMPILKAN SEBAGIAN INFO DAN ILUSTRASI TAK LENGKAP.

BUKU YANG LENGKAP TERSEDIA BAGI YANG BERMINAT HUBUNGGI LIWAT KOMENTAR(COMMENT) DI WEB BLOG INI

sORRY FOR THE UNEDITED ARTICLES BELOW,I DID  TO PROTEC T AGAINST THE COPY WITHOUT PERMISSSION

 

Dr IWAN SUWANDY,MHA

PENEMU DAN PRESIDEN PERTAMA

PERHIMPUNAN

KISI

(KOLEKSTOR INFORMASI SEJARAH INDONESIA)

TAHUN 2013-2020

SEJEN KISI

LILI WIDJAJA,MM

DEWAN KEHORMATAN

KETUA

Dr IWAN SUWANDY,MHA

ANGGOTA

ALBERT SUWANDY DJOHAN OETAMA,ST,GEA

ANTON JIMMI SUWANDY ST.MECH.

 

ANNGOTA KEHORMATAN

GRACE SHANTY

ALICE SUWAMDY

ANNABELA PRINCESSA(CESSA(

JOCELIN SUWANDY(CELINE)

ANTONI WILLIAM SUWANDY

ANNGOTA

ARIS SIREGAR

HANS van SCHEIK

 

MASA JABATAN PREDIDEN DAN SEKJEN HANYA SATU KALI SELAMA TUJUH TAHUN, PENGANTINYA AKAN DIPILIH OLEH DEWAN KEHORMATAN

BAGI YANG BERMINAT MENJADI ANGGOTA KISI

MENDAFTAR LIWAT  EMAIL KISI

iwansuwandy@gmail.com

dengan syarat

mengirimkan foto kopi KTP(ID )terbaru dan melunasi sumbangan dana operasional KISI untuk seumur hidup sebanyak US50,-

HAK ANGGOTA

SETIAP BULAN AKAN DI,KIRIMKAN INFO LANGSUNG KE EMAILNYA

DAPAT MEMBELI BUKU TERBITAN KISI YANG CONTOHNYA SUDAH  DIUPLOAD DI

hhtp”//www. Driwancybermuseum.wordpress.com

dengan memberikan sumbangan biaya kopi dan biaya kirim

TERIMA KASIH SUDAH BERGABUNG DENGAN KISI

SEMOGA KISI TETAP JAYA

 

Driwancybermuseum Homeoffic 

Copyrught @ Dr Iwan suwandy,MHA 2013

Forbidden to copy without written permission by the author

1961

Perkembangan Politik dan Kehidupan  Nasional, posisi PRRI semakin terjepit,persedian amunisi dan perlengkapan lain  semakin tipis serta pertentangan  didalam tubuh PRRI sendir kemudian mendorong para pemimpin  untuk mengadakan hubungan untuk menyelesaikan pertikaian dengan Pemerintahan Pusat.

Hubungan dalam rangka penyelesaian pemberontakan dapat  berlangsung karena  Pihak Pemerintah Pusat,  melalui MKN/KSAD Jendral Nasution  sudah berulangkali  mengeluarkan himbauan  dan ikut mendorong kearah tercapainya perdamaian.Dia mengajak kembali kepangkuan Republik karena Kita telah Kembali Ke Undang-Undang dasar 1945, dan diperlukan  semua tenaga  bersatu kembali  meneruskan perjuangan bersama seperti semula.

Rupanya situasi Tahun 1961 diwarna dengan kembalinya para Pemberontak  PRRI/Permesta  secara berangsur-angsur.

 

(Mauludin Simbolon)

Akhir Kisah

Di awal 19 enam satu
Nagari Saniangbaka terjadi ricuh
Gerilyawan berniat mengejar musuh
Hewan ditarik melenguh lenguh

Banyak nagari telah diduduki
Oleh Pusat tentara APRI
Muncul masalah bagi PRRI
Bahan makanan susah didapati

Adalah Organisasi Perlawanan Rakyat
Kaki tangan tentara Pusat
Siap diperintah setiap saat
Mengejar pejuang ke semua tempat

Ketika menduduki nagari Paninggahan
APRI bertugas tidak sendirian
Serdadu menciptakan tenaga bantuan
Dibuat OPR sebagai kakitangan

Saat melakukan taktik militer
Angku Suwari seorang kader
Oleh APRI dijadikan OPR
Terkadang diajak menaiki panser

Dua partai saling membenci
PKI berlawanan dengan Masyumi
Komunis berniat mengkudeta negeri
Masyumi berpihak kepada PRRI

PKI menumpang ambil kesempatan
OPR dijadikan batu loncatan
Kader disuruh ikut latihan
Untuk menembak musuh saingan

Kisah lengkap baca di

 lampiran Gurindam Masa PRRI

1961

 

Taktik Barter Sukarno Melawan CIA

 

 

 

 

 

 

Jakarta – Banyak cerita mengenai Bung Karno (6 Juni 1901-21 Juni 1970) di luar yang tertulis di sejarah.

Sukarno tergopoh-gopoh keluar dari kamarnya. Pagi itu perutnya melilit dan terburu-buru hendak masuk toilet Istana.

Sesaat sebelum masuk, ia menunjuk ke arah tumpukan koran, yang setiap pagi ditaruh di muka kamarnya. “Heh, ayo cepat, itu koran semua aku mau baca di kakus,” kata Sukarno.

Namun orang yang dimintai tolong malah menyandera harian Suluh Indonesia, corong Partai Nasional Indonesia. “Apa benar ini berita Bapak menukar Pope dengan jalan bypass?” tanya Guntur Soekarno.

Pope yang dimaksud adalah Allen Lawrence Pope, pilot asal Amerika Serikat yang pesawatnya, B-26 Invader, ditembak jatuh TNI di Maluku pada 1958. Saat itu Pope, yang pensiunan militer Amerika, tengah menjalani misi pengeboman CIA buat menyokong pemberontakan Perdjuangan Rakjat Semesta alias Permesta.

Pope awalnya disebut Amerika sebagai tentara bayaran. Nahas bagi Pope. Saat dibekuk, dia membawa banyak dokumen yang mengindikasikan dia memang bekerja buat CIA lewat Civil Air Transport, maskapai yang dipakai dinas rahasia Amerika itu buat operasinya di Timur Jauh.

Pope setidaknya 12 kali membombardir lapangan udara TNI dan pelabuhan sipil di Maluku dan Sulawesi. Pria asal Miami itu hanya mengakui dua misi penerbangan saja, tapi pengadilan Indonesia pada 1960 memvonisnya hukuman mati.

Pada 1961, Presiden Dwight D. Eisenhower diganti John F. Kennedy. Gaya politik luar negeri Amerika pun berubah dan lebih bersahabat terhadap Indonesia.

Sukarno, yang sebelumnya akan digergaji kursi presidennya, malah diundang ke Gedung Putih. Diduga saat itulah masalah Pope dibahas.

Setahun setelah pertemuan itu, Pope diam-diam diantar pesawat Negeri Abang Sam di bandara Jakarta. Sebelum dia dipulangkan, Sukarno berpesan, ”Jangan muncul ke publik, jangan membuat cerita aneh-aneh. Pulang dan menghilanglah dan kami akan melupakan semuanya,” ujarnya seperti ditulis dalam bukuSubversion as Foreign Policy The Secret Eisenhower and Dulles Debacle in Indonesia.

Pemulangan Pope itu tidaklah gratis. Kennedy mesti membarternya dengan pesawat angkut Hercules dan dana pembangunan jalan bypass dari Cawang ke Tanjung Priok.

Lain lagi cerita Bambang Avianto, putra sulung Marsekal Pertama Joko Nurtanio. Anak penggagas industri penerbangan Indonesia itu menunjuk pada bangkai helikopter Bell-47 J2A Roger, yang 30 tahun teronggok di ujung landas pacu Husein Sastranegara.

Bambang mengatakan helikopter kepresidenan era Sukarno itu merupakan hadiah Presiden Kennedy. Helikopter berjulukan si Walet itu status resminya hadiah, tapi sejatinya bagian dari barter dengan Pope. “Itulah salah satu kelebihan diplomasi Bung Karno,” ujarnya.

Kennedy memang ingin menjauhkan Sukarno dari Cina dan Uni Soviet. Taktik yang dipakai adalah memberi bantuan nonmiliter.

Namun bernarkah Sukarno menukar Pope dengan pesawat dan sejumlah proyek pembangunan? Ketika Guntur Soekarno mendesak soal itu, ayahnya cuma tertawa.

Usai urusannya di toilet istana pada 1960-an itu, Sukarno cuma berujar, “Mudah-mudahan Amerika kirim Pope yang lain. Kalau tertangkap nanti, aku minta tukar dengan Ava Gardner dan Yvonne de Carlo

Januari 1961

Sumber Tan Kebesar Pembantu Moh natsir

 Sebenarnya,  perjuangan dengan cara dan nama lain,  sudah  diproklamirkan . Tepatnya,  di awal Januari tahun 1961.

 

Dalam suatu upacara di Bonjol Pasaman, diproklamirkanlah Republik Persatuan Indonesia (RPI) yang diikuti pak Natsir sebagai Menteri PDK dan Agama,  sedangkan Presiden RPI adalah pak Syafruddin Prawiranegara.

Setelah memproklamirkan RPI di Bonjol ,  rombongan kemudian dibagi  dua. Rombongan pak Syaf dan Burhanuddin  berjalan ke arah Timur, sedangkan rombongan pak Natsir,  Dahlan Djambek dan saya berjalan  ke arah ke Barat.

Adapun  sebab RPI diproklamirkan karena perjuangan PRRI akan  segera berakhir dan dibubarkan oleh pemerintahan Soekarno. Sedangkan cita-cita perjuangan  PRRI belum tercapai, terutama tentang Pembubaran Dewan Nasional dan pembersihan Kabinet dari unsur PKI.

Karena tidak ada lagi jalan kompromi dengan rezim Soekarno,  maka ‘dilatuihkan bana‘ Republik  Persatuan Indonesia .  Jalannya upacara ya,  seperti  upacara militer dilengkapi  dengan pasukan militer, di antaranya pasukan  Batalyon Kemal Amin.

RPI merupakan gerakan lanjutan PRRI yang dilengkapi  dengan naskah Proklamasi dan UUD. Mukaddimah UUD RPI merupakan kutipan langsung dari Pidato Mohammad Natsir dalam suatu pertemuan lengkap  Dewan Perjuangan PRRI.  Masyarakat akan dapat membaca selengkapnya Mukaddimah UUD RPI  di buku Kapita Selecta III yang akan terbit.

Memang, yang diproklamirkan tetap saja bernama Republik Persatuan Indonesia (RPI).Ya, sebenarnya pak Natsir, pak Syaf, pak Bur dan sejumlah tokoh sipil itu sangat cinta Republik Indonesia.

 Tadinya, sebelum  dibentuknya PRRI para tokoh sipil ini sudah membuktikan kecintaannya pada Republik Indonesia. Jadi sebelum meraka datang dan bergabung,  para Panglima  yang membentuk Dewan-Dewan Daerah sudah sampai  pada  rencana pemisahan diri dari NKRI.

 Bahkan rapat di Sungai Dareh arahnya memang sudah ke sana, berjuang  melepaskan diri dari Republik Indonesia. Tapi dengan  keberadaan pak Natsir, pak Syaf, pak Bur dan Mr. Asaat, cita-cita itu dapat dipadamkan. Orang berempat ini bertahan dengan seruan,  “Jangan!” dan makanya yang dibentuk bernama PRRI  bukan Republik Sumatera atau bukan seperti yang sudah lebih dulu diproklamirkan yaitu RMS (Republik Maluku Selatan).

Jadi, pak Natsir cs ini bukan pemberontak.Karena yang akhirnya dibentuk hanya Pemerintahan Revolusioner  Republik Indonesia. Bukan pemerintahan  Negara Sumatera misalnya atau seperti RMS itu.

Tetapi  setelah lebih  2,5 tahun berjalan,  tak ada juga titik temu antara PRRI dan pemerintahan Jakarta. Bahkan jaraknya makin lama makin jauh, sementara di Maluku, Sulawesi dan Kalimantan kian tumbuh gerakan separatis yang mengancam keutuhkan Republik Indonesia. Maka, diproklamirkanlah Republik Persatuan  Indonesia  itu

 

 

 

 

 

6 Januari 1961

Saya menemukan sebuah dokumen faktur pengiriman barang dari PT Yudha Bhakti mengunakan ex BUMN Hindia Belanda Jacobson van De Berg Padang ke Toko Sim Hok Liong (milik Kakek Isteri Saya) Padang Panjang, dengan stempel sampai didaerah melapor kepada PKP,izin berlaku selama dua hari setelah dikeluarkan  dan dibelakang faktur ini lengkap stempel legalisir dari para pejabat  setempat Pelaksana Perang KMKB Padang, (Dr Iwan) , setlah tiba di Padang panjang tanggal 10 januari  dilapor ke Kantor Polisi Distrik Padang Panjang dan Kantor Walikota Padang Panjang.

 

 

Surat Izin Pas Jalan pengangkutan Barang dari Padang ke Padang Panjang masa PRRI tahun 1961.

Hal yang sama juga berlaku bila melakukan pejalanan keluar kota, saya pernah dari padang ke Bukittinggi meminta surat jalan dari Kantro kepala Kampung ,dan dilegalisir Kantor Penguasa Perang KMKB yang lokasinay di Jalan Hiligoo Padang, setelah sampai di bukittinggi lapor lagi ke Kantor Militer setempat dan kantor polisi setempat, malam hari sering dirahasia di Hotel tempat kita menginap (Dr iwan)

 

 

 

 

Februari 1961

 

Bulan Februari enam satu
Tiga tahun telah berlalu
Sejak perang pakai peluru
Ada pemimpin mulai ragu

Perjuangan bersenjata tak akan berhasil
Pendukung PRRI bertambah kecil
Untuk menang rasanya mustahil
Kebijaksanaan baru perlu diambil

Presiden umumkan sebuah kewajiban
Indonesia masih punya beban
Irian Barat perlu dibebaskan
Dengan berunding atau kekerasan

Tugas utama yang lebih patut
Irian Barat perlu direbut
Bekas PRRI boleh ikut
Begitu janji dia sebut

Kalau mencermati kejadiaan fakta
Banyak pejuang bekas Permesta
Mereka direkrut jadi tentara
Mantan PRRI pilih berbeda

Pasar Paninggahan ramainya Kemis
Banyak dagangan berjenis jenis
Barang kesukaan bujang dan gadis
Kini dipromosikan para
selebritis

Nagari web blog,kisah lengkap baca dalam lampiran Gurindam Masa PRRI

 

 

 

 

4 April 1961

 Pada tanggal 4 April 1961  ditanda tangani pernyataan penyelesaian  pemberontakan oleh Kol  D.J.Somba  dengan disaksikan oleh Kol A.J.Kawilarang  dari pihak Permesta dan  Kol Priyosudardon Pandam  XIII/Merdeka dari  Pihak Pemerintah RI.Pelaporan resmi pasukan  Permesta diterima  oleh  Mayor Jenxdral  Hidayat deputi  MKN di Woloann (Mauludin Simbolon)

 

11 mei 1961

 

Kolonel Simbolon mengambil prakarsa menulsi surat kepada Jendral Nasution, Isi surat adalh menawarkan perdamaian  agar kekuatan anti komunis yaitu Angkatan darat dan PRRI  tidak terpecah , dan Kol simbolon mengajukan syarat amnesti –abolisi  untuk penyelesai pemberontakan dan .Kol Simbolon meminta  kesedian Dr Andar Lumbantobing,Rektor Universitas Nomensen Pematangsiantar  mengantarkan  suratnya kepada  Jendral Nasution di Jakarta.

Pada tanggal 11 Mei 961 Dr A.L.Tobing berangkat ke Jakarta menyampaikan surat Kol simbolon, dan jendral Nasution berkata “  Inilah yang saya tunggu-tunggu selama ini”

(mauludin Simbolon)

 

20 Mei 1961

 

Kolonel Ahmad Husein mulai merintis  perdamaian dan penyelesiaan  dengan mengirim surat  yang diantar oleh  kurir kepada Presiden Panglima tertinggi Skarno dan  Menteri Keamanan nasional (MKN) &KSAD Jendral nasution .Melalui surat tersebut Kol Ahmad Husein  mengemukan bahwa ia yakin untuk menyatakan diri  kembali kejalan  yang tegas  yang telah PYM(paduka Yang Mulai)  Presiden  gariskan. Berdasarkan pemikiran tersebut  adalah menjadi kewajiban  dan tanggung jawab  kami(Kol Ahmad Husein dan pasukannya)  untuk menghentikan perlawanan dan mengakhiri perang saudara.

Rintisan surat ini  kemudian diikuti  oleh pertemuan  dengan Panglima KODAM 17 Agustus  , yang akhirnya  menghasilkan pelaporan  resmi Kol Ahmad Husein  beserta Psukannya  kepada Deputi KSAD  Wilayah Milter Sumatera pada tanggal 20 mei 1961

Pelaporan tersebut kepmudian diikuti oleh took politik  dan militer PRRI/RPI  lainnya di Sumatera barat (Mauludin Simbolon).

 

8 Maret 1961

SUARA PERSATUAN 8 MARET 1961

1)Pistol A.Husein Diramopas  Operasi “Rudjak Polo” RTP III Dip

Untuk kesekian kalinya Rumah Tahan Politik(RTP) IIII?Diponegoro selam 6 hari berturut-turut telah melancarkan Operasi”Rujak Polo” dibawah pimpinan Komandan RTP Let Kol Parwoto yang dibatu stafnya. Selain irtu pasukan dari Bataljon 441 dalam operasi tersebut dipimpin oleh Letkol Hardojo Dan Jon 441.

Objek operasi adalah Tanjung Balit,Simosa dan Batu Berjanjang kecamatan Payung Sekaki(Kabupaten solok).

 Ditempat tersebut diduga berada gembong gerembolan PRRI Ahmad Husein cs. Operasi dari tanggal 18 sampai 24 Pebruari 1961 dilancarkan dengan gerakan non stop sehingga Gerembolan tidak mempunyai kesempatan untuk berlindung dan terpaksa melarikan diri kehutan menghindari pertempuran langsung VC dengan pesaukan APRI.

 

 

Pistol Milik Ahmad Husein

Selama dalam gerakan non stop tersebut, pasukan APRI telah berhasil merampas senjata dengan initial AH yang diduga milik Ahmad Husein, juga satu pucuk Stengun, 1 generator ;listrik 125 KW, selai iru juga dirampas alat radio penyiar, bahan makanan dan juga gubuki-gubuk persembunyian gerembolan dan tealh dimusnahkan. Dalam gerakan ini juga telah tertembak mati seorang Letnan satu gerembolan  yang bernama Anwar dan Pembantu Letnan Dua gerembolan H.Munir.

Alat radio ditemukan di Guguk Runcing, pembersihan yang dilakukan oleh TOn 2/1/431 di Guguk Runtjing telah berhasil  ditemukan alat penyiar Radio Perhubungan,kendaran bermotor,sepeda,satu peti peluru 12,7 mm dan perlengkapan militer lainnya.

 

Selanjutnya dalam operasi ini di area Sarik Alam Tigo Daerah Alam Pandjang tanggal 23 pebruari 1961 berhasil dirampas beberapa senjata  dan dokumen-dokumen penting PRRI.Di kompleks Sarik tersebut diduga Mayor PRRI Amirhamsjah dan stafnya berada. dan pasukan APRI telah merapas didaerah tersebut sejanta yang terdiri dari 2 buah Bazooka, 2 LMG,1 Karaben, 1 Own Gun.sebuah radio penerima Phillips disamping beberapa dokumen.

2)Dalam surat kabar ini juga ada berita dari Kota Padang Panjang

Diruangan balaikota Padang Panjang telah diadakan penyerahan bantuan kepada para korban keganasan gerembolan PRRI didaerah Kotapraja Padangpanjang.Hadir  pada upacara ini R.Sudioto sebagai wakil Walikota Padang Panjang, DAN Vak a Jon 439 Diponegoro Lettu Kasimin, Dan CPM Pelda Sukarim,BUTERPRA Peltu  Mawardi,dsbnya.Para korban berjumlah 50 orang.

Kepala KAntor Sosial Padang Panjang  M.H,Dt.Gamuk  menyatakan bahwa bantuan ini diberikan oleh PAPERDA (Penguasa Perang Daerah)  via Inspeksi  Sosial Provinsi sumatera Barat  yang terdiri dari  kain blacu 10 blok, kain panjang 40 lembar dan untuk korban yang rumahnya terbakar  telah disediakan  pula bantuan 70 karung semen dan paku 94 kg.Juga diberikan bantuan 4 kg beras untuk waktu sepuluh hari bagi tiap-tiap niwa.

Selanjutnya Lettu Kasimin menegaskan dalam keadaan sekarang ini,dimana gerembolan sudah sangat terjepit dan tidak berdaya lagi menghadapi kekuatan APRI,maka rakyatlah yang menjadi sasaran mereka., oleh karena itu rakyat harus waspada dalam menghadapi gerask gerik gerembolan, Akhirnya ditandaskan ,supaya rakyat harus  dapat  memidsahkan garis-garis anasir gerembolan PRRI_RPI, agar persatuan kita untuk masa mendatang  lebih kuat lagi.

 

 

 

 

3)DJAREK BUNG KARNO

 

dalam pidato Djalannya Revolusi Kita(Djarek) bung karno yang dimuat dalm surat kabar ini terdapat tentang PRRI :

Semua warganegara ,Jawakah ia, Minangkabaukah ia, Minahasakah ia, Batakkah ia, Bugiskah ia, semua warganegara harus bersatu, dengan tidak pandang perbedaan suku bnagsa,tidak pandang agama,tidang pandang keturunan asli atau tidak alsi. Pemberontakan PRRI,pemberontakan Permesta,kegiatan subversif Manguni,tidak boleh diarftikan berontakan atau kegiatan subversif suku Minangkabau atau suku Minahasa. Pemberontakan itu adalah perbuatan kaum imperialis yang memeprgunakan orang-orang pengchianak  dari budak-budak dari suku itu atau suku lain.Rakyat dari semua suku dan dari semua turunan ,asli atau tak asli-sipetani,siburuh,situkang dokar,sinelayan,sipegawai kecil, sipedagang kecil,sijembel ,simarhaen- adalah cinta kepada Republik Proklamsi menyetujui Manipol (manifesto Politik) dan USDEK,gandurng kepada masyarakat adil dan makmur.Rakyat itu semua harus di Gotong Royongkan dalam perjuangan raksasa ini.

25  Maret 1961

Surat Keputusan Pejabat Polisi PRRI Resort Pariaman DAN Pulau Mentawai yang ditanda tangani oleh Kepala Polisi PRRI Resort Padang Pariaman Inspektur Polisi Tk Satu Norman Dt.Pamoentjak dengan stempel POLISI PRRI(koleksi Dr Iwan)

 

 

 

 

30 Maret 1961

KESATUAN BANTENG MELAPOR

tanggal 30 maret 1961, sekitar jam 06.00 telah datang melaorkan diri pada pos APRI di Lubukalung serombongan sisa gerembolan dari kesatuan yang dinamakan “Kesatuan Banteng”

DIBAWAH PIMPINAN BEKAS SERSAN i  IDRUS DENGAN ANAK BUAHNYA   SEBANYAK 23 ORANG LENGKAP DENGAN SENJATANYA 20 PUCUK TERDEIRI DARI 1 BREN,10 GARAND,2 JUNGLE,1 lOUSER, 1 KIROF,2 PINGPONG, 2 STEN DAN 1 PISTOL BIKINAN TAIWAN LENGKAP DENGAN PELURUNYA.

Daftar nama gerombolan tersbut,sersan I Idris, Bj.Udin,Bulap,Idris, Ali Umar, Mhd Sulis dstnya Nur Basri 

sisa Gerombolan yang benar-benar insjaf hendaknya kembali kepangkuan RI, mereka dapat diterima dengan wajar asal saja merekan membawa persenjataannya, tepai jika masih membangkang APRI tidak akan segan-segan menghancurkannya ,demikian kata Lettu moch.Kasimin Dsn Vak LA Tor/Dim 32/03 08 Kie III Jon 446 Diponegoro.

(INFO DARI Surat kabar Penerangan tanggal 6 April 1961 koleksi Dr Iwan)

Koleksi tersebut dapat dilihat dihalaman berikut

 

 

 

 

6 April 1961

SUARA PERSATUAN 6 APRIL 1961

1)bekas Letkol somab dan 25.0000 anggtota Permesta Kembali

 

 

 

2) Mobrig Tewaskan Sisa gerembolan Didaerah Agam.

3)Iklan Restoran Lape salero di depan Apotik Kinol Padang denga sate goyang lidahnya(Dr Iwan Masih ingat makan disana-nstalgia

 

Kabar gembira ! Goyang Lidah! Restoran Lape Salero muka Apotik Kiol mulai 1 April (1961) dibuka kembali saban(setiap) hari menyadikan makana seperti Mertabak Mesir(dulu dimuka Hotel Heng Seng) ,Mie Rebus, Mie Goreng,Nasi Goreng,Nasi Soto, Gado-Gado, Tahu Goreng dan lain-lain. Istimewa Hari JUm’at Gulai Kambing. Masakan enak,kebersihan terjamin . Nan Dimakan Rado Nan Dpandang Rupo. Silahkan anda dating ketempat kami. Reklame ini membuat saya jadi nostalgia dan rindu kampong halaman(DR iwan)

 

4)KESATUAN BANTENG MELAPOR

tanggal 30 maret 1961, sekitar jam 06.00 telah datang melaorkan diri pada pos APRI di Lubukalung serombongan sisa gerembolan dari kesatuan yang dinamakan “Kesatuan Banteng” DIBAWAH PIMPINAN BEKAS SERSAN  IDRUS DENGAN ANAKI B UAHNYA SEBAYAK 23 ORANG LENGKAP DENGAN SENJATANYA 20 PUCUK TERDEIRI DARI 1 BREN,10 GARAND,2 JUNGLE,1 MAUSER, 1 KIROF,2 PINGPONG, 2 STEN DAN 1 PISTOL BIKINAN TAIWAN LENGKAP DENGAN PELURUNYA.

Daftar nama gerombolan tersbut,sersan I Idris, Bj.Udin,Bulap,Idris, Ali Umar, Mhd Sulis dstnya Nur Basri .

sisa Gerombolan yang benar-benar insjaf hendaknya kembali kepangkuan RI, mereka dapat diterima dengan wajar asal saja merekan membawa persenjataannya, tepai jika masih membangkang APRI tidak akan segan-segan menghancurkannya ,demikian kata Lettu moch.Kasimin Dsn Vak LA Tor/Dim 32/03 08 Kie III Jon 446 Diponegoro.

 

17 April 1961

.SUARA PENERANGAN 17 APRIL 1961

1)     PangDam III/17 agustus: Tugas APRI menolong melepaskan masayrakat dari Fitnahan/Penderitaan(Kol.Soerjosoempeno)

 

2)SAMBUTAN GUBERNUR SUMBAR(Kaharudin Dt Rkj Basa) :

‘ 17 april 58 awal penumpasan Penyelewengan.

 

Gubernur Kepala daerah Sumatera Barat Kaharuddin Dt. RKJ.Basa dalam pidato radionya yang diucapkan minggu malam melalui RRI Padang dalam menyambut peringatan ulang tahun ke III hari pembebasan Sumatera barat dari cengkraman pemberontak memesankan kepada seluruh masyarakat Sumatera Barat baik kepada segenap pemimpin dan segenap yang dipimpin agar supaya untuk masa mendatang ini kita meningkatkan grafik usaha dalam segala bidang sebagaimana telah digariskan Pusat.

Gubernur selanjutkanya memesankan sebagaimana amanat Panglima Kolonel Soerjosempeno di Balai Selasa tanggal 1 April 1961 yl dijadikan  filsafat berpegang tempat hidup karena amanta yang singkat dan tegas itu merupakan Pancarana Sinar  Kebudayaan  dan kepribadian Bangsa Indonesia yang tinggi dan jug adapat menyingkirkan kesulitan yang bersumber dari kepribadian.

APRI selain membebaskan dan memulihkan  Keamanan.Demikian dikatakan selanjutnya oleh Pejabat tersebut.Juga menginggatkan Pembangunan secara luas baik secara lahir maupun batin yang dilakakukan oleh para ahli yang tidak mengenal lelah.Hal ini sudah dilihat dan dirasakan oleh kita bersama dan tidak dapat disangkal oleh siapapun kenyataan ini.

3) Illustrasi Masyarakat sumatera barat umumnya dan Kota Padang khususnya memperingatai hari ulang tahun III pembebasan Sumbar , ditengah meneriahkan hari bersejarah ini sejenak kita kenangkan bagaimana kekejaman sisa gerembolan selama ini dengan teroir yang dilakukan dalam kota seperti melemparkan granat di bioskjop,saat Pekan USDEK yang membawa korban bukan sedikit dikalangan rakyat dan anak-anak dibawa umur., mereka baru sjaa menerim abnatuan dari masyarakat yang dilangsungkan dengan satu upacara di Balai Kota Padang tanggal 4 April 1961.

4) 342 orang Tahanan  SOB (darurat Perang) dan RPT Kodam III/17 Agustus  di Padang telah dibebaskan dalam upacara yang dihadiri oleh Pangdam III/17 Agustus Kolonel Soerjosoempeno(terakgir jendra,MenHankam,Pangab) dalam rangka hari ulang tahun ke III Pembebasan Sumatra Barat tanggal 17 April 1961

 

5)Iklan Ucapan selamat  Ulang Tahun Ke III Pembebasan Kota Padang Oleh APRI dari HARIBROS,LAY HIN,Toko Shanghai,Eng Djoe Seng,Fa KAMBO,LAM KIAUW,Toko Gembira,

 

 

khusus ditampilkan untuk kenang-kenangan bagi pemilik toko dan usaha dikota Padang dari Dr Iwan S, seperti NV Lam Kiauw,Lay Hin, Toko Shanghai,Eng Djoe Seng,Toko Diamond,Restoran Hongkong(Gho Wu),toko Tip Top,Maison Tokio, Toko Maskot,Toko Hercules,Bioskop Raya,Bioskop Cinema ( wirako)dan Toko Seng (ayah Sho Toan An)didepannya,restorant Selamat dsbnya,semoga para anak-cucu dri perusahan tersebut menngiggat leluhurnya saat PRRI.(Dr Iwan)

 

 

18 April 1961

SUARA PERSATUAN 18 APRIL 1961

1)Kata kawilarang “saya Tak ada Hubungan apa-apa dengan Samual dan PRRI”

2)Peringatan 2 tahun KODAM 17 agustus, Kolonel Ahmad yani menyerahkan pandji KODAM III “Wira sakti” kepada Panglima Kodam III Kol.Soerjosoempeno.

 

3)TENTANG SERANGAN B 26 LANGSUNG RUDUH as SEBAGAI PENJAHAT

4) Semua Kegiatan PTT daerah V sudah Berjalan Seperti BIasa

M.Soepardi kepala PTT DAerah V meliputi Sumatera Barat dan Riau Daratan mengatakan bahwa dalam masa tiga tahun ini sejak 24 April 1958,seluruh kegiatan PTT daerah V sudah berjalan seperti sebelum pergolakan PRRI .

Admninistrasi kantor-kantor PTT sekarang dibawah kearah normal ,sekalipun mengalami kesulitan antara lain karena keadaan pegawai yang masih dibawah formal.

Pada tingkat keadaan sekarang seluruh kantor PTT di Sumbar dan Riau daratan telah dibuka kecuali di Di Sulitair, Sungai Dareh dan Rao. (Dr iwan menemukan koleksi Wesel Pos Yang dikirm dari Padang ke Batang ankola Tapanuli Selatan yang tak dapat diteruskan karena belum ada hubungan.jalan pos harus liwat Rao dan panti kecamatan Lubuk sikaping).

 

Tapi ditiga tempat tersebut dalam waktu pendek akan dibuka. Disampoing mengadakan perbaikan besar dan kecil pada kantor-kantor Pos,juga diadakan pembangunan kantor pos baru yang permanen dibeberapa daerah seperti Lubuk alung,Priaman,Lubuk Basung dan Teluk Bayur.

4) 1500 Orang Rakyat Kembali Kepangkuan Ibu Pertiwi.

Akibat operasi yang dilakukan oleh Jon 431 Diponegoro semenjak 7 sampai 11 april 1961 secara terus mmenrus dodaerah operasi Gantung Tjiri,Pinang Sinawa dan Bukit Silaung , telah berhasil mengemluikan 1500 orang rakyat dinegeri itu kembali kepangkuan Ibu Pertiwi, dan kini mengungsi ke negarai Tjupak,Talang dan Guguk Kabupaten Solok.

5)Iklan National Optical, milik teman Dr Iwan Drg Willy dan adiknya POP serta suaminya almarhum The See Liang(meninggal tahun 2012).

 

dan iklan restauran TRIPOLI didepan apotik Kinol,tempat nostalgia Dr iwan karena membeli Undian  yang memperoleh hadiah Sepeda Motor tahun 1966.(ini ditampilkan buat kenangan anda dari Dr Iwan )

 

21 April 1961

.SUARA PENERANGAN 21 APRIL 1961

1) Lagi Anggota Kesatuan Kurandji Kembali

2)27.000 anggota Paermesta Kembali termasuk Yg Dibawa Oleh Somba.

3) Pertunjukan “Mak Djomblang” Oleh artis Fiolm trekenal Daeng Harris, Bambang Hermanto,Ramlah,Didit,Hartini biduan RRI dan Suhaimi biduan orkes Bukit Siguntang. dr iwan ikut menyaksikan dan berftemu dengan arktor Bambang Hermato, pertunjukan di Wisma Pantjasila dipingir laut yang saat ini sudah hilang dikuras ombak lautan hindia.(nostaligia lagi buat teman-teman Dr Iwan)

 

 

 

1961

 Setelah PRRI turun dari rimba dan kampung Sawahlunto telah aman, paman Burhan Jusuf sempat menjadi sekretaris Gubernur.

 

Akan tetapi sewaktu gagalnya kudeta Gerakan 30 September/PKI beliau ditangkap dan masuk penjara, tanpa diadili, kemudian sempat dibebaskan dan akhirnya meninggal karena sakit.

Prof. DR. Ir. Zoer’ni Djamal Irwan, MS

1 Juni 1961

SUARA PENERANGAN 1 DJUNI 1961

1) Mr Sjafruddin Sedih dan Harap Belas Kasihan .Surat pribadinya untuk “Alat Bersendjata PRRI”

 

 

 

 

2)639 Orang anggota gerombolan Melapor Insjaf

Juni 1961

Awal Juni  1961

Teladan Moh Natsir

Oleh Tan Kebesar Pembantu moh natsir

Pak Natsir  berada  di sana lebih 11 bulan dengan aman. Dan, barulah keluar dari hutan 

 

 melalui Aia Kijang setelah Ketua Dewan Perjuangan PRRI,  Ahmad Husein, mengumumkan dihentikannya perlawanan,  pada awal Juni 1961.

Tapi pengumunan penghentian perlawanan oleh  PRRI,  bukan akhir perjuangan.

 

4 Juni 1961

.MIMBAR MINGGU 4 DJUNI 1961

1) Mr Sjafruddin Di Hutan Rao , Simbolon di Hutan Tapu

 

 

 

Silahkan membaca kisah putridSafruddin Prawira Negara saat mengikuti ayah ke Hutan

Pengalaman Salviyah Prawiranegara Yudanarso (Pipi) mengikuti Ayah
ditulis oleh: dryuda42@gmail.com

Perjalanan diteruskan ke Utara
Rombongan terus berjalan ke arah utara, tampaknya sampai pada suatu lembah yang dimewahkan dengan sinar matahari.


Pada pagi hari, begitu matahari bersinar dan embun berkilau menetes dari dahan dan dedaunan, suatu pemandangan mentakjubkan terlihat di suatu pojok hutan.

 

Kupu-kupu aneka warna beterbangan dan memberikan suasana gembira pada anakanak; tak ketinggalan adik-adik Pipi.

Mereka semua lari ke sana dan ke mari sambil berteriak untuk menonjolkan keindahan kupu-kupu yang sedang jadi perhatiannya, besar atau kecil.

 

Mereka semua ingat kupu-kupu aneka warna yang telah dikeringkan dan dijual di pintu-pintu masuk kebun raya Bogor.

 

Ternyata kupu-kupu yang hidup jauh lebih indah, karena mereka menari-nari dan terbang ke segala penjuru tanpa arah tertentu.

Ada yang berwarna yang agak redup, tetapi lebih banyak warna-warna biru, kuning dan hijau cemerlang, atau kombinasi warna-warna itu.

 

Memang tempat ini tampak agak luar biasa, ada beberapa hektar barangkali.

 

Saat Pipi bercerita tentang daerah berkupu-kupu ini, langsung penulis ingat pengalaman di sekitar tahun delapan puluh limaan.

Pada saat diadakan kongres internasional para Ahli Penyakit Dalam di Palembang, Sumatera Selatan, ada seorang profesor dari Jepang yang secara khusus minta diantar ke hutan kupu-kupu seperti ini.

 

Beruntung ada mahasiswa anggota panitia yang mengetahui dan bersedia mengantar.

 

Walau untuk mencapainya bukan perjalanan yang mudah, tetapi sang profesor menyatakan sangat puas.

 

Pengalaman dan dokumentasi tentang hal itu, yang dibawanya kembali ke Jepang, akan merupakan kenang-kenangan berharga seumur hidupnya.

Bunga-bunga juga bermunculan memekarkan diri aneka warna, seakan ikut bergembira bersama kupu-kupu dan anak-anak dalam menyambut pagi yang cerah dan indah.

 

Di sela-sela rumput ilalangpun di daerah itu, bunga kecil-kecil memamerkan keindahan.

 

Seakan-akan tak mau kalah dengan bunga-bunga yang lebih besar di pohon-pohon besar, walau ada juga bunga merah kecil mungil yang muncul di suatu pohon yang besar.
Sangat sulit menggambarkan keaneka ragaman warnanya.

 

Bahkan, di tepi sungai terlihat aneka ragam capung, juga ikut memeriahkan pagi yang penuh keceriaan hewani dan nabati ini.

Semua bersuka ria menyambut pagi yang cerah.

 

Sebelum memasuki tempat ini, Pipi-pun menceritakan adanya bunga-bunga anggrek hutan di pohon-pohon.
Bunga anggrek aneka ragam ini didominasi dengan warna gelap kehitaman; walau tak jarang di sela-sela pemandangan demikian terlihat warna-warna yang lebih cerah, seperti ungu dan merah, bahkan putih.

Lumutpun mewarnai kehidupan pepohonan di tempat yang relatif lembab ini, dari yang warnanya hitam pekat sampai yang hijau muda berbinar sinar matahari yang sekali-kali memasuki tempat mereka.

 

Pipi sangat menikmati perjalanan di sisi kehidupan yang penuh dengan kegairahan hidup sebagai berkah dari Allah SWT ini.

 

Tak henti-hentinya dia mengucapkan syukur, bahwa di sela-sela perjalanan berat mengikuti orang tua ini, ternyata disajikan banyak hal yang di kota tidak mungkin mendapatkannya.

Dia bahagia berkesempatan mendampingi orang tuanya yang sedang berjuang demi cita-cita mulya dengan cara ini.

 

Mungkin ini yang disebutkan sebagai surga dunia, semua makhluk bersuka-ria.

 

Bertemu dengan Inyiak penunggu Rimba Rombongan terus menuju ke utara, ke dataran tinggi yang tampaknya hijau indah di sebelah atas sana, baik di bukit maupun di gunung, sangat mungkin hutannya belum pernah membaui keringat manusia.

Bertemu dengan Inyiak Belang
Pemandu jalan mengarahkan rombongan lebih ke arah kiri, sambil memperingatkan akan kemungkinan bertemu dengan hutan durian yang banyak dihuni kera, bahkan harimau.
Benar, setengah hari perjalanan sejak dia mengutarakan hal itu, tibalah di hutan durian.

 

Kembali kami semua bersuka-ria mencari durian yang bertebaran, ada juga beberapa orang anggota rombongan yang menunjukkan kebolehannya memanjat pohon.
Bahkan, ada beberapa anak yang bertarung dalam memanjat pohon durian dan mendapatkan durian yang terbaik.

Mereka bersemangat sekali untuk mendapatkan durian untuk dipetik bagi seluruh anggota rombongan.
Tiba-tiba, Chalid (adik Pipi) berteriak-teriak, …..Da Din…da Din…, mengapa lari?!….. (maksudnya Uda atau kakak Abidin/pengawal).
….Chalid cepat kembali ke istana…..… (sebutan Chalid untuk dangau keluarganya) !
….Ado inyiek….id! Cepat ke mari! (inyiek adalah sebutan bagi harimau).

 

Dengan patuh Cahlid mengikuti petunjuk pengawalnya, dia tahu, kemungkinan besar uda Din-nya membaui ada harimau di sekitar situ.

Bau Harimau untuk orang-orang yang telah terlatih dapat dicium lebih dari sepuluh meter jauhnya, karena amis atau sangit.

 

Ternyata benar, walau harimau betina itu tidak tergolong besar, saat dia muncul dari balik semak sungguh menakutkan.
Telah diketahui, bahwa durian juga merupakan makanan kesenangannya.
Sadar akan bahaya, orang-orang ribut dan menabuh apa saja yang didekatnya untuk mencoba mengusir harimau itu.

Benar, setelah menoleh ke arah datangnya bunyi-bunyian, dia terus melenggang pelan menjauhi kami dengan penuh rasa percaya diri.

 

Pernah di suatu tempat sebelumnya, Yazid – adik Pipi yang paling kecil, juga diteriaki pengawal, karena dia bermain-main dengan dua anak harimau yang baru lebih besar sedikit dari kucing.
Mereka terlihat lucu-lucu dan jinak, tetapi yang dikhawatirkan adalah emak-bapaknya yang setiap saat dapat muncul.

Saat malam tiba, di daerah yang demikian, anggota rombongan tidur saling mendekatkan diri untuk mengurangi resiko di terkam harimau.
Ada seorang pemuda yang sangat takut dalam situasi demikian, sehingga dia selalu minta tidur di tengah-tengah anggota rombongan lain.
Tiba-tiba pada suatu saat, dia ditemukan telah mati diterkam harimau di bagian kepalanya dan disèrètnya keluar dari tengah kumpulan anggota rombongan tidur…… kata orang, inyiek senang mengisap otak korbannya, dan tampaknya penemuan tentang nasib pemuda itu membuktikan kebenaran cerita itu.
Anak-anak tidak boleh melihat jasadnya.
Inna lillahi wa inna illaihi rojiun.
Pipi juga bercerita pengalamannya di suatu tempat yang ada sungai penuh dengan ikan.
Ikan itu seperti cendol laiknya.
Di tempat demikian, biasanya rombongan berhenti agak lama, karena sengaja melakukannya agar mengkonsumsi protein sebanyak-banyak, untuk bekal tenaga.
Bahkan, sebagian dipèpès dan dikeringkan untuk bekal perjalanan.
Walau di tempat lain, ada juga suatu sungai yang ikannya justru tidak boleh dikonsumsi semua patuh atas petunjuk itu.
Chalid sebagai laki-laki tertua dari saudara-saudaranya sering ingin menunjukkan kepiawaiannya bermain sumpit atau bahkan menembak ikan.

Pernah Pipi berteriak-teriak histeris, karena mendengar dan melihat adiknya asyik menembaki ikan dengan L.E yang ledakkannya memang keras dan mengerikan di keheningan hutan.
….. Hentikan…hentikan! Saya bisa mati ketakutan nih !…. Ayah…Chalid menembak nembak!
Tentu saja, teriakan ini membuat semua orang ribut, walau mereka juga telah mendengar bunyi letusan-letusan itu.
(Yang dimaksud senapan LE mungkin adalah senapan Lee Enfield buatan Inggris yang mulai diproduksi sekitar awal abad sembilan belas.

LE ini diproduksi dalam berbagai jenis, panjangnya sekitar satu meter lebih sedikit, dengan berat sekitar empat kilogram.
Senjata ini sangat berjasa untuk meramaikan perang dunia I dan ke II, utamanya dipakai oleh pasukan dari kerajaan Inggris, negara-negara Persemakmuran dan Thailand.
Total senapan jenis LE ini telah diproduksi lebih dari tujuh belas juta buah.
Sisa senjata itulah yang mungkin menemani Chalid bermain).

Datuk Ula menunggu kedatangan Rombongan Pemimpin
Pada suatu saat dalam perjalanan, dilaporkan akan memasuki daerah yang penuh ular.
Wauw…mengerikan sekali.
Rombongan, terutama anak-anak diberi petunjuk, agar kalau melihat ular tidak diganggu…… bahkan dianjurkan untuk diam saja, walau ular tersebut melintas dekat sekali.
Tak berapa lama kemudian memang satu-satu kita melihat kehadiran ular itu, baik saat melata tak jauh dari kita atau sedang berada di pohon dan ranting semak.

Saat pengawal menunjukkan pada Pipi adanya ular besar di pohon sebelah kanannya, dia merasa ngeri sekali, karena ternyata memang ular itu sebesar paha orang dewasa, sepanjang kira-kira empat meter.
Tampaknya, dia sedang bermalas-malasan, karena barangkali baru makan babi hutan.
Tak lama kemudian, rombongan menemukan tanda-tanda orang berkebun, dan satusatu pula melihat dangau dan rumah orang.
Orang yang kebetulan berpapasan, melihat dengan penuh perhatian kepada rombongan, dan ada yang terus lari.
Ternyata dia lari untuk melaporkan kedatangan kami kepada kepala kampung.

Tak berapa lama kemudian, rumah makin banyak dijumpai dan ada sekelompok orang yang tampaknya sengaja menyambut rombongan.
Selanjutnya, kami disilahkan untuk singgah ke suatu rumah seperti sebuah rumah gadang, yang tampaknya sering dipakai untuk balai pertemuan warga Kampung Ular ini.
Pipi memberi julukan kepala kampungnya dengan Datuk Ula(r).

Datuk Ula ini tampak gembira menerima rombongan tamu ini, mungkin sangat jarang mereka melihat orang-orang bertampang seperti kami ini.
Datuk Ula, serta merta menyajikan minum dan buah-buahan, seperti pisang, nanas, dan papaya, serta beberapa jenis tèrong hutan yang terasa sedap….. sejenis dengan tèrong de Kock yang kita kenal.
Minumnya disajikan di tempat yang terbuat dari bambu, sebesar gelas bir.

Rombongan mendapat pembagian rumah-rumah penduduk, yang telah disiapkan untuk menginap.
Kata Datuk Ula, kedatangan kami telah diketahui dua hari yang lalu, sehingga dia sempat mempersiapkan.
Chalid diberitahu oleh seseorang yang berasal dari kampung Ular itu, bahwa kemarin telah sekitar empat puluhan ekor ular dibunuh, baik besar maupun kecil, banyak yang dikenal oleh penduduk setempat sebagai ular yang berbisa.
Itu semua dilakukan, atas perintah Datuk Ula untuk mengurangi bahaya bagi anak anak anggota rombongan.

Lebih lanjut, anak-anak dianjurkan untuk bermain di tempat yang agak lapang saja, khawatir di tempat yang bersemak atau pohon, ularnya tak terlihat oleh kami.
Beberapa kali, Pipi melihat ular melintas atau berjalan di pohon.
Benar-benar kampung ular.
Pada suatu dini hari, tiba-tiba Pipi mendengar teriakan dari tempatnya bu Bur, salah satu anggota rombongan.

Ternyata ada ular cukup besar masuk ke dalam dapurnya.
Semua orang akhirnya terbangun, dan melihat sekeliling tempat tinggalnya, jangan jangan diselipi oleh ular juga.

Sejak itu, kami tidur selalu dalam keadaan was-was.
Alhamdullillah, selama sekitar dua minggu di kampung ini tidak ada anggota rombongan yang digigit ular.
Chalid bercerita, bahwa dia dibawa seorang dari kampung itu untuk melihat sarangsarang ular, termasuk ke sebuah gua yang sebetulnya dapat dimasuki orang, tetapi jelas sekali banyak bekas-bekas ular keluar masuk ke dan dari dalamnya.
Kami mengucapkan terima kasih kepada Datuk Ula yang telah menerima kami dengan penuh kemewahan hutan.

Perjalanan lebih lanjut, memasuki perjalanan yang berat, utamanya bagi anak-anak, karena naik turun bukit, serta menyeberangi sungai, besar dan kecil.
Pernah, Pipi berteriak-teriak mengatakan ada: …Ada ular besar! Ada ular besar! Ternyata, yang dilihatnya hanyalah sebuah akar pohon yang besar.

Sering anak-anak digèndong saat menyeberang sungai dan ditarik saat menaiki bukit.
Sesekali kesunyian hutan dipecahkan oleh kicau burung dan suara binatang lain.

Bahkan, Pipi pernah melihat burung merak jantan yang sedang menari-nari memperagakan keindahannya di hadapan yang betina.
Di waktu lain, juga menemui banyak burung enggang dengan suaranya yang khas.
Hutan makin tebal dan kalau malam gelap gulita.
Untuk menghemat minyak tanah, saat mengobrol diterangi
upet saja, yaitu jalinan tali yang terbuat dari kulit pohon kering dan dibakar ujungnya dengan harapan baranya menjadi pengganti lampu, jadi penerangnya bukan berupa lidah api.
Upet ini juga mudah untuk dibawa kemana-mana sebagai sekedar penerang jalan.

Wanita wanita cantik di dalam Hutan
Pada suatu pagi, tiba-tiba ada pemandangan yang menarik mata laki-laki, karena melihat suatu suku di hutan itu yang wanitanya cantik-cantik, putih kulitnya, dan jalannya tegap.
Hebatnya lagi, mereka tak memakai penutup dada (braless).
Pakaian penutup bagian bawah badannya dibuat dari kulit kayu yang dikeringkan.
Mereka jalan tegap seperti peragawati, karena terbiasa membawa ranting-ranting kayu di atas kepalanya.
Rombongan juga singgah di kampung mereka yang sederhana.

Yang menarik adalah jendela rumah mereka, kalau terbuka, maka jendela dari rumah yang satu dengan jendela rumah di sebelahnya itu tampak sebaris.
Jadi kita dapat dengan mudah melihat jendela-jendela empat atau lima rumah berikutnya.
Pipi menceritakan, kecantikan wanita-wanita muda itu banyak yang bagai bintang film kesenangannya, yaitu Pier Angeli.

Walau itu adalah bentuk pengungkapan yang berlebihan, tetapi kita toh dapat mempercayainya, karena Pipi yang bercerita.
Di samping itu, tampaknya memang wanita-wanita ini senang kawin cerai; ada yang dengan bangga bercerita, bahwa suami temannya yang dia tunjuk, dulu adalah bekas suaminya.

 

Hebatnya lagi, bahkan ada wanita yang sempat menunjuk empat laki-laki yang kebetulan melintas, bahwa semua bekas suaminya.

Suatu suku yang pasti menarik bagi pecinta adat istiadat suku terasing (anthropologist).

 

Anak-anak yang lelaki sering mengomentari sambil menunjuk wanita yang lewat, bahwa wanita ini gadis, wanita yang itu sedang menyusui, atau yang ini nenek-nenek, hanya dengan melihat payudaranya.

 

Betul-betul selingan yang menarik mata para lelaki, dari anak sampai yang anggota rombongan yang tua.

2)illustrasi pantai kota padang

 

 

 

3)poster iklan Taruna AMN

 

4)Illustrasi Latihan Militer di Air Tawar

 

 

20 Juni 1961

SUARA PERSATUAN 20 DJUNI 1961

1) 247 Ex pengikut PRRI/RPI Dikembalikan Kemasyarakat

2)602 Pucuk Senjata Disita

3)Tukarkan Segera  uang kerta Bank Indonesia edisi 1952 pecahan Rp.5,Rp.10,Rp 25 dan Rp.50.- berdasarkan pengumuman 2 juni 1961.

4)Mobrig Jon 1130 Sampai di Padang yang diperbantukan di KODAM III  dipimpin Komandannya AKP Soewarso Haryono. dengan persenjataan lengkap.

21 Juni 1961

SUARA PERSATUAN 21 DJUNI 1961

1) Nj, Samual dan Pantouw  Tertangkap ,Operasi “Gontjang” hantjurkan Kekuatan Sumual.

 

.SUARA PERSATUAN 27 DJUNI 1961

1) Achmad Husein cs Telah kembali Kepangkuan RI

2) 36 ex Pengikut PRRI/RPI Dikembalikan Kemasjarakat

(Dr Iwan)

29 Juni 1961

SUARA PERSATUAN 29 DJUNI 1961

1) Sjafruddin Gelisah dan Curiga Yang Dianggap Kawan Mau Menangkap

 

2) Sudah 2737 Gerombolan Laporkan diri Selama  1 Minggu

3) Iklan  

(1) Reklame Film Bioskop Raya Detik2 Berbahaya, bintang film,Mieke Widjaja,Hadisjam Tahax,Alwi dan Jeffry Sani  diiringi band Taruna ria,

(2) Taruna Djenaka (Ayam den Lapeh),

(3) Konsepsi Ajah ,bitang film Fifi Young dan chaitir Harro

 

Pengalaman Salviyah Prawiranegara Yudanarso (Pipi) mengikuti Ayah
ditulis oleh: dryuda42@gmail.com

Suatu pagi, hari yang istimewa bagi anak-anak

 

Di suatu pagi, ada yang istimewa, Pak Sjaf menyampaikan, bahwa seluruh anggota rombongan harus bersiap-siap untuk turun kembali ke kota, perjuangan telah dianggap cukup.

 

Kata Pipi, saat itu terlihat di saku baju ayahnya ada amplop surat dengan petanda dari Departemen Pertahanan, dan di amplopnya tertulis: Ayahanda tercinta.

Kami menyambut dengan berbagai tanggapan: yang gembira, karena dapat segera sekolah kembali
Yang tidak setuju mengungkapkan dengan agak histeris, bahwa …..kalau begitu, kita menyerah dong! Katanya kita akan menang!
Dengan lembut, ibunya Pipi menenangkan dan berhasil membuat dia dapat menerima dengan ikhlas.

Ayahnya mengatakan: ….Demi kebenaran, tak apa kita kalah…untuk menang! (di kemudian hari ketika disyahkannya undang-undang Otonomi Daerah, Pipi mengerti arti ucapan beliau itu).

Rasanya telah lama sekali kami berkelana, tanpa kepastian akan masa depan…. di sekitar hutan terakhir ini saja rombongan sudah kurang lebih setengah tahun.
Ibunya Pipi langsung memerintahkan anak-anaknya untuk bersiap-siap: …..Pakai pakaian yang bagus, jangan perlihatkan yang compang-camping.
Kita harus menunjukkan, bahwa kita tidak sengsara!
Yes, mum!…. kata Pipi singkat dengan gembira.
Disusul keributan saudarasaudaranya yang lain mempersiapkan pakaian untuk hari yang dinanti-nantikan.

 

 

Suatu keputusan telah diambil!
Pada saat itu, ternyata rombongan berkumpul di dekat desa Pinarik.

 

Pada siang hari, datanglah Pak Bachtiar, komandan Resimen, dikawal oleh beberapa Perwira dan tentara yang lain.

Beliau setelah memberi hormat pada ayah Pipi, kemudian memeluknya.

 

Pipi melihat tentara-tentara yang datang berpakaian dinas, berperasaan seperti melihat raksasa-raksasa gagah yang berbadan besar-besar.

Sungguh sulit diungkapkan, karena merekalah yang selama ini harus dihindari untuk bertemu di hutan.
Rombongan diminta bersiap-siap naik kendaraan militer malam hari.
Singkat kata, perjalanan malam hari itu berlalu sudah, dan dini hari kami sampai di kota Padangsidempuan.

Kami ditempatkan di rumah pak Aswin.
Besoknya, beramai-ramai masyarakat menyambut kami dengan membawa beras, baju, bahkan uang dan sebagainya, yang tampaknya diberikan dengan ikhlas.

 

Malam harinya,

Pipi sekeluarga diundang untuk makan malam di rumah pak Bachtiar.
Terasa makanannya mewah dan
uèènak, sekali, sangat lain dengan makanan di hutan.

Oleh pak Bachtiar, kami juga satu persatu diberi buku kecil berjudul MANIPOL USDEK dan berkata: ….Adik-adik, ini ada buku untuk dibaca, beginilah negara kita saat ini.

 

Kita tahu, bahwa buku itu bagian dari tugasnya untuk memberi pendidikan politik.


Memang, adalah suatu pengalaman hidup yang luar biasa indah dan aneka ragam saat…Pipi jadi orang utan.

Sudah terbukti ketika perang
tempat berlindung orang Minang
bukan di dataran tanah lapang
tapi dirimba hutan yang lengang

Kita semua tak perlu ragu
pelajaran penting dari masa lalu
ketika Soekarno bertindak keliru
rimba dan hutan telah membantu

Kini hutan banyak dirusak
oleh kepentingan berbagai pihak
termasuk pejabat bersifat tomak
harus dilawan wajib ditolak

 

 

 

30 Juni 1961

.SUARA PERSATUAN 30 DJUNI 1961

1) Achmad Husein dan pengikutnja Laporkan diri Kepada dejah (Deputi MKN/KASAD Wilayah  )Sumatera

 

2)illustrasi makan bersam achmad husein, dan KASTAF KODAM III

(Dr Iwan)

 

 

Pasukan  PRRI  Kembali ke Ibu Pertiwi dari Grilya

Saya  melihat banyak sekali ex pasukan PRRI yang kembali ke Kota padang dari grilya, sebagian ditampung di gedung CCH Santu Jusuf di depan HBT Padang.dibelakang Tanah Kongsi.

Semoga  kisah dan koleksi PRRI ini dpat memberikan tambahan faktual historis PRRI..(Dr Iwan)

 

Pada tahun 1961 PRRI menyerah, Komando  Operasi 17 Agustus (KOPAG) dirobah menjadi Komando Daerah Militer 17 Agustus (KODAMAG), selanjutnya berobah menjadi Kodam III/17 Agustus. Kemudian jajaran KOPAG seperti RTP-I sampai RTP-III berobah menjadi KOREM, dan PDM berobah menjadi KODIM dan Biro-biro A,B,C, dan E berobah menjadi Staf-1 sampai 5.

(kodim Tanah datar)

 

21 Juli 1961

 

Perundingan Soposurung , Balige diadakan hari ini di kompleks pemakaman Sisingamangaraja, atas usul  Komanda KOREM Selamat Ginting.

Dalam perundingan  antara KOREM  dan Utusan PRRI  Divisi Pusuk bubit  ynag dipimpin mayor  Nanti Sitorus, diputuskan  eplaksanaan berupa pelaporan  umum kepada  Pemerintah republic Indonesia  aakn diselengarakan 12 Agustus 1961.

(mauludin Simbolon)

 

 

12 Agustus 1961

Pagi hari yang telah ditetapkan  yaitu tanggal 12 Agustus 1961 Kol Mauludin simbolon, beserta rombonga  berangkat ke Balige,

Beberapa kilometer sebelum memasuki balige, Kol simbolon  berhenti,beliau ingin berziarah ek makam sisingamangaraja.

 

 Disana ia mengucapkan “Kami dapat kembali dengan selamat karena kasih  dan karunia Tuhan yang mahaesa” dalam bahasa batak.

Kolonel Simbolon  melapor  kepada  kepada Menhankam  yang diwakili oleh Jnedral Gatot subroto  untuk kembali kepangkuan  Ibu Pertiwi di balige.

(Mauludin Simbolon)

Oktober 1961

Hasil gemilang diperoleh oleh Yon A (Yonif 141) yang berhasil menawan sejumlah besar pejuang yang menjadi pengikut Mayor Nawawi dkk yang terlibat dalam PRRI. Kemudian pada Oktober 1961 Yon C (Yon 144) bertugas menumpas PRRI diwilayah Air Hitam pendopo dengan pimpinan Kapten Z.A. Sikin dan Mayor Usman dengan keberhasilan menewaskan 28 orang musuh dan merebut 16 pucuk senjata. Operasi terus berlanjut terutama di sekayu oleh pasukan dari Yon D Ki-II dan Ki-III.

Untuk mencegah perluasan pengaruh gerakan dari Mayor Nawawi dkk dalam PRRI yang mengusung semangat ketidakpuasan atas timpangnya pembangunan antara Pusat – Daerah. KSAD memerintahkan dijalankanya Operasi Sadar dibawah pimpinan Kolonel Ibnu Sutowo dengan bantuan Kastaf TT II/SRIWIJAYA Letnal Kolonel Harun Sohar dan Komandan Resimen V. Letnan Kolonel Ryacudu.

Langkah awal yang dilakukan adalah membekukan kekuasaan Panglima TT. II/SRIWIJAYA Letkol Barlian dan diganti dengan Letkol Harun Sohar dan kemudian dibentuk komando-komando operasi dengan daerah :

Komando Resimen V sebagai ujung tombak dengan tiga sektor :

  • Sektor I Berdiskolakasi di Sungai Penuh
  • Sektor II Berdislokasi di Jambi
  • Sektor III Berdislokasi di Curup

Dibantu oleh Resimen VI sebagai Cop-II untuk cadangan dan Komandan KMKB di Palembang sebagai Cop-III.

Pasukan Mayor Nawawi Cs terus diburu dan dikepung dari segala penjuru serta diputuskan kontaknya dengan Syafruddin Prawira Negara selaku presiden PRRI yang berkedudukan di Padang. Sayangnya pasukan Nawawi dalam jumlah yang tidak sedikit dan merupakan mantan pejuang kemerdekaan berhasil  melewati kepungan untuk bergabung dengan pasukan Letkol Husain Cs di Padang

Namun Gerakan PRRI di wilayah Sumatera Bagian Selatan sendiri praktis beku dan dibuat tak berdaya oleh tindakan taktis dari Resimen V yang dilanjutkan dengan pengejaran dan pembersihan diwilayah Banyu Asin  terhadap pasukan Mayor Nawawi Cs.

Untuk operasi pengejaran dibentuklah gugus intelejen dibawah pimpinan Mayor Sainan Sagiman. Kondisi semakin sulit setelah pasukan dari Mayor A. Kori yang berkedudukan di sekayu bergabung dengan pasukan Mayor Nawawi Cs. 

Melihat akibat yang begitu luas pertempuran terbuka dalam jumlah besar antar sesama mantan pejuang kemerdekaan akhirnya MBAD mengutus Kolonel Sabirin Muchtar untuk mengusahakan Mayor Nawawi, Mayor A Kori, dan perwira lainya berikut pasukan mereka kembali kepangkuan Ibu pertiwi

Untuk tugas ini diminta bantuan ulama sepuh Sumatera Selatan Kyai. Haji Kiagus Rasyid Siddiq yang sangat dihormati kedua pimpinan utama PRRI ini dibantu oleh Kyai Haji Kiagus Muhammad Zen.

Akhirnya Mayor Nawawi dan lain-lain perwira yang ikut andil dalam gerakan PRRI beserta pasukan takluk dibawah jalur diplomasi dan bersedia menandatangani kembali kepangkuan NKRI dengan dihadiri oleh KSAD. Jendral Abdul Haris Nasution, Panglima TT. II/SRIWIJAYA Kolonel Harun Sohar, Gubernur Achmad Bastari, Sainan Sagiman, Wahab Sarobu dan Ulama serta tokoh masyarakat Sumatera Bagian Selatan

(KODAM Sriwijaya web blog)

26 Oktober 1961

KSAD RPI, Brigjen Ventje Sumual dengan bantuan para bekas perwira Permesta yang telah menyerah, menyerahkan diri dengan menghadap KSAD Jenderal TNI A.H. Nasution di rumah dinasnya dan diantar Panglima Kodam XIII/Merdeka,

Kolonel Soenandar Priosudarmo dan secara tertulis menyatakan “menyerah, ulangi menyerah tanpa syarat“, serta dengan tegas menyatakan bahwa ia memikul diatas pundaknya seluruh tanggung jawab bagi segenap jajaran pasukan tentara dan sipil Permesta baik di dalam maupun di luar negeri.

Surat penyerahan diri tersebut bertanggal 4 Oktober (karena batas akhir ultimatum surat keputusan Presiden RI berakhir tanggal 5 Oktober).

Saat itu, ikut pula 50 orang yang ikut menyerah bersamanya.

Sebelumnya, Pemerintah Pusat mengirim Mayor Soleman Lumintang alias Kakek, bekas Komandan Bn.C/WK-IV Permesta, yang dikenal cukup dekat dan mampu untuk mendekati dan berunding dengan Ventje Sumual yang masih bersembunyi di hutan.

Ternyata pada saat bersamaan, Ventje Sumual sudah keluar hutan untuk menyerahkan diri.

Mereka berpapasan di sekitar hutan Tumani, Tompaso Baru

 

Korban Pergolakan PRRI

Menurut laporan korban di pihak (pemerintah) terbunuh sebanyak 983 orang, 1.695 luka-luka dan 154 orang hilang, sementara pihak PRRI sebanyak 6.373 terbunuh, 1.201 terluka dan yang tertangkap serta 6.057 yang menyerah (W.A.Hanna, 1959:14).

Menurut sumber resmi Kodam 17 Agustus di pihak PRRI sebanyak 6.115 tewas dan 627 yang hilang, sedang pihak Kodam III/APRI sebanyak 1.031 tewas, dengan rincian 329 tentara, 56 brimob, 67 OPR, 7 pegawai dan 572 rakyat (Caturwarsa, 1963: 81).
Jumlah ini belum termasuk kasus-kasus penyiksaaan dan pemerkosaan serta teror.

(Zet Mustika)

 

 

LAMPIRAN TERKAIT PRRI

 

 

26 juli 1966

 

Sehari setelah Soeharto menjadi pejabat Presiden, para tahanan militer dan sipil yang ditahan di Rumah Tahanan Militer Setiabudi, seperti Ventje Sumual, Dolf Runturambi, Maluddin Simbolon, Achmad Husein, Syafruddin Prawiranegara, Mr. Asaat, dan Anak Agung Gede Agung dibebaskan dengan surat pembebasan yang dibacakan seorang jaksa bernama Adnan Buyung Nasution.

 

Selengkapnya, para tahanan yang ditahan/dikarantinakan di Rumah Tahanan Militer adalah sbb:

  1. Mr. Sjafruddin Prawiranegara, mantan Presiden Pemerintah Darurat RI (saat Presiden Soekarno dan Wapres Moh. Hatta dibuang ke Pulau Bangka oleh Belanda), mantan Perdana Menteri RI, mantan Gubernur Bank Sentral Indonesia;
  2. Mr. Asaat, mantan pejabat Presiden Republik Indonesia;
  3. Mr. Burhanuddin Harahap, mantan Perdana Menteri RI;
  4. Mr. Mohammad Natsir, mantan Perdana Menteri RI;
  5. Sutan Sjahrir, mantan Perdana Menteri RI (meninggal dalam masa tahanan);
  6. Mr. Mohammad Roem, mantan Menlu RI;
  7. Mr. Prawoto, mantan Menteri RI;
  8. Otto Rondonuwu, ;
  9. Anak Agung Gde Agung, mantan Menlu RI;
  10. Sultan Hamid, mantan Menteri Negara RIS;
  11. Subadio, mantan Ketua PSI;
  12. Mochtar Lubis, wartawan;
  13. Haji Johannes Cornelis Princen, praktisi HAM;
  14. Bapak Mohammad Saleh;
  15. Bapak Mutaqin;
  16. Bapak Hassan, wartawan;
  17. Kolonel Zulkifli Lubis, mantan KSAD TNI;
  18. Kolonel Maluddin Simbolon, mantan Panglima TT-I/Bukit Barisan;
  19. Letkol H.N. Ventje Sumual, mantan Panglima TT-VII/Wirabuana;
  20. Letkol Achmad Husein, mantan Panglima Sumatera Barat;
  21. Mayor Nawawi, mantan Kepala Staf Wilayah Sumatera Selatan
  22. Mayor J.M.J. (Nun) Pantouw, mantan Asisten I StafKo TT-VII/Wirabuana;
  23. Mayor Dolf Runturambi, mantan Kepala Staf Gubernur Militer Sulutteng;

dan beberapa orang bekas pejabat sipil lainnya

 

1970

 

“Hatta… Kau benar,”katanya dalam bahasa Belanda. Hatta tidak merespon kata-kata itu. Ia hanya tepekur. Sedih. Dan tentunya itu bukan sebuah kepura-puraan.Waktu kemudian menjadi saksi, pertemuan dua sahabat yang mengantarkan kelahiran bayi bernama Indonesia itu, adalah pertemuan terakhir kalinya. Beberapa hari kemudian, tepatnya 21 Juni 1970 Soekarno pun pergi untuk selamanya.

(gungun Misbah Gunawan)

 

 

 

 

29 Nopember 1998

Kliping Artikel Meninggalnya Tokoh PRRI Ahmad Husein di Surak Kabar Kompas(Dr Iwan)

.

 

 

TOKOH PRRI AHMAD HUSEIN MENINGGAL DUNIA

 

Kolonel(purn) Ahmad Husein Tokoh Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) sabtu 28 /11-1998 sabtu pukul 1.00 WIB meninggal dunia di Pavilliun Kartika RSPAD Gatot Subroto Jakarta, setelah dirawat selama tiga minggu.

Menurut anaknya Doni Hussein almarhum yang menderita penyakit Jantung meninggal setelah mengalami perdarahan otak.

Jenazah dimakamkan secara militer di Taman makam Pahlawan Kuranji Padang, sabtu pukul 15.00 WIB ,diantara seribu pelayat tampak antara lain Menteri tenaga Kerja Fahmi Idris, Mantan Merteri Agama Tarmizi Taher, sesepuh minang dan mantan menteri tenaga Kerja harun Zein, Gubernur SUMBAR Muchlis Ibrahim, menantu almarhum Mayjen Ismet Yuzairi, Panglima KODAM Bukit Barisan, Budayawan A.A.Navis, Sejumlah anggota DPR dan MPR RI.

 

Menurut mantan anak buahnya, Let Kol sjuib(purn) , Ahmad Hussein dilahirkan di Padang 1 April 1925, adalah pemimpin yang berani mengultimatum Presiden Sukarno ,anti komunis,pemerataan pembangunan, otonomi daerah yang luas dan menyerukan rujukanya dwitunggal Sukarno Hatta pada akhir tahun 1950-an.

Pada awal kariernya almarhum sebagai komandan batalyon Harimau Kuranji, yang mempertahankan Kota Padang saat perjuangan Kemerdekaan dan revolusi fisik berlangsung.Anak seorang Ulama yang berasal dari Batusangkar ini pernah menjabat Koamdan KDMST(komando xdaerah Militer Sumatera Tengah) (mal)

Lampiran lengkap baca di bvuku ketiga Sejarah PRRI

 

2013

 

Mungkin karena saya sering bertanya-tanya tentang keabsahan penganugerahan Pahlawan Nasional tersebut, akhirnya saya kemudian diundang untuk mengikuti pertemuan para ahli sejarah pada awal Januari 2012. Pertemuan tersebut sebenarnya sedang membahas tentang rencana pemberian gelar pahlawan nasional, bagi seorang tokoh untuk peng-anugerahan direncanakan akan diberikan pada tahun 2012 ini (lihat foto dikanan). Hadir dalam pertemuan tersebut pimpinan organisasi Pembela Tanah Air (PETA), pimpinan organisasi Tentara Pelajar (TP), pimpinan organisasi Legiun Veteran, para Doktor ahli-ahli sejarah dari perguruan tinggi dan juga para ahli sejarah dari TNI.

Dari diskusi pada hari itu, saya menyaksikan bahwa para ahli sejarah Indonesia sudah semakin arif dan sangat berimbang dalam melihat perspektif sejarah. Di era reformasi ini nampaknya mereka sudah meninggalkan idiom Winston Curchill, yang mengatakan bahwa “Sejarah selalu ditulis oleh sang pemenang”. Inilah jawaban mereka mengenai gelar Pahlawan Nasional, yang diberikan kepada Syafruddin Prawinegara.

Terbentuknya Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI)

 

Pada tanggal 19 Desember 1948, kota Jogjakarta diduduki oleh Belanda. Soekarno dan Hatta kemudian ditangkap untuk diasingkan ke Pulau Bangka (foto dikiri). Rupanya sebelum ditangkap, sang Dwi-tunggal sempat mengadakan rapat dan memberikan mandat kepada Syafruddin Prawiranegara untuk membentuk pemerintahan sementara. Sehingga pada tanggal 22 Desember 1948, dibentuklah Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI), dengan Mr. Syafruddin Prawiranegara, sebagai Ketua PDRI. Kantor Pemerintahan Indonesia saat itu, antara lain berpindah dari Jogjakarta ke Bidar Alam, Sumatra Barat  (foto dikanan). Berikut Pidato Syafruddin yang sangat terkenal, saat ia dilantik (tentu bahasa aslinya dalam ejaan lama) :

 

Belanda mengira bahwa dengan ditawannya pemimpin-pemimpin kita yang tertinggi, pemimpin-pemimpin lain akan putus asa. Negara RI tidak tergantung kepada Soekarno-Hatta, sekalipun kedua pemimpin itu sangat berharga bagi kita. Patah tumbuh hilang berganti.

Kepada seluruh Angkatan Perang Negara RI kami serukan: Bertempurlah, gempurlah Belanda di mana saja dan dengan apa saja mereka dapat dibasmi. Jangan letakkan senjata, menghentikan tembak-menembak kalau belum ada perintah dari pemerintah yang kami pimpin. Camkanlah hal ini untuk menghindarkan tipuan-tipuan musuh.”

 

Sejak pidato yang disiarkan secara luas itu membahana ke seluruh pelosok negeri, PDRI menjadi musuh nomor satu Belanda. Tokoh-tokoh PDRI harus bergerak terus sambil menyamar untuk menghindari kejaran dan serangan Belanda. Perlawanan bersenjata dilakukan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) serta berbagai laskar di Jawa, Sumatera serta beberapa daerah lain. Perlawanan PDRI di Sumatra dilakukan dengan membentuk 5 (lima) wilayah pemerintahan militer.

Sehingga menjelang pertengahan 1949, posisi Belanda makin terjepit. Dunia internasional mengecam agresi militer Belanda. Sedang di Indonesia, pasukannya tidak pernah berhasil berkuasa penuh. Keadaan ini memaksa Belanda untuk menghadapi RI di meja perundingan, yang nantinya menghasilkan kesepakatan yang bernama Perjanjian Roem-Royen. Dengan perjanjian ini, kembalilah ibu kota Jogjakarta ke tangan Soekarno-Hatta (foto dikiri saat Jendral Soedirman kembali ke Jogja, diterima Soekarno).

Tidak mengakui kepahlawanan Syafruddin, berarti menganggap bahwa sejarah Indonesia terputus antara Desember 1948 (sejak Soekarno-Hatta tertangkap) sampai kembalinya pemerintahan Indonesia ke Jogjakarta pada tanggal 6 Juli 1949. Itulah argumentasi para ahli sejarah.

 Lalu siapakah yang memojokan Belanda sehingga mau berunding di perundingan Roem-Royen ?.

Tentu PDRI bersama TNI-lah yang paling berjasa.

Lalu bagaimana peran Syafruddin dalam Pemberontakan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) ?

 

Pada awal tahun 1958, Pemberontakan PRRI terjadi akibat ketidakpuasan daerah terhadap pemerintah Soekarno-Hatta, karena ketimpangan sosial yang terjadi dan juga semakin menguatnya pengaruh komunis (terutama PKI). Syafruddin diangkat sebagai Presiden PRRI yang berbasis di Sumatera Tengah (foto dikanan). Namun pemberontakan ini hanya berlangsung kurang dari setahun. Pada bulan Agustus 1958, perlawanan PRRI dinyatakan berakhir dan pemerintah pusat di Jakarta berhasil menguasai kembali wilayah-wilayah yang sebelumnya bergabung dengan PRRI. Keputusan Presiden RI No.449/1961 kemudian menetapkan pemberian amnesti dan abolisi bagi orang-orang yang tersangkut dengan pemberontakan, termasuk PRRI.

Menurut para ahli sejarah, kalau amnesti dan abolisi sudah diberikan, maka pemberontakan PRRI yang dipimpin oleh Syafruddin Prawiranegara, secara de Facto dan de Jure dimaafkan oleh Pemerintah Indonesia yang sah. Itulah alasan kenapa para ahli sejarah mendukung pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Syafruddin.

Lalu saya bertanya, “Apakah Soeharto bisa diusulkan menjadi Pahlawan Nasional ?”. Nampaknya salah satu hal yang mempersulit Soeharto untuk menerima penghargaan ini adalah, kebijakan “genocide” (pembunuhan massal tanpa proses hukum) yang pernah ia dilakukan. Peristiwa Genocide ini terjadi setelah perisitiwa G-30-S PKI dan juga peristiwa Pembunuhan Misterius (petrus). Buku-buku sejarah menunjukkan dan juga bahkan tulisan Soeharto sendiri menjelaskan, bahwa kebijakan Genocide, memang perintah yang dikeluarkan Soeharto. “Lalu bagaimana dengan Gus Dur”, tanya saya. Menjawab pertanyaan ini, para ahli sejarah terkesan hati-hati. Namun menurut mereka, salah satu kriteria gelar pahlawan adalah pernah memimpin perlawanan bersenjata terhadap penjajah.

Demikian liputan kami.

Salam
Hengki

Sumber triharyo web blog

 

Pembahasan Catatan Kaki

 

Ahmad Yani

Sebuah Kenang-kenangan,

 dikarang oleh Ibu Ahmad Yani, diterbitkan tahun 1981

 

Buku ini berisi informasi peran Ahamd Yani sebagai Komadan Operasi 17 Agust menumpas PRRI,disusun berdasarkan pengalaman prribadi dan buku-buku dari Dinas sejarah TNI AD dan buku-buku lain terkait.

 

Koleksi Sejarah PRRI oleh Dr Iwan

 

Informasi  ini berupa buku elektronik dalam CD-ROM yang khusus dibuat untuk kolektor senior dan penelitian historian  serta info untuk produksi film dokumenter  berdasarkan pengalaman pribadi dan koleksi pribadi yang dikumpulkan sejak tahun 1973 sampai saat ini berupa dokumen asli,buku dan majallah serta surat kabar asli yang berisi info PRRRI tahun 1958-1951 termasuk koleksi uang kertas PRRI , telah mendapat tawaran untuk dijadikan film dokumenter oleh Ery dari Metro File  Metro TV tetapi belum ada konfirmasi sampai saat ini.

 

Kolektor Sejarah Web Blog

Mengumpulkan buku-buku dan info sejarah termasuk PRRI, artikel Dr iwan ada yang ditag, dan ada juag beberapa info yang menambah fakta sejarah PRRI

 

 

Kodam Sriwijaya web blog

 

Informasi mengenai peran TT-II Sumatera Selatan dalam pergolakan PRRI

 

 

Maludin Simbolon

Liku-Liku Perjuangannya Dalam Pembangunan bangsa

Dikarang oleh Prof dr Payung Bangun M.A.

Terbitan Pustaka sinar harapan, Jakarta,1996

 

 Cuplikan hanya yang erat hubungannya dengan PRRI di Sumatera tengah, Masih banyak informasi PRRI di Tapanuli yang dapat dibaca dalam buku ini.

 

Merdeka Web Blog

Mengumpulkan informasi yang terkait menurut  abjad, untuk PRRI ditemukan beberapa info .

Nagari Web Blog

Web blog yang mengumpulkan artikel dan karangan tentang  PRRI dalam bentuk Gurindam

Nugroho Notosutanto

Brigjen TNI AD Nugroho Notosutanto, Penyusun Buku Tiga Puluh Tahun Angkatan bersenjata RI, buku ini menampilkan banyak gambar ilustrasi masa revolusi dan PRRI, sehingga data dan ilustrasi tersebut dapat melengkapi infor lainnya .

Syamaun Gaharu,

Brigjen TNI AD Syamaun Gaharu, Kisah Perjauangan Syamaun Gaharu di Aceh, memberika beberapa inforrmasi tentang TNI AD saat revolusi, dan pengaruh PRRI ke Aceh dan DI/TII Daud Berueh.

Sukarnoyears web blog

berisi informasi tentang PRRI berdasarkan media asing dan yang penting adalah info dibukanya arsip CIA Amerika serikat tentang PRRI sehingga dijkeatui dengan jelas peran USA dan CIa dalam Pergolakan PRRI

 

Umar Wirahadikusuma

Autobiografi  Umar Wieahadikusuma bagian pelaksanaan tugas menumpas PRRI terutama perannya di Medan dan Tapanuli

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s