KISI INFO INDONESIA ABAD 5 (BERSAMBUNG)

ABAD KE 5

purnawarman

 

PRAMBANAN TEMPLE

OLEH

Dr Iwan Suwandy , MHA

EDISI PRIBADI TERBATAS

KHUSUS UNTUK KOLEKTOR  DAN HISTORIAN SENIOR

Copyright @ 2013

INI ADALAH CUPLIKAN DAN CONTOH BUKU KOLEKSI SEJARAH INDONESIA HASIL PENELITIAN Dr  IWAN , HANYA DITAMPILKAN SEBAGIAN INFO DAN ILUSTRASI TAK LENGKAP.

BUKU YANG LENGKAP TERSEDIA BAGI YANG BERMINAT HUBUNGGI LIWAT KOMENTAR(COMMENT) DI WEB BLOG INI

sORRY FOR THE UNEDITED ARTICLES BELOW,I DID  TO PROTEC T AGAINST THE COPY WITHOUT PERMISSSION

 

Dr IWAN SUWANDY,MHA

PENEMU DAN PRESIDEN PERTAMA

PERHIMPUNAN

KISI

(KOLEKSTOR INFORMASI SEJARAH INDONESIA)

TAHUN 2013-2020

SEJEN KISI

LILI WIDJAJA,MM

DEWAN KEHORMATAN

KETUA

Dr IWAN SUWANDY,MHA

ANGGOTA

ALBERT SUWANDY DJOHAN OETAMA,ST,GEA

ANTON JIMMI SUWANDY ST.MECH.

 

ANNGOTA KEHORMATAN

GRACE SHANTY

ALICE SUWAMDY

ANNABELA PRINCESSA(CESSA(

JOCELIN SUWANDY(CELINE)

ANTONI WILLIAM SUWANDY

ANNGOTA

ARIS SIREGAR

HANS van SCHEIK

 

MASA JABATAN PREDIDEN DAN SEKJEN HANYA SATU KALI SELAMA TUJUH TAHUN, PENGANTINYA AKAN DIPILIH OLEH DEWAN KEHORMATAN

BAGI YANG BERMINAT MENJADI ANGGOTA KISI

MENDAFTAR LIWAT  EMAIL KISI

iwansuwandy@gmail.com

dengan syarat

mengirimkan foto kopi KTP(ID )terbaru dan melunasi sumbangan dana operasional KISI untuk seumur hidup sebanyak US50,-

HAK ANGGOTA

SETIAP BULAN AKAN DI,KIRIMKAN INFO LANGSUNG KE EMAILNYA

DAPAT MEMBELI BUKU TERBITAN KISI YANG CONTOHNYA SUDAH  DIUPLOAD DI

hhtp”//www. Driwancybermuseum.wordpress.com

dengan memberikan sumbangan biaya kopi dan biaya kirim

TERIMA KASIH SUDAH BERGABUNG DENGAN KISI

SEMOGA KISI TETAP JAYA

Driwancybermuseum Homeoffic 

Copyrught @ Dr Iwan suwandy,MHA 2013

Forbidden to copy without written permission by the author

 

Kingdom of Tarumanegara – the 5th century AD

 

 

Tarumanegara kingdom located

in the valley of the river Cisadane, Bogor, West Java. King of the Kingdom’s largest Tarumanegara is Punawarman.

Evidence of existence can be known from 7 Tarumanegara inscription written in letters Pallawa and Sanskrit. The inscription is:

 

  1. 1.                  Monument inscription, found in Cilincing, Jakarta. Contains the excavation of the river Gomati 11 kilometers in length, and finalized within 21 days.

 

 

Indonesian ‘Hinduïsm’

It may one day be shown by students of prehistory that Indonesians were sailing to other parts of Asia long ago. Records of foreign trade, however, begin only in the early centuries AD.

 

A study of the Roman historian Pliny the Elder’s Natural History suggests that, in the 1st century AD, Indonesian outriggers were engaged in trade with the east coast of Africa. Indonesian settlements may have existed at that time in Madagascar, an island with distinct Indonesian cultural traits.

 

The geographer Ptolemy, in the following century, incorporated information from Indian merchants in his Guide to Geography concerning “Iabadiou,” presumably referring to Java, and “Malaiou,” which, with its variants, may refer to Malayu in southeastern Sumatra.

Regular voyages between Indonesia and China did not begin before the 5th century AD.

 Chinese literature in the 5th and 6th centuries refers to western Indonesian tree produce, including camphor from northern Sumatra, and also to two resins that seem to have been added to the seaborne trade in western Asian resins and were known in China as “Persian resins from the south ocean.”

 

Indonesian shippers were probably exploiting the economic difficulties southern China was suffering at the time because it had been cut off from the ancient Central Asian trade route.

Certain small estuary kingdoms were beginning to prosper as international entrepôts.

Their location is unknown, though Palembang’s commercial prominence in the 7th century suggests that the Malays of southeastern Sumatra had been active in the “Persian” trade with southern China.


River rock with name and ‘footprints’ of Purnawarman,
ruler of the 5th century Tarumanegara. West-Java.

 

 

 

Tarumanagara

Tarumanagara or Taruma Kingdom or just Taruma is an early Sundanese Indianized kingdom, whose fifth-century ruler, Purnavarman, produced the earliest known inscriptions on Java island…

400 A.D.

Indian Immigrants to the Hindu king of the kingdom of Kutai,

 

forming the first Hindu kingdoms in the archipelago.

Yupa and Lesong Stone Inscription by King Mulawarman mark era of history.

 

425 A.D.

Initial physical evidence that the date is from the 5th century the two kingdoms patterned Hinduism:

 

Kingdom of West Java Tarumanagara

master and the Kingdom of Kutai in coastal Mahakam River, Kalimantan. In 425 Buddhism reached the area.

When Europe entered the Renaissance, the archipelago has had inherited thousands of years old civilizations with the two great kingdoms of Sriwijaya in Sumatra and Majapahit in Java, plus dozens of small kingdoms which often becomes a more powerful neighbor vazal or connected to each other in a kind of bond trading ( such as in Maluku).

 

Nama Prasasti : TUGU

Lokasi Penemuan :
Desa Tugu, Kelurahan Tugu Selatan
Kecamatan Koja, JAKARTA UTARA
Tahun Penemuan : 1911

Koleksi :
MUSEUM NASIONAL INDONESIA (Museum Gajah)
Jalan Medan Merdeka Barat no.12,
Jakarta Pusat, DKI JAKARTA 10110
INDONESIA

No. Inventaris : D.124

Bahan : Batuan Andesit
Ukuran : Kurang lebih 1 m, berbentuk bulat telur
Era : Kerajaan TARUMANEGARA
Tahun Penerbitan : Diperkirakan abad ke-5 Masehi
Aksara : Pallawa, dalam 5 baris
Bahasa : Sansekerta

Isi dari Prasasti :
Prasasti Tugu bertuliskan aksara Pallawa yang disusun dalam bentuk seloka bahasa Sansekerta dengan metrum Anustubh yang teridiri dari lima baris melingkari mengikuti bentuk permukaan batu. Sebagaimana semua prasasti-prasasti dari masa Tarumanagara umumnya, Prasasti Tugu juga tidak mencantumkan pertanggalan. Kronologinya didasarkan kepada analisis gaya dan bentuk aksara (analisis palaeografis). Berdasarkan analisis tersebut diketahui bahwa prasasti ini berasal dari pertengahan abad ke-5 Masehi. Khusus prasasti Tugu dan prasasti Cidanghiyang memiliki kemiripan aksara, sangat mungkin sang pemahat tulisan (citralaikha > citralekha) kedua prasasti ini adalah orang yang sama.
Dibandingkan prasasti-prasasti dari masa Tarumanagara lainnya, Prasasti Tugu merupakan prasasti yang terpanjang yang dikeluarkan Sri Maharaja Purnawarman. Prasasti ini dikeluarkan pada masa pemerintahan Purnnawarmman pada tahun ke-22 sehubungan dengan peristiwa peresmian (selesai dibangunnya) saluran sungai Gomati dan Candrabhaga.
Prasasti Tugu memiliki keunikan yakni terdapat pahatan hiasan tongkat yag pada ujungnya dilengkapi semacam trisula.

Gambar tongkat tersebut dipahatkan tegak memanjang ke bawah seakan berfungsi sebagai batas pemisah antara awal dan akhir kalimat-kalimat pada prasastinya.

Salinan dalam Bahasa Aslinya :
pura rajadhirajena guruna pinabahuna khata khyatam purim prapya candrabhagarnnavam yayau//
pravarddhamane dvavingsad vatsare sri gunau jasa narendradhvajabhutena srimata purnavarmmana//
prarabhya phalguna mase khata krsnastami tithau caitra sukla trayodasyam dinais siddhaikavingsakaih//
ayata satsahasrena dhanusamsasatena ca dvavingsena nadi ramya gomati nirmalodaka//
pitamahasya rajarser vvidaryya sibiravanim brahmanair ggo sahasrena prayati krtadaksina//

Terjemahan kedalam Bahasa Indonesia :
“Dahulu sungai yang bernama Candrabhaga telah digali oleh maharaja yang mulia dan yang memilki lengan kencang serta kuat yakni Purnnawarmman, untuk mengalirkannya ke laut, setelah kali (saluran sungai) ini sampai di istana kerajaan yang termashur.

 

Pada tahun ke-22 dari tahta Yang Mulia Raja Purnnawarmman yang berkilau-kilauan karena kepandaian dan kebijaksanaannya serta menjadi panji-panji segala raja-raja, (maka sekarang) beliau pun menitahkan pula menggali kali (saluran sungai) yang permai dan berair jernih Gomati namanya, setelah kali (saluran sungai) tersebut mengalir melintas di tengah-tegah tanah kediaman Yang Mulia Sang Pendeta Neneknda (Raja Purnnawarmman).

Pekerjaan ini dimulai pada hari baik, tanggal 8 paro-gelap bulan Caitra, jadi hanya berlangsung 21 hari lamanya, sedangkan saluran galian tersebut panjangnya 6122 busur. Selamatan baginya dilakukan oleh para Brahmana disertai 1000 ekor sapi yang dihadiahkan”.

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s