KISI INFO BABAD TANAH JAWA2

INI CUPILKAN BUKU Dr IWAN SEBAGAI CONTOH,BUKU YANG LENGKAP AKAN DIPUBLIKAIKAN  9 PEBUARI TAHUN 2015

HARAP KOMENTAR,SARAN DAN SOKONGAN DARI SELURUH RAKYAT INDONESIA

DILARANG MENGKOPI DAN MENIRU IDE INI

HAK CIPTA Dr IWAN DILINDUNGI UNDANG-UNDAR RI

BUKU YANG LENGKAP TERSEDIA BAGI YANG BERMINAT HUBUNGGI LIWAT KOMENTAR(COMMENT) DI WEB BLOG INI

sORRY FOR THE UNEDITED ARTICLES BELOW,I DID  TO PROTEC T AGAINST THE COPY WITHOUT PERMISSSION

 

Dr IWAN SUWANDY,MHA

PENEMU DAN PRESIDEN PERTAMA

PERHIMPUNAN

KISI

(KOLEKSTOR INFORMASI SEJARAH INDONESIA)

TAHUN 2013-2020

SEKJEN KISI

LILI WIDJAJA,MM

DEWAN KEHORMATAN

KETUA

Dr IWAN SUWANDY,MHA

ANGGOTA

ALBERT SUWANDY DJOHAN OETAMA,ST,GEA

ANTON JIMMI SUWANDY ST.MECH.

 

ANNGOTA KEHORMATAN

GRACE SHANTY

ALICE SUWAMDY

ANNABELA PRINCESSA(CESSA(

JOCELIN SUWANDY(CELINE)

ANTONI WILLIAM SUWANDY

MASA JABATAN PREDIDEN DAN SEKJEN HANYA SATU KALI SELAMA TUJUH TAHUN, PENGANTINYA AKAN DIPILIH OLEH DEWAN KEHORMATAN

BAGI YANG BERMINAT MENJADI ANGGOTA KISI

MENDAFTAR LIWAT  EMAIL KISI

iwansuwandy@gmail.com

dengan syarat

mengirimkan foto kopi KTP(ID )terbaru dan melunasi sumbangan dana operasional KISI untuk seumur hidup 

YANG BESARNYA TERSRAH ANDA

sUMBANGAN RENDAH JAD ANGGOTA BIASA

SUMBNAGAN TINGGI JADI ANGGOTA KHUSU-

HAK ANGGOTA

SETIAP BULAN AKAN DI,KIRIMKAN INFO LANGSUNG KE EMAILNYA

DAPAT MEMBELI BUKU TERBITAN KISI YANG CONTOHNYA SUDAH  DIUPLOAD DI

hhtp”//www. Driwancybermuseum.wordpress.com

dengan memberikan sumbangan biaya kopi dan biaya kirim

TERIMA KASIH SUDAH BERGABUNG DENGAN KISI

SEMOGA KISI TETAP JAYA

Driwancybermuseum Homeoffic 

Copyrught @ Dr Iwan suwandy,MHA 2013

Forbidden to copy without written permission by the author

The Java History Collections

Part

The Java Babad Legend Story

 

Created  By

Dr Iwan suwandy,MHA

Special For KISI member

Copyright @ 2013

 

Setalah dengan susah payah, Dr Iwan Ketua KISI seoarng putra sumatera barat tak pernah belajar bahasa Jawa, dan bukan seorang historian,hanya ohi sejaraha dan belajar sendiri alias otodikak mencoba menterjemahkan Babad Tanah Jawa yang beraksara Jaw, oleh karena tas permintaan banyak anggota KISI hasil terjemahan yang telah dilaksanakan itu di tampilkan dalam artikel info kisi hari ini, harap koreksi dari para pakar dan ahli bahasa jawa serta para ahli sejarah Indonesia Selanjutnya KISI INFO akan membandingkan tulisan info Babad Tanah Jawa ini dengan situasi yang sberfnarnya terjadi berdasarkan fakta sejarah dan bukti-bukti sejarah yang asli SILAHKAN BERGABUNG DENGAN KISI AGAR INFORMASI YANG ANDA INGINKAN DAPAT DIPEROLEH SECARA LENGKAP DAN DAPAT DIMANFAATKAN SEBAGAI PELAJARAN AGAR HAL YANG JELEK TIDAK DIULANGI DAN HAL YANG BAIK DIJADIKAN PEDOMAN DALAM MENYUSUN STRATEGI DAN TAKTIK MENGHADPAI MASA MENDATANG SELAMAT MEMBACA BABAD TANH JAWA YANG BENAR DAN BAIK

 

HISTORY Babad Tanah JAVA

Babad Tanah Jawa and Kanda fibers that have been popular among the Java community , even disebagian ‘ve also taught elementary school in the past In addition to numerous other facts containing input materials and developing Java ground peaceably jug afakta Majapahit descent also showed no invasion caused the Islamic Army Demak Prof. Dr. Slamet Muljana in his restoration Persada Majapahit Ancestral History at length isis ceritu denied it based on the evidence of history books , said Babad Tanah Jawi and Fiber Kanda written seventeenth century Mataram era it without consulting a reliable source of history . \ Sources sekarah it between another couple of inscriptions and Writing History and the Majapahit as the State Kertagama Pararaton , therefore it is not surprising that on the History of Majapahit found much less information Ghent alais disability info.   Broadly speaking , the story may be said to show kemenagan Islam , when in fact the opposite is adverse to the member because the impression as if Islam developed in Java with violence and blood but the reality is not so , for example, one of the guardians of the kingdom of Demak, Sunan sonngo Kalidjaga [ Ernah Agat said Muslims do not look dressed like Arabs because later people are still adopts long will we stay away from Muslims   Petak inscription and explain Trailokya last king of Majapahit was Dyah Suraprahawa collapse under attack Rivet led troops in the year 1478 AD Giiridrawardhana according Pararaton . Since then Majapahit no longer be sebauh Capital kingdom , thus of no possible Majapahit kingdom collapsed in the invasion of Demak , historical sources Portuguese Tom Pires paper also mentions that the Demak Kingdom was established in the reign Girindrawardhana Keling . At that time Tuban , Coarse sand , Surabaya within the kingdom of Kediri , so it may not happen as told in the Babad Tanah Jawa who wrote the story that Raden Patah collect mengempur The Regents of Majapahit   Babad Tanah Jawi author apparently confuses the formation of Demak kingdom in the year 1478 with the collapse of the kingdom of Kediri ( Jengala ) by the invasion of the reign of Sultan of Demak kingdom of Demak Trenggano five years later in 1478 . The destruction of the kingdom of Kediri because Kublaikan Mogul army invaded with the help of Raden Wijaya who was sduah fled to the Kingdom of Madura , in order to punish the King Singosari Kertajaya perminatan emperor who had refused to make the premises gnarled face scarred with sword envoy the Chinese emperor named Meng Chi , which is currently it is in fact already in Kediri Jayakatwang bunauh by the king . Demak kingdom to Kediri invasion since the reign of the Sultan of Demak Trenggano because it buakn Kediri who sat as the Kingdom of Kediri ( Jenggala ) again , make contact with the Portuguese in Malacca as reported Tom Pires , Demak Kingdom was against the Portuguese until mengempurnya to Malacca for not willing to Kediri menjalain hubunggan the colonizing nations was the Roman Catholic religion After Kediri Fall ( not the Majapahit ) Demak attacked , not run kepulau Bali as written in Kanda fiber , but to Penarukan Situbondo after of Sengguruh Nalang . It could be some fled to Bali so until now culturally Hindu Balinese , but it’s not a runaway last king of Majapahit as stated in the chronicle More details, more Raden Patah not last as the son of King Majapahit dftulis in babd and fiber kanda it says Prof. Dr. Slamet Muljana   Historian Mr Moh Yamin in his Gajag Mada , also mentions that the collapse of Brawijaya V, the last king of Majapahit kingdom abkibat seranagn Ranawijaya from Keling , so instead seranga from Demak Kingdom , the description of the involvement of the chief minister Gajah Mada of Majapahit Majapahit led troops when attacked Demak 1478 it is not true because the timing is not sma thus writing in the Chronicle opposed to actual history as dead because Gajah mada in 1364 or 1288 saka . The narrative of the book ” From Stage History ” IP Simadjuntak sourced translations of writings HJ Van Den berg was also not due to the collapse of the kingdom of Majapahit kingdom of Demak attacks or the Muslim army . Moreover, the authors Mahuan Chinese who converted to Islam , in his book ” Ying Yai Sheng Lan ” mention when visited in 1413 AD Majapahit and Malacca mention of Gujarat in 1400 AD the Muslim community living in the Majapahit and Malacca berasla of Gujarat . Saudar which he called the Moslem north coast of Java already settled one of them is Maulana Malik Ibrahim who was buried in Gate Pasarean Wetan Coarse sand with a number of 12 Rabi al -Awwal 882 H or 8 april 1419 AD during the reign Wikramawardhana mean ( 1389-1429 ) IV , King of Majapahit after Hayam Wuruk , gravestones carved Arabic calligraphy , according Tjokrosujono ( former Head of History and Archaeology penunggalan Asylum Mojokerto , the original headstone was not made by the new alias repro coffee .   Slah the evidence that since the Age majapahit existing Muslim settlement diibu City Majapahit ( Daha ) is the site of the Ancient Tomb Troloyo , sub Trowulan Mojokerto East Java , Islamic tomb site to the village Troloyo Sentonorejo angk atahunnya diverse , ranging from the year 1368 ( XIV century BC ( until 1611 ( XVmasehi century

 

SEJARAH BABAD TANAH JAWA

Babad Tanah Jawa dan serat Kanda yang selama ini popular dikalangan masyarakat Jawa,bahkan pernah juga diajarkan disebagian Sekolah Dasar dimasa lalu

Selain fakta lain banyak mengandung bahan masukan dan berkembang ditanah Jawa dengan jalan damai jug afakta keturunan Majapahit juga menunjukkan bukan disebabkan serbuan Tentara Islam Demak

Prof Dr Slamet Muljana dalam bukunya Pemugaran Persada Sejarah Leluhur Majapahit secara panjang lebar membantah isis ceritu itu berdasarkan bukti buku sejarah, dikatakan Babad Tanah Jawi dan Serat Kanda yang ditulis abad XVII dijaman Mataram itu tanpa konsultasi Sumber Sejarah yang dapat dipercaya.\Sumber sekarah itu antara lain beberapa Prasasti dan Karya Tulis Sejarah Majapahit seperti Negara Kertagama dan Pararaton,karena itu tidak mengherankan jika dalamnya tentang Sejarah Majapahit ditemukan banyak informasi yang kurang tepa alais cacat info.

Secara garis besar, cerita itu boleh dikatakan menunjukkan kemenagan Islam,padahal sebenarnya sebaliknya yang dapat member kesan yang merugikan karena seakan-akan Islam berkembang di Jawa dengan kekerasan dan darah padahal kenyataan tidak begitu, misalnya salah seorang wali sonngo dari kerajaan demak Sunan Kalijaga [ernah berkata agat umat Islam jangan berpenampilan dengan pakaian seperti orang arab karena nanti rakyat yang masih menganut paham lama akan menjauhi kita umat islam 

Prasati Petak dan Trailokya menerangkan Raja Majapahit  terakhir adalah Dyah Suraprahawa runtuh akibat serangan tentara Keling pimpinan Giiridrawardhana pada tahun 1478 AD sesuai Pararaton .

Sejak itu Majapahit  tidak lagi menjadi Sebauh Ibu Kota  Kerajaan ,dengandemikian tak mungkin Majapahit runtuh akibat serbuan Kerajaan demak,sumber sejarah Portugis tulisan Tom Pires juga menyebutkan bahwa Kerajaan Demak sudah berdiri dimasa pemerintahan Girindrawardhana di Keling.

Saat itu Tuban,Gersik ,Surabaya dalam wilayah Kerajaan Kediri,sehingga tidak mungkin terjadi seperti yang diceritakan dalam Babad Tanah Jawa yang menulis kisah bahwa Raden Patah mengumpulkan Para Bupati untuk mengempur Majapahit

Penulis Babad Tanah Jawi tampaknya mencampur adukkan antara pembentukan kerajaan demak pada tahun 1478 dengan runtuhnya kerajan Kediri(Jengala)  oleh serbuan Kerajaan demak dimasa pemerintahan Sultan demak Trenggano  lima tahun kemudian tahun 1478.

Hancurnya Kerajaan Kediri kna diserbu Tentara Monggol Kublaikan dengan bantuan Raden Wijaya yang saat itu sduah mengungsi ke Kerajaan Madura,  dalam rangka menghukum  Raja singosari Kertajaya yang telah menolak perminatan kaisar monggol denga membuat codet dengan pedang muka utusan Kaisar  tiongkok  tersebut yang bernama Meng Chi, yang saat itu malah sudah di bunauh oleh raja Kediri Jayakatwang .

Serbuan  Kerajan demak ke Kediri karena dimasa pemerintahan sultan demak Trenggano  karena Kediri yang sat itu buakn sebagai Kerajaan Kediri(jenggala) lagi, mengadakan hubungan dengan Portugis dengan Malaka  seperti yang dilaporkan Tom Pires, Kerajaan demak memang memusuhi Portugis  hingga mengempurnya  ke Malaka  karena tidak rela Kediri menjalain hubunggan dengan  bangsa penjajah itu yang beragama katolik roma

Setelah Kediri Jatuh (bukan Majapahit) diserang Demak,bukan lari kepulau Bali seperti ditulis dalam serat Kanda,melainkan ke Penarukan Situbondo setelah dari Sengguruh Nalang. Bisa saja sebagian lari ke Bali sehingga sampai sekarang penduduk Bali berkebudayaan Hindu,tetapi itu bukan pelarian Raja terakhir Majapahit seperti disebutkan dalam babad itu

Lebih jelasnya lagi Raden Patah bukanlah putra Raja majapahit terakhir seperti dftulis dalam babd dan serat kanda itu demikian menurut Prof DR Slamet Muljana

Sejarahwan Mr Moh Yamin dalam bukunya Gajag Mada ,juga menyebutkan bahwa runtuhnya Brawijaya V ,Raja majapahit terakhir abkibat seranagn Ranawijaya dari kerajaan Keling,jadi bukan seranga dari Kerajaan demak, uraian tentang keterlibatan  patih Gajah Mada dari Majapahit  yang memimpin pasukan Majapahit ketika diserang Demak tahun 1478 itu tidak benar karena waktunya tidak sma dengan demikian tulisan dalam babad tersebut bertentangan dengan sejarah yang sebenarnya karena soalnya Gajah mada sudah meninggal tahun 1364 atau 1288 saka.

Penuturan dari buku “Dari Panggung Sejarah” terjemahan IP Simadjuntak yang bersumber dari tulisan H.J. van Den berg ternyata juga runtuhnya kerajaan Majapahit bukan akibat serangan Kerajaan demak atau tentara Islam .

Selain itu penulis Tiongkok Mahuan  yang memeluk agama islam, dalam bukunya “Ying Yai Sheng Lan” menyebutkan ketika mendatangi Majapahit tahun 1413 Masehi dari Gujarat dan Malaka menyebutkan pada   tahun 1400 masehi  masyarakat Islam yang bermukim di Majapahit berasla dari Gujarat dan Malaka. Disebutnya para saudar tersebut yang beragama islam sudah bermukim dipantai utara Jawa salah satunya adalah Maulana Malik Ibrahim yang dimakamkan di Pasarean Gapura Wetan Gersik dengan angka tahun 12 rabi’ul awwal 882 H atau 8 april 1419 Masehi berarti pada jaman pemerintahan Wikramawardhana (1389-1429) yaitu Raja Majapahit IV setelah Hayam Wuruk,batu nisan yang terpahat kaligrafi arab itu menurut Tjokrosujono(mantan Kepala Suaka Penunggalan Sejarah dan Purbakala Mojokerto, nisan itu asli bukan buatan baru alias repro kopi. 

Slah satu bukti bahwa sejak Zaman majapahit sudah ada pemukiman Muslim diibu Kota Majapahit(Daha) adalah situs Makam Kuno Troloyo,kecamatan Trowulan Mojokerto Jawa Timur, Makam Islam disitus desa Troloyo Sentonorejo itu beragam angk atahunnya,mulai dari tahun 1368(abad XIV masehi( hingga tahun 1611 (abad XVmasehi)

BABAD TANAH JAWA

Gubahan

 L. Van Rijckevorsel                                                                                                        Directeur Normaalschool Muntilan

Dibantu                                                                                                                                       R.D.S. HADIWIJANA                                                                                                                   Guru Kweekschool Muntilan

 Penerbitan

 J.B. Wolters U.M. Groningen – DenHaag – Weltervreden – 1925

Kronologis  babad pertama  

Dari Abad ke-2  sampai abad ke 3-16

 ketika  Kerajaan Majapahit Hancur

Pembukaan . Sebagai  Kronoligis (Babad)                                                                                             dikatakan wilayah – timur .seperti sangat menambah ilmu pengetahuan orang  .  Bahkan  sejak dulu  ketika datang situasi dimana-mana   yang cerah sadar tidak kesurupan  , Saya hanya punya keyakinan , dan kemajuan  tatacara prosedur dan  tata susila  dari daya benih sekepalnya  tanah KIdul   

 

.Bercerita dalam  tahun sebelumnya 261

  Aland In.u di layar adalah rajadulu memiliki Açoka , ia mengatur negara Pataliputra ( sawetan di Benares ) , dan agama Kalender Rabu .

Krishna memiliki kasus Praja berlaku dalam kasus di mana Anda ingin untuk menggulir didekade  salah satu generasi dan pengadilan .

 

 Akhirnya dapat terjadi , paling satanah In.u layar semua menumpuk , dikawasan di Raja . Hanya di puncit selatan dari Madras dan saloring Mangalore , keraton keratonnya  Didirikan presasat . Ewe – .ewe , bukan kematian kewengku Praja – Praja tanah utara .

 

 Praja – Praja ke selatan juga berdaya upaya memajukan tata cara  susila  lahan – lahan di sekitar Kerajaan berdiri :  1 Pan.awa ( Pandawa ) di kocap Singles Mahabharata

 . 2 Pallava Darah ( ayake di pekecapan : Malawi ) , terkenal sejak ratusan tahun sebelum tahun abad Belanda 9 ,  dan kombul – kombule dimulai                                                                                                     pada pertengahan abad ini sampai pertengahan abad ke 6 8 .

 

Dalam musim VC adegan  Jejasnya Peningalan  Edi – Edi  dudlu-dulu , kajata : Saya dapatkan  atas jasanya  Mahendra – Warman ( 600-625 ) .

 Ada agama Cina Kalender Rabu nama Huen – Tsang menjandra Praja Pallava mengatakan , yen mengatakan Lph tanah dan proses yang baik , orang-orang di masa lalu pa.a kawan terane , setia , arah , damai dan menjaga pengetahuan un.aking(secara keras) .

The Bold lelayaran , dapat membuat koloni- koloni di Indo -China , Malaka dan Kepulauan Sunda , bangsanya  di selatan nusa , lebih dari satu – Palawa .

Sejak seratus tahun  sebelum Belanda

 sejumlah tempat , orang-orang yang menetap di nusantara  , dan ge.e – ge.eninge migratie dalam satu abad mencapai 2 6 , mbok menawa kegawa tanah di mana In.u kakehen Jiwan dan karena paperangan bangsabangsa dengan elore tersebut .

Colony yang ge.e – ge.e , yaitu :

 Berkemah di Annam pasisir timur . Kamboja, kaedegake di 435 . Dan dijasani dapat.Saya – dapat.Saya Brahma atau Kalender Rabu luar biasa .

Kutai  di Kalimantan , dan Sukadana utara-selatan di Kalimantan . Palembang ( Sriwijaya ) Jawa – pusat 

Chronicles of Javanese Land

composite

 L. Van Rijckevorsel

 Directeur Normaalschool Muntilan

Assisted

RDS HADIWIJANA Teacher Kweekschool Muntilan  of  J.B. Wolters U.M. Groningen – DenHaag – Weltervreden – 1925

First Segment Chronicles Indhu )Hindu) destroyed half time Majapahit Kingdom                                                                                2nd – century to  3rd – 16th century Opening . As The Chronicles of Ek Kate In.ija – East . No people In.u , seprene very e.i.ik knowledge.  I even Indonesia are no unconsicious but  came in the light of consiousness   when Ken Ek Elan how the situations where , since a minute . I ‘ve got ensure  edits , and the progress of the procedure  Tata susila Indonesia  origin here – one hand  effort from Indonesia nusa archiphelago land in south Inoneia archiphelago The previous years 261 Story

  Aland In.u the screen are the oldest king  have Açoka , The directeur  of Pataliputra ( sa in East  Benares ) , and religion Calendar Wednesday .

Krishna had cases Praja enacted in cases where inner that you’re anxious for basically (menggulir) near( -didadekake) of one and a general  court .  Get eventually happen , most land in Arciphelago Nusa Indonesia( (satanah In.u all the mlumpuk) ,   (kawsan or kinuwasan)  the King area  . Tag puncit the south from Madras and Mangalore saloring , palace keratonya Didirikan presasat . Ewe – . Ewe , mortality is not a kewengku Praja – Praja of Cancer .  Praja – Praja effort to the south too ge.e the progress of the procedure – susilaning Picnic – Picnic in around . King stands :

 

 1 Pan.awa ( Pandawa ) in kocap Singles Mahabharata  . 2 Daerah Negari state OF Pallava area  , sieve in island Of * pekecapan ) : Malawi  , valuable since hundreds of years before the  Dutch year of century  9th  ,  and kombul – kombule beginning in mid century till the middle of this century to 6 -8 .   In VOC(Dutch east Indie Company)  –  an old season scene Edi – Edi old artifact  ,  I get on the honor of  Mahendra – Warman ( 600-625 ) .  Are there religious Chinese Calendar Wednesday business Huen – Tsang kidnapped  Praja Pallava said that the said land and Lph the closest ever , people in the future and pa.a friend Teran , loyal , direction , peace and maintain knowledge in strongly. The Bold lelayaran , Get – making colony colony in Indo- China , Malacca and Pacific Sun.a , Ija nation in South In.u , more relevant from a – Palawan . Since hundred years before Dutch  Some place , people filter stayed in archiphelago  , and ge.e – ge.eninge migratie a century dalam reach 2rd  –  6th century  , perhaps kegawa the land where In.u kakehen Jiwan and the War because the nations with the elore . Colony filter ge.e – ge.e , namely :  Berkemah in Annam waterside East . Cambodia, kaedegake in 435 . And dijasani dapat.Saya – dapat.Saya Brahma or Calendar Wednesday incredible . Kutai in Kalimantan , and North – South Sukadana in Borneo . Palembang ( Sriwijaya ) Java – center

Original info

 

 

BABAD TANAH JAWI Gubahanipun L. VAN RIJCKEVORSEL Directeur Normaalschool Muntilan Kabantu R.D.S. HADIWIJANA Guru Kweekschool Muntilan Pangecapan J.B. Wolters U.M. Groningen – Den Haag – Weltervreden – 1925 Perangan Kang Kapisan Babad Jawa Wiwit Jaman Indhu tumekane Rusaking Karajan Majapahit Abad 2 utawa 3 – Abad 16

 

Bebuka.

Mungguh babading tanah In.ija-wetan .ek durung katekan bangsa In.u, seprene lagi e.i.ik banget kang wus kawruhan.

 Malah wong In.u iku bae ija durung kasumurupan terang .ek kapan tekane ing ken elan keprije kaanane ing kala wiwit-wiwitane.

Mung bae wus jakin, en kemajuan lan tata-susilaning wong In.ija kene iki bibit-sekawite saka dajaning wong n.u kang asale saka ing tanah In.u sisih kidul.Kacarita nalika taun 261 sadurunge taun alanda ing In.u-ngarep ana ratu ajedulul Prabu Açoka, jumeneng nata ing negara Pataliputra (ing sawetan Benares), lan agamane Buda.

Kresane sang Prabu praja cilik-cilik ing saubenging kono arep digulung didadekake nagara siji, kang ge.e lan sentosa. Akire bisa kelakon, meh satanah In.u-ngarep kabeh mlumpuk, kinuwasan ing ratu sawiji.

Mung ing puncit kidul, wiwit saka saloring Madras lan Mangalore, kratonkratone presasat madeg .ewe-.ewe, ora pati kewengku ing praja-praja tanah lor.

 

 Praja-praja sisih kidul iku mau uga ge.e dajane tumraping kemajuan lan tata-susilaning tanah-tanah ing sakubenge. Dene kang jumeneng ratu:

 1 Para Pan.awa (Pandava) kang kocap ing lajang Mahabharata. 2 Darah Pallava (ajake ing pekecapan Jawa: Malawa) kesuwur wiwit atusan taun sadurunge taun Walanda nganti tekan abad 9, dene kombul-kombule wiwit ing tengahing abad 6 tekan tengahing abad 8. Ing jaman iku titi-mangsa adeging jejasan kang edi-edi, kajata: can.i-can.i jasane Mahendra-warman (600-625).

 Ana wong Cina agama Buda jenenge Hüen-Tsang njandra praja Pallava iku surasane nelakake jen tanahe lph lan becik pengolahe, wong-wonge pa.a punjul ing kawanterane, setya-tuhu, rukun lan ngudi marang un.aking kawruh. Kang kendel lelajaran, nganti bisa gawe koloni-koloni ana ing Indo-China, Malaka lan kapuloan Sun.a, ija para bangsa ing In.u sisih kidul iku, luwih-luwih wong Pallava.

Wiwit satus taunan sadurunge taun Walanda wis ana papan-papan sawetara kang dienggoni wong In.u, dene ge.e-ge.eningemigratie ana ing sajroning abad 2 tekan 6, bokmenawa kegawa saka ing tanah In.u kana kakehen jiwane lan marga saka paperangan karo bangsabangsa ing sisih elore.

Koloni sing ge.e-ge.e, jaiku: Campa ing Annam pasisir wetan. Kamboja, kaedegake ing taun 435. Ing kono dijasani can.i-can.i Brahma utawa Buda akeh banget.

Kutei ing Borneo-lor lan Sukadana ing Borneo-kidul. Palembang (Çrivijaya) Jawa-tengah 01 Perangan Kang Kapisan

chapter 1  Empires Indonesia ( indhu ) in West Java Land ( From 2 or 3 centuries )

Arrival the land , the people in – land ( inland ) East brings religion ( or Calendar Wednesday Brahma ) and various setiap , kajata read , write for , mbatik , medel , and services – and to scroll berguling home news – good news .  Custom dikembangkan Commerce together with various products , from jaitu saniang – penganggo , weapons , jewelery , jewelery berwujud strand muntiara , nuts , nuts filter made from gold or ivory color , etc . Sriwijaya more relevant Jen kegolong light filter ge.e. Ewe , but even Bo Adding knowledge pemanfaatan land and land setiap lijane in the kasbut . Uwur . No ADA estimates Jen and Jayawarman , Narendra in Cambodia, filter start berkuasa ( kuaa services ) and be defeated ( berguling – rolled ) Angkor , the Regional Sumatra . Praja – Praja time they sekawit enggone with religion Calendar Wednesday . Yang kasumurupan , Empires Indhu the Land alone , filter called Empires ” Tarumanagara ” ( name = Tarum river Tom . Citarum ) . Settings century Empires to 4 and 5 , and the scene mangsanya VC ( VOC ) rather than knowledge. The King of King Purnawarman . Once the image of flower Tunjung in stone stone patilasan , Regional Purnawarman use religion Vishnu .

Bab 1  kerajaan Indonesia (indhu)  di Jawa Barat Tanah ( Dari 2 atau 3 abad )

Kedatangan tanah ,  rakyat Tanah-tanah (Daratan)  TIMUR membawa agama ( atau Kalender Rabu Brahma ) dan setiap berbagai , kajata membaca , menulis , mbatik , medel ; dan jasa – digulung dan berguling rumah baik – baik .  Adat dikembangkan bersamaan dengan  Perdagangan  berbagai barang ,  jaitu dari saniang – penganggo , senjata , Perhiasan-perhiasan  berwujud untaian muntiara , perkakas-perkakas yang dibuat dari gading atau emas , dll .

Sriwijaya lebih cerah Jen kegolong yang ge.e. Ewe , bahkan malah menambah  bo pengetahuan pemanfaatan  tanah dan setiap tanah lijane di kasbut tersebut . Uwur .

Tidak ada perkiraan Jen dan Jayawarman , Narendra di Kamboja , yang memulai  berkuasa( layanan kuaa ) dan digulingkan oleh  (berguling –conqoure by )   raja Daerah Ankor .

Praja – Praja pada saat sekawit enggone dengan agama Kalender Rabu . Yang kasumurupan , kerajaan Indhu di Tanah sendiri , yang disebut kerajaan ” Tarumanagara ” ( Tarum = nama sungai Tom . Citarum ) . Setelah Kerajaan abad ke 4 dan 5  , dan adegan mangsanya VC (VOC) bukanlah pengetahuan . Daerah Raja Raja Purnawarman  . Sekilas gambar bunga Tunjung di batu batu patilasan , Daerah Purnawarman menggunakan agama Wisnu.

 

Original info

 

 

Bab 1 Karajan Indhu ing Tanah Jawa Kulon (wiwit abad 2 utawa 3)

Tekane ing tanah-tanah iku wong Ing nusa anggawa agama (Buda utawa Brahma) lan kagunan warna-warna, kajata maca, nulis, mbatik, medel; banjur jasa canai-canai lan omah apik-apik.

 

 Wong Pribumi diweruhake marang barang-pedagangan warna-warna, jaiku bangsa saniang-penganggo, bangsa gegaman, peni-peni awowjud oncen motiara, bekakas-bekakas lijane kang abakal ga.ing utawa emas, lan sapanunggalane.

Çrivijaya iku terang jen kegolong kang ge.e .ewe, malah bokmenawa dadi baboning kawruh lan kagunan tumraping tanah-tanah lijane kang kasbut ing .uwur.

 Ana kang ngira jen prabu Jayawarman, narendra ing Kamboja, kang miwiti jasa kuaa lan canai-canai Angkor, iku darahing ratu ing Sumatra.

Praja-praja mau ing sekawit nganti suwe enggone nganggo agama Buda. Kang wus kasumurupan, karajane bangsa Indhu ana ing Tanah Jawa, kang dhisik dhewe, diarani karajan “Tarumanagara” (Tarum = tom. kaline jeneng Citarum).

Karajan iku mau dhek abad kaping 4 lan 5 wis ana, dene titi mangsaning adege ora kawruhan. Ratu ratune darah Purnawarman. Mirit saka gambar gambar kembang tunjung kang ana ing watu watu patilasan, darah Purnawarman iku padha nganggo agama Wisnu.

In the year 414

 Chinese FA named Hien , visitors to the Region bersejarah Petilasan ( home enggone sujarah to patilasane ) Buddhist priest , in the land of Indhu ( Indonesia ) visits in the first half month to 5 . By Catatannya menjelaskan ways: 1 . Many people have no religion ( great ) , and the closest ADA a religion here ( dhewekne ) : Buddhism . 2 . Chinese people no ADA , because no written dalam Notes . 3 . As people walk 200 Ship from Indonesia ( Indhu ) , ADA horse ( dedagangan ) , edits bepergian , have toward Canton . If that’s the way you are sailing from Indonesia perdaganagan ( dedagangan of the Indhu ) mendarat in China are through Java .  Dalam 435 I have already kepada messengers of West China , menawarkan to manage ( mempersembahkan ) kepada the emperor of China , serta menaburkan flour ( Mark tetepungan ) filter memudahkan trade execution ( contour dedagangan ) . Tarumanagara no successful Empires ( kasumurupan ) several years and how we are losing . no custom controller ADA Indonesia ( The Indhu ngowahake ) and life in the earth , because we are no mengajarkan filter that you’re Perform , and people on the ground may have no one may come cleverness Indonesia ( kapinterane Indhu ) . However, there is strength mengembangkan ( kaundhakaning ) knowledge Mem batik and memwarnai Soga original plant ( nyoga jarit ) .

 

Pada tahun 414

 FA Cina bernama Hien ,  pengunjung bersejarah ke Kawasan Petilasan (rumah enggone sujarah ke patilasane) Imam  Buddhis  , di tanah Indhu(Indonesia)  kunjungan  pertama di Tanah sampai bulan ke 5.  Menurut Catatannya menjelaskan cara : 1 . Banyak orang tidak memiliki agama ( Majapahit ) , dan  yang  ada satu agama disini (dhewekne) : Budha.

 

2 . Orang Cina tidak ada , karena tidak ditulis dalam catatan

. 3 . Ketika 200 orang naik  Kapal dari  Indonesia( Indhu)  , ada  pedagang(dedagangan) , hanya bepergian ,  ingin menuju Canton .

Jika itu adalah cara dari  pelayaran perdaganagan Indonesia(tanah dedagangan layar Indhu ) mendarat di Cina adalah melalui Jawa .  Dalam 435 Saya telah utusan kepada Raja Barat Cina , menawarkan ngatura  ke (mempersembahkan) kepada kaisar di tanah Cina , serta  menaburkan tepung (Mark tetepungan)  yang memudahkan pelaksanaan perdagangan( kontur dedagangan ). Tarumanagara kerajaan tidak  Berjaya (kasumurupan)  beberapa tahun terakhir dan bagaimana kita rusak. tidak ada kebiasaan  pengatur  Indonesia( The Indhu   ngowahake) dan kehidupan di bumi , karena kita tidak mengajarkan apa yang Anda lakukan , dan orang-orang di bumi mungkin tidak memiliki seseorang mungkin berasal  Kepintaran Indonesia (kapinterane Indhu) . Namun, kekuatan itu mengembangkan (kaundhakaning) pengetahuan mem batik dan  memwarnai soga tumbuhan asli (nyoga jarit ).

Original info

 

Ing tahun

414

 

 ana Cina aran Fa Hien, mulih saka enggone sujarah menyang patilasane Resi Budha, ing tanah Indhu Ngarep mampir ing Tanah Jawa nganti 5 sasi. Ing cathetane ana kang nerangake mangkene :

1. Ing kono akeh wong ora duwe agama (wong Sundha), sarta ora ana kang tunggal agama karo dhewekne: Budha.2. Bangsa Cina ora ana, awit ora kasebut ing cathetane. 3. Barengane nunggang prahu saka Indhu wong 200, ana sing dedagangan, ana kang mung lelungan, karepe arep padha menyang Canton.

Yen mangkono dadi dalane dedagangan saka tanah Indhu Ngarep menyang tanah Cina pancen ngliwati Tanah Jawa.

 

 

 

 

 

 

 Ing Tahun 435

 

malah wis ana utusane Ratu Jawa Kulon menyang tanah Cina, ngaturake pisungsung menyang Maharaja ing tanah Cina, minangka tandhaning tetepungan sarta murih gampang lakuning dedagangan.

Karajan Tarumanagara mau ora kasumurupan pirang tahun suwene lan kepriye rusake. Wong Indhu ana ing kono ora ngowahake adat lan panguripane wong bumi, awit pancen ora gelem mulangi apa apa, lan wong bumi uga durung duwe akal niru kapinterane wong Indhu. Ewa dene meksa ana kaundhakaning kawruhe, yaiku mbatik lan nyoga jarit.

 

Upon your first 02 segments

about

 2 Empires Indhu ( Indonesia ) in Central Java ( century to- 6 )

Once from: 1 . Recording China. 2 . Unining ( inscription ) expressed on stone and stone Borobudur . 3 . Notes from people Arabic , has several live events ( kasumurupan ) several Kanon ( kaananing ) that Indhu ( Hinduism ) in Central Java in dhek samono (  first era ) first century Kanem people Indhu ( Indonesia ) new Come in  West Island  ( The West Tanana ) . , Where they were likely to be in poor trouble -sengsara ( lelara ) , so they were  look side -melirik ( nglereg ) to the West , to the Middle Land . The first time Era -Zamani ( samono ) is , If ditandhing filter (  compare with-ditandingkan or dibandingkan ) are the levels kepandaiannya ( kapinterane ) very high Indonesia ( The Indhu ) are the only tongue , so down – and Sorani . Indonesia ( The Indhu ) and ngadegake Empires in Jepara . Homeless family filter padunungane ( bacbone- padukungnya ) and I ‘ve got family filter with-sama Now the home , or apayon Atep ( a roof ) and (palm root) ijuk-eduk Kepang is . Trade berlawan or compete with Chinese Ethnic ( Enggone dedagangan with lelawanan China) ; Product trade ( dedagangane ) seperti : gold , silver , ivory color color , and the other option . Chinese Chinese ( Chinese people ) had a problem of Kalinga , Besuki , we provide information : Java . Empires My plan for large , even for Small membawahi ( mbawahake ) Empires 28 ( Twenty eight ) .

732 AD

Chinese people did  business  against (mengacu) daughter of the king : Sima ; dikehendakan – desired ( dikandakake ) good itself ( enggone ) ever  directed-memerintah State ( Catch – Directed Praja ) ( 674 years ) .

Writing ‘s -Tuslisannya they ( Tulisaning ) stone – ( inscription ) filter characteristics ( cirine ) 732 years, until very old ,  have founded-ADA diketemukan ( KATEMAN ) around Magelang , look , that the king appeared , dubbed or bergelar ( jejuluk ) had Sannaha , an extra large filter court , concist  his occupation area -mencakup Jajahanya filter ( jajahane ) of Kedhu ( second ) , Yogyakarta , Surakarta and even charming or of Fitness ( bokmenawa ) in East Java also include Picnic Empires .

A once Governments, peace and procedures that  like Findings from the text ( KATEMAN ) in patilasan ( Temple ) : While people in the bedroom being  walking (jalan jalan) , afraid the ADA , ADA Warning or other restriction ( filter aspects prohibited ) . Once said ( written ) Arabic , are ( dhek ) center center century  the 9th kesembilan , king of the land have to under -membawahi ( mbawahake in ) Malacca ( Tin Pamelikan ) . Empires behalf all knowledge is no , but then the table is written in stone behalf filter in the season ( they ) VC – 919 voor Christa ( BC ) , look Empires Empires Mataram kingdom . It’s jajahanya ( jajahane ) , by both ( Kedhu ) time , Yogyakarta , Surakarta , manglore sea , the land , the land of the West dalam several East Java . They were called the city : Mendhangkamulan ( ) . Arabic conversation , ADA kings and Empires membedah ( open ) mbedhah Country Cambodia – Khamer ( Indhu Buri or Earth Indonesia ) . That ‘s qualifications are the Empires Empires Mataram kingdom . Also Kambodja ( Khamer ) , Empires island are the mbawahake Island . Island ‘s mountains contain island camp . Empires of gold and bumbu craken . People also Arabic Goose Trade Competition                                                                                                                    Persaingan Perdagangan ( The lelawanan dedagangan ) . Goes before ( Sabakdane ) in 928 t no details about ADA lighting situations ( atmosfir ) What filter ( case ) , the Empires Empires Mataram kingdom . Hal ‘s  have report-dilaporkan the Land and East .  I have a filter ( sieve ) Empires Empires Mataram kingdom broken by an eruption ( panjebluge ) Mount Merapi ( Merbabu ) , and Goose filter – exodus (mengungsi ngungsi) to  West .  

 

 

 

In  (Dalam ) century to 17

Have Built back Empires Mataram kingdom filter has the power ( or strength filter ) and the large IRIB , IRIB ancient Empires Empires Mataram kingdom . People Indhu religious ( Hindu ) face face Belief in Javanese ( ngejawa ) are the same .  The land ( Java ) growth ( spilled onto ) Blood , People’s alone in Hindu worship praying to -Menghadap ( kunane Indhu ngedhep ) Brahma and Vishnu Syiwah , he’s kaaranan Trinity ( Three filter mahakuasa ) . Except that too to pray ( diva ) diva ( filter ) Many other options are , seperti : Ganesya , son diva Durga .

By teaching Indhu religion ( Hinduism ) description from Four groups , are : – The Brahmins ( the Government ) . – The Knight ( speaker ) . – The Wesya ( works of art ) . – The Syudra ( case or lay people ) . Teaching religion and ( Pedatang Hindu tersurat ) padatane Indhu kaemot dalam valuable filter cover , sand business .  Estimated about 500 years before the first year from the Christian ( AD ) , ( The Hindu ) Indhu Blood are the ( large effect ) peparab Syakya sound , or Gautama Buddhisme . Sebagai ( Mahaguru) geseh teach people very religious Hindu filter ( Indhumau ) . ( Pastor ) Buddhist Priest kekayaannya left , and teach ( the closest prohibited aspects ) asesirik muruk well . Also no respect ( diva – diva ) diva diva , Teaching : since by humanity and I , so let’s do not be divided into Four groups . Brahmin Indhu ( hindu )

 I have no thought , no so often irregularly shaped large . On the foreign people ( Hindu ) Indhu Buddha and problems with Indhu religion ( hindu ) . Events Buddhisme missing and then ngili ( move kehilir ) to Ceylon to the south , a parent Buri , Thibet , China , Japan.

Ass  religion ( Hinduism ) Indhu pangedêpe no . Are there very welcome for memundhi ( worship ) Syiwah are Syiwaiet ( in Central Java ) , so ADA ( worship ) pangedêpe Wisynu , are Wisynuiet ( in the West ) .

Many people may also Buddhist , but the religion is not a religion in peace , but occasionally I mix . religion ( Hindu temple ) Petilasane Indhu saikine filter heavy , seperti :

– Borobudur Borobudur in Plato Dieng ( Syiwah ) , is a development services area ( bokmenawa yasane Blood ) King Sanjaya . – Borobudur in the same season Kalasan VC 778 years ( AD ) , this filter Borobudur old alone ( Buddhisme ) , Services ( yasane ) The King of Syailendra Blood . – Diketahui that Borobudur Buddhist Borobudur Temple and Endut . ( Mendut ) – Borobudur image ( Syiwah ) . And there around the Borobudur Prambanan mix from Buddhisme and Syiwah

 

 Segmen  Pertama 02

sekitar 2 Kerajaan  Indhu(Indonesia)  di Jawa Tengah ( abad ke-6 )

Sekilas dari:

1 . Rekaman Cina . 2 . Unining (prasasti) ditulis dalam batu dan batu Borobudur . 3 . Catatan dari orang-orang Arab , memiliki beberapa peristiwa (kasumurupan) beberapa kanon (kaananing) bahwa                                                                                                       Indhu (Indonesia)  di Jawa Tengah di dhek samono (zaman dulu) Abad pertama

Kanem orang Indhu (Indonesia) baru datang di Pulaau Barat (Tana The West ). , Di mana mereka mungkin pada sensara ( lelara) , sehingga mereka  melirik  (nglereg)  ke barat , ke Tanah Jawa Tengah .

Jawa waktu zaman dulu( samono)  tersebut ,  yang  jika ditandhing ( ditandingkan atau dibandingkan)  adalah  tingkat kepandaiannya  ( kapinterane) sangat tinggi 

Indonesia (The Indhu ) satunya adalah Ibu , sehingga turun – dan Sorani .

Indonesia (The Indhu) dan ngadegake kerajaan di Jepara . Rumah keluarga yang padunungane ( padunungnya) Jawa , aku punya keluarga yang sama rumah sekarang , atau apayon Atep(satu atap) eduk dan Kepang tersebut .  Perdagangan berlawan atau bersaing dengan etnis Tionghoa ( Enggone dedagangan lelawanan dengan Cina);

 

produk  perdagangan (dedagangane ) seperti : emas, perak, warna gading , dan pilihan lainnya . Cina Cina (orang Tionghoa)  memanggil Negara Kalinga , Besuki , aku  memberikan informasi  : Jawa .  Kerajaan Saya  untuk jangka  besar , bahkan untuk kecil  membawahi (mbawahake ) Kerajaan 28 ( dua puluh delapan) . 732 Masehi Orang Cina mengacu pada nama putri raja : Sima ;  dikehendakan –diinginkan (dikandakake)  baik dirinya (enggone ) baik  memerintah Negara (catch- directed Praja)  ( 674 tahun ) .

Tusliasannya pada (Tulisaning ) batu – (prasasti ) yang  cirinya (cirine) 732 tahun , sehingga sangat tua, ada  diketumakan (Kateman )sekitar Magelang , lihat , bahwa raja muncul ,  dijuluki  atau bergelar (jejuluk ) Prabu Sannaha , sebuah istana yang besar , yang mencakup  Jajahanya (jajahane ) tanah Kedhu (Kedu)  , Yogyakarta , Surakarta dan  malah menawan atau menduduki ( bokmenawa) di Jawa Timur juga termasuk lahan kerajaan .

Sekilas Cerita

 , Kerajaan perdamaian dan prosedur seperti itu teks dari  temuan (Kateman)  di patilasan (dasar Candi)  : Walaupun orang-orang sedang tidur di jalan jalan , ada rasa takut , ada peringatan lain atau  larangan (hal yang dilarang ). Kata sekilas (tulisan)Arab, adalah(dhek )pusat pusat abad kesembilan , raja di tanah harus  membawahi ke ( mbawahake di )Malaka

( timah Pamelikan ) .

Kerajaan atas semua pengetahuan ini tidak , tapi kemudian di meja ditulis di atas batu yang musim di (pada) 919  VC-voor Christ (masehi)   , lihat kerajaan kerajaan Mataram . Ini  jajahanya (jajahane ) , berdasarkan  Kedu (Kedhu)  saat , Yogyakarta  , Surakarta , manglore laut , tanahtanah di barat dalam beberapa Jawa Timur . Disebut kota mereka : Mendhangkamulan (?). Pembicaraan Arab, ada raja-raja dan kerajaan  membedah (membuka) mbedhah  Negara Kamboja –Khamer ( Indhu Buri  atau Bumi Indonesia) . Bahwa itu adalah saringan kerajaan kerajaan Mataram . Juga  Kambodja (Khamer) , kerajaan pulau adalah Pulau mbawahake . Pulau ini berisi pegunungan pulau api . Kerajaan emas kaya dan bumbu craken . Orang-orang Arab juga banyak

 

Persaingan Perdagnagan                                                                                                     (The lelawanan dedagangan ).

Sebelum nya (Sabakdane) tahun  928 t tidak ada rincian tentang  situasi kondisi  (atmosfir)  apa yang (terjadi) di kerajaan Kerajaan Mataram . Hal ini dilaporkan di Tanah dan Timur .

 Saya  saring (Ayak) kerajaan Mataram kerajaan rusak oleh  Letusan (panjebluge) gunung Merapi ( Merbabu ) , dan banyak yang ngungsi barat .

 Dalam  abad ke 17

Didirikan kembali  kerajaan Mataram yang memiliki daya (atau kekuatan yang ) besar dan daya IRIB IRIB kuno kerajaan –Kerajaan Mataram  . Orang beragama Indhu (Hindu) tatap muka Kejawen  ( ngejawa) adalah  sama.

 Di tanah (Jawa) pertumbuhan (tumpah) darah,  rakyatnya sendiri di  Memuja  Hindu Menghadap (kunane Indhu ngedhep) Brahma dan Wisnu Syiwah , dia kaaranan Trinitas(Tiga yang mahakuasa ) . Kecuali itu juga sembah ke (dewa) diva  (yang) banyak pilihan lain , seperti: Ganesya , putra dewa Durga .

Menurut ajaran agama Indhu (Hindu) Penjelasan dari empat kelompok , adalah:

– Para Brahmana ( Pemerintah ) . – The Knight ( Pembesar ) . – The Wesya ( karya seni ) . – The Syudra ( kasus atau rakyat jelata )

. Pengajaran agama dan (Pedatang Hindu tersurat ) padatane Indhu kaemot dalam surat yang terkenal , nama pasir .

 Kira sekitar 500 tahun sebelum tahun pertama dari Kristen(Masehi),

(Daerah Hindu)Indhu Darah adalah (besar pengaruh) peparab Syakya suara , Gautama atau Buddhisme . Sebagai  (Mahaguru )geseh mengajar orang yang sangat religius  Hindu (Indhumau) .  (Pendeta)Buddha Priest meninggalkan kekayaannya , dan mengajar  (hal yang dilarang)asesirik muruk orang . Juga tidak hormat  (dewa-dewa)diva diva , pengajaran : sejak berdasarkan kemanusiaan dan aku , jadi jangan dibagi menjadi empat kelompok . Brahmana Indhu (hindu)

 Saya tidak ingin berpikir , sehingga sering tidak teratur besar . Di negeri orang (Hindu) Indhu Buddha dan masalah dengan Indhu agama(hindu) .

Acara Buddhisme hilang dan kemudian ngili (pindah kehilir) ke Ceylon ke selatan , induk Buri , Thibet , Cina , Jepang .

 

Sebagai Agama (Hindu) Indhu pangedêpe tidak . Ada sangat welcome untuk memundhi (memuja) Syiwah adalah Syiwaiet ( di Jawa Tengah ) , ada sangat (memuja) pangedêpe Wisynu , adalah Wisynuiet ( di Tanah Barat ) . Juga mungkin banyak orang Budha , tetapi di Tanah agama agama bukan damai , tapi kadang-kadang saya campuran . agama ( candi Hindu)Petilasane Indhu saikine yang berat , seperti:

– Borobudur Borobudur di Plato Dieng ( Syiwah ) , adala jasanya daerah  (  bokmenawa yasane Darah)  Raja Sanjaya .

– Borobudur di Kalasan pada musim VC 778 tahun (masehi), ini saringan Borobudur tua sendiri ( Buddhisme ) ,                                                                            Jasanya ( yasane) Daerah  Raja Syailendra Darah .

– Borobudur Buddha diketahui bahwa Candi Borobudur dan Endut .(Mendut) – Borobudur gambar ( Syiwah ) . Di sekitar sana Prambanan Borobudur campuran dari Buddhisme dan Syiwah .

 

 

Original info

 

02 Perangan Kang Kapisan

Bab 2 Karajan Indhu ing Jawa Tengah (abad kaping 6) Mirit saka:

1. Cathetane bangsa Cina.

2. Unining tulisan tulisan kang ana ing watu watu lan candhi.

3. Cathetane sawijining wong Arab, wis bisa kasumurupan sathithik sathithik mungguh kaananing wong Indhu ana ing Tanah Jawa Tengah dhek jaman samono.

Nalika wiwitane abad kang kanem ana wong Indhu anyar teka ing Tanah Jawa Kulon. Ana ing kono padha kena ing lelara, mulane banjur padha nglereg mangetan, menyang Tanah Jawa Tengah.

Wong Jawa wektu samono, isih kari banget kapinterane, yen ditandhing karo wong Indhu kang lagi neneka mau; mulane banjur dadi sor-sorane.

 

Wong Indhu banjur ngadegake karajan ing Jepara. Omah omah padunungane wong Jawa, ya wis memper karo omah omahe wong jaman saiki, apayon atep utawa eduk lan wis nganggo kepang.  Enggone dedagangan lelawanan karo wong Cina;

barang dedagangane kayata: emas, salaka, gading lan liya liyane. Cina cina ngarani nagara iku Kalinga, besuke, ya diarani: Jawa. Karajan mau saya suwe saya gedhe, malah nganti mbawahake karajan cilik cilik 28 (wolu likur).

 

 

732

 

Wong Cina uga nyebutake asmane sawijining ratu putri: Sima; dikandakake becik banget enggone nyekel pangrehing praja (tahun 674). Tulisaning watu kang ana cirine tahun 732, dadi kang tuwa dhewe, katemu ana sacedhake Magelang, nyebutake, manawa ana ratu kang jumeneng, jejuluk PrabuSannaha, karajane gedhe, kang klebu jajahane yaiku tanah tanah Kedhu, Ngayogyakarta, Surakarta lan bokmenawa Tanah Jawa Wetan uga klebu dadi wewengkone karajan iku. Mirit caritane, karajan kang kasebut iku tata tentrem banget kaya kang kasebut ing tulisan kang katemu ana ing patilasan:

Nadyan wong wong padha turu ana ing dalan dalan, ora sumelang, yen ana begal utawa bebaya liyane. Mirit kandhane sawijining wong Arab, dhek tengah tengahane abad kang kaping sanga, ratu ing Tanah Jawa wis mbawahake tanah Kedah ing Malaka (pamelikan timah).

Karajan ing dhuwur iki sakawit ora kawruhan jenenge, nanging banjur ana karangan kang katulis ing watu kang titi mangsane tahun 919, nyebutake karajan Jawa ing Mataram. Jembar jajahane, mungguha saiki tekan Kedhu,Ngayogyakarta, Surakarta; manglore tekan sagara; mangetane tekan tanahtanah ing Tanah Jawa Wetan sawatara. Kuthane karan : Mendhangkamulan.

 

Wong Arab ngandhakake, ana ratu Jawa mbedhah karajan Khamer (Indhu Buri). Sing kasebut iki ayake iya karajan Mataram mau. Kajaba Khamer, karajan Jawa iya wis mbawahake pulo pulo akeh. Pulo pulo iku mawa gunung geni. Karajan Jawa mau sugih emas lan bumbu craken. Wong Arab iya akeh kang lelawanan dedagangan. Sabakdane tahun 928 ora ana katrangan apa apa ing bab kaanane karajan Mataram. Kang kacarita banjur ing Tanah Jawa Wetan. Ayake bae karajan Mataram mau rusak dening panjebluge gunung Merapi (Merbabu), dene wonge kang akeh padha ngungsi mangetan. Ing abad 17 karajan Mataram banjur madeg maneh, gedhe lan panguwasane irib iriban karo karajan Mataram kuna. Agamane wong Indhu sing padha ngejawa rupa rupa. Ana ing tanah wutah getihe dhewe ing kunane wong Indhu ngedhep marang Brahma, Wisnu lan Syiwah, iya iku kang kaaranan Trimurti. Kejaba saka iku uga nembah marang dewa akeh liya liyane, kayata: Ganesya, putrane Bethari Durga. Manut piwulange agama Indhu pamerange manungsa dadi patang golongan, yaiku: – para Brahmana (bangsa pandhita). – para Satriya (bangsa luhur). – para Wesya (bangsa kriya). – para Syudra (bangsa wong cilik). Piwulange agama lan padatane wong Indhu kaemot ing layang kang misuwur, jenenge Wedha. Kira kira 500 tahun sadurunge wiwitane tahun Kristen, ing tanah Indhu ana sawijining darah luhur peparab Syakya Muni, Gautama utawa Budha. Mungguh piwulange geseh banget karo agamane wong Indhumau. Resi Budha ninggal marang kadonyan, asesirik lan mulang muruk marang wong. Kajaba ora nembah dewa dewa, piwulange: sarehne wong iku mungguhing kamanungsane padha bae, dadine ora kena diperang patang golongan. Para Brahmana Indhu mesthi bae ora seneng pikire, mulane kerep ana pasulayan gedhe. Ana ing tanah Indhu wong Budha mau banjur peperangan karo wong agama Indhu. Wusana bangsa Budha kalah lan banjur ngili menyang Ceylon sisih kidul, Indu Buri, Thibet, Cina, Jepang. Mungguh wong agama Indhu iku pangedêpe ora padha. Ana sing banget olehe memundhi marang Syiwah yaiku para Syiwaiet (ing Tanah Jawa Tengah); ana sing banget pangedêpe marang Wisynu, yaiku para Wisynuiet (ing Tanah Jawa Kulon). Kajaba saka iku uga akeh wong agama Budha, nanging ana ing Tanah Jawa agama agama iku bisa rukun, malah sok dicampur bae. Petilasane agama Indhu mau saikine akeh banget, kayata: – Candhi candhi ing plato Dieng (Syiwah), iku bokmenawa yasane ratu darah Sanjaya. – Candhi ing Kalasan ana titi mangsane tahun 778, ayake iki candhi tuwa dhewe (Budha), yasane ratu darah Syailendra. – Candhi Budha kang misuwur dhewe, yaiku Barabudhur lan endut. – Candhi Prambanan (Syiwah). Ing sacedhake Prambanan ana candhi campuran Budha lan Syiwah.

 

The first 03 segments about 3 Dalam Empires in East Java ( 10 first century – the year 1220 )

On the behalf kasebutake in East Java , kabawah Empires Indhu Empires Mataram kingdom , but Indhu Land in East Java Many no mortality , with dibandingkan in the Middle ( Kedhu ) . Because the needs Indhu assembled with the earth , prasasat sabangsa an extra single . Be the first century are the 10 pepatihing Empires Land Central accusedaccuseraccusingaccustomaccustomedaceacerbitiesacerbityacetateacetyleneacheacidityaciditiesacidicacidachromaticachingachievementachievedachieveachievable obtain due to Sindhok escaped West . Let ‘s welcome because , several years Sindhok king ( master craftsman spoon ) standing in the East , the Empires Hidup ( Paresidhenan Surabaya to the south ) . Ambawahake ( membawahi ) : Surabaya , Pasuruwan , Kediri , Bali bok that IA kabawah . ( 944 AD ) ( Superintendent ) Enggone king stood 944 years, and the IA jejuluk Empires Mataram kingdom . King of Mataram kingdom Empires filter so ( menghormati ) pangedêpe Buddhisme . Nobody ‘s because , Sindhok ( MPE spoon ) valuable good enggone ngereh Praja ( Superintendent of Government ) . Are there records suaramengatakan : ” For the last stand enggone , marcapada life Peace ; Bulu Funny how the half or residues or residues no kehe karuhan ” . ( 1010 AD ) In the year 1010 Erlangga stand still king , and melanjutkan Military enggone Mangun ( membangung power ) and down ( against ) jajahan head . ( 1037 AD )  In the year 1037 filter control ( enggone ) Military do , Reja country , I have peace . Court in the life – Life . He’s no Erlangga forgot kebenciannya ( kabecikaning ) from the Government and asketisme , helps when he’s kasrakat . Seperti remove the hate terhafap ( pamalesing kabecikane ) government , making the Park ( pasraman ) Indah , located in Bukit under – Underwriting feet . Park ( pasraman ) filter kinubeng patamanan may be more relevant dry ( matang ) , and I rerenggane Peni ( eliminating swimming ) and exotic .

 From Edin , foreign Praja valuable , every  day aselur filter sujarah sama .

Court the vertical straight . Village nrajang regulatory law of trademarks mnghukum or be fined ( or penalty kapatrapan didhendha ) . Perampok , thief , etc mortality kapatrapan law . He’s melaksanakan government ( enggone paprentahan ) Assisted the great man ( priyagung ) 4 , results of pametuning seat . From Government convert to ( enggone manggalih ) agriculture , filter pegawainya ( pagaweyaning ) My Goose , making the large dam in the river Brantas . King also memikirkan panggaotan and dedagangan . Tuban place when samono businessman , Get Many attempts are the closest memajukan trade and sailing ( majuning dedagangan and lelayaran ) . King sit down sinewaka throne ( palenggahan point Pesagi ) I’m about silk gown gown , and a list of diukel with cênela . If dwipangga context of birth or surface , 700 soldiers berparade . Images and constantly Go to meet the king and break the land ( Ndhodhok ngapurancang ) . They were the closest hair has Ngor sama , government has ( enggone bebedan ) border in milk water . Housing -House , including crisp , with yellow roof payon or FRUIT . People hurt no edits Request another pertolongan diva ( tetamba pitulunganing diva ) , or Buddha . People filter praon happier and tracked Mountains trip , or a horse from Goose Jolie . Dhek samono people have no dancing, Flute Ensemble , kendhang and with . IA reject Besuki sapengkere the king stood Gumanti Two children , too , so let’s Empires and diparo : Jenggala ( sabageyaning : Surabaya and Pasuruwan ) and Kediri . It’s keterbatasan are : loft walls sinebut ” merkuri ” , because the mountain height Bausastra , mangisor , get the Leksa river and ketertiban in branglore Brantas mangulon from the East Village , the closest is now named ” Also ,” said South , are about half waterside readiness . Gugur kejatuhan heel stone still ADA , seperti around the Leksa , sakulon and sakiduling Brantas River , dalam amount afd . Landscape and Blitar.Mungguhing Chronicles of Erlangga IA kaanggep an extra light darkness , for kasumurupan A little more relevant . Scientific literature filter height . A special case of an dalam filter is derived from an Now movies are the story , the most known and A ( speakers people – alias legend Folklore ) teturutaning .

 

 

 

 

 Mail languages called : Old , seperti :

1 . Mahabharata 2 . Ramayana and Arjuna Wiwaha . Empires Jenggala Berkelanjutan no large , due to destroyed Empires destroyed Small for children diwaris king , Praja Jenggala ( Jenggala new ) ; Tumapel or Singhasari and Urawan . ( Century to 13 )  Empires cases border near Kediri or time involved filter dalam aggregation and Kediri , filter Didirikan are the other has 13 centuries . Government , Kediri ( Daha , Panjalu ) by Flow ( membawahi Keresidenan ) mbawahake paresidhenan Kediri , several Pasuruwan ( Pasuruan ) and Madiyun ( Maduiun ) . City they were in the city Kediri Now . Empires be valuable for job postings . dalam literature and too high , Jayabaya day ( abad12 ) , filter already has more relevant from the closest half and large sinebut Now , What’s the ADA madhani ( 1104 AD ) a. In the year 1104 the palace called the community : Triguna or Managocna . Community are with that letter and Sumanasantakam Kresnayana . Raden Panji son or dilaporkan dalam story is , capture of Malacca ( bokmenawa ) Daha king , filter has jejuluk Kamesywara I. He’s Week 12, the first century . Friends wife of Ray ( Chandra Ray ) , son of the king Jenggala . Nobody named because the season is , people with an Dharmaja Smaradhana . Raden Panji half Now they always melaporkan theater Perwayangaan ( Dailymotion theaters ) and puppet theater ( theaters ) gedhog mask . community Jayabaya ( 1070 AD ) Nobody ‘s because , hati – hati and get the accusedaccuseraccusingaccustomaccustomedaceacerbitiesacerbityacetateacetyleneacheacidityaciditiesacidicacidachromaticachingachievementachievedachieveachievable due Panuluh . Nobody ‘s because dalam hati – hati 1079 ( = 1157 ) methik saperanganing Mahabharata , dianggit and how didhapur ( didapur ) Java , filter called Bharata Yudha . And in that time has been intelligent , Hindu ( The Indhu ) kesilep , Indhu already be Empires Empires .

 

 

The first 04 segments about 4 ( 1220 AD )

Ken Angrok menaklukan ( Nelukake ) Small Empires Empires ( 1220 – 1247 ) The year 1222 are the king or Tumapel Singhasari named Ken Angrok . A book from Ken Arok Pararaton book . Mail Diketmukan ( Ketemune ) is the Back dhek the year 1891 . Ken Angrok born in about Tumapel ( Singhasari ) agriculture is the standard I. Ken Angrok melaporkan changes Herry and holding – menarik they were loved , but very much likes pangaji Father and wanimarang penggawa error. In day – day from the Brahmin found her ( dhewekne ) , He said that he Drops Vishnu ( dhewekne ) . But, because the know that they were Brahmins Ken Angrok are great and have strict Budin . Brahmins and find the heel so Get ( bisane ) Ken Angrok   The in – Terhambat ( kacedhak Duke ) there , Tunggul Ametung . ADA is no time between Ken Angrok kaabdekake happen . As begitu , Ken Angrok and always find ways how the Government ( enggone ) Get the mengantikan ( ngendhih Duke ) , nggenteni stand . Ketemuning development and is due to get the Ken Angrok Mendandani or menciptakan ( ndandakake ) Nobody ever Keris , Gandring ( master craftsman Gandring ) is . Keris settings , obvious good looks , friends named Ken Angrok Keboijo kepencut wants to use , and nembung peminjam : no ADA . From that , Keris used setiap day and displayed displayed ( pamerake ) , dikehndakan ( dikandhakake ) they were . As several day Angrok see Ken ( The Keris ) and Nick Keris alone are the friends from disilih used menyandera county ( nyidra Duke ) . Mortality occurs , Keris left side layon . Urusaning material : Ken Angrok friends is that you’re responsible , law diputus half off. Ken Angrok and daughter can get randaning Tunggul Ametung and Didirikan Gumanti Duke : Name of Ken Dhedhes . Held for Ken procedure Angrok country , Reja , very Small Ador . Build settings ( mbedhah_ Small Empires in Jenggala , Ken Angrok and emoh Kediri , ( 1222 AD ) Even in the year 1222 Government of birth ( mbedhah Praja ) Kediri happen , win , King of Kediri Kertajaya of death has been Sabal nggantung the filter sama . Kediri and produce the ( factory Duke ) kabawah Singhasari . compilation Nobody ‘s because the king Sindhok Blood has lost all Ken Arok , Ken Angrok King and stood large , jejuluk have Rejasa , filter is menurunkan ( nurunake ) filter king of Majapahit Ken Dedes ( Rêtna Dhedhes ) reported the  mortality of the Duke Tunggul Ametung ambobot . As cold season , children Rêtna open , Raden give peparab Anusapati . From East to adults I know no What’s that really is not a son of Rejasa , but ccused accuser ccusing accu stomaccu tomedace acerbitie sacerbity acetate acetylene ache acidity acidities acidicacid  achromatic aching achieve mentachieved achieve achievable is not a king in favor , with very different Rayi brother .  on the Birth day Anusapati mother said ,

 ” Mother , what is it , and Kangjeng the  father  no  to  I Come happier ? ”

The Rêtna very problematic Galih mengatur sasambate hear her , and menempatkan keprojol said , his story diceritakan ( dicritani lelakone ) till the End .

Anusapati very  pangungune , About to settings laws bermaksud answers , but still sinamun sama though . Services Keris ( yasane ) Nobody Told due to Gandring , pawatane edits menginginkan filter anganggo . Tongue Lamba in Galih , Keris diberikan .

Anusapati had a problem server – servicing and friends – friends , and they were giving Keris diweruhake in wewadine . Bengine IA death in kaprajaya duratmaka . Layone He’s the temple ( Kagenengan near Malang dicandhi in Kagenengan ) . Anusapatinggenteni still king . Anusapati is no standing , because Raden Tohjaya

Anusapati know What’s the Raman murdered , so for ( sumedya ) reply and law also occur . Tohjaya still king , but he’s no more . Tohjaya messengers menterinya ( mantrine ) named Sheet Ampal , Online Male ( didhawuhi ) menghancurkan kalilipe Two are : Ranggawuni , Anusapati children , and the closest precedent ( nakdulure ) named Narasingamurti , when no Get going , Sheet Ampal alone will be subject to the same laws mortality . Fall – fall ‘m a Brahmin filter full dozen pity kepada Two Raden , and wewarah diperlukan . Knight and menyembunyikannya in Panji – Death is Death . Ampal cattle for Two Raden found no , no and can go home to home , mengungsi filter Panji Death – Death . ADA when back ngiloni Two Raden even membahas no employee accordance with talks Tohjaya for merumuskan , Finally happened , found half dead . Ranggawuni King of Syria ( dubbed filter ) ajejuluk stand Wisynuwardhana nakdhereke Narasinga . Mortality priyagung keduanya much peace , till the dibasakake ” Seperti Wisynu and self Endra God” . Court PULIH large walk seperti dhek day Erlangga , even Jajahanya got serta ( jajahane wuwuh ) Madura Subscribe .  

 

1268 AD

The king was  death in the year 1268 ,  ass the covin  ( Layonya or quotes ) layone burnt  custom – pakaian , awune a Weleri the temple , statues bring Syiwah , half- dipethak ADA tour Borobudur ( rev aspects in other people ) with Buddha statues . Mince in Buddhism mixed  with Syiwah

 

 

Pertama 03 segmen sekitar 3 Dalam kerajaan di Jawa Timur ( 10 abad pertama – tahun 1220 )

Di atas kasebutake di Jawa Timur , kabawah kerajaan Indhu kerajaan Mataram , tapi Indhu Tanah di Jawa Timur Tidak banyak kematian , dibandingkan dengan Tanah di Tengah ( Kedhu ) . Karena kebutuhan Indhu berkumpul dengan bumi , prasasat sebuah sabangsa tunggal. Pada abad pertama adalah 10 pepatihing kerajaan Land CENTRAL merasa Oleh karena Sindhok lolos barat . Mari Oleh karena itu , beberapa tahun Sindhok raja (mpu Sendok)  berdiri di Timur , di kerajaan Hidup ( Paresidhenan Surabaya ke selatan ) .Ambawahake (membawahi) : Surabaya , Pasuruwan , Kediri , Bali bok bahwa ia kabawah .

 

(944 masehi)

(Penguasa)Enggone raja berdiri 944 tahun , dan ia jejuluk raja kerajaan Mataram . Raja kerajaan Mataram yang sangat (menghormati) pangedêpe Buddhisme . Oleh karena itu , Sindhok (Mpe sendok) terkenal pintar enggone ngereh Praja(Penguasa Pemerintah Negara ) . Ada rekaman suaramengatakan :

 

” Untuk raja terakhir berdiri enggone , marcapada muncul damai; bulu Lucu bagaimana bumi sampai residu residu tidak kehe karuhan ” .

(1010 masehi )

 

Pada tahun 1010 Erlangga berdiri masih raja , dan melanjutkan Militer enggone mangun (membangung kekuasaan) dan sakit (menentang)  kepala jajahan .

 

(1037 masehi)

 

 Pada tahun 1037 yang  penguasaan (enggone) Militer dilakukan , Reja negara , saya memiliki kedamaian . Istana di Kehidupan –Life. Dia tidak Erlangga lupa kebenciannya ( kabecikaning )dari Pemerintah dan asketisme , membantu ketika dia kasrakat .

Seperti  Menghilangkan rasa benci terhafap (pamalesing kabecikane) Pemerintah , raja membuat Taman (pasraman) indah, terletak di bukit  dibawah-underwriting kaki . Taman (pasraman) yang kinubeng di patamanan oleh lebih garing (matang) , dan saya rerenggane Peni (menghilangkan pening) dan eksotis .

Dari Edin , asing Praja terkenal , setiap hari aselur yang sujarah sama .

 

Pengadilan raja tegak lurus . Desa nrajang peraturan hukum tanah Mereka  mnghukum atau didenda (penalti kapatrapan atau didhendha) . Perampok , pencuri , dll kematian hukum kapatrapan . Dia  melaksanakan pemerintahan (enggone paprentahan) Dibantu di  Pria agung (priyagung) 4 , hasil tanah pametuning kursi . Dari  Pemerintahan beralih ke (enggone manggalih) pertanian , yang pegawainya (pagaweyaning) saya banyak , raja membuat bendungan besar di sungai Brantas . Raja juga memikirkan panggaotan dan dedagangan .

 

Tuban ketika tempat  samono pedagang , dapatkan upaya terlalu banyak raja yang memajukan  perdagangan dan pelayaran (majuning dedagangan dan lelayaran ).

Raja duduk sinewaka tahta ( palenggahan titik Pesagi ) Aku mengenakan gaun gaun sutra , dan dr daftar diukel dengan cênela . Jika wahana lahir dwipangga atau permukaan , 700 tentara berparade . Gambar dan saya Memenuhi pergi ke raja dan jatuh di tanah ( Ndhodhok ngapurancang ) .

 

Mereka memiliki Ngor rambut yang sama , pemerintahan  memiliki (enggone bebedan )batas pada  air susu  .  Perumahan –House, termasuk renyah , dengan atap payon kuning atau merah .

 

Orang sakit tidak hanya minta  pertolongan Dewa  (tetamba pitulunganing diva ) , atau Buddha . Orang-orang yang bahagia praon dan pegunungan dilacak perjalanan , banyak dari kuda atau Jolie . Dhek samono orang tidak memiliki tarian , seruling ensemble , kendhang dan dengan .

 

Ia menolak Besuki di sapengkere raja berdiri Gumanti dua anak ,                                                  juga, jadi kerajaan dan diparo :

 

Jenggala ( sabageyaning : Surabaya dan Pasuruwan ) dan Kediri . Ini adalah keterbatasan : kandang dinding sinebut ” merkuri ” , karena gunung tinggi Kawi , mangisor , oleh Leksa sungai dan ketertiban di branglore Brantas dari mangulon timur di desa , yang kini bernama ” Juga , ” kata selatan , adalah tentang kesiapan sampai waterside .

Gugur kejatuhan dinding jalan masih ada , seperti di sekitar Leksa , sakulon dan sakiduling Sungai Brantas , dalam jumlah afd . Lansekap dan Blitar.Mungguhing Chronicles of Erlangga ia kaanggep sebuah cahaya kegelapan , untuk sedikit lebih kasumurupan cerita.

Pengetahuan sastra yang tinggi . Sebuah surat dalam surat yang berasal dari sekarang adalah kisah wayang yang paling dikenal dan cerita  (penuturan rakyat alias legenda folklore-)teturutaning . Surat bahasa disebut : Kuno , seperti:

1 . Mahabharata 2 . Ramayana dan Arjuna Wiwaha .

 

 

 

Kerajaan Jenggala Berkelanjutan tidak besar , karena hancur kerajaan hancur kecil  untuk anak-anak raja diwaris , Praja Jenggala ( Jenggala baru) ; Tumapel atau Singhasari dan Urawan .

 

 

(Abad ke 13)

 

 Kerajaan kasus dekat batas Kediri atau waktu yang terlibat dalam pengumpulan dan Kediri , yang lain adalah Didirikan memiliki abad 13 . Pemerintah , Kediri ( Daha , Panjalu) berdasarkan arus (membawahi Keresidenan) mbawahake paresidhenan Kediri , beberapa Pasuruwan(pasuruan) dan Madiyun (Maduiun). Kota mereka di kota Kediri sekarang .

 

Kerajaan pekerjaan untuk menjadi terkenal . dalam sastra dan terlalu tinggi , hari Jayabaya ( abad12 ) , yang sudah lebih dari yang sudah dan sampai sekarang sinebut besar , Apakah ada madhani

 

(1104 masehi)

 

a. Pada tahun 1104 istana bernama masyarakat : Triguna atau Managocna . Masyarakat adalah bahwa dengan surat dan Sumanasantakam Kresnayana . Raden Panji putra atau dilaporkan dalam kisah itu , malak menawan (bokmenawa) raja Daha , yang memiliki jejuluk Kamesywara I. Dia Minggu pertama abad 12 .

 

Teman istri Raja Ray ( Chandra Ray ) , putra raja Jenggala . Musim bernama Oleh karena itu , masyarakat Dharmaja dengan surat Smaradhana . Raden Panji sampai sekarang selalu melaporkan pada  teater Perwayangaan (Dailymotion bioskop ) dan  Teater Pewayangan (bioskop ) topeng gedhog . masyarakat Jayabaya

 

(1070 masehi)

Oleh karena itu , hati-hati dan merasa Oleh karena Panuluh . Oleh karena itu hati-hati dalam 1079 ( =1157 ) methik saperanganing Mahabharata , dianggit dan bagaimana didhapur (didapur)Jawa , yang disebut Bharata Yudha . Dan pada waktu itu telah cerdas , Hindu  (The Indhu) kesilep , Indhu kerajaan telah menjadi kerajaan .

Pertama 04 segmen sekitar 4

(1220 masehi)

Ken Angrok  menaklukan (Nelukake ) Kerajaan Kerajaan Kecil (1220 – 1247) Tahun 1222 adalah raja Tumapel atau Singhasari bernama Ken Angrok .

Cerita ken Arok dari kitab Pararaton . Surat  Diketmukan (Ketemune)  berada di Kembali dhek tahun 1891. Ken Angrok lahir di sekitar Tumapel ( Singhasari ) asal pertanian standar I.

 

 

 

Ken Angrok melaporkan perubahan Herry dan nenarik mencintai mereka , tapi sangat pangaji sangat menyukai Bapa dan wanimarang penggawa kesalahan . Pada hari-hari dari para Brahmana ditemukan dirinya (dhewekne) ,  Dia mengatakan bahwa  dirinya tetesan Wisnu( dhewekne) .

 

Tapi, karena mereka tahu bahwa Brahmana Ken Angrok adalah hebat ingin dan ketat Budin . Brahmana dan menemukan jalan agar dapatnya ( bisane)  Ken Angrok   Terhambat Pangeran di- (kacedhak Duke) sana, Tunggul Ametung .

 

Tidak ada lagi waktu antara Ken Angrok  kaabdekake terjadi. Ketika begitu , Ken Angrok dan selalu menemukan cara bagaimana Pemerintah ( enggone ) dapat mengantikan Pangeran ( ngendhih Duke ),    nggenteni berdiri . Ketemuning pengembangan dan  oleh karena itu Ken Angrok  Mendandani atau menciptakan  (ndandakake) Keris baik Oleh ,Gandring (mpu Gandring) tersebut .

 

Setelah Keris , terlihat baik jelas, teman bernama Ken Angrok Keboijo kepencut ingin menggunakan , dan nembung peminjam : Tidak ada . Dari itu , Keris digunakan setiap hari dan ditampilkan  dipamerkan (pamerake) ,  dikehndakan (dikandhakake) mereka .

 

Ketika beberapa hari Ken Angrok  melihat (keris tersebut) dan mencuri Keris sendiri adalah teman dari disilih digunakan  menyandera pangeran  (nyidra Duke) . Kematian terjadi , Keris kiri samping layon . Urusaning materi : Ken Angrok teman Anda bertanggung jawab , diputus hukum sampai mati . Ken Angrok dan bisa mendapatkan putri randaning Tunggul Ametung dan Didirikan Gumanti Duke : Nama Ken Dhedhes .

Diadakan untuk Ken Angrok prosedur negara , Reja , sangat kecil Adore . Setelah membangun (mbedhah_  kerajaan kecil  di Jenggala , Ken Angrok dan emoh Kediri ,

 

(1222 masehi )

 

Bahkan pada tahun 1222 melahirkan  Pemerintahan Negara ( mbedhah Praja) Kediri terjadi , menang , Raja Kediri Kertajaya telah meninggal Sabal nggantung arah yang sama .

 

Kediri dan  Melahirkan Pangeran (pabrik Duke ) kabawah Singhasari . ketika Oleh karena itu , raja Sindhok Darah telah kehilangan semua Arok Ken , Ken Angrok Raja dan berdiri besar , jejuluk memiliki Rejasa , yang merupakan  menurunkan (nurunake) yang raja Majapahit .

 

 

 

Ken Dedes  ( Retna Dhedhes )                                                                                                 melaporkan kematian  Raja Pangeran Duke Tunggul Ametung ambobot .

 

Ketika musim dingin , anak Retna terbuka , Raden memberi peparab Anusapati . Dari Timur ke dewasa Aku tidak tahu apakah itu benar bukanlah putra Raja Rejasa , tapi Merasa bukan raja berkenan di , dengan Rayi sangat berbeda adiknya . dalam Lahir hari Anusapati ibu berkata ,

 ” Ibu, apakah  Kangjeng Sang ayahanda  tidak  bahagia untuk datang kepada saya ? ”

 

The Retna (Ken Dedes) sangat bermasalah Galih mendengar mengatur sasambate anaknya , dan menempatkan keprojol mengatakan , putranya diceritakan kisahnya (dicritani lelakone ) sampai akhir.

Anusapati sangat pangungune , segera setelah hukum bermaksud jawaban , tapi masih sinamun sama sekali. Jasanya Keris ( yasane)  Oleh karena Gandring diminta , pawatane hanya menginginkan yang anganggo . Ibu Lamba di Galih , Keris diberikan . Anusapati memanggil pelayan-pelayannya dan teman-teman , dan mereka memberi Keris diweruhake di wewadine . Bengine ia meninggal pada kaprajaya duratmaka . Layone Dia  di candi (Kagenengan dekat  Malang dicandhi di Kagenengan )  . Anusapatinggenteni masih raja . Anusapati tidak lagi berdiri , karena Raden Tohjaya

Anusapati tahu apakah Raman dibunuh , sehingga  untuk (sumedya) balasan dan hukum juga terjadi . Tohjaya masih raja , tapi dia tidak lagi . Tohjaya utusan  menterinya (mantrine ) bernama Lembar Ampal ,  didakwa (didhawuhi) menghancurkan kalilipe dua adalah : Ranggawuni , anak Anusapati , dan  yang dulunya (nakdulure )bernama Narasingamurti , ketika tidak dapat terjadi , Lembar Ampal sendiri akan tunduk pada kematian hukum .

Tiba-tiba seorang Brahmana yang penuh belas kasihan kepada dua Raden , dan wewarah diperlukan . Knight dan menyembunyikannya di Panji terletak PatiPati .

 

Sapi Ampal untuk dua Raden tidak ditemukan , dan tidak bisa pulang ke rumah , mengungsi yang Panji PatiPati . Bila ada cadangan ngiloni Raden dua bahkan membahas petugas tidak sesuai dengan pembicaraan Tohjaya untuk merumuskan ,

Akhirnya terjadi, menemukan sampai mati. Ranggawuni Raja Suriah ( yang dijuluki ) ajejuluk berdiri Wisynuwardhana nakdhereke Narasinga .

 

Kematian priyagung keduanya sangat damai , sampai dibasakake “Seperti Wisynu dan diri Endra Allah” . Istana naik  PULIH besar seperti dhek hari Erlangga , bahkan  Jajahanya ikut serta ( jajahane wuwuh) Madura .

 

1268 masehi

 

Raja meninggal pada tahun 1268, sebagai  (Layonya  atau petinya )layone membakar kustom-pakaian  , awune Setengah di candi Weleri , membawa patung Syiwah , setengah dipethak ada pemimpin Borobudur ( Put hal pada orang lain ) dengan patung Buddha . Mince di agama Budha bercampur dengan Syiwah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Original info 03 Perangan Kang Kapisan Bab 3 Karajan Ing Tanah Jawa Wetan (wiwitane abad 10 – tahun 1220)

Ing dhuwur wus kasebutake yen Tanah Jawa Wetan, kabawah karajan Indhu ing Mataram; nanging wong Indhu kang manggon ana ing Tanah Jawa Wetan ora pati akeh, yen katimbang karo kang manggon ing Tanah Jawa Tengah (Kedhu). Marga saka iku wong Indhu kudu kumpul karo wong bumi, prasasat tunggal dadi sabangsa. Ing wiwitane abad 10 ana pepatihing karajan Tanah Jawa Tengah aran Empu Sindhok lolos mangetan. Let sawatara tahun empu Sindhok mau jumeneng ratu ing Tanah Jawa Wetan, karajane ing Kauripan (Paresidhenan Surabaya sisih kidul). Ambawahake: Surabaya, Pasuruwan, Kedhiri, Bali bok manawa iya kabawah. Enggone jumeneng ratu tekan tahun 944 lan iya jejuluk Nata ing Mataram. Nata ing Mataram mau banget pangedêpe marang agama Budha. Empu Sindhok misuwur wasis enggone ngereh praja. Ana cathetan kang muni mangkene: “Awit saka suwening enggone jumeneng ratu, marcapada katon tentrem; wulu wetuning bumi nganti turah turah ora karuhan kehe.” Ing tahun 1010 Erlangga tetep jumeneng ratu, banjur nerusake enggonemangun paprangan lan ngelar jajahan. Ing tahun 1037 enggone paprangan wis rampung, negara reja, para kawula padha tentrem. Dene karatone iya ana ing Kauripan. Sang Prabu Erlangga ora kesupen marang kabecikaning para pandhita lan para tapa, kang gedhe pitulungane nalika panjenengane lagi kasrakat. Minangka pamalesing kabecikane para pandhita, Sang Nata yasa pasraman apik banget, dumunung ing sikile gunung Penanggungan. Pasraman mau kinubeng ing patamanan kang luwih dening asri, lan rerenggane sarwa peni sarta endah. Saka edine, nganti misuwur ing manca praja, saben dina aselur wong kang padha sujarah mrono. Pangadilane Sang Nata jejeg. Wong desa kang nrajang angger angger nagara padha kapatrapan paukuman utawa didhendha. Kecu, maling, sapanunggalane kapatrapan ukum pati. Sang Prabu enggone nindakake paprentahan dibantu ing priyagung 4, padha oleh asil saka pametuning lemah lenggahe. Saka enggone manggalih marang tetanen yaiku pagaweyaning kawula kang akeh, Sang Nata yasa bendungan gedhe ana ing kali Brantas. Sang Nata uga menggalih banget marang panggaotan lan dedagangan. Kutha Tuban nalika samono panggonan sudagar, oleh biyantu akeh banget saka Sang Prabu murih majuning dedagangan lan lelayaran. Sang Nata yen sinewaka lenggah dhampar (palenggahan cendhek pesagi), ngagem agem ageman sarwa sutra, remane diukel lan ngagem cênela. Yen miyos nitih dwipangga utawa rata, diarak prajurit 700. Punggawa lan kawula kang kapethuk tindake Sang Nata banjur padha sumungkem ing lemah (ndhodhok ngapurancang?). Para kawula padha ngore rambut, enggone bebedan tekan ing wates dhadha. Omahe kalebu asri, nganggo payon gendheng kuning utawa abang. Wong lara padha ora tetamba mung nyuwun pitulunganing para dewa bae, utawa marang Budha. Wong wong padha seneng praon lan lelungan turut gunung, akeh kang nunggang tandhu utawa joli. Dhek samono wong wong iya wis padha bisa njoget, gamelane suling, kendhang lan gambang. Karsane Sang Prabu besuk ing sapengkere kang gumanti jumeneng Nata putrane loro pisan, mulane kratone banjur diparo: Jenggala (sabageyaning: Surabaya sarta Pasuruwan) lan Kedhiri. Dene kang minangka watese: pager tembok kang sinebut “Pinggir Raksa”, wiwit saka puncaking Gunung Kawi, mangisor, nurut kali Leksa banjur urut ing branglore kali Brantas saka wetan mangulon tekan ing desa kang saiki aran “Juga”, nuli munggah mangidul, teruse kira kira nganti tumeka ing pasisir. Gugur gugurane tembok iku saiki isih ana tilase, kayata ing sacedhaking kali Leksa, sakulon lan sakiduling kali Brantas, ing watesing afd. Malang lan Blitar.Mungguhing babad Jawa jumenenge Prabu Erlangga kaanggep minangka pepadhang sajroning pepeteng, awit rada akeh caritane kang kasumurupan. Kawruh kasusastran wis dhuwur. Layang layange ing jaman iku tekane ing jaman saiki isih misuwur becik lan dadi teturutaning crita crita wayang. Layang layang mau basane diarani: Jawa Kuna, kayata: 1. Layang Mahabarata 2. Layang Ramayana lan Arjuna Wiwaha. Karajan Jenggala ora lestari gedhe, awit pecah pecah dadi karajan cilik cilik, marga saka diwaris marang putraning Nata; yaiku praja Jenggala (Jenggala anyar); Tumapel utawa Singasari lan Urawan. Karajan cilik cilik kang cedhak wates Kedhiri or suwe banjur ngumpul melu Kedhiri, liyane isih terus madeg dhewe nganti tekan abad 13. Kerajan Kedhiri (Daha, Panjalu) mungguha saiki mbawahake paresidhenan Kedhiri, saperangane Pasuruwan lan Madiyun. Kuthane ana ing kutha Kedhiri saiki. Karajan mau bisa dadi kuncara. Ing wektu iku kasusastran Jawa dhuwur banget, nalika jamane Jayabaya (abad 12) ngluwihi kang uwis uwis lan tumekane jaman saiki isih sinebut luhur, durung ana kang madhani. Ing tahun 1104 ing kedhaton ana pujangga jenenge: Triguna utawa Managocna. Pujangga iku sing nganggit layang Sumanasantaka lan Kresnayana. Raden putra utawa Panji kang kacarita ing dongeng kae, bokmenawa iya ratu ing Daha, kang jejuluk Prabu Kamesywara I. Jumeneng ana wiwitane abad kang kaping 12. Garwane kekasih ratu Kirana (Candra Kirana) putrane ratu Jenggala. Ing mangsa iki ana pujangga jenenge Empu Dharmaja nganggit layang Smaradhana. Raden Panji nganti saiki tansah kacarita ana lakone wayang gedhog lan wayang topeng. Pujanggane Jayabaya aran Empu Sedah lan Empu Panuluh. Empu Sedah ing tahun Saka 1079 (= 1157) methik saperanganing layang Mahabarata, dianggit lan didhapur cara Jawa, dijenengake layang Bharata Yudha. Wong Jawa ing wektu iku wis pinter, wong Indhu kesilep, karajan Indhu wis dadi karajan Jawa. 04 Perangan Kang Kapisan Bab 4 Ken Angrok Nelukake Karajan Karajan Cilik (1220 – 1247) Ing tahun 1222 ana ratu ing Tumapel utawa Singasari, jenenge Ken Angrok. Critane Ken Angrok iki saka layang Pararaton. Ketemune layang iki ana ing Bali dhek tahun 1891. Ken Angrok lair ana ing sacedhake Tumapel (Singasari), asal wong tani lumrah bae. Ken Angrok kacarita bagus rupane lan bisa nenarik katresnaning wong, nanging banget kareme marang pangaji aji lan wanimarang penggawe luput. Ing sawijining dina ana Brahmana ketemu karo dhewekne, kandha yen dhewekne titising Wisnu. Anggone kandha mangkono iku, awit Brahmana mau ngerti yen Ken Angrok iku wong kang gedhe karepe lan kenceng budine. Brahmana banjur golek dalan bisane Ken Angrok kacedhak karo adipati ing kono, Sang Tunggul Ametung. Ora antara suwe kelakon Ken Angrok kaabdekake. Bareng wis mangkono, Ken Angrok banjur tansah golek dalan kapriye enggone bisa ngendhih Sang Adipati, nggenteni jumeneng. Ketemuning nalar Ken Angrok banjur ndandakake keris becik marang Empu Gandring. Sawise keris dadi, katon becik temenan, nganti mitrane Ken Angrok aran Keboijo kepencut kepengin nganggo, banjur nembung nyilih: oleh. Saka senenge, keris mau saben dina dianggo sarta dipamer pamerake, dikandhakake duweke dhewe. Bareng wis sawatara dina Ken Angrok banjur nyolong kerise dhewe kang lagi disilih ing mitrane mau dianggo nyidra Sang Adipati. Kelakon seda, keris ditinggal ing sandhinge layon. Urusaning prakara: mitrane Ken Angrok sing kena ing dakwa, diputus ukum pati. Ken Angrok banjur bisa oleh Sang putri randaning Tunggul Ametung lan gumanti madeg adipati: Sang Putri asmane Ken Dhedhes. Sasuwene dicekel Ken Angrok negarane tata, reja, wong cilik banget sungkeme. Sawise mbedhah karajan cilik cilik ing Jenggala, Ken Angrok banjur emoh kebawah Kedhiri, malah ing tahun 1222 mbedhah praja Kedhiri nganti kelakon menang, Ratu ing Kedhiri Prabu Kertajaya seda nggantung sabalane kang padha tuhu. Kedhiri banjur ditanduri adipati kabawah Singasari. Bareng para ratu darah Empu Sindhok wis kalah kabeh karo Ken Angrok, Ken Angrok banjur jumeneng Ratu gedhe, jejuluk Prabu Rejasa, yaiku kang nurunake para ratu ing Majapait. Kacarita Sang Retna Dhedhes nalika sedane adipati Tunggul Ametung wis ambobot. Bareng wis tekan mangsane, Sang Retna mbabar putra kakung, diparingi peparab Raden Anusapati. Wiwit timur nganti diwasa Sang Pangeran ora ngerti yen satemene dudu putrane Prabu Rejasa, nanging rumangsa yen ora ditresnani ing Sang Prabu, beda banget karo rayi rayine. Ing sawijining dina Anusapati kelair marang ibune mangkene: “Ibu, punapa, dene Kangjeng rama punika teka boten remen dhateng kula?” Sang Retna banget trenyuhing galih mireng atur sasambate kang putra, wasana banjur keprojol pangandikane; kang putra dicritani lelakone wiwitan tekan wekasan. Anusapati banget ing pangungune, sanalika banjur duwe sedya males ukum, nanging isih sinamun ing semu. Keris yasane Empu Gandring disuwun, pawatane mung kepingin banget anganggo. Kang ibu lamba ing galih, keris diparingake. Anusapati banjur nimbali abdine kekasih, diparingi keris mau lan diweruhake ing wewadine. Bengine Sang Prabu seda kaprajaya ing duratmaka. Layone Sang Prabu dicandhi ana ing Kagenengan (cedhak Malang). Anusapatinggenteni jumeneng Nata. Anusapati jumeneng ora suwe, awit Raden Tohjaya ngerti yen Anusapati kang nyedani ramane, mulane sumedya males ukum lan iya kelakon. Tohjaya jumeneng Nata, nanging iya ora suwe. Tohjaya utusan mantrine aran Lembu Ampal, didhawuhi nyirnakake kalilipe loro, yaiku: Ranggawuni, putrane Anusapati, lan nakdulure kang aran Narasingamurti; yen ora bisa kelakon, Lembu Ampal dhewe bakal kena ukum pati. Dumadakan ana sawijining Brahmana kang welas marang raden loro, banjur wewarah saperlune. Satriya loro banjur ndhelik ana ing panggonane Panji Patipati. Lembu Ampal nggoleki raden loro ora ketemu, banjur ora wani mulih, ngungsi marang Panji Patipati. Bareng ana ing kono mbalik ngiloni raden loro, malah ngrembugi para punggawa kang ora cocog karo Tohjaya diajak ngraman, wasana kelakon, Sang Prabu nganti nemahi seda. Ranggawuni jumeneng Nata ajejuluk Syri Wisynuwardhana nganti nakdhereke Narasinga. Nganti tekan ing seda priyagung loro mau rukun banget, nganti dibasakake: “Kaya Wisynu lan kang raka Bathara Endra”. Karatone mundhak gedhe pulih kaya dhek jamane Prabu Erlangga, malah jajahane wuwuh Madura. Sang Nata seda ing tahun 1268, layone diobong kaya adat, awune sing separo dicandhi ana ing Weleri, ditumpangi reca Syiwah, sing separo dipethak ana candhi Jago (Tumpang) nganggo reca Budha. Dadi tetela ing wektu iku agama Syiwah karo Budha campur.

 

The first 05 segments

about 5 Kartanagara standing in Tumapel (1268 – 1292) King Singhasari V , IA mekasi . Sasedane Syria Compute Wisynuwardhana mortality stood a king, a king ( bergelar ) ajejuluk Kartanagara . He’s manggalih ( mendalami ) knowledge about literature and manggalih ( mendalami ) cross jajahan , but less ngatos ( reach ) rough , and I want to drink half wuru . Are there ( Superintendent of Government ) nayakaning named Praja Front Goose Widhi Someone named a person named Arya Wiraraja , snack filter news and Jayakatwang , Duke Daha . Knight Ador no king , and even has Jayakatwang sekuthon , filter mbalela ( memberontak ) . Fall – fall guard said material , but He’s no thinking , even Wiraraja raptured in Madura Subscribe to Duke ( Prince ) . Pepatihe ( governor ) king named Raganatha melindungi the ground , sometimes able mengelola penget in the down right , but He’s no happier in Galih , no mempertimbangkan rumeksaning to filter soft ground , Even Governor and the other filter Get ngladeni reject . Governor Wredha ditunda , the winisuda : Pradata government employees , with no bercampur prakarapangreh Praja . Seperti Governor of New ngalem edits and the Minister of the Wave . 1289 AD Are there large messengers of the king of China ( Chubilai ) or Kublaikan that IA has been Kartanagara nyalirani alone or representative Suwa ( vice- delegate ) of China may caos bekti – made big codet Tattoo diwajahnya ( year 1289 ) . He’s very angry . China delegation forehead digambari filter news imagery , katakanlah angry DUKANE King . when the power of the king in China until they were menyebabkan DUKANE King binathara in Chinese ,  1292 AD tahun1292 ADA army in China menginginkan mengeksekusi dalam kuwanene Java . Wiraraja in Madura Subscribe for what you hear but take the filter that you’re Singhasari , and IA If they see that the soldiers time Singhasari ( shipped ) dilurugake to Sumatra . Wiraraja ( Mengajak ) ngajani Jayakatwang Akon nangguh ( Menghancurkan or menyembelih ) mbedhah Singhasari , Countries are the soldiers have temporarily kesisan ( odd ) . Jayakatwang sports , and Singhasari bedhah occur ( penhancuran ) . king and katungkep ( dihadapi 0leh ) dikatakan and fight him governor Wave I ( wuru ), so let’s get no ( menghalangi occurrence ) rekasa pinurih mortality . Raden Wijaya , Narasinga this time , IA ( run ourselves from buying ) umangsah ngetog kaprawiran mbelani country and king , but ( be victims ) kaslepek karoban from Daha , and so on ngoncati Force ( mennemani ) , edits the 12 – lead troops , modification modification nggendhong ( mengendong ) wife Raden Wijaya , son of Kartanagara . step Raden Wijaya sasentanane nusup angayam ( menyusu Depth ) hutan . The number of these are included 12 ( The War ) Knight Two , Wiraraja son , God have self – ( or Mr Raden wiajaya Madura Subscribe to mengunsi alone ) ngungsi Madura Subscribe Subscribe . May be due to the no reject , but semakin outside . Be accepted in Madura Subscribe with good . Discussed Wiraraja , Raden Wijaya told The server Daha . Wiraraja for nglantarake ( mengantarkan ) . If your server has occurred Raden Wijaya nyetitekake ( bercerita that ) diberitahu officer in Daha , ( strong ) Bold or filter jirih , head hypocritical . If that you’re have more relevant Goose takes between diberitahu I mendarat tricks land , and ( in writing government ) dibabada dienggonana . Raden Wijaya in pitudhuh , and also occurs in the server Daha . Dilaporkan ( keluaraga husband – wife couples pairs come too ) pasuwitane kanggep too , because the door to go reject , weapons and smooth door ;  People Daha no filter can filter ADA mengalahkan . Teaching all done Wiraraja , for dhangan I Come , even in the time of the tricks dibabad , Raden Wijaya I stay where I am in dililani . Melaporkan Chronicles land tricks and who methik ( memetik ) and Maja pe fruit , but Rasane ( the taste ) bitter . Due to ( ‘s name ) and ingkono village called great . Raden Wijaya together are great , feels time procedure procedure Replies law , Empires Daha damages , but Wiraraja Akon wait , we are still waiting for the soldiers from the State for menghukum Chinese people Singhasari . have Wiraraja Chinese ngrewangi I want to , want to back Besuki vs China. Wiraraja and Boyong sakulawargane and saprajurite to great gathered together with Raden Wijaya.06 war first

 

 

 

 

 

Pertama 05 segmen

sekitar 5 Kartanagara berdiri di Tumapel (1268 – 1292) Raja Singhasari V , ia mekasi . Sasedane Suriah Wisynuwardhana kematian hitung berdiri raja , raja ( bergelar )ajejuluk Kartanagara .

 

Dia manggalih (mendalami ) pengetahuan tentang sastra dan manggalih (mendalami) Salib jajahan , tapi kurang ngatos (mencapai) kasar , dan saya ingin minum sampai wuru . Ada  (Penguasa Pemerintahan )nayakaning Praja bernama Goose Widhi Depan Seseorang bernama Arya Wiraraja , makanan yang baik dan Jayakatwang , Adipati Daha . Knight tidak Adore raja , dan bahkan memiliki Jayakatwang sekuthon , yang mbalela (memberontak).

 

Tiba-tiba petugas mengatakan materi, tetapi Dia tidak berpikir , bahkan Wiraraja diangkat di Madura Duke (Pangeran). Pepatihe (patihnya) raja bernama Raganatha melindungi raja lemah, terkadang mampu mengelola penget raja di bawah kanan , namun Dia tidak bahagia di Galih , tidak mempertimbangkan rumeksaning melakukan yang lemah lembut, Bahkan Gubernur dan yang lainnya dapat ngladeni menolak . Gubernur Wredha ditunda , para winisuda : Pradata pemerintah karyawan, tidak bercampur dengan prakarapangreh Praja . Seperti Gubernur baru ngalem hanya raja dan menteri Gelombang kata .

 

1289 masehi

Ada utusan besar raja Negara Cina ( Chubilai )  atau Kublaikan bahwa ia telah Kartanagara nyalirani sendiri atau wakil suwana ( wakil utusan )  Negara Cina mungkin caos bekti –arti dibuat codet tattoo diwajahnya  ( tahun 1289) . Dia sangat marah . Dahi delegasi China digambari perumpamaan yang baik , katakanlah Dukanya  DUKANE Raja . ketika Kekuasaan China di tanah raja sehingga mereka menyebabkan DUKANE Raja binathara di Cina,

 

 1292 masehi

tahun1292 ada tentara di China menginginkan mengeksekusi dalam kuwanene Jawa . Wiraraja di Madura untuk tetap  mendengar apa yang Anda bawa di Singhasari , dan ia melihat jika pada saat itu para prajurit Singhasari ( dikirimkan )dilurugake ke Sumatera . Wiraraja (Mengajak )ngajani Jayakatwang Akon nangguh ( Menghancurkan atau menyembelih )mbedhah Singhasari ,

 

Sementara Negara adalah tentara kesisan (sisa) . Jayakatwang olahraga, dan Singhasari bedhah terjadi (penhancuran) . raja dan katungkep (dihadapi 0leh)  gubernur lawan dikatakan dan Gelombang I ( wuru ) jadi tidak  (menghalangi terjadinya )rekasa pinurih kematian.

Raden Wijaya , Narasinga saat ini, ia  (melarikan diri dari membela )umangsah ngetog kaprawiran mbelani Negara dan raja , tetapi ( menjadi korban )kaslepek karoban dari Daha , dan sebagainya ngoncati paksa ( mennemani) , hanya tingkat 12 , membawa pasukan , perubahan perubahan nggendhong(mengendong) Istri Raden Wijaya , putra Raja Kartanagara .

 

langkah Raden Wijaya sasentanane nusup angayam ( menyusu kedalam)  hutan . Jumlah ini termasuk 12 adalah ( Pangeran Kedua )Knight Two , putra Wiraraja , Tuhan harus self-( Tuan atau Raden wiajaya mengunsi sendiri  ke Madura )  ngungsi Madura Berlangganan .

 

Oleh Karena  Pangeran  tidak bisa menolak, tapi semakin lama  . Di Madura diterima dengan baik. Dibahas Wiraraja , Raden Wijaya serv disuruh Daha . Wiraraja untuk nglantarake (mengantarkan)  .

 

Jika Anda memiliki terjadi serv Raden Wijaya nyetitekake  (bercerita bahwa ) diberitahu petugas di Daha , (kuat) Bold atau yang jirih  , menuju munafik . Jika Anda memiliki lebih banyak waktu antara diberitahu

Aku mendarat trik tanah , dan (di tulis pemerintahan) dibabada dienggonana . Raden Wijaya di pitudhuh , dan juga terjadi pada server Daha . Dilaporkan  (keluaraga –pasutri pasangan suami isteri ikut juga ) pasuwitane kanggep juga, karena pintu pergi menolak , dan senjata halus pintu ;

 

 Orang Daha yang tidak ada yang bisa mengalahkan . Semua pengajaran dilakukan Wiraraja , SELAMA dhangan saya datang , bahkan pada saat tanah tersebut trik dibabad , Raden Wijaya Saya tinggal di mana aku dililani .

 

Melaporkan Chronicles

trik tanah dan siapa methik (memetik) dan memakan buah  Maja , tapi Rasane (rasanya) pahit . Karena  (ini namanya) ingkono desa dan disebut Majapahit .

 

Bersama Raden Wijaya adalah Majapahit , Merasakan saat prosedur prosedur balasan hukum, kerajaan Daha kerusakan, tetapi Wiraraja Akon menunggu , kita masih menunggu para prajurit dari Negara untuk menghukum orang-orang Cina Singhasari . ingin Wiraraja Cina ngrewangi Saya ingin , ingin kembali Besuki vs Cina . Wiraraja dan Boyong sakulawargane dan saprajurite ke Majapahit berkumpul bersama dengan Raden Wijaya.06 perang pertama

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Original info

 

05 Perangan Kang Kapisan

Bab 5 Jumenenge Kartanagara ing Tumapel (1268 – 1292)

Ratu Singasari kang Kaping V, jumeneng mekasi. Sasedane Syri Wisynuwardhana pangeran pati jumeneng Nata, ajejuluk Prabu Kartanagara. Sang Prabu manggalih marang kawruh kagunan, lan kasusastran, lan iya manggalih marang undhaking jajahan, nanging kurang ngatos atos, lan kersa ngunjuk nganti dadi wuru. Ana nayakaning praja aran Banyak Widhe utama Arya Wiraraja, tepung becik lan Jayakatwang, adipati ing Daha. Satriya iku ora sungkem marang ratune, malah wis sekuthon karo Jayakatwang, arep mbalela. Dumadakan ana punggawa kang matur prakara iku, nanging Sang Prabu ora menggalih, Wiraraja malah diangkat dadi adipati ana ing Madura. Pepatihe Sang Nata aran Raganatha rumeksa banget marang ratune, nganti sok wani ngaturi penget marang Sang Prabu ing bab kang ora bener, nanging Sang Prabu ora rena ing galih, ora nimbangi rumeksaning patih setya iku, malah banjur milih patih liya kang bisa ngladeni karsane. Patih wredha diundur, winisuda dadi: nayaka pradata, dadi wis ora campur karo prakarapangreh praja. Patih anyar senenge mung ngalem marang ratune lan ngladosi unjuk unjukan. Ana utusan saka ratu agung ing nagara Cina (Chubilai) dhawuh supaya Prabu Kartanagara nyalirani dhewe utawa wakilsuwana marang nagara Cina perlu caos bekti (tahun 1289). Sang Prabu duka banget. Bathuking Cina utusan digambari pasemon kang ora apik, nelakake dukane Sang Prabu. Bareng tekan ing nagara Cina patrape ratu Jawa kang mangkono iku mau njalari dukane ratu binathara ing Cina, Ing tahun1292 ana prajurit gedhe saka ing Cina arep ngukum ing kuwanene wong Jawa. Wiraraja sasuwene ana ing Madura isih ngrungok ngrungokake apa kang kalakon ana ing Singasari, lan iya weruh uga yen ing wektu iku prajurit Singasari dilurugake menyang Sumatra. Wiraraja ngajani Jayakatwang akon nangguh mbedhah Singasari, mumpung nagara lagi kesisan bala. Jayakatwang ngleksanani, lan Singasari kelakon bedhah. Ratu lan patihe katungkep ing mungsuh isih terus unjuk unjukan bae (wuru), mulane ora rekasa pinurih sedane. Raden Wijaya, wayahe Narasinga, nuli umangsah ngetog kaprawiran mbelani nagara lan ratune, nanging wis kaslepek karoban wong Daha, mulane banjur kepeksa ngoncati, mung kari nggawa bala 12, genti genti nggendhong Sang Putri garwane Raden Wijaya, putrane Prabu Kartanagara. Lampahe Raden Wijaya sasentanane nusup angayam alas. Kalebu wilangan 12 iku ana satriyane loro, putrane Wiraraja, duwe atur marang Gustine supaya ngungsi menyang Madura. Sang Pangeran maune ora karsa, nanging suwe suwe nuruti. Ana ing Madura ditampani kalawan becik. Rembuge Wiraraja, Raden Wijaya diaturi suwita menyang Daha. Wiraraja sing arep nglantarake. Yen wis kelakon suwita Raden Wijaya diaturi nyetitekake para punggawa ing Daha, sapa sing kendel utawa jirih, tuhu utawa lamis. Yen wis antara suwe diaturi nyuwun tanah tanah Trik, dibabada banjur dienggonana. Raden Wijaya nurut ing pitudhuh, lan iya kelakon suwita ing Daha. Kacarita pasuwitane kanggep banget, amarga saka pintere nuju karsa, lan saka pintere olah gegaman; wong sa Daha ora ana sing bisa ngalahake. Kabeh piwulange Wiraraja ditindakake, dilalah Sang Prabu teka dhangan bae, malah bareng tanah Trik wis dibabad, Raden Wijaya nyuwun manggon ing kono iya dililani. Kacarita nalika babade tanah Trik mau, ana wong kang methik woh maja dipangan, nanging rasane pait. Awit saka iku desa ingkono mau banjur dijenengake Majapait. Bareng Raden Wijaya wis manggon ing Majapait, rumangsa wis wayahe tata tata males ukum, ngrusak kraton Daha, ananging Wiraraja akon sabar dhisik, awit isih ngenteni prajurit saka nagara Cina kang arep ngukum wong Singasari. Karepe Wiraraja arep ngrewangi Cina bae dhisik, besuke arep mbalik mungsuh Cina. Wiraraja banjur boyong sakulawargane lan saprajurite menyang Majapait ngumpul dadi siji karo Raden Wijaya.06 Perangan Kang Kapisan

 

 

about 6 Dalam Malay Empires are about 5 A He’s Kartanagara enggone anjangka come across endless restrictions jajahane .

In the land of Sumatra ADA filter can happen  occupation area-jajahan . A following several Dalam , Empires Empires Malay . Dilaporkan king of Funan , around about a century occupation-jajahan 3 heads down , ngelun Sumatra , Java and the other the other , through the filter make the statues statues in Pasemah land . century to – 7 Be centuries ketujuh(7th ) Saturday golonganing from local Indhu Buri , they were left in the sakiwa right Palembang , and membentuk an extra filter broad land , called Empires Sriwijaya ( = Syriwijaya , sinebut the Chinese State : Sambotsai ) . the king of Blood Warman , located sanak filter Purnawarman Blood in the dhek century to 4 – 5 , and Blood Mulawarman in Kutai danBorneo dhek around the year 400 . Country Sriwijaya jajahane about about Sumateraselatan and center , Malacca , Cambodia and even in Java . dalam in 686 years in the state nglurugi (menyerang) Srivijaya in Java , because dalam And no head pangedhêpe Sriwijaya . In 10 century  tentaraperubahan nglurugi Sriwijaya , win , but they are no Sriwijaya Get kombul again. ( State Superintendent ) Praja enggone do anything against Narendra messengers in China. In 12 century and 13 Sriwijaya destroyed the country berkeping – Small Empires cases . Blood Warman standing in the land of sinebut , ” Malay ” filter ( this time ) saikine Jambi . Rehn waterside land where the turbulence Malay Goose , The Goose filter ngungsi foreign Loh mountain , ada Mereka(they) dedhukuh . 1268 AD And when they strength large , Kartanagara (1268 – 1292) led realitas damages , and ngejegi ( mengempur ) Jambi , City Riouw locations and cities in the island of Borneo island and Moloko . In the year 1268 IA Kartanagara angganjar statues of the king Dharmmaçraya ( Darmasraya ) may be located on the land Jambi , saikine is no jauh from Lansat River . Empires including Besuki jajahan great , Rajani Blood Warman jejuluk Tribuwana ( Mauliwarman ) has Malay wife – wife , daughter ( son daughter ) sieve dai Raden Wijaya filter wife full affection . King Tribhuwana involved dalam land ( Fitness ) nglurugi mph Hulu . A Malay , lurugan brands may make no , because the edits disertakan title , lost ( power ) enggone adu Kebo , so the city and business as they were . 1275 – 1293 AD Dalam saantaraning years 1275 and 1293 from land nglurugi * menimbun ) Jambi is a land of mountains as Besuki ( Penyerbuan ) Lurugan called : Pamalayu . 1347 AD No ADA territory filter Empires Dharmmaçraya jejuluk Adityawarman of the Malayupura , the closest they have freedom in 1347 , ambawa tools , nglurugi ( Fitness ) as , but no way to fight , and even then the king be raptured in there , because I considered Malay . Standing in as the year 1347 till 1375 , ( By A ) kecrita wisdom and good memegang Praja ( State Government ) . Adityawarman and until the day Two slave named Papatih Sabatang and Kyai Katumanggungan dipundhi Where are the people as .  Sapungkure Aditya has no king in as ( By A ) The kecrita . Country shattered shattered , Now are the point , filter ( keluhuran ) kaluhuraning Indhu the home , in the land where as , more relevant from language and literature . Blood in the store as the lama ‘s no low -end from last daughter , I Now mortality .

 

1377 AD In the year 1377 in Kota Palembang Sanbotsai rinusak in teir man He’s Ayamwuruk ( man Wuruk ) . Palembang strength up a business named a person named Arya light nurunake ( derivative ) Raden Patah ( + / – 1500 years ) . Since my great palace collapsed , Palembang also Katut loved , lost Besuki Banten . Kaluhuraning Land in South Sumatra where up to the time of this IA also a former Goose Trails . The first 07 segments about 7 War and Chinese great scene ( 1292 ) In the middle of the center in 1292 Emperor Chubilai forces occurred in ngangkatake for the army ‘s needs for mengutuk dalam Kartanagara . diPace ( Surabaya ) , missing school , and for the Chinese army nglurugi9 Daha , My thought is Kartanagara ( when the filter are that you’re dead ) . dilaporkan Raden Wijaya dhek samono has since ( membelot ) mbalela Jayakatwang filter the Daha . Get that you’re due to have hope Assisted destroyed the Chinese Daha , so let’s Raden Wijaya and provide ethok ethok Gulf senapati ( tribute for the emperor ), China. No filter is seperti diharapkan great distance , Raden Wijaya is taken dalam Daha is , Raden Wijaya get help China can win . 1293 AD Finally , in the year 1293 in the city closest terkepung from Daha ( general Shi Phi China ) teir man Shih PIH and Raden Wijaya , Daha ( diduduki ) bedhah , ( blocked ) kacekel king , the king of Peni Peni Peni looted Rayah , Raden Wijaya that you’re the daughter of the daughter , son of Kartanagara oncad to do great .  Is not a time , due to ( might ) Akali Wiraraja , Raden Wijaya should be defeated Chinese army . Wondene soldiers , though bergegas strength milk products still carry Get rayahan , I pengaji with Tail million and one hundred prisoner Daha . Raden Wijaya and stood in rajaMajapahit , jejuluk ( given his or dubbed ) Kertarejasa Jayawardhana or UB I ( 1294 -1309 years ) . Settings up a king, a king – Gracia My anggeganjar filter can Labuhan , kepadanya . Wiraraja dibagehi land Lumajang town kotakali berturut – traceable . He’s Kartanagara Four they were from his wife , and one anagarwa Paminggir a Malay named Sri Indresywari . istriPaminggir are the king had ‘m a son R. Kaligemet , filter Besuki nggentos King of the court , ajejuluk Jayanegara , Prameswari bear from daughter Two . 1295 AD In the year 1295 R. Kalagemet filter sataun usia be raptured mortality king of Kediri , from mother ( Mengemaban memegang ) ngembani memegang Praja ( government Empires ) Kediri . As IA Kertarejasa Jayawardhana TanahJawa with Chinese filter is good , large trade , China Come in my TanahIntinya , Silver merjan , blue silk , cotton silk flower , soldiers and destroyed MINING times. From the Land , kulak China : rice , kopikacang , Rami , please bumbon craken from Mrican , products or goods i silver , brass or bronze makeup , Yarn cotton and silk , Welirang , color ivory color , cula Saleh , color color wood , Birds and product jakatuwa Nam naman . Land in the same time it’s a Goose palabuhan kemacetan , seperti : Tuban , Sedayu ; Canggu . King ‘s convenient day – to- day dibasakake be great palace revolt ungsum .  Knights filter down move in Lapa dhek day Raden Wijaya Now get hati no , because the one – only rule anggega slave bernamaMahapati , menempatkan Knight from these changes and alterations for merumuskan , but thus hati and jurite . 1328 AD In the year 1328 the king of death , dicidra dicederakan * ) Paranormal filter didhawuhi ambedhel ( disekujur ) body . Sasedane from Jayanegara Gumanti daughter, brother , filter meminjam Bhreng hidup and jejuluk ( dubbed with the title ) Jayawisynuwardhani . Manners get Menetapkan Dewi Knight , Kartawardhana friends , valuable smart , bersemangat penggalihe straight and vertical . The Prince raptured be the county prosecutor and sit down in Singhasari sawewengkone . Gajahmada warangkaning king . Gajahmada want ( menaklukan entire island land ) nungkulake satanah entire island and island sakiwatengene . 1334 AD No ADA distance is 1334 years are the Sumbawa and Bali ( diduduki and under ) and bedhah kabawah great , Bali and the difference is membawakan * ) mbawahake Lombok , Madura Subscribe , and Blambangan Selebes sabageyan . Senapatining sick soldiers head out the jajahan named Nala . In the year 1334 the daughter of the King of birth kakek open diparabi Chicken Wuruk ( visit the man Wukuk ) , and dijumenengake ( dinonatkanke ) king , but still diembani ( picked up ) his Mother till the year 1350 . 08 , the first war about 8 Chicken Wuruk , Syria Rajasanagara , King of Majapahit IV ( 1350-1389 years ) Because the scale lelabuhane Gajahmada Governor , State great time in my valuable in my power . He’s still standing Wuruk large chicken King binathara ngereh sapepadhaning king . Manners get the nakdhereke her wewangi Rêtna Susumnadewi . The Santanu padhaginadhuhan have land in samurwate they were alone . The kuwajibane from Santana and Duke in this season have to have ditamtokake menghadapi King of direction , so let’s all they were the closest we have dalam good great good , muwuhi State Asrining . Dalam creature Week ” Prapanca ” ( Buddhisme ) . 1365 AD In the year 1365 the community named with letters Nagarakertagama . That’s because there are welcome , given the name of the community with an Tantular Arjunawiwaha . The great emeh mbawahake satanah Indhiya ( membawahi all of Indonesia ) East all , seperti : East Java and Central Java, Sumatra , Lampung since Bu Acih filter ( Perlak ) , Borneo ( Banjarmasin ) , Selebes ( Banggawai , Salaiya , Bantaiyan ) , FLORES ( Larantuka ) , Sumbawa ( Dompo ) , Malacca and saparoning sabageyaning Nieuw Guinea . No great ditelukake ( dtalukan ) . King standing in the land of great ( dubbed or given title ) ajejuluk have Wangi , son daughter mendekati Wuruk dicaosake fighting him , but he’s Wangi ( harum ) and no Gajahmada governor irregularly shaped , half- war . IA of death in military officers and Wangi Many people still do iliter day Sunday , but no land of the great Majapahit down , still alone Didirikan Sign remaining . Times samono half or most governments ( or Buddhisme Syiwah ) ‘m going to land paprentahan , so they were to sit down We have called the Earth : Pradikan . Padesan around Borobudur or padhepokaning ( or in place pedepokan Education ) and the Government of the pradikan , filter diperlukan treatment and ngopeni ( mengurus pedepokan ) Borobudur padhepokan that . I have the other dikenakan taxes ( per the tens of taxes ) prapuluhan ( saprapuluhing pametuning bumine ) , and subject to the same ( Personnel ) pagaweyan Mountains Gugur and sapepadhane . Rajakaya tribute , tribute panggaotan and ship feri in time samono him . Pametoning Praja berlebihan , Costs need to be struggled for the palace of the king , and the king and ( Foundation ) yeyasan State , seperti : Royal , ), community – building ) Gedhong Gedhong , guest house and guest house are Goose . In the land of great good home good , payone syrup , and family Standard ( dipagar gedek from Daun and Bamboo ) apager gedheg , but they racake ADA pethine stone ( I come from stone ) filter needs to maintain strong pangaji ever .  People dhek samono sama seperti nginang , like they were bought from army destroyed Chinese business , cash payments , reset the filter . priarambut Ngor , Women whorl kondhe ( berkonde or nersanggung filter to scroll ) . Because people youth Keris with weapons , and weapons are often diempakake . and worried off mass membakar , If that you’re still people and great husband as Suaminya ( widow widow ) involved dalam membakar ( cremate rich widow diikuti get the isterinya ) . No jauh from the land where the ADA adu adu kepada Animals or people or karameyan ( keramaian ) the other . Council called ” Bubat ” . King of Lela often leave the country dalam Blambangan berturut – traceable IA ( endowed matter ) dirawuhi.Prakara trade are very large , because the * memajukan sailing keneri – Negra menyebrang great power under the ocean ) majuning lelayaran Kagawa kehing Country Country kabawah that you’re great but Letan sea . About anything , seperti : CARVING terukir sapepadhane , kombule Land EAST dhek mengakhiri berabad – century katelulas , and in the first century Pat selusin , my edits panggawene statues statues filter method is best ( Ditutuntun Hindu ) tuntunaning Indhu or any mereplikasi Indhu . A short : he’s got the chicken Wuruk ( man Wuruk ) are from great win win , I Onjo aspects . brother 1389 He’s fighting death Wuruk ( Be man Wuruk time of death ) born children from concubines ” Bhre Wirabhumi ” king stood dibagian East . ( penganten derivative Majapahit ) The nggenteni keprabon great children Await king ( the title given nicknames ) ajejuluk Wikramawardhana ( year 1389-1400 ) . In the year 1400-1428 seleh keprabon ( Steklah down the throne ) , mandhita that you’re wanted , but sapengkere mengatur , children and Ras filter Sentani nggenteni keprabon ( down the throne ) . he’s Wikramawardhana kapeksa and return to the stand with half- year 1428 . During her last -cutter resume Santanu are the closest kabanjur merumuskan the Empires Jengka . Rehn War ‘s half- time charge disadvantage and damages in Goose large , for three of the Bay mbangkang Beran and sabrang ( opposite the ocean ) not yet I kabawah ( brought ) great . 1428 AD Rules I Make and break down . About the murder already be standard . Many people play and adu candidate totohane size . dalam In 1428 – 1447 the daughter of the king stood mengatur jejuluk Rêtna Suhita Dewi , a wife from the closest Wikramawardhana Paminggir . readiness 1447 AD And then He Kertawijaya (1447 – 1452) and King Bhra Hiyang Purwawisyesa (1456 – 1466) , Pandan Salas (1446 – 1468) , and Bhrawijaya V ( 1468 – 1478 ) . Sebagai the king finally Chronicles are no easy , so no ADA referred to . Are there Keling king of the land ( Salor Kediri East , West sakidul Surabaya ) jejuluk ( given the title ) has Ranawijaya Giridrawardhana head down jajahan nelukake ( menaklukan ) Jenggala , Kediri and Majapahit meduduki mbedhah ( year 1478 ) . Bedhahe ( difference ) It’s not a great city they were dihancurkan , 1521 -1541 AD since the year 1521 and 1541 great Picnic ( By A ) from kecrita large . Semakin lama takes great error , because the people like no other changes Empires kaereh are the changes for leaving the country ( open ) nglereg land back . Now the great edits I patilasan ( temple ) , pagar former brick around the former gate ( area of Borobudur , Bajang King ) . Still Majapahit era , Islam dalam several , I Semakin Many time I can mengatasi Indhu religious business in East Java . Sebagai kaananing great in no time kasumurupan mortality . Settings berabad – century Britain Tarumanagara dhek 4 and 5 , edits dilaporkan Majapahit Kingdom in the year 1030 diperkirakan Cibadhak reach land . Enggone no I ‘m also the official that , due to bajag kehing with passenger berturut – traceable . On the East ADA priyangan Kingdom Galuh accusedaccuseraccusingaccustomaccustomedaceacerbitiesacerbityacetateacetyleneacheacidityaciditiesacidicacidachromaticachingachievementachievedachieveachievable filter the ngadegake named Heritage , another King jejuluk Wastukencana and Wang ( g ) i . in the year 1433 King diva do RajaPurana , ngadegake new city named Pakuan ( Batutulis ) . Great Britain named Pajajaran . Expressed dalam stone filter menjelaskan making plant . Pajajaran Kingdom semune a little more relevant and large ngerehake cirebonan product . Segment Chronicles doubles in place from the incident United Kingdom Governments, and the Islamic Nation Europa half Raya stout from Mataram kingdom Empires and break Vereenig de Oost Indische Compagenie ( VOC ) in 1500-1799 . 09 segments double – chapter 1 Demak Empires and Empires Pajang + / – years 1500-1582 Start from Land of Islam are the years 1400-1425 . In the year 1292 Perlak the island of Sumatra are the ‘m a Muslim , dalam 1300 are the years of the Islamic realitas hidup sea .  Century – century ending 14 times in Malacca also has Islam.Tekane sama Gujarat . From Malacca where the Islamic mencar Land , the land of China , ( India ) Indhiya Buri and the Indhiya ( india ) . ( Timbul or memancarnya ) The mencarake Islam in the Land Java  are the traders in the Tuban and Gresik , filter dedagangan ( berdagang ) in Malacca , study Islam , so Islam terkadhang sometimes forced . Traders and horse back in the East , traders and Indhu press too Come hither and her mencarake ( mengembangkan ) and the Islamic people . 1419 AD Yang valuable are : full profile Ibrahim Malik ‘s ( press ) , death in Gresik in the year 1419 , Now pasareane . * Tomb ) My great strength palace mengurangi time I , in Bantul large passenger  strength , able to sakarep ( they were the closest community ) want . that Bantul already sama since Islam tumapaking 16 century ( year 1500 – 1525 ) , often due to my bertarung with the religious Indhu I stay in the middle of the center – Land . Stories : King of Majapahit Kertawijaya has been with Manners Children ‘s Domba ( land Indhiya Buri ) .  Women have a mother with kapernah Small Raden gift or Sunan Ngampel ( around Surabaya ) . Sunan Ngampel have a child, name of Sunan Bonang , one of a Women and children , the name of the Large Malacca . Large Malacca Prince Raden Patah marasepuhe or Jimbun God , that sinebut ( called ) : Sultan Demak first . Ngampel Sunan Bonang and Sunan are the Wali . the Wali They were known : Sunan Gunung ( sakidul Gresik ) , ADA filter made kedhatonlan ( palace ) mosque , Pandan Jarang ( in Semarang ) and Sunan Protect River ( in Demak ) . 1458 AD In the year 1458 Demak mosque ever . They were dalam mortality passenger Bantul Unus strength alone . mortality Unus That’s too Sabrang North . Son or Raden Patah ( Mr ) Jimbun God . In the year 1511 Dipati Unus of Fitness ( Death Unus mbedhah ) Jepara , 1513 AD in the year 1513 nglurugi ( menyerang ) Malacca . Enggone procedure procedure for nglurug from tujuh for this year . Ship can mengumpulkan half nine and thirty kehe 12.000 soldiers , and Goose Goose mriyem . But panempuhe filter ( Portuguese mengrogoti ) Portegis nggegirisi in Malacca , ( Dipati ) Death Unus kapeksa ( had ) back and no back . 1518 AD Unus mortality in the year 1518 but also for the great mengatasi great dhek I have no menyamakan large . City dihancurkan they were no edits blue Empires and brought to Demak and mortality Unus admit nggenteni King Majapahit . 1521 AD In the year 1521 Unus mortality still www Six people and leaving ‘m a son . The Gumanti Rayi distance from Raden Trenggana , because the brother said : Flower of death 1521 AD Streaming , son Raden disedani Trenggana , called trust . The Sultan Trenggana stand ( years 1521-1550 ) court Demak filter strength very good, nguwasani ( master ) in West Java , ngereh cities in North and passenger mbawahake ( membawahi ) jajahan great , and the court Supit Discussion ( Tumapel ) and also kaprentah in Demak . Blambangan in belakang . Harbor Demak down kerumunan noisy , seperti : Jepara , Tuban , Gresik and Jaratan . Gresik and Jaratan kemacetan that alone , where is the closest they please from 23,000 . 1546  In the year 1546 Sunan Gunung JATI with Sultan Trenggana want mbedhah ( memduduki ) Pasuruwan .  City Pasuruwan ( Pasuruan ) and the kinepung ( Surround ) army ground force , but that’s no bedhah ( no Get memduduki ) , pangepunge ( pengepungannya unsubscribe ) cancel , because the Sultan of death Trenggana cinidra ( dicedrai or dilukai ) may Punakawan Santana , filter new – new this menegur . Son Sultan Trenggana information . She has a son ‘m Manners No ADA priyayi penyimpanan large filter . Manners are the Pajang in Bantul , a filter holder from: Adiwijaya , the closest I Krebet , Ki Jake Tingkir or Panji Mas . son Sultan Trenggana Two : ‘ll Prawata or Sunan , and East , the Duke of Madura Subscribe Besuki . Sunan Prawata IA membunuh Flower river of death . All Dalam son Flower River matinama someone named a person named Arya Panangsang want a mortality malesake work . People all filter named a person named Arya Panangsang membunuh people believe sagarwane , children dalam law and son Sultan Trenggana , no Get even make a person named Arya people named Panangsang dipapagake war , find missing mortality . 1576 Adiwijaya and nguwasani in Java : ( bring ketruruan court ) Amboyong blue palace and go to Pajang dijumenengake ( dinobatkan ) get the Sultan Sunan Gunung . ( Empires ) King stood Adiwijaya the Pajang , and Blambangan Panarukan kabawah the religious Syiwah in Blambangan , filter too mbawahake ( membawahi ) back and Sumbawa ( year 1575 ) . 1568 AD Jajahan jajahan in Pajang * memerintah ) kaprentah in the area ( Duke – count ) from Surabaya , Tuban , mortality , Demak , Pemalang town city ( Gamecube ) , Purbaya ( Madiyun ) , Blitar ( Kediri ) , Selarong ( Banyumas town city ) , the court Pasundhan Pajang Nearing has no authority , due to the + / – 1568 from dimerdikakake ( dimerdekakan ) may Hasanuddin Banten , filter Kasultanan land .

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

sekitar 6 Dalam Melayu kerajaan adalah sekitar 5 cerita Dia Kartanagara enggone anjangka Palang jajahane .

Di tanah Sumatera ada yang bisa terjadi jajahan . Dalam beberapa cerita berikut, kerajaan kerajaan Melayu . Dilaporkan raja Funan , sekitar sekitar satu abad jajahan 3 sakit kepala , ngelun Sumatera , Jawa dan lainnya lainnya , saringan raja membuat patung patung di Pasemah tanah .

 

abad ke – 7

 

Pada abad ketujuh Sabtu golonganing dari daerah Indhu Buri , mereka tinggal di sakiwa kanan Palembang , dan membentuk sebuah tanah yang luas , bernama kerajaan Sriwijaya ( = Syriwijaya , sinebut di Negara Cina: Sambotsai ) . raja raja Darah Warman , terletak sanak yang Purnawarman Darah Tanah di dhek abad ke 4 – 5 , dan Darah Mulawarman di Kutai danBorneo dhek sekitar tahun 400 . Negara Sriwijaya jajahane tentang tentang Sumateraselatan dan tengah , Malaka , Kamboja dan bahkan di Jawa . dalam686 tahun raja di negara besar Sriwijaya nglurugi di Jawa , karena dalam Dan tidak menuju pangedhêpe Sriwijaya .

 

Pada abad 10

 tentaraperubahan nglurugi Sriwijaya , menang , tetapi tidak lagi Sriwijaya dapat kombul lagi.  (Penguasa Negara)Praja enggone melakukan tindakan terhadap Narendra utusan di Cina .

Pada abad 12 dan 13

di Sriwijaya Negara hancur berkeping- kerajaan kecil kasus. Darah Warman berdiri di tanah tanah sinebut , ” Melayu “  yang  (saat ini )saikine Jambi . Rehn pasisir tanah di mana banyak Kerusuhan Melayu , The banyak yang ngungsi negeri Loh gunung , adaMereka dedhukuh .

 

 

 

1268 masehi

 

Dan ketika pada kekuatan besar, Kartanagara(1268 – 1292) membawa kerusakan realitas , dan ngejegi (mengempur)  Jambi , Kota Riouw lokasi dan kota di pulau Kalimantan dan pulau Moloko .

 

 

Pada tahun 1268

 

ia Kartanagara angganjar patung raja Dharmmaçraya ( Darmasraya ) mungkin terletak di tanah Jambi, merupakan saikine tidak jauh dari Sungai Lansat . Kerajaan Besuki termasuk jajahan Majapahit ,

 

Rajani Darah Warman jejuluk Tribuwana ( Mauliwarman ) memiliki istri-istri Melayu , putri ( putra putri ) Ayak dai Raden Wijaya istri yang penuh kasih .

 

Raja Tribhuwana terlibat dalam tanah (Menduduki )nglurugi mph Hulu . Cerita Melayu , lurugan Mereka mungkin tidak membuat , hanya karena judul disertakan , kehilangan (Kekuasaan)enggone adu Kebo , sehingga kota mereka dan nama Minangkabau .

 

 

1275- 1293 masehi

 

Dalam saantaraning tahun 1275 dan 1293 dari tanah nglurugi *menimbun) Jambi merupakan gunung tanah Besuki merasa Minangkabau . (Penyerbuan) Lurugan disebut : Pamalayu .

 

 

1347 masehi  

 

Tidak ada wilayah yang Kerajaan Dharmmaçraya jejuluk Adityawarman tanah di Malayupura , yang pada tahun 1347 memiliki Kebebasan , ambawa pribadi, nglurugi (menduduki)Minangkabau , tapi tidak sampai perang , dan bahkan kemudian diangkat menjadi raja di sana, karena Aku dianggap Melayu. Berdiri di Minangkabau

 

tahun 1347 sampai 1375 ,

(Menurut cerita ) kecrita kebijaksanaan dan baik memegang praja (Pemerintahan Negara) .Tumeka hari Adityawarman dan dua hamba bernama Papatih Sabatang dan Kyai Katumanggungan dipundhi adalah di mana orang-orang Minangkabau .

 Sapungkure Aditya tidak memiliki raja di Minangkabau  (menurut cerita) The kecrita . Negara hancur hancur , sekarang adalah titik , yang (keluhuran) kaluhuraning raja Indhu rumah, di tanah di mana Minangkabau , lebih dari bahasa dan sastra . Darah di raja kuno raja Minangkabau itu tidak lama low-end dari putri terakhir, Saya sekarang kematian .

 

 

1377 masehi

 

Pada tahun 1377 Kota Palembang di Sanbotsai rinusak di teir man Dia Ayamwuruk (Hayam Wuruk)  . Kekuatan Palembang atas nama seseorang bernama Arya Cahaya nurunake (turunan)  Raden Patah ( + / – 1500 tahun ) .

 

Sejak runtuhnya istana Majapahit , Palembang juga Katut disayangkan , Besuki kehilangan Banten . Kaluhuraning Tanah di selatan Sumatera di mana hingga saat ini ia juga banyak mantan trails.

 

 

 

 

 

 

 

 

Pertama 07 segmen

sekitar 7 Perang dan Cina adegan Majapahit ( 1292)

Di tengah tengah tahun 1292 Kaisar Chubilai terjadi pasukan ngangkatake Tanah untuk tentara dalam kebutuhan untuk mengutuk Kartanagara . diPace ( Surabaya ) , kapal hilang , dan tentara Cina untuk nglurugi9 Daha ,

Saya pikir terletak Kartanagara (yang adalah ketika Anda mati) . dilaporkan Raden Wijaya dhek samono telah sejak  (membelot) mbalela Jayakatwang yang raja Daha . Karena Anda dapat memiliki harapan dibantu Cina hancur raja Daha , Raden Wijaya jadi dan menyediakan ethok ethok Teluk senapati( upeti untuk kaisar)  Cina .

 

Tidak lagi seperti yang diharapkan jarak Majapahit , Raden terletak Wijaya diambil dalam Daha tersebut , Raden Wijaya mendapatkan bantuan Cina bisa menang .

 

1293 masehi

 

Akhirnya , pada tahun 1293 di kota yang terkepung dari Daha (jendral tiongkok Shi Phi)  teir man Shih PIH dan Raden Wijaya , Daha  (diduduki) bedhah ,  (Dicekal)kacekel raja , raja Peni Peni Peni dijarah Rayah , Raden Wijaya Anda putri putri , putra Raja Kartanagara dilakukan oncad ke Majapahit .

 

 Bukan waktu , karena ( akalnya )Akali Wiraraja , Raden Wijaya akan digulingkan tentara Cina . Wondene tentara , meskipun bergegas kekuatan susu masih dapat membawa barang rayahan , saya pengaji dengan jutaan Tail dan seratus tahanan Daha . Raden Wijaya dan berdiri di rajaMajapahit ,                                                                                                        jejuluk (diberi gelar atau dijuluki)                                                                                                Kertarejasa Jayawardhana atau UB I ( tahun 1294 -1309 ) .

Setelah berdiri raja , raja -tama saya anggeganjar yang bisa Labuhan , kepadanya . Wiraraja dibagehi tanah Lumajang kotakali berturut-turut . Dia Kartanagara empat dari mereka istrinya , dan anagarwa Paminggir salah satu Melayu bernama Sri Indresywari . istriPaminggir adalah raja memiliki seorang putra R. Kaligemet , yang Besuki nggentos Raja istana , ajejuluk Jayanegara , Prameswari dari beruang putri dua .

 

1295 masehi

 

Pada tahun 1295 R. Kalagemet yang sataun usia diangkat menjadi kematian raja Kediri , ibu dari (Mengemaban memegang)ngembani memegang Praja ( pemerintahan kerajaan) Kediri.

 

Ketika ia Kertarejasa Jayawardhana TanahJawa dengan Cina yang baik lagi , perdagangan besar, China datang di TanahIntinya saya , perak , merjan , sutra biru, bunga kapas sutra,tentara hancur dan besi tambahan . Dari Tanah Jawa , kulak Cina: beras, kopikacang , Rami , bumbon craken lebih dari Mrican , produk atau barang i perak, kuningan atau makeup perunggu , benang katun dan sutra ,Welirang , warna gading , cula saleh , warna warna kayu , burung dan produk jakatuwa nam naman .

Di Tanah Jawa pada saat itu banyak palabuhan kemacetan , seperti: Tuban , Sedayu ; Canggu . Raja itu pada hari-hari ke istana Majapahit menjadi dibasakake pemberontakan ungsum .

 

 Ksatria yang sakit bergerak di Lapa dhek hari Raden Wijaya Sekarang tidak mendapatkan hati , karena satu-satunya aturan anggega hamba bernamaMahapati , menempatkan Knight dari perubahan dan perubahan untuk merumuskan , Tapi rendah hati dan jurite .

 

1328 masehi

 

Pada tahun 1328 raja meninggal, dicidra *dicederakan) paranormal yang didhawuhi ambedhel ( disekujur) tubuh . Sasedane dari Jayanegara Gumanti putri saudaranya , yang meminjam Bhreng hidup dan jejuluk (dijuluki dengan gelar) Jayawisynuwardhani . Menetapkan Dewi Manners mendapatkan Knight , teman Kartawardhana , terkenal cerdas, bersemangat dan tegak lurus penggalihe .

 

The Prince diangkat menjadi pangeran dan jaksa duduk di Singhasari sawewengkone . Gajahmada warangkaning raja . Gajahmada ingin (menaklukan seluruh tanah pulau ) nungkulake satanah seluruh pulau dan pulau sakiwatengene .

 

 

1334 masehi

 

Tidak ada jarak lagi 1334 adalah tahun Sumbawa dan Bali  (diduduki dan dibawah ) bedhah dan kabawah Majapahit , Bali dan perbedaan tersebut *membawakan) mbawahake Lombok , Madura ,Blambangan dan Selebes sabageyan . Senapatining prajurit sakit kepala jajahan luar Jawa bernama Nala .

 

Pada tahun 1334 putri Raja lahir terbuka kakek diparabi Ayam Wuruk ( di kunjungi Hayam Wukuk), dan dijumenengake ( dinonatkanke ) raja , tapi masih diembani ( digendong )  ibunya sampai tahun 1350.

 

08 , perang pertama

sekitar 8 Ayam Wuruk , Suriah Rajasanagara , Raja Majapahit IV ( tahun 1350-1389 )

Karena besarnya lelabuhane Gajahmada Gubernur , Negara Majapahit waktu saya listrik terkenal saya . Dia masih berdiri ayam Wuruk besar Raja binathara ngereh sapepadhaning raja .

 

Manners mendapatkan raja nakdhereke dirinya wewangi Retna Susumnadewi . The Santanu padhaginadhuhan memiliki tanah di samurwate mereka sendiri . The kuwajibane dari santana dan Duke di musim ini harus memiliki ditamtokake menghadapi arahnya Raja, jadi semua yang mereka miliki kita dalam good good Majapahit , muwuhi Negara Asrining .

 

Dalam makhluk Minggu merasa ” Prapanca ” ( Buddhisme ) .

 

1365 masehi

 

Pada tahun 1365 masyarakat bernama dengan huruf Nagarakertagama . Ada Oleh karena itu , masyarakat diberi nama dengan surat Tantular Arjunawiwaha .

 

Majapahit di emeh mbawahake satanah Indhiya( membawahi seluruh tanah Indonesia) East semua , seperti: Jawa Timur dan Jawa Tengah , Sumatera , Lampung sejak yang Bu Acih ( Perlak ) , Kalimantan ( Banjarmasin ) , Selebes ( Banggawai , Salaiya , Bantaiyan ) , FLORES ( Larantuka ) , Sumbawa ( Dompo ) , Malaka dan saparoning sabageyaning Nieuw Guinea . Majapahit tidak ditelukake (dtalukan)  .

 

Raja berdiri di tanah Majapahit (dijuluki atau diberi gelar ) ajejuluk memiliki Wangi , putra putri mendekati Wuruk ayam dia dicaosake , tapi dia Wangi (harum)  dan tidak teratur Gajahmada gubernur , sampai perang . Ia meninggal pada perwira militer Wangi dan banyak orang mati pada hari Minggu iliter, tetapi tidak tanah di bawah Majapahit Majapahit , masih Didirikan sendiri melalui sisanya .

 

Times samono Paro belajar atau Pemerintah ( Buddhisme atau Syiwah ) akan melakukan tanah paprentahan , sehingga mereka memberi duduknya

Kami memiliki bumi disebut : Pradikan . Padesan sekitar Borobudur atau padhepokaning(pedepokan atu tempat perguruan)  Pemerintah dan bumi pradikan , yang diperlukan perawatan dan ngopeni (mengurus pedepokan) Borobudur padhepokan itu .

 

Saya memiliki lainnya dikenakan pajak(per puluhan pajak bumi)  prapuluhan ( saprapuluhing pametuning bumine ) , dan tunduk pada (kepegawaian) pagaweyan pegunungan Gugur dan sapepadhane . Rajakaya upeti , upeti panggaotan dan kapal feri pada saat samono dia . Pametoning Praja berlebihan , Biaya perlu berjuang untuk raja istana , dan raja dan (yayasan) yeyasan Negara , seperti: royal , )gedung-gedung)  Gedhong Gedhong , guest house guest house dan banyak lagi.

Di tanah rumah Majapahit good good , sirup payone , dan keluarga Standar (dipagar gedek dari daun dan bamboo) apager gedheg , tetapi pada racake ada pethine batu(pada tiangnya dari batu) yang kuat perlu menjaga pangaji baik.

 

 Orang dhek samono sama seperti nginang , suka membeli mereka dari tentara hancur pengusaha Cina , pembayaran uang yang di-reset . priarambut Ngor , perempuan whorl kondhe (berkonde atau nersanggung yang digulung) . Karena orang-orang muda Keris dengan senjata , dan senjata sering diempakake . dan kalau off massa membakar , jika Anda masih orang-orang hebat dan suami kaya Suaminya ( janda janda ) terlibat dalam membakar(kremasi orang kaya diikuti oleh janda isterinya) . Tidak jauh dari tanah di mana ada adu adu kepada hewan atau orang-orang atau karameyan(keramaian)  pilihan lain .

Dewan bernama ” Bubat ” .

 

Raja Lela sering meninggalkan negara, dalam Blambangan berturut-turut ia (diberkahi perkara ) dirawuhi.Prakara perdagangan adalah sangat besar , karena *memajukan pelayaran keneri-negri dibawah kekuasaan Majapahit menyebrang lautan )majuning lelayaran Kagawa kehing Negara Negara kabawah Majapahit Anda tetap Letan laut .

 

Tentang apa saja, seperti : ukiran terukir sapepadhane , kombule Tanah Jawa Timur dhek mengakhiri berabad-abad katelulas , dan pada abad pertama Pat selusin , saya hanya panggawene patung patung yang merupakan cara terbaik ( ditutuntun Hindu) tuntunaning Indhu atau mereplikasi Indhu apapun.

 

Singkat cerita : The dia punya ayam Wuruk (Hayam Wuruk) dari Majapahit adalah menang menang , Aku Onjo hal.

 

1389 masei

 

Dia meninggal ayam Wuruk(Pada saat Hayam Wuruk meninggal) lahir  anak  dari  selir ” Bhre Wirabhumi ” raja berdiri dibagian timur . (penganten turunan Majapahit ) The nggenteni keprabon Majapahit anak menantu raja , (diberi julukan gelar) ajejuluk Wikramawardhana ( tahun 1389-1400 ) .

 

 

Pada tahun 1400-1428

seleh keprabon(Steklah turun tahta)  , mandhita Anda inginkan , tetapi sapengkere mengatur, anak dan ras yang Sentani nggenteni keprabon(turun tahta)  . dia Wikramawardhana kapeksa dan kembali ke raja berdiri sampai dengan tahun 1428 .

Selama dia update resume adalah jerami Santanu yang kabanjur merumuskan raja kerajaan Jengka . Rehn

 

Perang ini sampai waktu menjaga kerugian dan kerusakan di banyak besar , Selama tiga bay di tanah mbangkang berani dan sabrang(Seberang lautan)  belum Saya kabawah (dibawa) Majapahit .

 

1428 masehi

 

Aturan saya lakukan dan rusak. Tentang paten pinaten telah menjadi standar. Banyak orang bermain dan adu kandidat ukuran totohane . dalam Tahun 1428 – 1447 putri raja berdiri mengatur jejuluk Retna Dewi Suhita , anak dari istri yang Wikramawardhana Paminggir . Kesiapan

 

1447 masehi

 

Dan kemudian Dia Kertawijaya (1447 – 1452) dan Raja Bhra Hiyang Purwawisyesa (1456 – 1466) , Pandan Salas (1446 – 1468) , dan Bhrawijaya V ( 1468 – 1478 ) .

 

Sebagai raja raja Tawarikh akhirnya adalah tidak ringan , sehingga tidak ada disebutkan . Ada raja Keling tanah ( Salor Kediri Timur, Barat sakidul Surabaya ) jejuluk (diberi gelar)memiliki Ranawijaya Giridrawardhana sakit kepala jajahan nelukake (menaklukan) Jenggala , Kediri dan  meduduki Majapahit mbedhah ( tahun 1478 ) . Bedhahe (bedanya)Majapahit Ini bukan kota mereka dihancurkan ,

 

1521 -1541 masehi

 

sejak tahun 1521 dan 1541 Majapahit lahan (menurut cerita)kecrita dari besar . Semakin lama waktu Majapahit rusak , karena Orang tidak suka kerajaan kaereh perubahan lain adalah perubahan untuk meninggalkan negara , (membuka ) nglereg tanah kembali .

 

Sekarang Majapahit hanya tingkat I patilasan (candi),

mantan pagar bata di sekitar bekas gerbang ( bidang Borobudur , Bajang Raja ) . Masih era Majapahit , Islam dalam beberapa , saya Semakin banyak waktu saya bisa mengatasi Indhu agama usaha di Jawa Timur .

Sebagai kaananing Majapahit pada saat kematian tidak kasumurupan .

Setelah berabad-abad Raya Tarumanagara dhek 4 dan 5 , hanya dilaporkan Kerajaan Majapahit pada tahun 1030 diperkirakan mencapai tanah Cibadhak . Enggone tidak tak seorang pun di resmi itu , karena bajag kehing dengan penumpang berturut-turut .

 

Di timur ada priyangan Raya Galuh merasa saringan raja ngadegake bernama Warisan , lain Raja jejuluk Wastukencana dan Wang ( g ) i . pada tahun 1433 Raja diva melakukan RajaPurana , ngadegake baru kota bernama Pakuan ( Batutulis ) . Raya bernama Pajajaran . Ditulis dalam batu yang menjelaskan membuat laut . Pajajaran Raya semune sedikit lebih besar dan ngerehake Cirebonan produk .

 

 

 

 

Segmen Tawarikh ganda Tanah dari tempat kejadian

Raya dan Kerajaan Bangsa Europa Islam sampai Raya gempal dari kerajaan Mataram dan jatuh Vereenig de Oost Indische Compagenie ( VOC ) pada 1500-1799 . 09 segmen double-

Bab 1 Kerajaan Demak dan Kerajaan Pajang + / – tahun 1500-1582 Mulai dari Tanah Islam adalah tahun 1400-1425 .

 

 

 

Pada tahun 1292

 

tanah Perlak di pulau Sumatera adalah seorang Muslim , dalam 1300 adalah tahun Islam realitas hidup laut .

 

 Abad-abad berakhir 14 kali di Malaka juga memiliki Islam.Tekane sama Gujarat . Dari Malaka di mana Islam mencar Tanah , tanah Cina , (India) Indhiya Buri dan layar Indhiya(india)  .

 

(Timbulnya atau memancarnya atay Berkembangnya  )                                                                                                          The mencarake Islam di Tanah Java

 

 adalah pedagang di Tuban Jawa dan Gresik , yang dedagangan(berdagang) di Malaka , kajian Islam , sehingga Islam terkadhang kadang dipaksa . Trader pedagang Jawa dan kembalinya Tanah Timur, pedagang dan Indhu pers juga datang ke sana dan dia mencarake(mengembangkan ) Islam dan orang-orang .

 

1419 masehi

 

Yang terkenal adalah:                                                                                                                                                                profil lengkap Ibrahim Malik ‘ s ( Pers ) ,                                                                                         meninggal di Gresik pada tahun 1419 , sekarang pasareane .*pasareannya)

 

Kekuatan istana Majapahit saya mengurangi waktu saya , di Bantul pasisir Merasa kekuatan besar , mampu melakukan sakarep (semau yang mereka)  inginkan. itu Bantul sudah sama sejak Islam tumapaking abad 16 ( tahun 1500 – 1525) , karena sering saya bertarung dengan raja agama Indhu

Saya tinggal di tengah-tengah Tanah .

Kisah : Raja Majapahit Kertawijaya telah dengan Manners Putri Anak Domba ( tanah Indhiya Buri ) .

 

 Perempuan punya ibu kapernah dengan kecil                                                                                    Raden hadiah atau Sunan Ngampel ( sekitar Surabaya ) .

 

Sunan Ngampel punya satu anak , nama Sunan Bonang , salah satu anak perempuan dan anak , nama Pangeran Besar Malaka . Besar Malaka Pangeran marasepuhe Raden Patah atau Tuhan Jimbun , yaitu sinebut(disebut) :                                                                                 Sultan Demak pertama.

Sunan Ngampel dan Sunan Bonang adalah para Wali . The Wali Mereka dikenal : Sunan Gunung ( sakidul Gresik ) , ada yang dibuat kedhatonlan(keraton) masjid , Pandan Jarang ( di Semarang ) dan Sunan Sungai Protect ( di Demak ) .

1458 masehi

 

Pada tahun 1458 masjid Demak baik . Mereka dalam kematian penumpang Bantul Unus kekuatan sendiri . kematian Unus itu juga Sabrang Utara. Putra Raden Patah atau (Tuan) Tuhan Jimbun .

 

 

Pada tahun 1511

 

Dipati Unus menduduki (Death Unus mbedhah ) Jepara ,

 

1513 masehi

 

pada tahun 1513 nglurugi (menyerang )  Malaka . Enggone prosedur prosedur untuk nglurug dari tujuh untuk tahun ini . Kapal bisa mengumpulkan sampai sembilan puluh kehe dan 12.000 prajurit , dan banyak banyak mriyem .

 

Tapi panempuhe yang (Portugis mengrogoti) Portegis nggegirisi di Malaka ,(Dipati)  Death Unus kapeksa (terpaksa)  kembali dan tidak kembali .

 

1518 masehi

 

Kematian Unus pada tahun 1518 tetapi juga untuk mengatasi Majapahit Majapahit dhek Saya tidak menyamakan besar . Kota mereka dihancurkan tidak hanya keturunan kerajaan dan dibawa ke Demak dan Kematian Unus mengaku nggenteni Raja Majapahit .

1521 masehi

Pada tahun 1521  Kematian Dipati Unus  dan  masih ada enam orang lagi yang  tewas dan meninggalkan seorang putra . The Gumanti Rayi jarak dari Raden Trenggana , karena kakaknya berkata : Bunga meninggal

1521 masehi

 

Streaming , putra Raden disedani Trenggana , bernama percaya . The Sultan Trenggana berdiri ( tahun 1521-1550 ) istana Demak kekuatan yang sangat baik , nguwasani (menguasai) di Jawa Barat , ngereh kota di penumpang utara dan mbawahake (membawahi)  jajahan Majapahit , dan istana Supit Discussion ( Tumapel ) dan juga kaprentah di Demak . Blambangan di belakang. Harbor Demak bawah kerumunan berisik, seperti: Jepara , Tuban , Gresik dan Jaratan . Gresik dan Jaratan kemacetan itu sendiri , yang pada di mana lebih dari 23.000 .

 

1546

 

 Pada tahun 1546 Sunan Gunung JATI dengan Sultan Trenggana ingin mbedhah (memduduki) Pasuruwan .

 

 

 

 Kota Pasuruwan (pasuruan) dan kinepung di (kepung) tentara angkatan darat , tapi itu tidak bedhah(tidak dapat memduduki)  , pangepunge(pengepungannya batal )  membatalkan , karena Sultan Trenggana meninggal cinidra (dicedrai atau dilukai ) oleh Punakawan Santana , yang baru-baru ini menegur . Putra Sultan Trenggana informasi .

 

Dia memiliki seorang putra Manners Tidak ada priyayi penyimpanan yang besar. Manners adalah Pajang di Bantul , yang merupakan nama dari : Adiwijaya , yang saya Krebet , Ki Jake Tingkir atau Mas Panji . putra Sultan Trenggana dua: percaya atau Sunan Prawata , dan Timur ,di Besuki Adipati Madura .

 

Sunan Prawata ia membunuh Bunga meninggal sungai . Dalam semua putra Bunga Sungai matinama seseorang bernama Arya Panangsang ingin kematian malesake ayahnya . semua orang yang bernama Arya Panangsang membunuh orang-orang percaya sagarwane , anak dalam hukum dan anak Sultan Trenggana , tidak dapat membuat bahkan orang bernama Arya Panangsang dipapagake perang , hilang menemukan kematian.

 

1576

 

Adiwijaya dan nguwasaniMenguasai )  di Jawa :

 

(membawa ketruruan istana) Amboyong istana keturunan dan pergi ke Pajang dijumenengake  ( dinobatkan) oleh Sultan Sunan Gunung .

 

(Kerajaan) Raja berdiri Adiwijaya

di Pajang , dan Blambangan

Panarukan kabawah raja agama Syiwah di Blambangan , yang juga mbawahake (membawahi) Bali dan Sumbawa ( tahun 1575 ) .

 

 

 

1568 masehi

 

Jajahan jajahan di Pajang *memerintah)kaprentah di daerah ( Duke -pangeran) dari Surabaya , Tuban , Kematian , Demak ,Pemalang kota ( Gamecube ) , Purbaya ( Madiyun ) , Blitar ( Kediri ) , Selarong ( Banyumas kota ) , di istana Pasundhan Pajang hampir tidak memiliki kewenangan , karena di + / – 1568 dari dimerdikakake(dimerdekakan)  Banten oleh Hasanuddin , yang Kasultanan tanah .

Is this translation better than the original? Yes, submit translation

Thank you for your submission.

Please help Google Translate improve quality for your language here.

 

 

 

 

 

 

 

 

 Original info

Bab 6 Karajan Melayu Ing Bab 5 ana critane Prabu Kartanagara enggone anjangka undhaking jajahane.

Ana ing tanah Sumatra kelakon bisa oleh jajahan. Ing ngisor iki crita sathithik tumraping karajan karajan ing tanah Melayu. Kacarita ratu ing Funan, kira kira ing sajroning abad 3 ngelar jajahan, ngelun tanah Sumatra, Jawa lan liya liyane, ayake ratu iku kang yasa reca reca ing tanah Pasemah. Ing abad kapitu ana golonganing para pangeran saka ing Indhu Buri, padha manggon ing sakiwa tengening Palembang, banjur ngedegake nagara gedhe, jenenge karajan çrivijaya (= Syriwijaya, sinebut ing bangsa Cina nagara: Sambotsai). Ratu ratune padha darah Warman, isih dumunung sanak karo darah Purnawarman ing Tanah Jawa dhek abad 4 – 5, apadene darah Mulawarman ing Kutai lan Borneo dhek watara tahun 400. Nagara çrivijaya jajahane kira kira Sumatra sisih kidul lan tengah, Malaka, Kamboja lan malah tekan Tanah Jawa. Ing tahun 686 ratu agung ing negara çrivijaya nglurugi Tanah Jawa, awit Tanah Jawa ora tuhu pangedhêpe marang çrivijaya. Sajroning abad 10 prajurit Jawa genti nglurugi çrivijaya, menang, nanging ora suwe çrivijaya bisa kombul maneh. Praja iku ajeg enggone nglakokake utusan marang Narendra ing Cina. Ing sajroning abad 12 lan 13 nagara gedhe çrivijaya pecah dadi karajan cilik cilik. Darah Warman jumeneng ana ing tanah kang sinebut tanah: “Melayu” yaiku saikine Jambi. Rehning pasisire tanah Melayu kono akeh rerusuh, wonge akeh kang padha ngungsi marang tanah pagunungan kang loh, ana ing kono padha dedhukuh. Bareng Tanah Jawa gedhe panguwasane, Prabu Kartanagara (1268 – 1292) kalakon bisa ngrusak kutha Pasei, lan ngejegi Jambi, Palembang, Riouw sarta kutha kutha akeh ing Borneo apadene pulo pulo ing Moloko. Ing saantaraning tahun 1275 lan 1293 wong Jawa nglurugi tanah pagunungan Jambi mau yaiku tanah kang besuke aran Menangkabau. Lurugan iku diarani: Pamalayu. Ing tahun 1268 Prabu Kartanagara angganjar reca marang ratu ing Dharmmaçraya (Darmasraya) uga dumunung ing tanah Jambi, ing saikine ora adoh karo Sungai Lansat. Karajan iku ing besuke kalebu jajahan Majapait, rajane darah Warman jejuluk Tribuwana (Mauliwarman) kagungan garwa bangsa Melayu, kang putrine (putrane putri) ayake dai garwane Raden Wijaya biyen. Sang Raja Tribhuwana melu karo bangsa Jawa nglurugi tanah Padhang Hulu. Miturut carita Melayu, lurugan mau ora oleh gawe, mung marga saka klebu ing gelar, kalah enggone adu kebo, mulane kuthane banjur jeneng Menangkabau iku. Ana raja wewengkone karajan Dharmmaçraya jejuluk Adityawarman nagarane ing Malayupura, kang ing tahun 1347 wus merdika, ambawa pribadhi, iku nglurugi Menangkabau, nanging ora nganti dadi perang, malah banjur diangkat dadi raja ing kono, awit pancen dianggep bangsa Melayu. Jumenenge ana ing Menangkabau wiwit tahun 1347 tekan 1375, kecrita ing kawicaksanane lan pintere nyekel praja.Tumeka saprene Sang Adityawarman sarta nayakane loro kang aran Papatih Sabatang lan Kyai Katumanggungan isih dipundhi pundhi marang bangsa Menangkabau. Sapungkure Sang Aditya wis ora ana raja ing Menangkabau kang kecrita. Negarane pecah pecah, ing saiki isih akeh titike, mungguh ing kaluhuraning para raja Jawa asal Indhu, ana ing tanah Menangkabau kono, luwih luwih tumraping basa lan sastrane. Darah raja raja kuna ing Menangkabau mau enteke durung lawas, kang pungkas pungkasan putri, sedane lagi saiki bae. Ing tahun 1377 kutha Sanbotsai ing tanah Palembang rinusak ing balane Prabu Ayamwuruk. Kang kuwasa ing tanah Palembang kasebut jeneng Arya Damar nurunake Raden Patah (+/- tahun 1500). Awit saka ambruking karaton Majapait, Palembang iya katut apes, besuke kalah karo Banten. Kaluhuraning Tanah Jawa ana ing Sumatra sisih kidul kono tumekane dina iki uga iya isih akeh tilas tilase. 07 Perangan Kang Kapisan

Bab 7 Perang Cina lan Adege Karajan Majapait (1292) Ing tengah tengahane tahun 1292 Maharaja Chubilai sida ngangkatake wadya bala menyang ing Tanah Jawa perlu arep ngukum Prabu Kartanagara. Ana ing pacekan (Surabaya) prau Jawa kalah, nuli bala Cina arep nglurugi9 Daha, kang dikira panggonane Kartanagara (kang nalika iku wis seda). Kacarita Raden Wijaya dhek jaman samono wus wiwit mbalela marang Jayakatwang ratu ing Daha. Sarehne duwe pangarep arep bisaa ditulungi ing Cina numpes ratu ing Daha, mulane Raden Wijaya banjur gawe gelar ethok ethok arep teluk marang senapati Cina. Kabeneran ora let suwe Majapait, panggonane Raden Wijaya ditempuh ing wong Daha, Raden Wijaya entuk pitulungane wong Cina bisa menang. Wasana ing tahun 1293 kutha Daha dikepung ing balane Shih Pih lan Raden Wijaya, Daha bedhah, ratune kacekel, peni peni raja peni dijarah rayah, Raden Wijaya nulungi putri putri, putrane Prabu Kartanagara digawa oncad menyang Majapait. Ora antara suwe, marga saka akale Wiraraja, Raden Wijaya bisa ngusir prajurit Cina. Wondene prajurit mau, senadyan kesusu susu meksa isih bisa anggawa barang rayahan, pengaji mas satengah yuta tail lan tawanan wong satus saka Daha. Raden Wijaya banjur jumeneng Nata ing Majapait, jejuluk Kertarejasa Jayawardhana utawa Brawijaya I (tahun 1294 – 1309). Sawise jumeneng Nata, Sang Prabu anggeganjar marang sakabehing kawula kang maune labuh, marang panjenengane. Wiraraja dibagehi tanah Lumajang saurute. Putrine Kartanagara papat pisan dadi garwane Sang Prabu, lan isi anagarwa paminggir siji saka tanah Melayu aran Sri Indresywari. Saka garwa paminggir iki Sang Prabu kagungan putra R. Kaligemet, kang besuke nggentos kaprabon, ajejuluk Jayanegara, saka Prameswari Sang Prabu peputra putri loro. Ing tahun 1295 R. Kalagemet lagi yuswa sataun wis diangkat dadi pangeran pati lan dadi ratu ing Kedhiri, ibune kang ngembani nyekel praja Kedhiri. Ing nalika panjenengane Prabu Kertarejasa Jayawardhana iku, Tanah Jawa karo Cina becik maneh, perdagangane gedhe, wong Cina teka ing Tanah Jawa nggawa mas, salaka, merjan, sutra biru, sutra kembang kembangan, bala pecah lan dandanan wesi. Saka ing Tanah Jawa, Cina kulak: beras, kopi kapri, rami, bumbon craken luwih luwih mrica, barang barang mas utawa salaka, bangsa dandanan kuningan utawa tembaga, tenunan kapas lan sutra, welirang, gading, cula warak, kayu warna warna, manuk jakatuwa lan barang nam naman. Ing Tanah Jawa ing wektu iku akeh palabuhan rame, kayata: Tuban, Sedayu; Canggu. Nalika jamane ratu iki ing bawah karaton Majapait kena dibasakake ungsum kraman. Para satriya kang melu lara lapa dhek jamane Raden Wijaya saiki ora oleh ati, awit Sang Prabu mung anggega aturing nayakane kang aran Mahapati, wasana para satriya mau banjur genti genti padha ngraman, nanging temahan asor jurite. Ing tahun 1328 Sang Prabu seda, dicidra ing dukun kang didhawuhi ambedhel salirane. Sasedane Prabu Jayanegara kang gumanti sadhereke putri, kang sesilih Bhreng Kauripan banjur jejuluk Jayawisynuwardhani. Sang nata dewi krama oleh satriya, kekasih Kartawardhana, misuwur pinter, sregep lan jejeg penggalihe. Sang Pangeran diangkat dadi panggedhening jaksa lan oleh lungguh bumi Singasari sawewengkone. Gajahmada dadi warangkaning ratu. Karepe Gajahmada arep nungkulake satanah Jawa kabeh lan pulo pulo sakiwatengene. Ora let suwe yaiku tahun 1334 Sumbawa lan Bali bedhah banjur kabawah marang Majapait, mangka Bali nalika samana wis mbawahake Lombok, Madura, Blambangan lan Selebes sabageyan. Senapatining prajurit kang ngelar jajahan ing sajabaning Jawa aran Nala. Ing tahun 1334 Sang Raja putri mbabar miyos kakung diparabi Ayam Wuruk, kang banjur dijumenengake Nata, nanging isih diembani kang ibu nganti tekan tahun 1350. 08 Perangan Kang Kapisan

Bab 8 Ayam Wuruk, Syri Rajasanagara, Ratu kang kaping IV ing Majapait (tahun 1350 – 1389) Awit saking gedhene lelabuhane Patih Gajahmada, nagara Majapait saya suwe saya misuwur kuwasane. Prabu Ayam Wuruk tetep jumeneng ratu agung binathara ngereh sapepadhaning ratu. Sang Nata krama oleh nakdhereke piyambak kang wewangi Retna Susumnadewi. Para santanane padhaginadhuhan tanah dhewe dhewe ing samurwate. Dene kuwajibane para santana utawa adipati mau ing mangsa kang wus ditamtokake kudu ngadhep ing panjenengane Nata, mulane kabeh padha duwe dalem becik becik ana ing Majapait, muwuhi asrining nagara. Ing jaman iku ana pujangga kraton aran “Prapanca” (Budha). Ing tahun 1365 pujangga iki nganggit layang kang aran Nagarakertagama. Ana maneh pujangga aran Empu Tantular nganggit layang Arjunawiwaha. Majapait ing wektu iku emeh mbawahake satanah Indhiya Wetan kabeh, kayata: Tanah Jawa Wetan lan Tengah, Sumatra, wiwit Lampung tekan Acih (Perlak), Borneo (Banjarmasin), Selebes (Banggawai, Salaiya, Bantaiyan), Flores (Larantuka), Sumbawa (Dompo), saparoning Malaka lan sabageyaning Nieuw Guinea. Tanah Sundha ora ditelukake. Kang jumeneng ratu ana ing tanah Sundha mau ajejuluk Prabu Wangi, putrane putri dilamar Prabu Ayam Wuruk iya dicaosake, ananging Prabu Wangi banjur pasulayan karo Patih Gajahmada, nganti dadi perang. Prabu Wangi seda ing paprangan lan akeh punggawane kang mati ana paprangan; ewadene tanah Sundha ora dibawah Majapait, isih madeg dhewe ing sateruse. Ing Jaman samono paro ajar utawa pandhita (agama Budha utawa Syiwah) melu nindakake paprentahan nagara, mulane padha diparingi lungguh bumi dhewe dhewe kang diarani bumi: Pradikan. Padesan ing sakubenging candhi utawa padhepokaning para pandhita lumrahe uga dadi bumi pradikan, wonge diwajibake jaga lan ngopeni candhi padhepokan mau. Kawula liyane padha kena pajeg prapuluhan (saprapuluhing pametuning bumine), lan kena ing pagaweyan gugur gunung lan sapepadhane. Pajeg rajakaya, pajeg panggaotan lan tambangan ing wektu samono iya wis ana. Pametoning praja gedhe banget, perlu kanggo ragad perang lan kanggo kapraboning Sang Nata sarta kanggo yeyasan nagara, kayata: kraton, gedhong gedhong, pasanggrahan pasanggrahan lan liya liyane. Ing nagara Majapait wis akeh omah kang becik becik, payone sirap, dene omah kang lumrah padha apager gedheg, ananging ing jero racake ana pethine watu kang santosa perlu kanggo nyimpen barange kang pangaji. Wong wong dhek jaman samono padha doyan nginang, senengane padha tuku bala pecah saka juragan Cina, pambayare nganggo dhuwit sing diarani Kepeng. Wong lanang padha ngore rambut, wong wadon gelungan kondhe. Wiwit enom wong wong padha nganggo gegaman keris, lan gegaman iku kerep diempakake. Wong yen mati jisime diobong, yen sing mati iku bangsa luhur utawa wong sugih bojo bojone (randha randhane) padha melu obong. Ora adoh saka nagara ana papan kanggo adu adu kewan utawa uwong utawa kanggo karameyan liya liyane. Papan iku arane “Bubat”. Sang Nata kerep lelana tinggal nagara, ing Blambangan saurute iya tau dirawuhi.Prakara perdagangan iya dadi gedhe banget, awit saka majuning lelayaran kagawa saka kehing nagara nagara kang kabawah ing Majapait sing kelet letan sagara. Bab kagunan, kayata: ngukir ukir sapepadhane, kombule ing Tanah Jawa Wetan dhek pungkasane abad kang katelulas, lan ing wiwitane abad kang pat belas, mung bae panggawene reca reca kang apik apik iku nganggo tuntunaning wong Indhu utawa nurun kagunan Indhu. Cekaking carita: Nalika panjenengane Prabu Ayam Wuruk iku, Majapait lagi unggul unggule, samubarang lagi sarwa onjo. Prabu Ayam Wuruk tilar putra kakung miyos saka selir asma “Bhre Wirabhumi” jumeneng Nata ana ing bageyan kang wetan. Dene kang nggenteni keprabon Majapait putra mantune Sang Nata, ajejuluk Wikramawardhana (tahun 1389 – 1400). Ing tahun 1400 Sang Prabu seleh keprabon, kersane arep mandhita, ananging sapengkere Sang nata, putra lan sentanane padha rebutan nggenteni keprabon. Prabu Wikramawardhana banjur kapeksa kundur jumeneng ratu maneh nganti tekan tahun 1428. Sajroning jumeneng sing keri iki Sang Prabu nerusake merangi santanane kang wus kabanjur ngraman nalika Sang Prabu jengkar saka kraton. Rehning perang iki nganti suwe dadi nganakake kapitunan akeh lan karusakan gedhe, awit teluk telukan ing tanah sabrang banjur padha wani mbangkang wus ora gelem kabawah Majapait. Tataning kawula iya banjur rusak. Prakara paten pinaten wis dadi lumrah. Akeh wong main lan adu jago totohane gedheni. Ing tahun 1428 – 1447 kang jumeneng nata ratu putri jejuluk Retna Dewi Suhita, putrane Prabu Wikramawardhana saka garwa paminggir. Teruse banjur banjur Prabu Kertawijaya (1447 – 1452) lan maneh Prabu Bhra Hiyang Purwawisyesa (1456 – 1466), Pandan Salas (1446 – 1468), banjur Prabu Bhrawijaya V (1468 – 1478). Mungguh babade ratu ratu kang wekasan iki ora terang, mulane ora disebutake. Ana ratu ing nagara Keling (salor wetane Kedhiri, sakidul kulone Surabaya) jejuluk Prabu Ranawijaya Giridrawardhana ngelar jajahan nelukake Jenggala, Kedhiri lan uga mbedhah Majapait (tahun 1478). Bedhahe Majapait iku kuthane ora dirusak, awit ing tahun 1521 lan 1541 nagara Majapait isih kecrita kutha kang gedhe. Suwe suwe kutha Majapait dadi rusak, awit wong wonge kang ora seneng kaereh ing kraton liya, padha genti genti ninggal negarane, nglereg marang tanah Bali. Saiki Majapait mung kari patilasan bae, awujud pager bata tilas mubeng lan tilas gapura (Candhi Tikus, Bajang Ratu). Isih sajroning jaman Majapait, agama Islam wis mlebu saka sathithik, saya suwe saya bisa ngalahake dayaning agama Indhu ana ing Jawa Wetan. Mungguh kaananing tanah Sundha ing wektu iku ora pati kasumurupan. Sawise krajan Tarumanagara dhek abad 4 lan 5, mung ana kang kacarita krajan Sundha ing tahun 1030 nagarane kira kira ing Cibadhak. Enggone ora ana wong manca kang mlebu mrono, marga saka kehing bajag kang padha nganggu gawe ing sauruting pasisir. Ing Priyangan sisih wetan ana krajane aran Galuh, kang ngadegake ayake ratu aran Pusaka, ratu liyane jejuluk Wastukencana lan Prabu Wang(g)i. ing tahun 1433 Sang Ratu Dewa iya RajaPurana, ngadegake kutha anyar aran Pakuan (Batutulis). Karajan iki aran Pajajaran. Tulisan kang ana ing watu kono nerangake manawa Sang Prabu yasa segaran. Pajajaran semune krajan rada gedhe lan ngerehake Cirebon barang. Perangan Kang Kaping Pindho Babad Tanah Jawa Wiwit Adege Karajan Karajan Islam lan Tekane Bangsa Europa tumekane Gempale Karajan Mataram lan Ambruke Vereenig de Oost indische Compagenie (VOC) tahun 1500 – 1799. 09 Perangan Kang Kaping Pindho Bab 1 Karajan Demak lan Karajan Pajang +/- tahun 1500 – 1582 Wiwitane ing Tanah Jawa ana agama Islam ing antarane tahun 1400 – 1425. Ing tahun 1292 ing tanah Perlak ing pulo Sumatra wis ana wong Islam; ing tahun 1300 ana wong Islam manggon Samudra Pasei. Ing pungkasane abad kang ping 14 ing Malaka iya wis ana wong Islam.Tekane padha saka Gujarat. Saka Malaka kono agama Islam mencar marang Tanah Jawa, tanah Cina, Indhiya Buri lan Indhiya Ngarep. Kang mencarake agama Islam ing Tanah Jawa dhisike yaiku sudagar Jawa saka Tuban lan Gresik, kang padha dedagangan ing Malaka, padha sinau agama Islam, dadine Islam terkadhang sok kepeksa. Sudagar sudagar jawa mau padha bali marang Tanah Jawa Wetan, sudagar Indhu lan Persi uga ana sing teka ing kono lan nuli mencarake agama Islam marang wong wong. Sing misuwur yaiku: Maulana Malik Ibrahim (wong Persi?), seda ana ing Gresik ing tahun 1419, nganti saiki pasareane isih. Bareng kuwasane karaton Majapait saya suwe saya suda, para bupati ing pasisir rumangsa gedhe panguwasane, wani nglakoni sakarep karep. Para bupati mau lumrahe wis padha Islam wiwit tumapaking abad kaping 16 (tahun 1500 – 1525), Jalaran saka iku kerep bae perang karo para raja agama Indhu kang manggon ing tengahing Tanah Jawa. Miturut carita: Sang Prabu Kertawijaya ing Majapait iku wis tau krama karo putri saka ing Cempa (tanah Indhiya Buri). Putri mau kapernah ibu alit karo Raden Rahmat utawa Sunan Ngampel (sacedhake Surabaya). Sunan Ngampel kagungan putra kakung siji, asma Sunan Bonang, lan putra putri siji, asma Nyai Gedhe Malaka. Nyai Gedhe Malaka iku marasepuhe Raden Patah utawa Panembahan Jimbun, yaiku kang sinebut: Sultan Demak kang kapisan. Sunan Ngampel lan Sunan Bonang iku dadi panunggalane para wali. Para wali mau kang misuwur: Sunan Giri (sakidul Gresik), ana ing kono yasa kedhatonlan mesjid; Ki Pandan Arang (ing Semarang) lan Sunan Kali Jaga (ing Demak). Ing tahun 1458 ing Demak wis ana mesjid becik. Padha padha bupati ing pasisir pati Unus iku kang kuwasa dhewe. Pati Unus uga kasebut Pangeran Sabrang Lor. Iku putrane Raden Patah utawa Panembahan Jimbun. Ing tahun 1511 Pati Unus mbedhah Jepara, Ing tahun 1513 nglurugi Malaka. Enggone tata tata arep nglurug mau nganti pitung tahun lawase. Lan bisa nglumpukake prau kehe nganti sangang puluh lan prajurit 12.000, apadene mriyem pirang pirang. Nanging panempuhe bangsa Portegis ing Malaka nggegirisi, nganti Pati Unus kapeksa bali lan ora oleh gawe. Pati Unus ing tahun 1518 uga ngalahake Majapait nanging Majapait dhek samana pancen wis ora gedhe. Kuthane ora dirusak, mung pusaka kraton banjur digawa menyang Demak sarta Pati Unus ngaku nggenteni ratu Majapait. Ing tahun 1521 Pati Unus seda isih enem lan ora tinggal putra. Kang gumanti rayi let siji yaiku Raden Trenggana, jalaran rayine tumuli: Pangeran Sekar Seda Lepen, wis disedani putrane raden Trenggana, kang aran Pangeran Mukmin. Sajroning jumenenge Sultan Trenggana (tahun 1521 – 1550) karaton Demak kuwasa banget, nguwasani Tanah Jawa Kulon, ngereh kutha kutha ing pasisir lor lan uga mbawahake jajahan Majapait, sarta karaton Supit Urang (Tumapel) uga banjur kaprentah ing Demak. Dene Blambangan iku bawah Bali. Pelabuhan bawah Demak akeh sing rame, kayata: Jepara, Tuban, Gresik lan Jaratan. Gresik lan Jaratan iku sing rame dhewe, wong kang manggon ing kono luwih 23.000. Ing tahun 1546 Sunan Gunung Jati kalawan Sultan Trenggana arep mbedhah Pasuruwan. Kutha Pasuruwan banjur kinepung ing wadya bala, nanging durung nganti bedhah, pangepunge diwurungake, jalaran Sultan Trenggana seda cinidra dening sawijining punakawan santana, kang mentas didukani. Putrane Sultan Trenggana akeh. Putra putrine padha krama oleh priyayi gedhe gedhe. Ana sing krama oleh bupati ing Pajang, kang asma: Adiwijaya, yaiku Mas Krebet, Ki Jaka Tingkir utawa Panji Mas. Putrane Sultan Trenggana loro: Pangeran Mukmin utawa Sunan Prawata, lan Pangeran Timur, kang ing besuke dadi adipati ing Madura. Sunan Prawata iku kang nyedani Pangeran Sekar Seda Lepen. Ing semu putrane Pangeran Sekar Seda Lepen kang asma Arya Panangsang arep malesake sedane kang rama. Sakawit Arya Panangsang nyedani Pangeran Mukmin sagarwane, nuli putra mantune Sultan Trenggana, ora oleh gawe, malah Arya Panangsang bareng dipapagake perang, kalah nemahi pati. Adiwijaya banjur nguwasani Tanah Jawa: amboyong pusaka kraton menyang Pajang lan nuli dijumenengake Sultan dening Sunan Giri. Nalika Adiwijaya jumeneng ratu ana ing Pajang, blambangan lan Panarukan kabawah ratu agama Syiwah ing Blambangan, kang uga mbawahake Bali lan Sumbawa (tahun 1575). Jajahan jajahan ing Pajang kaprentah ing pangeran (adipati) yaiku: Surabaya, Tuban, Pati, Demak, Pemalang (Tegal), Purbaya (Madiyun), Blitar (Kedhiri), Selarong (Banyumas),Ana ing tanah Pasundhan karaton Pajang meh ora duwe panguwasa, jalaran ing tahun +/- 1568 tanah Banten dimerdikakake dening Hasanuddin, dadi tanah kasultanan.

 

 

10 segments War about 2 Empires Empires Mataram kingdom stand Senapati ( In 1582-1601 )

Are there sinebut keandalan Kyai Large Pamanahan , edits descended from the standard I. Because the Goose from Sultan Pajang lelabuhane , and didadekake patinggi Empires in Mataram kingdom . As land not yet Empires Mataram kingdom Reja and Market Large , padunungane Kyai Pamanahan that are an extra village . Son Kyai Large Pamanahan business Sutawijaya or Raden ‘s , or any market gabehi Loring called back by a Sultan Lift Pajang and adults are the Empires na , ‘m friends from God are the mortality Banawa . In the year 1575 Sutawijaya Gumanti work Empires in Mataram kingdom , may jejuluk Senapati Dalam Ngalaga Panatagama martyr . God Senapati ( Sutawijaya ) dalam direction for the filter very still king . Dalam Mulud no menghadap Pajang , and Market Large didadekake Beteng , Sultan Adiwijaya ‘ve been making . No war is going on and , Adiwijaya missing and death in the year 1582 since karacun . 1586 The Banawa no Senapati able to fight . Senapati and mengakui Sultan stood , and pusakaning Empires Empires kaelih Mataram kingdom . Senapati ngerehake Empires Mataram kingdom in the year 1586-1601 . Jajahan jajahan Pajangyang court in behalf Empires Mataram kingdom kaerehake very ngrekasa . Senapati has often forced to fight , fight with seperti Panaraga , Madiyun , Pasuruwan and more relevant from a Blambangan . But that’s no Blambangan signal can be missing . The Senapati memitran . Banten want ditelukake ( ditaklukan ) , but no berbisik . Galuh pineksa kareh Empires Mataram kingdom . Many cities in the harbor kemacetan , they were ditekani filter Portegis ( Portuguese ) , no dark The Netherlands is also present . Dedagangane Mrican ( pepper ) , kick , club , cotton products and the other products in the Goose , but knowledge and no mortality diperduli ADA . 1601 In the year 1601 Senapati mortality , filter jolang Gumanti son . Pasareyan Senapati Nunggal work in the market and where Penyimpanan pinundi . 11 – second segments doubles about 3 Empires and Banten cirebonan IA due to Sunan Gunung JATI ( + / – 1527 years ), half- dead ‘   1596 LinkedIn Mohamad ( year 1596 ) Be the first century from 16 rivers in the West Country named Pajajaran , City aKuan accusedaccuseraccusingaccustomaccustomedaceacerbitiesacerbityacetateacetyleneacheacidityaciditiesacidicacidachromaticachingachievementachievedachieveachievable . City ‘s harbor had too , Banten and Kalapa great , but failed to kemacetan dedagangane ( perdagnagannya ) . 1511 AD Since the year 1511 in the Malacca kacekel ( dikuasai Portuguese ) in Portegis , businessman filter dedagangan Islam in North waterside in West Java .  In Banten and large ADA Trade , traders Mrican ( pepper ) . As ADA realitas ( Sumatra ) , Islam , Come to the West in the King -cutter Pejajaran with soldiers from Demak . Realitas tembene accusedaccuseraccusingaccustomaccustomedaceacerbitiesacerbityacetateacetyleneacheacidityaciditiesacidicacidachromaticachingachievementachievedachieveachievable SunanGunung JATI , you can feel the bok Faletehan ( Faletehan the original name of Sunan Gunungjati ) . 1527 AD It’s ipene ( iparnya ) Raden Raden Help Trenggana.Marga from Trenggana in the year 1527 mbedhah Get great Kalapa ( or Jayakarta Jakarta) and cirebonan . 1552 AD In the year 1552 SunanGunung JATI in digenteni ( taken so let’s daughter in law , ber besan ) Hasanuddin Banten her . Children from different business Pasarean , Sultan nurunake in cirebonan . 1568 As Trenggana of death , Banten and Didirikan court is alone ( the year 1568 ) . Hasanuddin also nelukake Lampung , and children from the ngaturake ( mengharut to ) the daughter of Indrapura sebagai ‘m a wife . Banten city and harbor kemacetan large . However , a sequence of pasisirana 750 M , and ujure of + / – 1600 M. Just sign in your boat to boat out in the city where the city has nrajang , river waled Now , since sand . It’s sasisih are dipageri and gerdhu gerdhune ( box – gardunya ) treatment place and place soldiers mriyem ( shells ) 1570 Faletehan of death in the year 1570 and the cirebonan dimakamkan in Mount punthuk JATI . City Pakuan settings bedhahe year 1570 . People in the West and the Islamic forced Login . As death IA , IA Faletehan Sultan cirebonan the Lord ‘s stone buyute Faletehan . Hasanuddin are the daughter of Manners may Trenggana . 1570 AD Hasanuddin died in the year 1570 , and the dimakamkan Sabakingking . that Gumanti the court Yusup . As the population of people Banten ditanam the field ( ladhang ) . Dieneni parine settings and is not a plant , silk and other location filter made ladhang , growth is diberakake If you are , I enggone plant seperti that . That’s the land that you’re seperti I will be no good . As Sultan stood Yusup , well- They were didhawuhi sesawah . Because the people bertani kapeksa dipilihtempat left , switch between no pijer they were , ketiadaan End Village . Yusup make her dam and needs for fodder harvest Pakanuntuk ngelebi

 

10 segmen Kedua sekitar 2 Kerajaan kerajaan Mataram berdiri Senapati ( Tahun 1582-1601 )

Ada sinebut keandalan Kyai Besar Pamanahan , hanya turunan dari standar I. Karena banyak dari Sultan Pajang lelabuhane , dan didadekake patinggi di kerajaan Mataram . Ketika tanah belum kerajaan Mataram Reja dan Pasar Besar ,

padunungane Kyai Pamanahan itu adalah sebuah desa . Putra Kyai Besar Pamanahan nama Sutawijaya atau Raden itu, atau anak pasar gabehi Loring dipanggil kembali oleh lift Sultan Pajang dan orang dewasa berada di kerajaan na , seorang teman dari Tuhan Kematian adalah Banawa . Pada tahun 1575 Sutawijaya Gumanti ayahnya di kerajaan Mataram , mungkin jejuluk Senapati Dalam Ngalaga martir Panatagama . Tuhan Senapati ( Sutawijaya ) dalam arah yang sangat untuk masih raja .

 

Dalam Mulud tidak menghadap Pajang , dan Pasar Besar didadekake Beteng , membuat Sultan Adiwijaya khawatir . Tidak lagi terjadi dan perang , Adiwijaya hilang dan meninggal pada tahun 1582 sejak karacun .

1586

 

The Banawa tidak mampu melawan Senapati . Senapati dan mengakui Sultan berdiri , dan pusakaning kerajaan kaelih kerajaan Mataram . Senapati ngerehake kerajaan Mataram di tahun 1586-1601 .

 

Jajahan jajahan istana Pajangyang di atas kerajaan Mataram kaerehake sangat ngrekasa . Senapati telah sering dipaksa perang , seperti perang dengan Panaraga , Madiyun , Pasuruwan dan lebih dari Blambangan a .

 

Tapi itu tidak Blambangan sinyal bisa hilang . The Senapati memitran . Banten ingin ditelukake(ditaklukan)  , tapi tidak berbisik . Galuh pineksa kareh kerajaan Mataram . Di banyak kota pelabuhan kemacetan , mereka ditekani yang Portegis (portugis) , tidak tua Belanda juga hadir itu . Dedagangane Mrican(Merica)  , Tendang , klub , kapas barang dan produk lainnya di banyak , tetapi pengetahuan dan tidak ada kematian diperduli .

 

1601

 

Pada tahun 1601 Senapati kematian, yang jolang Gumanti putra . Pasareyan Senapati Nunggal ayahnya di pasar dan Penyimpanan pinundi mana .

11 segmen ganda kedua– sekitar 3

Kerajaan Banten dan Cirebonan                                                                                                         karena ia Sunan Gunung JATI ( + / – 1527 tahun ) sampai mati ‘

 

1596

 

LinkedIn Mohamad ( tahun 1596 ) Pada abad pertama dari 16 kali di Tanah Barat bernama Pajajaran Negara , Kota aKuan merasa.

 

Kota ini juga memiliki pelabuhan , Banten dan Kalapa Majapahit , tapi gagal kemacetan dedagangane(perdagnagannya)  .

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1511 masehi

 

Sejak tahun 1511 di Malaka kacekel (dikuasai Portugis) di Portegis , pedagang yang dedagangan Islam di pasisir utara di Jawa Barat .

 

 Di Banten dan ada pedagangan besar , pedagang Mrican(merica) . Ketika ada realitas ( Sumatera ) , Islam , datang ke Barat di jerami Raja Pejajaran dengan tentara dari Demak . Realitas tembene merasa SunanGunung JATI , bisa merasakan bok Faletehan(Faletehan nama  asli Sunan Gunungjati)  .

 

1527 masehi

 

Ini ipene(iparnya)  Raden Raden Bantuan Trenggana.Marga dari Trenggana pada tahun 1527 dapat mbedhah Majapahit Kalapa ( atau Jayakarta Jakarta ) dan Cirebonan .

 

 

1552 masehi

 

Pada tahun 1552 SunanGunung JATI di digenteni ( diambil jadi mantu,ber besan) Banten anaknya Hasanuddin . Anak dari nama Pasarean lain, Sultan nurunake di Cirebonan .

 

 

1568

Ketika Trenggana meninggal, Banten dan Didirikan istana itu sendiri ( tahun 1568) .

 

Hasanuddin juga nelukake Lampung , dan anak dari raja ngaturake(mengharut  ke ) putri Indrapura sebagai seorang istri .

 

Kota Banten dan pelabuhan kemacetan besar. Namun, urutan pasisirana 750 M , dan ujure tanah + / – 1600 M. Perahu boat bisa masuk ke luar kota di mana kota memiliki nrajang , sungai sekarang waled , sejak pasir . Ini adalah sasisih dipageri dan gerdhu gerdhune(gardu-gardunya)  tempat perawatan dan tempat tentara mriyem (meriam)

 

1570

 

Faletehan meninggal pada tahun 1570 di Cirebonan dan dimakamkan di Gunung punthuk JATI . Kota Pakuan bedhahe setelah tahun 1570 .

 

Orang-orang di Tanah Barat dan Islam dipaksa Login . Ketika ia meninggal, ia Faletehan Sultan di Cirebonan Lord batu buyute Faletehan itu . Hasanuddin adalah putri Manners mungkin Trenggana .

 

 

1570 masehi

Hasanuddin wafat pada tahun 1570 , dan dimakamkan di Sabakingking . itu Gumanti raja istana Yusup .

 

 

Ketika populasi orang Banten ditanam di lapangan ( ladhang ) . Setelah dieneni parine dan bukan tanaman, orang dan lokasi lain yang dibuat ladhang , jika pertumbuhan tersebut diberakake lagi , enggone Saya menanamnya seperti itu . Anda seperti itu tanah Aku tidak akan baik . Ketika Sultan berdiri Yusup , orang

Mereka didhawuhi sesawah . Karena orang bertani kapeksa dipilihtempat tinggal , saklar tidak pijer antara mereka , penyebab ketiadaan Desa .Yusup dia membuat bendungan dan kebutuhan untuk Pakan Pakanuntuk ngelebi tikus .

 umber

 

Original info

 

10 Perangan Kang Kaping Pindho Bab 2 Karajan Mataram Nalika Jumenenge Senapati (tahun 1582 – 1601) Ana wong linuwih sinebut Kyai Gedhe Pamanahan, asale mung wong lumrah bae. Jalaran saka akeh lelabuhane marang Sultan Pajang, banjur didadekake patinggi ing Mataram. Nalika iku tanah Mataram durung reja lan Pasar Gedhe, padunungane Kyai Pamanahan mau isih awujud desa. Putrane Kyai Gedhe Pamanahan kang asma Sutawijaya utawa Raden Bagus, utawa Pangeran gabehi Loring Pasar iku dipundhut putra angkat dening Sultan Pajang lan nganti diwasa tansah na ing kraton , dadi mitrane Pangeran Pati yaiku Pangeran Banawa. Ing tahun 1575 Sutawijaya gumanti kang rama ana ing Mataram, oleh jejuluk Senapati Ing Ngalaga Sahidin Panatagama. Panembahan Senapati (Sutawijaya) mau banget ing pangarahe supaya bisa jumeneng ratu. Ing sasi Mulud ora ngadhep marang Pajang, lan Pasar Gedhe didadekake beteng, ndadekake kuwatire Sultan Adiwijaya. Kelakon ora suwe banjur peperangan, Adiwijaya kalah lan ing tahun 1582 seda jalaran karacun. Pangeran Banawa ora wani nglawan Senapati. Senapati banjur ngaku jumeneng Sultan, sarta pusakaning kraton kaelih marang Mataram. Senapati ngerehake Mataram ing tahun 1586 – 1601. Jajahan jajahan karaton Pajang kang wis kasebut ndhuwur kaerehake ing Mataram kanthi ngrekasa banget. Senapati kepeksa kudu kerep perang, kayata: perang karo Panaraga, Madiyun, Pasuruwan lan luwih luwih karo Blambangan. Ewadene Blambangan iku ora bisa kalah babar pisan. Karo Senapati memitran. Banten arep ditelukake, nanging ora bisa kalakon. Galuh pineksa kareh Mataram. Ing nalika iku akeh kutha kutha pelabuhan kang rame, padha ditekani wong Portegis, ora lawas wong Walanda iya padha nekani ing kono. Dedagangane mrica, pala, cengkeh, kapas lan barang barang liyane akeh, nanging bab kawruh lan kagunan ora pati diperduli. Ing tahun 1601 Senapati seda, kang gumanti putra Mas Jolang. Pasareyan Senapati nunggal kang rama ana ing Pasar Gedhe sarta padha pinundi pundhi. 11 Perangan Kang Kaping Pindho Bab 3 Karajan Banten lan Cirebon wiwit jumenenge Sunan Gunung Jati (+/- tahun 1527) tumeka Sedane maulana Mohamad (tahun 1596) Ing wiwitane abad kang ping 16 ing Tanah Jawa Kulon ana nagara aran Pajajaran, Kutha aran akuan. Kutha pelabuhan iya duwe, yaiku Banten lan Sundha Kalapa, nanging dedagangane urung rame. Awit saka Malaka ing tahun 1511 kacekel ing bangsa Portegis, para sudagar Islam padha dedagangan ana ing pasisire lor Tanah Jawa Kulon. Ing Banten nuli anapedagangan gedhe, dagangane mrica. Ing nalika iku ana wong Pasei (Sumatra), agamane Islam, teka ing Tanah Jawa Kulon merangi ratu ing Pejajaran nganggo prajurit saka ing Demak. Wong Pasei mau ing tembene aran SunanGunung Jati, maune bok menawa aran Faletehan. Iku ipene Raden Trenggana.Marga saka pitulungane Raden Trenggana ing tahun 1527 bisa mbedhah Sundha Kalapa (Jayakarta utawa Jakarta) lan Cirebon. Ing tahun 1552 SunanGunung Jati ing Banten digenteni kang putra Hasanuddin. Dene putra liyane kang asma Pangeran Pasarean, iku kang nurunake para Sultan ing Cirebon. Faletehan seda ing tahun 1570 ana ing Cirebon lan disarekake ana ing punthuk Gunung Jati. Kutha Pakuan bedhahe sawise tahun 1570. Para wong ing Tanah Jawa Kulon banjur dipeksa manjing agama Islam. Nalika Faletehan seda kang jumeneng Sultan ing Cirebon Panembahan Batu, yaiku buyute Faletehan mau. Hasanuddin iku krama oleh putrine Pangeran Trenggana. Bareng Pangeran Trenggana seda, karaton Banten banjur madeg dhewe (tahun 1568). Hasanuddin uga nelukake Lampung, sarta raja Indrapura ngaturake putrane putri minangka garwa. Kutha Banten dadi rame lan pelabuhane gedhe. Ananging kutha urut pasisirana 750 M, dene ujure marang dharatan +/- 1600 M. Prau prau bisa lumebu ing kutha metu ing kali kang nrajang kutha mau; saiki kaline wis waled, jalaran wedhi. Kutha mau kang sasisih dipageri lan ana gerdhu gerdhune panggonan prajurit jaga tuwin panggonan mriyem. Hasanuddin seda ing tahun 1570, banjur kasarekake ing Sabakingking. Kang gumanti kaprabon Pangeran Yusup. Nalika iku wong Banten yen nandur pari lumrahe ana ing pategalan (ladhang). Sawise dieneni parine banjur ora ditanduri maneh, wong wonge banjur golek panggonan liya digawe ladhang, yen wus panen iya diberakake maneh, enggone nanduri iya kaya kang wis mau. Sing kaya mangkono iku tumraping lemahe mesthi bae ora becik. Bareng Pangeran Yusup jumeneng Sultan, wong wong padha didhawuhi sesawah. Jalaran saka iku wong tani iya kapeksa milih panggonan sing tetep, ora pijer ngolah ngalih, iku njalari anane desa desa. Pangeran Yusup uga dhawuh yasa bendungan lan susukan susukan perlu kanggo ngelebi sawah.

 THE END

MORE INFO LOOK

THE COMPLETE  BOOK

THE JAVA HISTORY COLLECTIONS

PART

BABAD  JAVA LAND

BABAD TANAH JAWI

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s