KISI INFO STUDI PERBANDINGAN BABAD TANAH JAWA

INI CUPILKAN BUKU Dr IWAN SEBAGAI CONTOH,BUKU YANG LENGKAP AKAN DIPUBLIKAIKAN  9 PEBUARI TAHUN 2015

HARAP KOMENTAR,SARAN DAN SOKONGAN DARI SELURUH RAKYAT INDONESIA

DILARANG MENGKOPI DAN MENIRU IDE INI

HAK CIPTA Dr IWAN DILINDUNGI UNDANG-UNDAR RI

BUKU YANG LENGKAP TERSEDIA BAGI YANG BERMINAT HUBUNGGI LIWAT KOMENTAR(COMMENT) DI WEB BLOG INI

sORRY FOR THE UNEDITED ARTICLES BELOW,I DID  TO PROTEC T AGAINST THE COPY WITHOUT PERMISSSION

 

Dr IWAN SUWANDY,MHA

PENEMU DAN PRESIDEN PERTAMA

PERHIMPUNAN

KISI

(KOLEKSTOR INFORMASI SEJARAH INDONESIA)

TAHUN 2013-2020

SEKJEN KISI

LILI WIDJAJA,MM

DEWAN KEHORMATAN

KETUA

Dr IWAN SUWANDY,MHA

ANGGOTA

ALBERT SUWANDY DJOHAN OETAMA,ST,GEA

ANTON JIMMI SUWANDY ST.MECH.

 

ANNGOTA KEHORMATAN

GRACE SHANTY

ALICE SUWAMDY

ANNABELA PRINCESSA(CESSA(

JOCELIN SUWANDY(CELINE)

ANTONI WILLIAM SUWANDY

MASA JABATAN PREDIDEN DAN SEKJEN HANYA SATU KALI SELAMA TUJUH TAHUN, PENGANTINYA AKAN DIPILIH OLEH DEWAN KEHORMATAN

BAGI YANG BERMINAT MENJADI ANGGOTA KISI

MENDAFTAR LIWAT  EMAIL KISI

iwansuwandy@gmail.com

dengan syarat

mengirimkan foto kopi KTP(ID )terbaru dan melunasi sumbangan dana operasional KISI untuk seumur hidup 

YANG BESARNYA TERSRAH ANDA

sUMBANGAN RENDAH JAD ANGGOTA BIASA

SUMBNAGAN TINGGI JADI ANGGOTA KHUSU-

HAK ANGGOTA

SETIAP BULAN AKAN DI,KIRIMKAN INFO LANGSUNG KE EMAILNYA

DAPAT MEMBELI BUKU TERBITAN KISI YANG CONTOHNYA SUDAH  DIUPLOAD DI

hhtp”//www. Driwancybermuseum.wordpress.com

dengan memberikan sumbangan biaya kopi dan biaya kirim

TERIMA KASIH SUDAH BERGABUNG DENGAN KISI

SEMOGA KISI TETAP JAYA

Driwancybermuseum Homeoffic 

Copyrught @ Dr Iwan suwandy,MHA 2013

Forbidden to copy without written permission by the author

The Java History Collections

Part

The Java Babad Legend Story

 

Created  By

Dr Iwan suwandy,MHA

Special For KISI member

Copyright @ 2013

 

Setalah dengan susah payah, Dr Iwan Ketua KISI seoarng putra sumatera barat tak pernah belajar bahasa Jawa, dan bukan seorang historian,hanya ohi sejaraha dan belajar sendiri alias otodikak mencoba menterjemahkan Babad Tanah Jawa yang beraksara Jaw, oleh karena tas permintaan banyak anggota KISI hasil terjemahan yang telah dilaksanakan itu di tampilkan dalam artikel info kisi hari ini, harap koreksi dari para pakar dan ahli bahasa jawa serta para ahli sejarah Indonesia Selanjutnya KISI INFO akan membandingkan tulisan info Babad Tanah Jawa ini dengan situasi yang sberfnarnya terjadi berdasarkan fakta sejarah dan bukti-bukti sejarah yang asli SILAHKAN BERGABUNG DENGAN KISI AGAR INFORMASI YANG ANDA INGINKAN DAPAT DIPEROLEH SECARA LENGKAP DAN DAPAT DIMANFAATKAN SEBAGAI PELAJARAN AGAR HAL YANG JELEK TIDAK DIULANGI DAN HAL YANG BAIK DIJADIKAN PEDOMAN DALAM MENYUSUN STRATEGI DAN TAKTIK MENGHADPAI MASA MENDATANG SELAMAT MEMBACA BABAD TANH JAWA YANG BENAR DAN BAIK

Babad Tanah Jawa

 The  Legend Of Java Island

Comperative Studies

Part II

 

Created  By

Dr Iwan Suwandy,MHA

Special For KISI member

Copyright @ 2013

BABAD TANAH JAWA INFO

Segmen  Pertama 02 sekitar 2 Kerajaan  Indhu(Indonesia)  di Jawa Tengah ( abad ke-6 )

Sekilas dari: 1 . Rekaman Cina . 2 . Unining (prasasti) ditulis dalam batu dan batu Borobudur . 3 . Catatan dari orang-orang Arab , memiliki beberapa peristiwa (kasumurupan) beberapa kanon (kaananing) bahwa                                                                                                       Indhu (Indonesia)  di Jawa Tengah di dhek samono (zaman dulu) Abad pertama

Kanem orang Indhu (Indonesia) baru datang di Pulaau Barat (Tana The West ). , Di mana mereka mungkin pada sensara ( lelara) , sehingga mereka  melirik  (nglereg)  ke barat , ke Tanah Jawa Tengah . Jawa waktu zaman dulu( samono)  tersebut ,  yang  jika ditandhing ( ditandingkan atau dibandingkan)  adalah  tingkat kepandaiannya  ( kapinterane) sangat tinggi

Indonesia (The Indhu ) satunya adalah Ibu , sehingga turun – dan Sorani . Indonesia (The Indhu) dan ngadegake kerajaan di Jepara . Rumah keluarga yang padunungane ( padunungnya) Jawa , aku punya keluarga yang sama rumah sekarang , atau apayon Atep(satu atap) eduk dan Kepang tersebut .  Perdagangan berlawan atau bersaing dengan etnis Tionghoa ( Enggone dedagangan lelawanan dengan Cina);

produk  perdagangan (dedagangane ) seperti : emas, perak, warna gading , dan pilihan lainnya . Cina Cina (orang Tionghoa)  memanggil Negara Kalinga , Besuki , aku  memberikan informasi  : Jawa .  Kerajaan Saya  untuk jangka  besar , bahkan untuk kecil  membawahi (mbawahake ) Kerajaan 28 ( dua puluh delapan) .

732 Masehi Orang Cina mengacu pada nama putri raja : Sima ;  dikehendakan –diinginkan (dikandakake)  baik dirinya (enggone ) baik  memerintah Negara (catch- directed Praja)  ( 674 tahun ) .

Tusliasannya pada (Tulisaning ) batu – (prasasti ) yang  cirinya (cirine) 732 tahun , sehingga sangat tua, ada  diketumakan (Kateman )sekitar Magelang , lihat , bahwa raja muncul ,  dijuluki  atau bergelar (jejuluk ) Prabu Sannaha , sebuah istana yang besar , yang mencakup  Jajahanya (jajahane ) tanah Kedhu (Kedu)  , Yogyakarta , Surakarta dan  malah menawan atau menduduki ( bokmenawa) di Jawa Timur juga termasuk lahan kerajaan .

Sekilas Cerita

, Kerajaan perdamaian dan prosedur seperti itu teks dari  temuan (Kateman)  di patilasan (dasar Candi)  : Walaupun orang-orang sedang tidur di jalan jalan , ada rasa takut , ada peringatan lain atau  larangan (hal yang dilarang ). Kata sekilas (tulisan)Arab, adalah(dhek )pusat pusat abad kesembilan , raja di tanah harus  membawahi ke ( mbawahake di )Malaka

( timah Pamelikan ) . Kerajaan atas semua pengetahuan ini tidak , tapi kemudian di meja ditulis di atas batu yang musim di (pada) 919  VC-voor Christ (masehi)   , lihat kerajaan kerajaan Mataram . Ini  jajahanya (jajahane ) , berdasarkan  Kedu (Kedhu)  saat , Yogyakarta  , Surakarta , manglore laut , tanah-tanah di barat dalam beberapa Jawa Timur . Disebut kota mereka : Mendhangkamulan (?). Pembicaraan Arab, ada raja-raja dan kerajaan  membedah (membuka) mbedhah  Negara Kamboja -Khamer ( Indhu Buri  atau Bumi Indonesia) . Bahwa itu adalah saringan kerajaan kerajaan Mataram . Juga  Kambodja (Khamer) , kerajaan pulau adalah Pulau mbawahake . Pulau ini berisi pegunungan pulau api . Kerajaan emas kaya dan bumbu craken . Orang-orang Arab juga banyak

 

Persaingan Perdagnagan                                                                                                                                                                        (The lelawanan dedagangan ).

Sebelum nya (Sabakdane) tahun  928 t tidak ada rincian tentang  situasi kondisi  (atmosfir)  apa yang (terjadi) di kerajaan -Kerajaan Mataram . Hal ini dilaporkan di Tanah dan Timur .

Saya  saring (Ayak) kerajaan Mataram kerajaan rusak oleh  Letusan (panjebluge) gunung Merapi ( Merbabu ) , dan banyak yang ngungsi barat .

Dalam  abad ke 17

Didirikan kembali  kerajaan Mataram yang memiliki daya (atau kekuatan yang ) besar dan daya IRIB IRIB kuno kerajaan –Kerajaan Mataram  . Orang beragama Indhu (Hindu) tatap muka Kejawen  ( ngejawa) adalah  sama.

Di tanah (Jawa) pertumbuhan (tumpah) darah,  rakyatnya sendiri di  Memuja  Hindu Menghadap (kunane Indhu ngedhep) Brahma dan Wisnu Syiwah , dia kaaranan Trinitas(Tiga yang mahakuasa ) . Kecuali itu juga sembah ke (dewa) diva  (yang) banyak pilihan lain , seperti: Ganesya , putra dewa Durga .

Menurut ajaran agama Indhu (Hindu) Penjelasan dari empat kelompok , adalah:

– Para Brahmana ( Pemerintah ) . – The Knight ( Pembesar ) . – The Wesya ( karya seni ) . – The Syudra ( kasus atau rakyat jelata )

. Pengajaran agama dan (Pedatang Hindu tersurat ) padatane Indhu kaemot dalam surat yang terkenal , nama pasir .

Kira sekitar 500 tahun sebelum tahun pertama dari Kristen(Masehi),

(Daerah Hindu)Indhu Darah adalah (besar pengaruh) peparab Syakya suara , Gautama atau Buddhisme . Sebagai  (Mahaguru )geseh mengajar orang yang sangat religius  Hindu (Indhumau) .  (Pendeta)Buddha Priest meninggalkan kekayaannya , dan mengajar  (hal yang dilarang)asesirik muruk orang . Juga tidak hormat  (dewa-dewa)diva diva , pengajaran : sejak berdasarkan kemanusiaan dan aku , jadi jangan dibagi menjadi empat kelompok . Brahmana Indhu (hindu)

Saya tidak ingin berpikir , sehingga sering tidak teratur besar . Di negeri orang (Hindu) Indhu Buddha dan masalah dengan Indhu agama(hindu) .

Acara Buddhisme hilang dan kemudian ngili (pindah kehilir) ke Ceylon ke selatan , induk Buri , Thibet , Cina , Jepang .

 

Sebagai Agama (Hindu) Indhu pangedêpe tidak . Ada sangat welcome untuk memundhi (memuja) Syiwah adalah Syiwaiet ( di Jawa Tengah ) , ada sangat (memuja) pangedêpe Wisynu , adalah Wisynuiet ( di Tanah Barat ) . Juga mungkin banyak orang Budha , tetapi di Tanah agama agama bukan damai , tapi kadang-kadang saya campuran . agama ( candi Hindu)Petilasane Indhu saikine yang berat , seperti:

– Borobudur Borobudur di Plato Dieng ( Syiwah ) , adala jasanya daerah  (  bokmenawa yasane Darah)  Raja Sanjaya .

– Borobudur di Kalasan pada musim VC 778 tahun (masehi), ini saringan Borobudur tua sendiri ( Buddhisme ) ,                                                                            Jasanya ( yasane) Daerah  Raja Syailendra Darah .

– Borobudur Buddha diketahui bahwa Candi Borobudur dan Endut .(Mendut) – Borobudur gambar ( Syiwah ) . Di sekitar sana Prambanan Borobudur campuran dari Buddhisme dan Syiwah .

 

FACTUAL HISTORY INFO

VI th Century

about 500

 

Beginning of Srivijaya kingdom near Palembang, in Sumatra

 

 

 

  1. 1.                  Kebon Kopi inscriptions, found in Bogor, contains a painting of an elephant foot.

 

 

3. Ciaruteun inscription, found on the banks of the river Cisadane, Bogor, contains pictures of King Punawarman feet which is considered as the feet of Lord

 

 

 

 

Dynasty of Tarumanagara. Tarumanagara Kingdom start in 358. when it first start it was a vassal of Salakanagara. Rajadirajaguru Jayasingawarman is Tarumanagara First king. The earliest known written records of Tarumanagara existence are inscribed monument stones. Inscribed stone is called prasasti in Indonesian language. A prasasti located in a river bed of Caiaruteun river, called Prasasti Ciaruteun, from the fifth century AD, written in Wengi letters (used in the Indian Pallava period) and in Sanskrit language, reports the most famous king of Tarumanagara:

This is the print of the foot soles of the very honorable Purnawarman, the king of Tarumanagara who is very brave and control the world, as those of God Wisnu.

 

Purnawarman is Tarumanagara most famous kings. Another Prasasti about him is Prasasti Jambu

 

 

 

(From the mid 5th Century, inscription and footprints of Purnawarman –

Hindu ruler of Taruma Negara in West Java)

 

 

The name of the king who is famous of faithfully executing his duties and who is incomparable (peerless) is Sri Purnawarman who reigns Taruma.

His armour cannot be penetrated by the arrows of his enemies.

The prints of the foot soles belong to him who was always successful to destroy the fortresses of his enemies, and was always charitable and gave honorable receptions to those who are loyal to him and hostile to his enemies.

List of Tarumanagara Kings:

  1. 1.   Rajadirajaguru Jayasingawarman
  2. 2.   Dharmayawarman

 

  1. 3.   Purnawarman

 

  1. 4.   Wisnuwarman

 

  1. 5.   Indrawarman

 

 

  1. 6.   Candrawarman
  2. 7.   Suryawarman

Estuary Sand inscription

 

 

that mentions the event of return of government to the King of Sunda was made in 536 AD In that year the ruler Tarumanagara is Suryawarman (535-561 AD) King Tarumanagara to-7.

  1. 8.   Kertawarman
  2. 9.   Linggawarman

10.Tarusbawa

   

 

 

 

 

 

The First Indianized KingdomsKnowledge of the early Indonesian Kingdoms of the Classical or Hindu period is very shadowy -gleaned solely from old stone inscriptions and vague references in ancient Chinese, Indian and Classical texts. The island of Java, for example, was mentioned in the Ramayana (as Yawadwipa), and in the Alnagest of Ptolemy (as yabadiou).

 

However the first specific references to Indonesian rulers and kingdom are found in written Chinese sources and Sanskrit stone inscriptions dating from the- early 5th Century.

 

The stone inscriprions written in the south-lndian Pallawa script). were issued by lndonesian rulers in two different areas of the archipelago- Kutei on the eastern coast of Kalimantan and Tarumanegara on the Citarum River in West Java (near Bogor).

Both rulers were Hindus whose power seems to have derived from a combination of wet-rice agriculture and maritime trade.Also. in the early 5th Century.

 

there is the interesting figure of Fa Hsien.

a Chinese Buddhist monk who journeyed to India to obtain Buddhist scriptures and was then shipwrecked on Java on his way home. In his memoirs (translated into English by James Ledge as, Record of Buddhistic Kingdoms),

Fa Hsien note

that there were many Brahmans and heretics on Java, but that the Budhist Dharma there was not worth mentioning. His comment highlight a fascinating feature of Indianized Indonesia-that while some early kingdom were mainly Hindu, others were primarily Buddhist.

 

As time went on the distinction became increasingly blurred.Another fact of life for the Hinduized states of lndonesia was that their power depended greatly on control of the maritime trade.

from the early 8th Century onward, great Indianized kingdoms established them-selved here. They first supplied Sriwijaya with rice and later began to compete with her for a share of the maritime trade

 

.

(Temple relief from Borobudur)

 

 

 

 

(The so-called wayang-kulit style of temple sculpture of Candi Jago)

 

 

520-525 CE: Cosmas Indicopleustes, a theologian, geographer and merchant from Alexandria, visited Malabar, mentioning Christians, and a bishop ordained in Persia. He wrote of ships visiting Sri Lanka from many countries, including China. Ishwar Sharan, http://hamsa.org/05.htm; Prof W.I. Siriweera, http://lakdiva.net/coins/media/cdn_1998.06.21_china_trade.htm

, 525:

Tribe Malays

who have got the influence of India introduced the system of the kingdom to the Austronesian peoples in the valley of the river Tabalong Maanyan tribes and hill tribes so that the establishment of

the Kingdom Tanjungpuri / Nan Sarunai kingdom

centered in the Cape.

During the 7th century  until the 14th century

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s