TheHenk Ngantung painters history collections

total web visit until this day

  • 821,021views

 

saya berharap suatu hari bisa mencapai satu jta sehingga dapayt

masuk dalam museum rekor MURI

The Henk Ngantung Paintairs

Hiory Collections

sumber

merdeka.com

Created By

DR wan suwandy,MHA

Limited E-Book In CD-Rom Edition

Special For Indonesian Senior collectors

Copyright @ 2014

INTRODUCTION

Pada tahun 2012 saya membeli beberapa sketch Henk Ngantung beserat buku dan dokumen miliknya,katanya dijual oleh anaknya.

Baca info yang saya upload di web blog saya dibawah ini, dan pada tahun 2014 saya mendengar isteri henk ngantung meninggal dunia,saya berencana menjual beberapa sketch yang saya miliki,bagi yang berminat membaca dan melihat info lengkap dengan ilustrasi saya,silahkan hubunggi email saya iwansuwandy@gmail.com,dengan syarat mengupload kopi KTP dan alamat lengkap rumahnya, harga e-book limartaus ribu rupiah sudah termasuk biaya kirim Titipan Kilat,maaaf ini hanya untuk kolektor dalam negeri saja.

Terima kasih atas kujngannya ke web blog saya

Hhtp://www.Driwancybermuseum.wordpress.com

Jkarta December 2014

DR Iwan Suwandy<MHA

Artikel Saya di Web Blog tahun 2012

Henk Ngantung Painting

History Collection

Created By

Dr Iwan suwandy,MHA

Limited Private Edition In DD-ROM

Copyright @ 2012

 

INTRODUCTION

Years ago I found a few documents, paintings and sketches,painting  book of  Henk Ngantung from antique dealer friend in Jakarta, and I have written my blog web driwancybermuseum about the painter and has got quite a lot of responses from friends of the deceased.
Last week I found a book written by Baharuddin MS book published earlier in January 1981, entitled Sketches Ngentung with Henk Henk illustration sketch creation Ngantung start puberty until the year 1935 1951.berjumlah 240.Buku begins with an introduction entitled Henk Ngantung

Based on these two great discoveries I started doing more research from other sources that there is so into this paper.The next paper is written in English language support so that the deceased can be universally recognized by the world and his collection can be made heritage of the world, and if da links can be made a special museum for the deceased as long as there is not a memento of works favored by the deceased due to his man Karno and join a member LEKRA (People Kenesian institutions) that fostered the banned Communist Party of the Soeharto era, what had communist PKI is prohibited, including the late Sukarno in 1965 was appointed Governor of DKI then removed and excluded the Soeharto era, although never tried, alamarhum having trouble as the people involved G30 S PKI.Sungguh tragic fate of the deceased.,

In the preface to Burhanuddin M.S. writes that Henk was born in Bogort Ngantung, 1Maret 1921.his parents came from the city Temohon (Minahasa).

 

He just finished his Dutch primary schools. so do not aspire to continue school because  parents not in the ideal income .he   wanted was to be a painter , according to his talent began to develop since the SD was HIS (Indische holandse School-Dr Iwan). and that got the attention of Mr. E.Katoppo The school’s head.

 

After leaving school the days of the late teens to start as a self-taught, with all the ability he has he made drawings and watercolors in large enough quantities.

 

Former teacher was advocated Ngantung Henk who was then aged 15 years to organize the exhibition. In Temohon held and attracted quite a lot of visitors and many buyers of his paintings.

 

With the proceeds of the exhibition sticks temohon Henk Ngantung leave the island of Java in 1937 settled in London., D Henk Ngantung London academy school of painting to Prof. Rudolf Wenghart, a renowned portrait painter from Vienna Austria.

 

Meanwhile, he also became acquainted with a collector of art objects Antic and named Neumann. House kolekyor is a meeting place of artists such as Prof. Wolf Schumacher, Luigi Nobili, Dake and others.
The place is available library of history and science, so it can be used to catch up Ngantung Henk knowledge in both areas.

In Bandung Henk Ngantung first became acquainted with artists such as Affandi terkemauka, when he was terkenl, and thanks to a boost in the city bandunglah Syafei Sumarja the terkeanl as pendidikl art art painting artists PERSAGI association founded to develop the art of painting among ethnic Indonesia where Henk Ngantung participate join with other artists such as Agus Djayasuminta, S.Sudjojono, EmiriSunassa, S.Sudiardjo, S.Tutut, Sindusiswaro, Sjoeaib, Sukirno, Suromo, and Soedibio.

Combined Art Dutch East Indies government’s creation was Bataavsche Bond van Kuntskringe in Batavia (Jakarta) with a branch in Surabaya and Bandung since 1916, never ignore perkemabnga ethnic art of Indonesia.
During  the Japanese occupation 1942-1945

Henk Ngantung develop his profession as a painter, he participated in the first joint exhibition at the Ex  British library  at Gambier West (now West Merdeka).

 

Then the big Exhibiton at  prinsen park now Lokasari at mangabesar Jakarta with members PERSAGI.

At the time derived from the governor of Jakarta, Henk retired and e xcommunicated, he was forced to draw on to cover the cost of living in spite of his almost blind due to cataract disease using a magnifying glass.

The rest can be found in Chapter Biography Henk Ngatung.
I hope this research will benefit future generations to learn more about the work of Henk Ngatung painting, and can be taken as pejaran dlam develop careers in the field of politics and art, that both professions are good it will be a problem when combined.

Results emphasis; this study  is not perfect, there are still many shortcomings, therefore the comments and corrections from readers perbakan so I expect, and if there is interest DAPT continued pelnelitian for S3 dissertation in art.

Jakarta 1 April 2012

Dr Iwan suwandy, MHA

 

sukarno with Henk ngatung

 

KATA PENGANTAR

Tahun yang lalu saya menemukan beberapa dokumen, bnku dan sketsa lukisan Henk Ngantung dari teman pedagang barag antic di Jakarta, dan saya telah menulis web blog saya driwancybermuseum tentang pelukis tersebut serta telah mendapat cukup banyak tanggapan dari teman-teman almarhum.

Minggu yang lalu saya menemukan sebuah buku  Buku karangan Baharuddin M.S yang diterbitkan awal Januari 1981 yang berjudul Sketsa-sketsa  Henk dengan ilustrasi sketsa ciptaan Henk Ngantung mulai masa remajatahun 1935  sampai tahun 1951.berjumlah 240.Buku ini dimulai dengan pengantar berjudul Henk Ngantung Yang swaya kenal.

Berdasarkan dua penemuan besar ini saya mulai melakukan penelitian lebih lanjut dari sumber-sumber lain yang ada sehingga menjadi karya tulis ini.

Selanjutnya Karya tulis ini ditulis dalam bahasa universal Inggris agar almarhum dapat dikenal oleh dunia dan koleksinya dapat dijadikan pusaka dunia , dan bila ada sponsor dapat dibuatkan sebuah museum khusus untuk almarhum karena selama ini tidak ada suatu kenang-kenangan atas karya almarhum akibat ia disayang oleh Bung Karno dan ikut menjadi anggota LEKRA(lembaga Kesenian Rakyat) yang dibina Partai komunis yang terlarang masa era Pak Harto ,apa yang berbau komunis PKI dilarang,termasuk Almarhum yang tahun 1965 dangkat Bung Karno menjadi Gubernur DKI dicopot dan dikucilkan ,walaupun tak pernah diadili,alamarhum mengalami kesulitan sebagai orang yang terlibat G30 S PKI.

Sungguh tragis nasib almarhum.dalam kata pengantar Burhanuddin M.S. menulis bahwa Henk Ngantung lahir di Bogort, 1Maret 1921.Ayah bundanya berasal dari temohon (Minahasa) .Ia hanya menamatkan Sekolah dasar Belanda .Seterusnya tidak bercita-cita meneruskan sekolahnya karena orang tuanya bukan orangberada.Yang di cita-citakannya ialah menjadi pelukis ,sesuai dengan bakatnya yang mulai berkembang semenjak di SD saat itu HIS(holandse Indische School-Dr Iwan).dan yang mendapat perhatian  dari Bapak E.Katoppo Kepala SEkolahnya itu.Setelah meninggalkan bangku sekolah almarhum  dimasa remaja memulai sebagai seorang otodidak,dengan segala kesanggupan  7ang dimilikinya ia mrembuat gambar dan lukisan cat air dalam jumlah yang cukup besar.Be3kas gurunya itu menganjurkan Henk Ngantung yang saat itu berusia 15 tahun untuk mengadakan pameran . Di temohon diselengarakan dan menarik cukup banyak pengunjung dan lukisannya banyak pembelinya. Dengan uang hasil pameran tersebut Henk Ngantung meninggalkan temohon menju pulau Jawa tahun  1937 menetap di Bandung.,

 

D Bandung Henk ngantung sekolah akademi seni lukis kepada Prof Rudolf Wenghart ,seorang pelukis potret terkenal berasal dari wina Austria. Sementara itu ia juga berkenalan  dengan seorang kolektor barang antic dan benda seni bernama Neumann .Rumah kolekyor tersebut merupakan tempat pertemyuan  para seniman seperti Prof Wolf Schumacher,Luigi Nobili,Dake dan lainlain.Ditempat tersebut tersedia perpustakaan sejarah dan ilmu pengetahuan,sehingga dapat dipergunakan henk Ngantung untuk mengejar ketinggalan ilmunya dikedua bidang tersebut.

Di Bandung Henk Ngantung pertama kali berkenalan dengan  pelukis terkemauka seperti Affandi,saat itu dia sudah terkenl, dan di kota bandunglah berkat dorongan Syafei Sumarja yang terkeanl sebagai pendidikl kesenian  seni rupa didirikanlah  perhimpunan seniman lukis PERSAGI guna mengembangkan  seni lukis dikalangan etnis Indonesia dimana henk ngantung ikut bergabung bersama pelukis lainnya seperti Agus Djayasuminta,S.Sudjojono,Emiria Sunassa,S.Sudiardjo,S.Tutut,Sindusiswaro,Sjoeaib,Sukirno,Suromo, dan soedibio . Gabungan Seni ciptaan pemerintah Hindia belanda saat itu Bataavsche Bond van Kuntskringe  di Batavia(Jakarta) dengan cabang di Surabaya dan Bandung  sejak tahun 196 tidak pernah menghiraukan perkemabnga seni lukis etnis bangsa Indonesia.

D Masa Pendudukan jepang Henk Ngantung mengembangkan profesinya sebagai pelukis,pada bulan pertama ia ikut pameran bersama dibekas gedung perpustakaan inggris di Gambir Barat(kini Merdeka Barat).Kemudian pemaran besar di prinsepark sekarang Lokasari mangabesar bersama anggota PERSAGI. Pada saat diturunkan dari gubernur DKI,Henk dipensiunkan dan dikucilkan,ia terpaksa melukis terus untuk menutup biaya hidup kendatipun matanya hamper buta akibat penyakit Katarak dengan memakai kaca pembesar.

Kisah selanjutnya dapat dibaca dalam  Bab Biografi Henk Ngatung.

Saya harapkan hasil penelitian ini akan bermanfaat bagi generasi penerus untuk lebih mengenal karya lukisan Henk Ngatung dan dapt diambil sebagai pejaran dlam mengembangkan karier dibidang politik dan seni lukis,ternyata kedua profesi yang baik itu akan jadi masalah apabila digabungkan.

Hasil pene;itian ini belum sempurna ,masih banyak kekurangannya,oleh karena itu komentar dan koreksi perbakan dari pembaca sangat saya harapkan,dan bila ada yang berminat dapt dilanjutkan pelnelitian untuk disertasi S3 dibidang seni.

Japarta 1 April 2012

Dr Iwan suwandy,MHA

BIOGRAPHY HENK NGATUNG

*Nama : Hendrik Hermanus Joel Ngantung

*Tanggal Lahir : Bogor, 1 Maret 1921

*Pendidikan : Otodidak

*Tanggal Meninggal: Jakarta, 12 Des 1991

Source Wikipedia

Henk Ngantung
Hendrik Hermanus Joel Ngantung

________________________________________
Governor of Jakarta to-7

Term of office
1964-1965

President Ir. Soekarno

Predecessor Dr. Soemarno (Period I)

Dr substitute. Soemarno (Period II)

________________________________________
Born 1921
Manado, North Sulawesi, Netherlands East Indies

Died December 12, 1991
Jakarta, Indonesia

Nationality Indonesia

Husband / Wife Evie Ngantung

Hendrik Hermanus Joel Ngantung or also known as Henk Ngantung (Manado, North Sulawesi 1921 – Jakarta, December 12, 1991) was a painter and the Governor of Jakarta Indonesia for the period 1964-1965.

Career
As a painter
Before becoming governor of Jakarta, Henk is known as a painter with no formal education. Together with Anwar and Asrul Sani, he joined medirikan “Arena”. Henk also been a board Indonesia-China Friendship Institute 1955-1958. Henk was also a painter and humanist of Lekra organization which was then affiliated to the Communist Party. As an administrator he also memprkarsai establishment Lekra Sanggar Mutual Aid.
] Governor of Jakarta

Henk Ngantung (center) in the trip to Vienna, along with the Mayor of Vienna, Austria at the time, Bruno Marek and Indonesian Consul in Vienna, A. Kobir Sasradipoera
Prior to his appointment as governor, he was appointed by President Soekarno as deputy governor under Soemarno. At that time many people are protesting the appointment of Henk Ngantung. Henk Soekarno wanted to make Jakarta a city of culture. And, Ngantung judged to have artistic talent. One experience that might be interesting is when the president called him to the palace to say that the trees on the edge of the road just passed need to be reduced. Eyesore problem of beggars who could not escape the attention of Jakarta Ngantung. But it did not work.
Henk suddenly dismissed as Governor of Jakarta in conjunction with the eradication G30S/PKI. Status as a caretaker Lekra have caused it is considered a stooge of the PKI.
Having not served
Henk Ngantung not just living in poverty to have to sell the house in the city center to move to the township. Henk suffered Ngantung continue hitting for nearly blinded by eye disease, and labeled as a follower of the Communist Party of Indonesia without having ever tried, imprisoned, let alone brought to justice until his death in December 1991. Henk Ngantung until the end of his life living in a small house in a narrow alley Cawang, East Jakarta.
Henk loyalty continued to paint while he encroached on heart disease and glaucoma are making blind right eye and left eye only serves 30 percent.
At the end of the 1980s, he painted with a face almost embedded in the canvas and have assisted a magnifying glass. A month before his death, when he was in a sickly state, businessman Ciputra ventured to sponsor the first and last exhibition Henk.
Family
Henk married to Evie Ngantung. Their marriage was blessed with 4 children namely Maya Ngantung, Genie Ngantung, Kamang Ngantung Ngantung and Karno (died at age 71 years due to heart disease).
Work
Welcome monument depicting a man and a woman who was waving at the Hotel Indonesia traffic circle is the result of Henk sketch.

The idea of making this sculpture came from President Sukarno and the design was originally done by Henk Ngantung that the then deputy governor of Jakarta. Henk also sketched symbol and symbol of Jakarta Kostrad. Henk painting works include Mother and Child which is a result of his last works.

 

 

ORIGINAL INFO

Henk Ngantung

Lahir 1921
ManadoSulawesi UtaraHindia Belanda
Meninggal 12 Desember 1991
JakartaIndonesia
Kebangsaan Indonesia
Suami/Istri Evie Ngantung

Hendrik Hermanus Joel Ngantung atau juga dikenal dengan nama Henk Ngantung (ManadoSulawesi Utara tahun 1921 – Jakarta12 Desember 1991) adalah seorang pelukis Indonesia dan Gubernur Jakarta untuk periode 19641965.

 

Karier

SEBAGAI PELUKIS

Sebelum menjadi Gubernur Jakarta, Henk dikenal sebagai pelukis tanpa pendidikan formal. Bersama Chairil Anwar dan Asrul Sani, ia ikut medirikan “Gelanggang”. Henk juga pernah menjadi pengurus Lembaga Persahabatan Indonesia-Tiongkok 1955-1958. Henk juga merupakan seorang pelukis dan budayawan dari organisasi Lekrayang pada saat itu berafiliasi ke PKI. Sebagai pengurus Lekra ia juga memprkarsai berdirinya Sanggar Gotong Royong.

] GUBERNUR DKI

Henk Ngantung (tengah) dalam lawatannya ke Wina, bersama Walikota WinaAustria pada masa itu, Bruno Marek dan Konsul Indonesia di Wina, A. Kobir Sasradipoera

 

Sebelum diangkat menjadi gubernur, ia ditunjuk oleh Presiden Soekarno sebagai deputi gubernur di bawah Soemarno.

 

Lihat SK henk ngantung yang asli dibawah ini

Dan ucapan selamat dari sekretaris ikatan rumah sakit swasta Jakarta,menteri kesehatan pertama Indonesia DR Boentaran Martoatmodjo

 

Dua dokumen bersejarah yang tak ternilaikan harganya.

 

Saat itu banyak kalangan yang protes atas pengangkatan Henk Ngantung. Soekarno ingin agar Henk menjadikan Jakarta sebagai kota budaya. Dan, Ngantung dinilainya memiliki bakat artistik. Salah satu pengalaman yang barangkali menarik adalah tatkala presiden memanggilnya ke istana untuk mengatakan bahwa pohon-pohon di tepi jalan yang baru saja dilewati perlu dikurangi. Masalah pengemis yang merusak pemandangan Jakarta tak lepas dari perhatian Ngantung. Tapi semuanya tidak berhasil.

Henk diberhentikan tiba-tiba sebagai Gubernur DKI bersamaan dengan pemberantasan G30S/PKI. Statusnya sebagai pengurus Lekra telah menyebabkan ia dianggap sebagai antek PKI.

SETELAH TIDAK MENJABAT

Henk Ngantung tidak sekadar tinggal dalam kemiskinan hingga harus menjual rumah di pusat kota untuk pindah ke perkampungan. Derita Henk Ngantung terus menerpa karena nyaris buta oleh serangan penyakit mata dan dicap sebagai pengikut Partai Komunis Indonesia tanpa pernah disidang, dipenjara, apalagi diadili hingga akhir hayatnya bulan Desember 1991. Henk Ngantung hingga akhir hayatnya tinggal di rumah kecil di gang sempit Cawang, Jakarta Timur.

Kesetiaan Henk melukis terus berlanjut meski dia digerogoti penyakit jantung dan glaukoma yang membuat mata kanan buta dan mata kiri hanya berfungsi 30 persen.

Pada akhir 1980-an, dia melukis dengan wajah nyaris melekat di kanvas dan harus dibantu kaca pembesar. Sebulan sebelum wafat, saat ia dalam keadaan sakit-sakitan, pengusaha Ciputramemberanikan diri mensponsori pameran pertama dan terakhir Henk.

 

Keluarga

Henk beristrikan Evie Ngantung. Pernikahan mereka dikaruniai 4 orang anak yaitu Maya NgantungGenie NgantungKamang Ngantung dan Karno Ngantung (meninggal pada usia 71 tahun karena sakit jantung).

Karya

Tugu Selamat Datang yang menggambarkan sepasang pria dan wanita yang sedang melambaikan tangan yang berada di bundaranHotel Indonesia merupakan hasil sketsa Henk.

 

Ide pembuatan patung ini berasal dari Presiden Soekarno dan design awalnya dikerjakan oleh Henk Ngantung yang pada saat itu merupakan wakil Gubernur DKI Jakarta. Henk juga membuat sketsa lambang DKI Jakarta dan lambang Kostrad. Lukisan hasil karya Henk antara lain adalah Ibu dan Anak yang merupakan hasil karya terakhirnya.

 

HENK NGANTUNG PAINTING

Type :

Oil painting

Total 28

watercolour painting

total ?

 

the name of painting

HENK NGANTUNG SKETSA

 

TOTAL SKETCH

List in Baharuddin M.S,1981

1933-1942

8 sketch

1942-1945

13 sketch

1945-1949

93 sketch

1949-1965

58 sketch

1966-1990

 

 

 

THE NAME OF SKETCH

PICTURE OF HENK NGFANTUNG COLLECTIONS

 

Complete info in cd-rom exist but only for premium member.please subscribed via comment,CD-ROM edition only 5(five) CD

Henk NgantungA painter, and governor of Jakarta Province, whose full name was Hendrick Joel Hermanus Ngantung. Born in Bogor on 1 March 1921 and passed away on 12 December 1990. His mother’s father came from Tomohon (Minahasa). He only completed Dutch elementary school, and did not aspire to further his studies because his parents were not around. He aspired to be a painter, according to this talent since elementary school and he was motivated by E. Katoppo, the principal of that elementary school. His teachers were the ones who suggested to hold a drawing and water color painting exhibition when he was 15 in Tomohon. In 1937, he moved to Java and resided in Bandung and academically and seriously studied from Prof. Rudolf Wenghart, a famous portrait painter from Vienna (Austria).Since then, he got to known Affandi and other Indonesian art figures who were part of PERSAGI and Keimin Bunka Shidoso. In the early 1940s, he got the opportunity to take part in a joint exhibition in Bataviasche Bond von Kunstkring, which received excellent reviews from the Dutch press. And ever since then, he had always been an active participant in several exhibitions, both during the Japanese Occupation and Dutch Aggression. Only in August 1948, in Hotel Des Indes, Jakarta, he got the chance to hold a solo exhibition. After that, since October 1948, he roamed the entire Indonesia to witness for himself the life of his evolving nation. He made black and white sketches, then summarized them in the book Sketsa-Sketsa Henk Ngantung(Sinar Harapan, 1981).

Since 1957, he had sat in several Committees and State Organizations and also got the chance to pay a vest to several countries in Western Europe as well as Eastern Europe, then Asia, Africa, America and South America. He definitely visited other islands outside of Java. Unexpectedly, he was appointed the Deputy Head of Jakarta Capital Region (1960-1964) and then became the Governor (1964-1965). After occupying several positions, he went back to being a painter and lived in Cawang, until the end of his life.

Source

jakarta.go.id

 

Henk Ngantung

Peninjau RI Ny. Mr. Maria Ulfah. Menteri Urusan Sosial RI. Sekarang Ny. Subadio Sastrosatomo. Linggarjati, 1947.

Maria Ulfah Santoso, was an Indonesian women’s rights activist and politician. She was the first Indonesian woman to receive a degree in law as well as the first female Indonesian cabinet member.

Pen on Paper, 28.5 x 40 cm.
As seen in the book : “Sketsa-sketsa Henk Ngantung dari masa ke masa” – No. 91, Hal. 91

 

Loo the complete info with click

http://www.frank-gallery.com/

 

 

 

Source frank galery

Related info

From

Henk Ngantung web blog

Henk Ngantung

Seniman Besar Indonesia

 

 

 

 

 

GRAND INDONESIA SHOPPING TOWN MENGGUNAKAN LOGO YANG IDENTIK DENGAN LUKISAN HENK NGANTUNG


  1. Grand Indonesia selaku pengelola Mall Grand Indonesia menggunakan sebagai logo dari pusat perbelanjaan yang terletak berhadapan dengan Bundaran Hotel Indonesia tersebut dalam bentuk karya 2 Dimensi yang identik dengan karya seni lukis berupa Sketsa yang dibuat oleh Henk Ngantung. Hal itu dapat dimengerti, karena sebagai Mall yang berhadapan langsung dengan Patung Tugu Selamat Datang, tentunya mereka akan memperoleh manfaat komersil dari penggunaan Logo tersebut untuk kepentingan usahanya.

Berulang kali kami selaku Keluarga dari Almarhum Henk Ngantung memperingatkan PT. Grand Indonesia, bahwa mereka telah menggunakan lambang tersebut tanpa hak dan tanpa izin dari kami selaku ahli waris dari Pelukis yang membuat desain dari Tugu Selamat Datang tersebut, namun hingga detik release ini dituliskan, tak sepatah kata pengakuan pun yang dinyatakan perusahaan tersebut, apalagi menghargai karya dari Henk Ngantung, meskipun kami telah mendaftarkan hak cipta karya seni Henk Ngantung tersebut guna mendapatkan perlindungan hukum.

Selaku keluarga dari Almarhum Henk Ngantung, kami sangat menyadari betapa lemah dan tak berdayanya kami ketika berhadapan dengan perusahaan besar yang didukung raksasa-raksasa bisnis di Indonesia, juga kami sadari wajah buram peradilan di negeri ini yang mungkin akan membawa kami ke perjalanan tanpa ujung bila kami harus berhadapan dengan perusahaan yang mampu membeli apa saja bahkan rasa keadilan sekalipun.
Namun kami tidak rela bila karya monumental Henk Ngantung tidak diakui sebagai karyanya, dan dibengkokkan kebenaran sejarahnya. Bila bangsa ini bisa marah karena karya seni bangsanya diakui sebagai karya bangsa lain, kami juga percaya bahwa masyarakat Indonesia akan mendukung perjuangan kami agar hak kami tidak diingkari. Sebuah mall yang katanya hanya menjual produk-produk yang dilindungi hak ciptanya, tempat ratusan merk-merk internasional dan nasional mengisi bangunannya, ternyata menggunakan logo yang dibuat dengan tidak menghormati penciptanya.

Kami, selaku Keluarga dari Almarhum Henk Ngantung, akan menempuh segala upaya yang dapat kami tempuh agar PT. Grand Indonesia mengakui Henk Ngantung sebagai pencipta desain Tugu Selamat Datang yang melatar belakangi pembuatan logo yang digunakan oleh Mall Grand Indonesia. Demikian penjelasan yang dapat kami sampaikan, mohon doa dan restu masyarakat Indonesia untuk mendukung perjuangan kami.

PEMBANGUNAN TUGU DI BUNDARAN HOTEL INDONESIA

 

Sejak tahun 1957 Henk Ngantung telah memiliki tugas dan tanggung jawab untuk menata kota Jakarta dalam rangka penerimaan Kepala-Kepala Negara Asing. Berbagai ide untuk menata Kota Jakarta telah ada dalam benak Henk Ngantung sejak lama. Terkait dengan adanya pesta olahraga Asian Games pada tahun 1962, maka pemerintah membangun Hotel dengan fasilitas yang baik untuk tamu-tamu Negara. Hotel tersebut kemudian dikenal dengan nama Hotel Indonesia.


Tepat di depan Hotel tersebut terdapat sebuah jalan yang melingkar yang kemudian dikenal dengan nama Bundaran Hotel Indonesia. Bahwa sesuai dengan latar belakang pengangkatan Henk Ngantung sebagai Wakil Gubernur Jakarta oleh Bung Karno, yaitu antara lain untuk menata kota dan memperindah Kota Jakarta, maka kemudian pada Bundaran tersebut dibangun Tugu. Rancangan tentang patung yang akan diletakan sebagai Tugu pada Bundaran tersebut dating dari Henk Ngantung. Beliau telah jauh sebelumnya memiliki konsep tentang penataan Kota Jakarta. Sehingga ketika Bung Karno meminta untuk dibangunkan sebuah Tugu di depan Bundaran Hotel Indonesia, maka Henk Ngantung telah terlebih dahulu memiliki konsep dan telah memiliki karya seni berupa Lukisan Sketsa sepasang pemuda-pemudi yang sedang melambaikan tangannya, seakan-akan menyambut kedatangan orang. Karya seni itulah yang kemudian menjadi dasar pembuatan Tugu Selamat Datang.

Setelah mendapatkan persetujuan Bung Karno, maka dipanggilah Edhie Sunarso seorang pematung muda untuk menuangkan karya seni Henk Ngantung tersebut menjadi Patung, yang kemudian dikenal dengan nama Tugu Selamat Datang.

LUKISAN-LUKISAN KARYA HENK NGANTUNG

Judul : “KEPASAR”, dilukis tahun 1950

 

Judul : “MENGHADAPI HARI RAYA GALUNGAN DI BALI & PEMANDANGAN KAMPUNG DI BALI”, dilukis tahun 1951

Judul : “MEMUNGUT CENGKEH”, dilukis tahun 1979
Judul : “IBU DAN ANAK DI KALIMANTAN”, dilukis tahun 1980

 

Dr Iwan Note: I have the sketsa of this painting.

 

HENK NGANTUNG SENIMAN BESAR INDONESIA

 

Hendrik Hermanus Joel Ngantung atau yang kemudian sangat dikenal dengan nama Henk Ngantung adalah seorang pelukis otodidak berbakat yang telah menciptakan beberapa karya seni lukis monumental dan menjadi koleksi-koleksi penting yang tersimpan di beberapa Istana Negara, Museum, dan Kantor Pemerintahan, serta menjadi buruan kolektor lukisan.

 

Beberapa lukisannya yang sangat terkenal antara lain lukisan berjudul : “Pemanah”, “Gajah Mada”, “Ibu dan Anak”, dan masih banyak lagi yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Beliau juga terkenal luas sebagai pelukis yang meliput berbagai peristiwa sejarah penting di Republik ini sejak zaman kolonial Belanda hingga zaman kemerdekaan. Peristiwa penting yang pernah beliau liput dalam bentuk lukisan sketsa antara lain : Perundingan Linggarjati, Perundingan Renville, dan banyak lagi peristiwa penting lainnya yang diabadikan dalam bentuk lukisan sketsa. Sebagian lukisan sketsa-sketsa ini diabadikan dalam buku “Sketsa-Sketsa Henk Ngantung dari Masa ke Masa”, penerbit Sinar Harapan, 1981. Beliau juga adalah perancang/pencipta Lambang Kostrad dan perancang/pencipta Lambang Pemerintahan Propinsi DKI Jakarta. Henk Ngantung juga adalah sahabat Bung Karno sejak masa penjajahan Jepang. Mereka telah saling mengenal bahkan sebelum Bung Karno menjadi Presiden pertama RI.

Pada Tahun 1957 beliau diangkat menjadi Ketua Seksi Dekorasi dalam Panitia Negara Penerimaan Kepala-Kepala Negara Asing, selanjutnya pada tahun 1959-1966, menjadi Anggota Dewan Pertimbangan Agung mewakili Golongan Karya Seniman, 1959-1964 menjadi Wakil Gubernur Kepala Daerah Chusus Ibukota. 1964- 15 Juli 1965 beliau diangkat menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Sebagai seniman besar yang memiliki komitmen dan dedikasi terhadap cita-cita kemerdekaan, maka atas keinginan Presiden RI pertama, Soekarno, Henk Ngantung diminta untuk menjabat sebagai Wakil Gubernur selanjutnya Gubernur DKI Jakarta. Bung Karno mengharapkan Henk Ngantung dapat menata Kota Jakarta sebagai ibukota Negara yang modern serta memiliki keindahan dengan cita rasa seni yang tinggi. Beberapa karya besar memang dihasilkan selama masa tersebut, antara lain “Tugu Pembebasan Irian Barat” dan “Tugu Selamat Datang”. Desain dari kedua patung tersebut dirancang berdasarkan oleh karya seni lukis yang diciptakan Henk Ngantung.

 

Source :minahsa geleri

Galeri Foto Minahasa: HUT bulan Maret

 

01 Maret 1921 – Henk Ngantung

01 Maret 1921 – Henk Ngantung
seorang seniman: pelukis.

02 Maret 1957 Proklamasi Gerakan Perjuangan Semesta (Permesta)
Naskah Proklamasi Permesta

02 Maret 1957 – Proklamasi Permesta oleh Ventje Sumual pada saat subuh tanggal 2 Maret 1957

02 Maret 1957 – Penandatanganan Piagam Permesta oleh Panglima TT-VII/Wirabuana (Indonesia Timur) Letkol Ventje Sumual dan Gubernur Sulawesi Andi Pangerang tanggal 2 Maret 1957.

Para staf dan pejabat di Kantor Pemerintah Daerah Minahasa – Permesta di Pinaras.

Kantor dan Staf Pemerintah Daerah Minahasa (KDM) kubu Permesta di Pinaras – Tomohon, dengan penjabat Kepala Daerah Minahasa (KDM) Patih Arie Mandagi.

05 Maret 1928 – Brigjen. TNI Purn. Drs. Johanes Paat

07 Maret 1921 – Letkol. TNI Purn. F.J. (Broer) Tumbelaka

09 Maret 1911 – Laksda TNI Purn John Lie – John Yahya Daniel Dharma
Satu-satunya orang WNI keturunan yang meraih pangkat perwira tinggi.(Dr iwan Note, there is another Tionghoa PATI from POLRI BrigjenPOl Dr Hardja sjamsursa,Dr Tjiam)

 

09 Maret 1943 – Prof DR Paulus Effendie Lotulung, SH
Hakim Agung RI.

12 Maret 1919 – Mayjen TNI Purn Hein Victor Worang (Kembi)
orang Minahasa pertama yang menjadi Mayor Jenderal
(selain Mayjen Revolusioner Alex Kawilarang dalam pangkat pemberontak APREV PRRI)

12 Maret 1919 – Mayjen TNI Purn Hein Victor Worang (Kembi) – (ziarah kubur tgl 30 Juli 2008)

12 Maret 1922 – Letkol TNI Purn dr OscarEduard Engelen (Nos)
Bendahara Dewan Gereja Indonesia (DGI – sekarang PGI)

14 Maret 1844 – Majoor Estefanus Arnold Gerungan
Majoor/Hukum Besar Tondano-Touliang. Adik dari opa Dr. Sam Ratulangi.

14 Maret 1938 – Aristides Katoppo
Tokoh pers Indonesia. Di Sinar Harapan/Suara Pembaruan.

18 Maret 2006 – peresmian Radio Suara Minahasa 93,3 FM & Perpustakaan Minahasa AZR Wenas.
In memoriam…

18 Maret 2006 – peresmian Radio Suara Minahasa – Perpustakaan Minahasa AZR Wenas – prasasti.
In memoriam…

19 Maret 1922 – Markus Hendrik Willem Dotulong
Walikota Manado 1971-1977.

20 Maret 1602 – VOC = Verenigde Oost–Indische Compagnie berdiri.

20 Maret 1954 – Ir Alexander Edwin Kawilarang
anak dari Alex E. Kawilarang.

25 Maret 1878 – Hukum Besar Alexander Hendrik Daniel Supit (Ayeh)
Hukum Besar Tonsea, anggota Dewan Minahasa (Minahasaraad).

25 Maret 1878 – kubur Hukum Besar Alexander Hendrik Daniel Supit (Ayeh) – (ziarah kubur 17 Des 2007).

26 Maret 1931 – Prof DR Eduard Karel Markus Masinambouw
Pejabat senior LIPI.

27 Maret 1920 – Kolonel Permesta Laurens Frits Saerang
Bupati/Kepala Daerah Minahasa pra-Permesta meletus.

27 Maret 1920 – kubur Kol Permesta Laurens Frits Saerang – (ziarah kubur bulan September 2007)

29 Maret 1923 – Frans Sumampow Watuseke
Sejarawan Minahasa. Penulis beberapa buku sejarah Minahasa.

30 Maret 1808 – zendeling Karl Traugott Herrmann lahir di Jerman.
kubur di Ranoiapo Amurang.

30 Maret 1808 – Zendeling Karl Traugott Herrmann – di depan rumah Amurang tahun 1847

30 Maret 1920 – Nelwan Arthur Dendeng Katuuk (Nelwan Katuuk)
Pencipta lagu-lagu daerah Minahasa.
Pencipta/pengembang & memopulerkan musik kolintang modern.

30 Maret 1923 – Nicolaas Maximilian (Nick)
Pianis Indonesia

Koleksi http://www.bode-talumewo.blogspot.co

I always know the first PFI Indonesia Phillately Organisation leader Dr N.H.Nelwan.(Dr Iwan note)

 

 

 

CONCLUSSION

1.Heng Ngantung have created many sketsch than painting

2.Many of the collections did not know who were the owner, may be some at foreign collectors, Indonesian collectors may be Mr Ir Ciputra who have sponsored Heng Ngantung Painting exhibiton in 1980

3 I suggest Mr Ciputra be kind to sponsored the Henk Ngantung Painting Museum with the blessing from his wife and children.

4.the history of heng ngantung family must study from his own family like the wife Evie Ngantung and his children Maya Ngantung, Genie Ngantung, Kamang Ngantung Ngantung and Karno (died at age 71 years due to heart disease).

5,Where were the family now,please contact me via comment,also the brother and sister of Henk Ngantung ,and be kind to send me more informations

REFERENCES

1.Burhanuddin M.S.,Setsa-Sketsa henk Ngantung,1981

2.Web blog henk ngantung

3.Wikipedia Indonesia

4.google explorations

THE END @ COPYRIGHT 2012

 

Loading…

RELATED

 

Lukisan Ibu & Anak di Kalimantan karya terakhir dari Henk Ngantung, seniman Indonesia era Soekarno yang juga mantan Gubernur DKI Jakarta, pernah di lelang di Balai lelang Christie, London Inggris.
“Saya tahu melalui internet kabar kalau lukisan pak Henk yang bertema Ibu dan Anak di Kalimantan itu sudah sampai ke London dan di sana tertera nama beliau.”

kata Janda Henk, Evie Ngantung di Kediamannya kawasan Cawang Jakarta.
Evie mengaku tidak pernah menjual karya terakhir suaminya itu. Lukisan itu setahunya berada pada seorang kenalan Henk yang ingin membantu menjual untuk karya tersebut. Belakangan, Evie tahu lukisan karya suaminya itu sudah berada ditangan seorang kolektor bernama Haw Ming Sang. Si kolektor datang ke Evie untuk mengkonfirmasi keaslian lukisan karya mendiang suami Evie.
“

Saya pernah disuruh foto di samping lukisan tersebut mungkin itu sebuah konfirmasi bahwa lukisan itu betul karya Henk Ngantung yang akan dijual oleh Haw Ming sang kolektor.” ujar Evie.

Henk meninggal tahun 1991.
Henk Ngantung adalah sosok seniman yang menghasilkan beberapa karya monumental seperti Sketsa Patung Selamat Datang, lambang DKI Jakarta, dan lambang Kostrad

. Menurut Evie ada satu karya lukisan Henk Ngantung berupa gambar pemandangan yang dijual melalui sebuah forum di internet seharga 400 juta.

Sumber

clubbing.kapanlagi.

 

Henk Ngantung, Maestro Drawing / Sketsa, objek ” Perahu ” Rp.15 Juta ,- Nego

Henk Ngantung ( Alm), pelukis maestro Indonesia, Mantan Gubernur DKI Jakarta tahun 1960 an yang lukisannya banyak di koleksi oleh tokoh tokoh papan atas ( Presiden , Raja raja, Kolektor 2 , pejabat pejabat penting ) di Dunia.
lukisan sketsa ini atau bisa juga di sebut Drawing dapat dikatakan cukup langka dan lukisan ini dapat di golongkan lukisan yang punya nilai arti historis dan filosophy yang sangat tinggi ( kelas Museum). Pameran : dalam dan luar negeri, hampir semua balai lelang dalam dan luar negeri sudah di jelajahi oleh karya Henk Ngantung, seperti : Christie, Sotheby, Master Piece, Larasati, Borobudur, Sidharta dll hub / email : melcesgallery@yahoo.co.id gallerymella@gmail.com Size : 23 x 18 cm

Courtecy

frank-gallery

Dr Iwan  Henk Sketch Collections

Found 2012 at Jakarta

Sketch pribadi henk tahun 1945agustus

Dan lainnya sbanyak  10 buah

Ini adalah contoh e-bool,e-book dalam Cd-Rom dengan ilustrasi lengkap tersedia,silahkan pesan liwat email iwansuwandy@gmail.com,dengan syarat mengupload kopi KTP dan alamat lengkat,transfer uang liwat ATM BCA,harga CD-REom lima ratus rupiaj sudah termasuk ongkos kirim liwat titipan kilat

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s