PROMOSI CD DR IWAN ; KOLEKSI SEJARAH INDONESIA AWAL ABAD KE DUA PULUH”(BERSAMBUNG)

INI CONTOH CD TANPA ILLUSTRASI

UNTUK cd- LENGKAP ILUSTRASI DAPT DIPESN LIWAT EMAIL

iwansuwandy@gmail.com

harga satu CD lima ratus ribu rupiah

JANGAN LUPA UPLOAD KOPI ktp DAN LAMAT LENGKAP AGAR DAPAT DIKIRIM LIWAT tiki DENGAN SELAMAT SAMPAI DIRUMAHNYA

Koleksi Sejarah Indonesia

Awal Abad ke Dua Puluh

Bagian kedua

1915-1927

Oleh

Dr Iwan Suwandy,MHA

Edisi Terbatasaa Buku Elektronik Dalam CDS-Rom

Khusus Untuk Kolektor Senior Indonesia

Hak Cipta @ Dr Iwan 2014

 

1915

1916

Jendral sudirman lahir di Purbalngga 24 januari 1916, masa muda beliau sangat aktif dikegiatan Pramuka

Sumber

creatorzbangsa.forums

Terlahir dari pasangan rakyat biasa di Purbalingga, Hindia Belanda, Soedirman diadopsi oleh pamannya yang seorang priyayi.

Sumber

Wiki

1916

Setelah keluarganya pindah ke Cilacap pada tahun 1916, Soedirman tumbuh menjadi seorang siswa rajin; ia sangat aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler, termasuk mengikuti program kepanduan yang dijalankan oleh organisasi Islam Muhammadiyah.

Saat di sekolah menengah, Soedirman mulai menunjukkan kemampuannya dalam memimpin dan berorganisasi, dan dihormati oleh masyarakat karena ketaatannya pada Islam.

Sumber

wiki

1916

Pompstation, vermoedelijk van de Perlak Petroleum Maatschappij te Perlak in Oost-Atjeh in 1916

1918

In 1918  Swart in the rank of lieutenant general retired.

 

On August 12, 1918

appointed vice-president of the Council of the Indies to 1922. He received his military operations for the Military Order of William 2nd class .. Pm

 

 

 

The end of atjeh war,the meeting between Panglima Polim and

general van Heutz.also the Kapitan Cina aceh exist too

 

1916

 

ARIE SMIT (b. The Netherlands 1916)
Bali hill country
signed and dated ‘arie smit/’96’ (lower left), signed, dated and titled (on reverse)
oil on canvas
22 x 30 in. (56 x 76 cm.)
A certificate of authenticity from Neka Museum, dated 12 May 1998, accompanies this painting.

Literature

Agus Dermawan T. Bali Bravo – Lexicon of 200 Years of Traditional Balinese Painting, Panitia Bali Bangkit, 2006 (illustrated in colour p.32).

 

 

.

 

 

 

 

 

Smit, Arie. (b. Netherlands, 1916). Two white figures carrying baskets on their heads, walking toward a pink temple. Oil and acrylic on canvas Signed l.r., “Arie Smit “96”. In gilt frame. 9 1/2″ x 13 3/4″. Frame: 15″ x 19 1/2″. Property of a private collector.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1917

The Bali hindu’s cremation ceremony in 1917(at the corner of street the cremations will turn around in order to made the satan go away, dr Iwan ever seen the cremation ceremony once a year in 1980)

 

 

 

 

 

 

The bone were dig from the tomb, and later were burned (four Pictures)

 

and the bali people were wainting for cremations in 1915

Dr Iwan look the same tradition ceremony at Bli

In 1978,his foto of tht one hundreds year once ceremony still

Keep until now

1916

The condition is created, not separated because Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara) initiate the Hindia Poetra magazine publishing by Indische Vereeniging begin 1916. Hindia Poetra had a slogan “Ma’moerlah Tanah Hindia! Kekallah Anak-Rakjatnya!” Contains information for students regarding the origin of ground water conditions in the archipelago, do not miss also inserted a critique of Dutch colonial attitude. 

In the Indische Vereeniging, the movement is no longer the son of Minangkabau insulated by regional ties. Because Indische  Vereeniging contain activists from diverse backgrounds from the region. Moreover, Indische name-though still problematic, already reflect the unity of the region, namely the group of islands in the archipelago that is politically bound by the system of Dutch colonialism. From there they all came from. 

 

 

1917

1917

Trial Bay (Jul 31) POW free Envelope (Emery PSPE.4) with enclosed letter on official generic Concentration Camps notepaper, Col Holman handstamp (CA.230) and violet ‘PASSED BY/CENSOR S.D.’ both on face. The type-written letter to a friend in New York thanks him for magazines, complains about how slow the mail is and finishes by saying that sound pessimism is better than optomisim. Very rare.

Dutch Indies NVPH 141 A MNH

1917 -18 – Nooduitgifte met overdruk in zwart  

 – 141A  lijntanding 11×11,5

Prachtige postfrisse (MNH) zegel + fotocertificaat Muis – zeer schaars!!!!

Cat. waarde (value) NVPH € 750,00+++

 

 

 

 

1918

Upacara pembukaan Dewan Perwakilan Rakyat hindia belanda di Batavia 18 Mai 1918

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Hindia belanda 1928

  1. Birnie (Dutch), Kan Hok Hoei (Chinese), R. Sastro Widjono and M.N. Dwidjo Sewojo (Javanese).

 

 

1918

Batavia (Jakarta) water supply in 1918

1918

WalterSpies

Dalam menciptakan citra idyll Bali, pengaruh pelukis Jerman, fotografer dan musisi Walter Spies (1895-1942), yang dibuang oleh Belanda dari rumah angkatnya, masih terlihat dan nyata hari ini ..

Sebagai seorang pemuda, Walter Spies pindah dalam masyarakat yang tinggi; avant garde budaya pra-perang Moskow, kemudian di Berlin dan Dresden, Jerman, di mana ia pindah pada tahun 1918.

 

 

The Northern bali women in 1915

 

 

 

1918

 

1919

 

 

 

 

 

 

 

1919

Ketika Perang dunia Pertama selesai maka Vice Consult Belanda di Jeddah yang bernama Van der Plaas nucul sebagai orang yang murqh hati dan penolong dari 162 orang Mukmin Indonesia yang sedang terlantar itu, sehingga mereka dapat kembali ketananh airnya, dimana mereka dengan segera mendapat surat keputusan (besluit) dari Bupata didaerah mereka masing-masing untuk menjadi Kiai.

Dalam tahun 1919

 suasana politik di Indonesia sedang hangat, berbuhungan dengan gerakan Politik yang mengingginkan Kemerdekaan Indonesia.Dianatara pengerak Politik yang besar pengaruhnya ialah Serikat Islam  dibawah pimpinan H.O.S Tjokroaminoto dalam Volsraad(Dewan Perwakilan Rakyat Hindia Belanda)

(kempen 1955)

1920

Tetapi kemudian sejarah mengatakan kemunduran Api Perjuangan  Kemerdekaan .Disamping itu Tindakan Pemerintah dalam tahun  kemudiannya yang menetang gerakan Kebangsaan dan Kemerdekaan itu, seperti TBTO(tolak Bala Tawil Umur) ,Serikat Hejo, oragnisasi ini tidak berakar didalam masyarakat, karena sangat insidentil sebagai reaksi dan sangat lokal, yaitu hanya didaerah Garut saja.

Yang ternyata lebih tajam , ialah tusukan dari dalam Serikat Islam sendiri sehinggamenjadi pecah belah dan kurang potensinya.Setelah itu jumlah Kiai yang patuh dan setia kepada yang berwajib dan yang pasif semakin banyak dari sebaliknya.

(kempen 1855)

Pada tahun 1920 Sarekat Islam merah bergabung dengan ISDV dan membentuk Partai Komunis Indonesia (PKI). Partai ini diketuai oleh Semaun dan wakilnya Darsono. Akan tetapi beberapa tokoh bangsa Belanda yang tidak menyetujui pembentukan PKI akhirnya memisahkan diri dan kemudian membentuk Indische Social Demokratische Party (ISDP) dengan F. Bahler sebagai ketuanya.

 

Hubungan PKI dengan pemerintah kolonial Belanda semakin renggang bahkan semakin memburuk. Hal ini sebagai akibat timbulnya pemogokan-pemogokan yang mengarah kepada masalah timbulnya konflik antara pemerintah kolonial Belanda dengan PKI.

Source

http://www.kumpulansejarah.com/2013/06/sejarah-awal-berdiri-partai-komunis.html

 

1920

The first of Bandung’s university, the Technische Hogeschool (TH) was established on July 3, 1920. Now known as the Institut Teknologi Bandung (ITB), TH’s alumni include independence leader and first president Soekarno.

Prior to 1920s,

Balinese traditional paintings were restricted to what is now known as

the Kamasan or Wayang style.

It is a visual narrative of Hindu-Javanese epics:

the Ramayana and Mahabharata,

as well as a number of indigenous stories, such as

the Panji narrative.

These two-dimensional drawings are traditionally drawn on cloth or bark paper (Ulantaga paper) with natural dyes.

The coloring is limited to available natural dyes: red, ochre, black, etc.

 

 

 

1920

 

 

Drinks at the inauguration of a new bridge. For this occasion, senior military guests at the military police of Blangkedjerèn. The marks on the collar of the policemen are “blood fingers” called

Borrel bij de inwijding van een nieuwe brug. Voor deze gelegenheid zijn hoge militairen te gast bij de marechaussees van Blangkedjerèn. De kentekenen op de kraag van de marechaussees worden ‘bloedvingers’ genoemd.

 

 

1920

 

 

 

 

 

1920

In the 1920s, with the arrival of many western artists, Bali became an artist enclave (as Tahiti was for Paul Gauguin) for avant-garde artists such as Walter Spies (German), Rudolf Bonnet (Dutch), Adrien-Jean Le Mayeur (Belgian), Arie Smit (Dutch) and Donald Friend (Australian) in more recent years.

Most of these western artists had very little influence on the Balinese until the post-World War Two period, although some accounts over-emphasise the western presence at the expense of recognising Balinese creativity.

 

 

 

The Balinese group meeting in 1920

 

 

The bali hindu temple in 1920

The Bali Antique Keris .ring,box and other bracelet jewellary collections in 1920

 

 

 

 

 

The bali women take water 1920

 

The Bali wooden statue artwork in 1920

 

Euro man with native Balinese wife in 1920

Bali market 1920

 Bali 1920

BALI 1920

 

Lontar figurine, palm leaf image of Dewi Sri (cili), approx. 1920–1950. Leaves of the lontar palm, beads. Collection, Tropenmuseum, Amsterdam (the Netherlands), 3555-103

 

1920

 

The Native Patasiwa ceram dance in 1920

1920

 

 

 

Chinese Immigrant At Batavia

bring their  homeland banknote

and the family still keep as remembrance until 1998.

Due to high devaluation during president Suharto down,

they sold this history collectons

and some found by Dr Iwan In Jakarta

 

 

 

 

 

 

1921

Ibu Siti Oetari

Ibu Siti Oetari merupakan istri dari Presiden Indonesia pertama Soekarno. Soekarno menikahi Oetari usianya belum genap 20 tahun. Siti Oetari sendiri waktu itu berumur 16 tahun. Soekarno menikahi Oetari pada tahun 1921 di Surabaya. Sewaktu itu Soekarno menumpang di rumah HOS Tjokroaminoto ketika sedang menempuh pendidikan di sekolah lanjutan atas.

 

Beberapa saat sesudah menikah, Bung Karno meninggalkan Surabaya, pindah ke Bandung untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi di THS (sekarang ITB). Soekarno kemudian menceraikan Oetari.

1920-1921
Hatta  treasurer of Jong Sumatranen Bond in Jakarta and take care of magazines Jong Sumatra (1920-1921)
 

 

1920

Selepas lulus HBS tahun 1920, Bung Karno pindah ke Bandung dan melanjut ke THS (Technische Hoogeschool atau sekolah Tekhnik Tinggi yang sekarang menjadi ITB).

Sumber

indonesiaku.esc-creation

 

 

 

 

1921

Hatta began to settle in the Netherlands since September 1921. He immediately joined the Indian Union (Indische Vereeniging). At that time, the climate movement has been available in the Indische Vereeniging.

 

 

 

1921

Komentar Pemilik koleksi Ir Tono D.Putranto(2015)

Top of Form

Cover ini menggelitik saya karena tidak tersedia data penerbangan pada tanggal tersebut, meski sudah bertanya dan riset ke berbagai literatur yang tersedia, belum medapatkan titik terang. Sudah menjadi pembicaraan di beberapa grup diskusi dan akhirnya mendapat jawaban dari De Vliegende Hollander, klub aerofilatelis Belanda yang didirikan sejak tahun 1936 sebagai berikut :
“I received some more information about your 1921 cover.
Before the trial flights started, round flights were made above Weltevreden.  During one of these occasions this cover was carried. The cover is not yet mentioned in our catalogue, but we plan to do so for the next issue in a few years.”
Satu lagi temuan benfil yang akan memperkaya katalog Netherlands Indies aerofilateli terlengkap di masa mendatang. Trial flight dilakukan pada tanggal 20 April 1921 dengan rute Batavia-Semarang-Soerabaja dan kembali tanggal 22 April 1921. (data ini sudah tercatat)
Bottom of Form

 

1921

 

Yhe Vintage Bali statue Visnu riding Garuda(eagle) in 1921

 

Nusa Penida temple 1921

 

 

 

 

1921

Kubu Tribe

 

 

 

 

 

 

 

Dutch Indies NVPH 142-48 MNH

1921 – 22 Hulpuitgifte met overdruk in blauw en rood

Prachtige postfrisse (MNH) serie

Cat. waarde (value) NVPH € 150,00+++

Dutch Indies NVPH Safe 1-7 hinged

1921 – Brandkastzegels met allegorische voorstelling

Prachtige ongebruikte complete (MLH) serie

Cat. waarde (value) € 300,00

Top of Form

€ 145,00

Bottom of Form

 

1920

 

 

 

 

 

 

 

1921

 

Dr Roland Tumbelaka

pada tahoen 1921 mendjadi direktur dari Roemah Sakit Ingatan di Lawang, Malang, di Djawa Timoer. Sesoedah praktek partikoelir selama 3 tahoen, maka beliau diangkat sebagai Direktoer Tabib Rumah Sakit Ingatan di Magelang. Djabatan terseboet dipegang oleh Dr. Tumbelaka selama 3 tahoen,

 

 

 

1923

 

MAJALAJ BALAI PUSTKA

TJARIJOS TANAH PAREDEN DIJENG

DALAM BAHASA BELANDA 1923

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

COURTECY

 

26

 

 

 

 

 

 

1928-1929

Dr Roland Tumbelaka

dan selandjoetnya dalam tahun 1928 berangkat ke Eropah oentoek beberapa boelan lamanja. Sesoedah berdiam disana, maka pada tanggal 1 Djanoeari 1929 beliau diangkat sebagai Inspektoer Oeroesan Penjakit Ingatan dan pada tanggal 30 April 1938 beliau atas permintaannja sendiri dilepaskan dari djabatannja dengan hormat dan terima kasih atas segala oesaha jang telah diberikan kepada Negeri dan diberikan pensioen. Sri Ratoe menganoegerahkan beliau dengan mengangkat beliau sebagai officier in de orde van Oranje Nassan. Sesoedah itu Dr. Tumbelaka berdiam pula di negeri Belanda dimana beliau menerima djabatan direktoer dari jajasan ,,Biomenddal” di Luusduinen,

 

 

 

 

 

1921

 

 

Hospital street Pajakumbuh west sumatra

 

1922

That relationship with Neratja newspapers continues despite Hatta was in Rotterdam, he was trusted as a correspondent. At one point in mid 1922, there is an incident which appalling Europe, Turkey is seen as a kingdom that is crumbling (the sick man of Europe) routed the Greek army who championed by Britain.

Series of the events Hatta monitored it then he wrote to become a series of posts for Neratja in Batavia. The Serial of Hatta writing attracted an audience of readers, even many newspapers in the country, citing the writings of Hatta. 

Hatta began his movement’s career in the Indische Vereeniging in 1922, again, as Treasurer. The appointment took place on February 19, 1922, when the turnover of management Indische Vereeniging. Chairman of the old dr. Soetomo replaced by Hermen Kartawisastra. The momentum of succession when it has significance for them in the future, because that’s when they decided to change the name of Indische Vereeniging into Indonesische Vereeniging and it goes replace the name of the Netherlands Indies to Indonesia. A selection of name-ridden nation politically charged. In the same forum, a member of Indonesische Vereeniging said that from now, we began to build Indonesia and negate the Netherlands Indies or Indie. 
In 1927, Hatta joined the League Against Imperialism and Colonialism in the Netherlands, and here he was friendly with the nationalists of India, Jawaharlal Nehru.
 

Hatta’s activity within the organization caused him arrested the Dutch government. Finally, Hatta released, after the famous defense of speech: Indonesia Free. 

 

(1922-1925)

Hatta  being a member Indonesische Vereniging (when studying in the Netherlands) which later turned into Perhimpoenan Indonesia, and became Editorial Board for magazine of independent Indonesia (1922-1925) 

1922

 

 

Pada tahun 1922

lulus Marie  lulus dari  Sekolah Kedokteran, pelatihan berlangsung pada waktu itu 10 tahun.

 

Setelah lulus nya, Marie dimasukkan ke dalam pusat perhatian dan menghujani Anda dengan hadiah, yang kinerja yang luar biasa, tapi juga posisi soliter ditekankan.

 

Dia bergabung dengan pemerintah dan mulai bekerja di rumah sakit besar (CBZ) di Weltevreden (pinggiran kota Batavia).

 

Dia mengkhususkan diri dalam bidang kebidanan. Dalam iklan yang pernikahannya diumumkan ia menyebut dirinya obstetri asisten di Weltevreden. The Museum Boerhaave memiliki beberapa foto ia mengambil keluar dari rumah sakit wanita, ini adalah beberapa hari sebelum pernikahannya dibuat.

 

Di balik salah satu gambar menulis N.J.A.F. Boerma, kebidanan sejak tahun 1920 dosen di Sekolah Kedokteran dan sebagai seorang dokter perempuan di CBZ, “untuk menghormati Ibu Marie Thomas, yang sayangnya meninggalkan kami.”

 

Acara Jaarbeurs atau Annual Trade Fair (Bursa dagang tahunan) di Bandung, tahun 1924

 
Pengunjung pada acara Jaarbeurs atau Annual Trade Fair (Bursa Dagang Tahunan) di Bandung, tahun 1924
(Sumber : http://commons.wikimedia.org/)

 

 
Para wanita yang berpose disalah satu stand (tenda) pada acara Jaarbeurs atau Annual Trade Fair (Bursa Dagang Tahunan) di Bandung, tahun 1924
(Sumber : http://commons.wikimedia.org/)

 

 
Gubernur Jendral Hindia Belanda Dirk Fock, mengunjungi  acara Jaarbeurs atau Annual Trade Fair (Bursa Dagang Tahunan) di Bandung, tahun 1924 (1)
(Sumber : http://commons.wikimedia.org/)

 

 
Gubernur Jendral Hindia Belanda Dirk Fock (tengah), mengunjungi  acara Jaarbeurs atau Annual Trade Fair (Bursa Dagang Tahunan) di Bandung, tahun 1924 (2)
(Sumber : http://commons.wikimedia.org/)

 

 
Display “Pohon Teh”, pada stand milik salah satu perusahaan perkebunan teh di acara Jaarbeurs Bandung, tahun 1924
(Sumber : http://commons.wikimedia.org/)

 

 
Salah satu View di acara Jaarbeurs Bandung, tahun 1924
(Sumber : http://commons.wikimedia.org/)

Sumber

 

http://sejarahdalamkamera.blogspot.com/2014/09/acara-jaarbeurs-atau-annual-trade-fair.html

 

 

HASIL EKSPLORASI GOOGLE BRONBEEK

Jongh, Karel de

www.veteranennaardermeer.nl600 × 432Search by image

1924 Loewoek 1924-1926 K de Jongh

  1. – Lachende theevelden. Hoezo lachende theevelden?

www.harryknipschild.nl336 × 500Search by image

De maanden juni en juli van 1924 waren een hoogtepunt voor de belanghebbenden in de thee van Nederlands-Indië. Tijdens de vijfde Nederlands-Indische

 

Java Post | Verhalen over Nederlands-Indië | Pagina 22

javapost.nl640 × 468Search by image

“Zigt op het buitengoed Bronbeek”

 

Luchtschroef

luchtschroef.blogspot.com816 × 1008Search by image

In 1924 werd voor Engelbert van Bevervoorde een monument opgericht in Bandoeng. Na de soevereiniteitsoverdracht aan Indonesië is dit borstbeeld naar .

 

  1. Berenschot, Gerardus Johannes

www.veteranennaardermeer.nl700 × 522Search by image

COLLECTIE TROPENMUSEUM Begrafenis van generaal Berenschot op het Pandoe-kerkhof te Bandung TMnr 10001588

 

Nederlands-Indië in WO II

 

www.bevrijdingintercultureel.nl400 × 311Search by image

Bestuur Indische Vereeniging 1924. Moh. Hatta (staand 2e v.l.), Pamontjak (zit. 1e v.r.) (Bron: H. Poeze e.a. p.178)

  1. Dutch East Indies – Wikipedia, the free encyclopedia

en.wikipedia.org700 × 529Search by image

Dutch, Eurasian and Javanese professors of law at the opening of the Rechts Hogeschool in 1924.

 

  1. 29 juni: ECI goes Indisch | Indisch4ever

indisch4ever.nu421 × 351Search by image

Zoals deze plaatjes uit het stripboek de Terugkeer…notabene onder verantwoordelijkheid van het Indisch Herinneringscentrum Bronbeek uitgegeven

Indisch4ever | Indisch nieuws, Indische kwesties, | Pagina 4

indisch4ever.nu222 × 300Search by image

Dit is Georges Eduard Gerard Hardeman, zoon van Anna Sophia von Stietz (kleurenfoto boven). Hij was geboren te Buitenzorg in 1924.

  1. Indisch4ever | Indisch nieuws, Indische kwesties, | Pagina 123

indisch4ever.nu400 × 300Search by image

quote mail : Hier zijn de foto’s van de Pasar Malam op Bronbeek vandaag op 29-08-2010. Ondanks het slechte weer was het druk in de tenten en vooral bij het

 

Nieuwsbrief Bronbeek

Geplaatst op 31 augustus 2010 door Indisch4ever

Lees de Nieuwsbrief museum Bronbeek – augustus 2010

* Het verhaal van Indi op volle toeren
* Nieuw Cultureel programma
* Sawah Belanda ingeplant
* Open Monumentendag op Bronbeek
* Nederlands-Indi en het KNIL herleefden in Bathmen
* Onthulling panelen met namen bij monument vrouwenkampen
Website
 Bronbeek Museum

Source

ndisch4ever.

 

1925-1934

 

antara tahun 1925 Moh Hatta  ditangkap dan dibuang ke Digoel tahun 1934. Sudjadi merupakan teman dekatnya.
Ini mungkin perjalanan panjang dialektika pikiranmu yang terus optimis dengan perubahan.

Sebagai pembaca marx yang baik kau percaya pada dialektika dan perubahan, sehingga kau terus optimis dari negeri yang terpisah ribuan kilometer. Walau tak semuanya berjalan mulus.

Mungkin ini Hatta yang pertama ketika usulmu agar para intelektual di tanah air mendirikan ‘ Syarikat Rakyat Nasional Indonesia ‘ ternyata tidak mendapat sambutan dari kalangan Algemeene Studieclub ( Kelompok Studi Umum ) yang berdiri di Bandung 29 November 1925 atas prakarsa Sukarno, Anwari, Iskaq dan Tjipto Mangunkusumo.
Kau menginginkan sebuah partai radikal, non koperasi, yang berhaluan kebangsaan yang dapat menggerakan massa untuk cita cita kemerdekaan. Sebuah partai sebagai pendidik massa. Sementara Sukarno, kelak sahabatmu juga, seorang pendorong agitasi masa, yang berbeda dengan sikapmu untuk membentuk kader kader terdidik dalam organisasi. Kelak mereka malah mendirikan PNI
.

Hatta memang seorang demokratis sejati. Sesungguhpun partai yang kau cita citakan tidak tercermin dalam PNI, namun kau menerima sebagai kenyataan yang perlu didukung. Kau sadar, jauh dari dari Indonesia. Berbeda dengan Soekarno yang secara psikologi lebih memahami keadaan sehari hari di Indonesia.
Walau berbeda kebijakan dengan pemimpin PNI.

 Hatta tetap menjadi garda terdepan yang membela pergerakan nasional mereka di negeri Belanda.

 

Perkembangan pergerakan nasional di tanah air membuat Hatta  semakin kecewa justru PNI dibubarkan setelah appel Sukarno dan kawan kawan ditolak pengadilan tinggi.

 

Hatta  masih mengimpikan menjadi anggota PNI bila kembali ke Tanah Air. Kini hanya jeritan dalam suratmu,
“ PNI ditikam dengan keris sendiri dan dikuburkan selagi jiwanya masih teguh. Hati siapa yang tak luka melihat partainya dibubarkan, sebelum hak dipertahankan sampai sehabis habis daya upaya ? “

 

Kritikmu menuai kecaman dari dalam negeri. Yamin bahkan mengatakan bahwa Hatta,de eeuwige student – mahasiswa abadi itu – sebaiknya pulang saja dan berjuang di tanah air, daripada hanya mengkritik dari jauh.
Bagimu, konsistensi perjuangan yang selalu kau pegang. Berjuang adalah berkurban.

 Ini tetap diperlihatkan setelah kau pulang. Kau selalu menganjurkan jangan jadi pemimpin bila takut berkurban.
Sedikitpun kau tak gentar meneruskan PNI baru sekaligus menerbitkan harian ‘ 
Daulat Ra’yat “.

 

Nama ini benar benar mencerminkan pahammu tentang demokrasi. Bahwa bukan pemimpin yang menentukan segala galanya, melainkan rakyat.

 

 

Sumber

 

.imanbrotoseno

 

 

 

 

1925

MISS RIBOET ODEON DARDANELLA ,JASIDI SONG, BEKA RECORD

 

 

 

 

Iklan Dardanella.(Dardanella operate label promotion)

Two biggest native Indonesian operates were deveoloped in 1925 and 1926 were Miss Riboet Orion and Dardanella (Dua perkumpulan besar sandiwara berdiri pada 1925 dan 1926, Miss Riboet Orion dan Dardanella).

Keduanya merajai dunia sandiwara kala itu. Mereka dikenal terutama karena pemain-pemainnya yang piawai berperan di atas panggung, cerita-ceritanya yang realis, dan punya seorang pemimpin kharismatik.

Kedua perkumpulan ini dikenal sebagai pembenih sandiwara modern Indonesia. Mereka merombak beberapa tradisi yang telah lazim pada masa stambul, bangsawan, dan opera, seperti: membuat pembagian episode yang lebih ringkas dari stambul, menghapuskan adegan perkenalan para tokoh sebelum bermain, menghilangkan selingan nyanyian atau tarian di tengah adegan, menghapus kebiasaan memainkan sebuah lakon hanya dalam satu malam pertunjukan, dan objek cerita sudah mulai berupa cerita-cerita asli, bukan dari hikayat-hikayat lama atau cerita-cerita yang diambil dari film-film terkenal (Oemarjati, 1971: 30-31). Rombongan sandiwara ini juga mulai menggunakan naskah untuk diperankan di atas pentas, menggunakan panggung pementasan, serta mulai mengenal peran seseorang yang mirip sutradara (pada masa itu lazim disebut programma meester, peran ini dimainkan oleh pemimpin perkumpulan).

The Orion Operete Inc founder at Batavia(now jakarta) by Tio Tek Djiwn yunior, the primadona is Niss Riboet (later Married wir Mr Tio) and Mr Tio also played the swords,specialized as the robery of the women in the opera of Juanita veza written by Antoinette de Vega, after that this opretee becaem famous ad Miss Riboet Orion(Perkumpulan sandiwara Orion berdiri di Batavia pada 1925. Rombongan sandiwara ini didirikan serta dipimpin oleh Tio Tek Djien Junior. Tio merupakan seorang terpelajar pertama yang menekuni secara serius kesenian sandiwara modern. Dia lulusan sekolah dagang Batavia. Primadona mereka adalah Miss Riboet. Selain sebagai istri Tio, Riboet juga terkenal dengan permainan pedangnya. Ia sangat menonjol ketika memerankan seorang perampok perempuan dalam lakon Juanita de Vega karya Antoinette de Zerna. Selanjutnya perkumpulan ini terkenal dengan nama Miss Riboet Orion (Sumardjo, 2004: 115).

This Operete becaem more famous after came in The Journalist Njoo Cheong Seng and his wife Fifi Young ,during this time tje operate created a  imaginative story, then Nyo became the Tios best man which had the duty the story ,his succes with Saijah, R,soemiati,and Singapore at night(Perkumpulan ini semakin mengibarkan bendera ketenarannya setelah masuk seorang wartawan bernama Njoo Cheong Seng dan istrinya Fifi Young. Setelah masuknya Njoo Cheong Seng dan Fifi Young, perkumpulan ini meninggalkan cerita-cerita khayalan yang pada masa stambul dan bangsawan lazim untuk dibawakan ke panggung (Pane, 1953: 9). Kemudian Njoo Cheong Seng menjadi tangan kanan Tio Tek Djien dan bertugas sebagai penulis lakon pada perkumpulan ini dan menghasilkan cerita-cerita, seperti Saidjah, R.A. Soemiatie, Barisan Tengkorak, dan Singapore After Midnight.)

Pertunjukan Dardanella

Di tengah kepopuleran Miss Riboet Orion, berdiri perkumpulan sandiwara Dardanella di Sidoarjo pada 21 Juni 1926. Sebagaimana Miss Riboet Orion, Dardanella juga telah melakukan perubahan besar pada dunia sandiwara.

Dardanella founded by A.Piedro ,the russian man with name Willy Kilimanof. In 1929 starting show at Batavia based on the storyfrom best film like Robinhood,the amsk of Zorro,three musketters, the Black pirates, the Thieve of Baghdad,Sheik of Arabia,the graaf of Monte Cristo,vero, and the rose pf Yesterday. But at the second show Dardanella shown the Indonesia native story like Annie van Mendoet,Lily van tjikampek,the Rose of Tjikemabng based on the Indonesian Stories (Dardanella didirikan oleh A. Piedro, seorang Rusia yang bernama asli Willy Klimanoff (Ramadhan KH, 1984: 5. Pada 1929, untuk pertamakalinya Dardanella mengadakan pertunjukan di Batavia. Mulanya lakon-lakon yang dimainkan adalah cerita-cerita berdasarkan film-film yang sedang ramai dibicarakan orang, seperti Robin Hood, The Mask of Zorro, The Three Musketeers, The Black Pirates, The Thief of Baghdad, Roses of Yesterday, The Sheik of Arabia, Vera, dan Graaf de Monte Christo (Ramadhan KH, 1984: 74). Namun pada kunjungan keduanya di Batavia, mereka menghadirkan cerita mengenai kehidupan di Indonesia, seperti Annie van Mendoet, Lilie van Tjikampek, dan De Roos van Tjikembang. Cerita-cerita ini disebut dengan Indische Roman, yaitu cerita-cerita yang mengambil inspirasinya dari kehidupan Indonesia, dikarang dalam bahasa Belanda (Brahim, 1968: 116).

At the same time ,a journalis Andjar asmara also join the Dardanella and he bacame the Bes man of Peidro lika njo , he writthe the story Dr Samsi, Haida,Tjang,perantaian 88 dan Si bongkok like the huncthman of Notredam, Dardanella had the big five actors, Tan Tjeng Bok,Miss Dja, Mis Riboet II, Ferry Kock and Astaman (Pada tahun yang sama, seorang wartawan dari majalah Doenia Film, bernama Andjar Asmara, ikut masuk ke dalam perkumpulan ini, dan meninggalkan pekerjaannya sebagai wartawan di majalah tersebut. Seperti halnya Njoo Cheong Seng di Miss Riboet Orion, Andjar kemudian juga menjadi tangan kanan Piedro, dan bertugas sebagai penulis naskah perkumpulan. Andjar Asmara menulis beberapa naskah, seperti Dr. Samsi, Si Bongkok, Haida, Tjang, dan Perantaian 99 (Tzu You dalam Sin Po, 1939: 12). Dardanella juga terkenal dengan pemain-pemainnya yang piawai memegang peranan dalam setiap pertunjukan. Para pemain ini terkenal dengan sebutan The Big Five. Anggota Perkumpulan Dardanella yang disebut The Big Five yaitu, Ferry Kock, Miss Dja, Tan Tjeng Bok, Riboet II, dan Astaman (Tzu You dalam Sin Po, 1939: 11-12).

The rivalrity between Miss Riboet Oreon and dardanella at Bavaia begun in 1931, starting about the name of Miss Riboet which Mr Tio sue to the court and win,   dardanela must used the name Miss riboet II  (Persaingan untuk meraih perhatian publik antara Miss Riboet Orion dengan Dardanella terjadi di Batavia pada tahun 1931. Sebenarnya persaingan Miss Riboet Orion dengan Dardanella sudah mulai terlihat ketika dua perkumpulan ini memperebutkan “pengakuan nama” dari salah satu pemainnya, yaitu Riboet. Dalam dua perkumpulan ini ada satu pemain yang namanya sama. Ketika itu Dardanella yang sedang bermain di Surabaya, didatangi dan dituntut oleh Tio Tek Djien, pemimpin Miss Riboet Orion, karena Dardanella mempergunakan nama Riboet juga untuk seorang pemainnya. Tio berkata kepada Piedro, “Kami tidak senang Tuan mempergunakan nama yang sama, nama Riboet juga untuk pemain Tuan…kami menyampaikan gugatan, Miss Riboet hanya ada satu dan dia sekarang sedang bermain di Batavia”. Akhir dari perseteruan ini adalah mengalahnya Piedro kepada Tio dan merubah nama Riboet yang ada di Dardanella menjadi Riboet II (Ramadhan KH, 1982: 72).

Memang lazim terjadi persaingan antarperkumpulan sandiwara, terutama di kota besar seperti Batavia. Sebelum persaingan dengan Dardanella, Miss Riboet Orion juga pernah bersaingan dengan Dahlia Opera, pimpinan Tengkoe Katan dari Medan, persaingan ini berakhir dengan kemenangan pihak Orion (Tzu You dalam Sin Po, 1939: 11). Wujud dari persaingan antara Miss Riboet Orion dan Dardanella ini adalah pecahnya perang reklame. Dardanella memajukan Dr. Samsi sebagai lakon andalan mereka, sedangkan Miss Riboet Orion dengan Gagak Solo. Dalam persaingan ini, Dardanella mengandalkan A. Piedro, Andjar Asmara, dan Tan Tjeng Bok, sedangkan Miss Riboet Orion mengandalkan Tio Tek Djien, Njoo Cheong Seng, dan A. Boellaard van Tuijl, sebagai pemimpinnya (Tzu You dalam Sin Po, 1939: 12). Kedua wartawan dalam perkumpulan-perkumpulan itu bekerja dan memutar otak untuk membuat reklame propaganda yang, sedapat-dapatnya, memengaruhi pikiran publik.

At least Miss Riboet Orion off in 1934 and gave the authority to Dardanella , and their writer Njoo Cheong Seng and fifi Young moved to dardanella(Akhirnya Miss Riboet Orion harus menyerah kepada Dardanella. Riwayat Perkumpulan Sandiwara Miss Riboet Orion berakhir pada 1934, ketika penulis naskah mereka Njoo Cheong Seng dan Fifi Young, pindah ke Dardanella.)

Then dardanella became famous with the new actors like Ratna asmara, Bachtiar Effendy,Fify young and an american from guam Henry L Duarte (Dardanella menjadi semakin besar dengan hadirnya anggota-anggota baru seperti Ratna Asmara, Bachtiar Effendi, Fifi Young, dan Henry L. Duarte (seorang Amerika yang dilahirkan di Guam). Dalam Dardanella juga berkumpul tiga penulis lakon ternama, seperti A. Piedro, Andjar Asmara, dan Njoo Cheong Seng, di samping itu, perkumpulan ini diperkuat oleh permainan luar biasa dari bintang-bintang panggungnya seperti Miss Dja, Ferry Kock, Tan Tjeng Bok, Astaman, dan Riboet II.)

In 1935, Dardanella madse the tour to Siam,Burma. Ceylon,India,tibet ,the tour was called The Orient’s Tour with native dancer like wayang golek, Pencak Minangkabau,wayang golek,bali jagger, papua dancer and Ambon song (Pada 1935, Piedro memutuskan untuk mengadakan perjalanan ke Siam, Burma, Sri Lanka, India, dan Tibet, untuk memperkenalkan pertunjukan-pertunjukan mereka. Perjalanan ini disebut Tour d’Orient. Dalam perjalanan itu tidak dipentaskan sandiwara, melainkan tari-tarian Indonesia seperti Serimpi, Bedoyo, Golek, Jangger, Durga, Penca Minangkabau, Keroncong, Penca Sunda, Nyanyian Ambon, dan tari-tarian Papua (Tzu You dalam Sin Po, 1939: 13).

Tour de Orient qwere the last tour of Dardanella before the world war two, then dismish(Tour d’Orient adalah perjalanan terakhir Dardanella. Setelah perjalanan itu Dardanella pecah. Dan kisah dua raksasa sandiwara ini pun berakhir…)

I have the tax fee of Padang city gouverment about the dardanella and Dwi Dja tours, during japanese occupation 1943-1844, I think the Japanesi Millitary occupation gouverment, used this show for political campaign(Dr iwan S)

 

 

(b)versi dua (from david ,Haji Maji web blog)

MISS RIBOET (INDONESIA)

Miss Riboet was the first huge star of recording in Indonesia and the Malay peninsula.  She was the lead actress of the Orion theatrical company, a tooneeltroupe which was founded in 1925 in Batavia (Jakarta). In fact, she was so popular that by the time recording engineer Max Birkhahan made this recording in 1926 she already had her own series of “Miss Riboet Records.”

The label declares this a “Stamboel” recording, a western influenced genre of song that evolved out of the Indonesian theater known as ”komedie stamboel.”
Komedie stamboel was a form of musical theater that started in the city of Surabaya in 1891 and quickly became a craze throughout Indonesia. At first, it featured plays of arabesque fantasy (Stamboel = Istanbul), mainly tales from the Arabian Nights, with Ali Baba being a favorite standard. The plays were sung and included musical numbers as in a western musical, using mostly western instruments. They were also influenced by Parsi theater. There is an 
excellent book by Matthew Isaac Cohen that gives an extremely detailed account of the origin of Komedie Stamboel.

But by the mid-20s, when Miss Riboet began recording, komedie stamboel had already given way to the Malay theatrical form called bangsawan, and eventually tooneel, a more realistic form.
Apparently komedie stamboel had developed a somewhat unsavory reputation that led in part to it’s demise, some troupe leaders were accused of doubling as pimps for the actresses!
The music was often labeled as “Stamboel” on record, regardless of whether it was a stamboel, fox trot, tango, krontjong or traditional piece, such as this Javanese poetical form called 
Pangkoer Pelaoet .

*

Two major theatrical association founded in 1925 and 1926, Miss Riboet Orion and the Dardanelles. Both dominated the theatrical world at that time. They are known primarily for the players who expertly plays on stage, his stories are realist, and have a charismatic leader.

Both clubs are known as pembenih revue Indonesia. They break down some of the traditions that have been prevalent in the opera, nobility, and operas, such as: making a more compact distribution of episodes of the opera, to abolish the introduction scene of the characters before the play, eliminating the distraction singing or dancing in the middle of the scene, removing a habit to play a play only in a single night performances, and objects of the story has begun to form the original stories, instead of the old saga-saga or stories taken from famous movies (Oemarjati, 1971: 30-31). Theatrical troupe has also started using a script to starring on stage, using the stage performances, as well as getting to know someone who is similar to the role of director (at that time commonly called Programma Meester, this role is played by the leaders of associations).

Orion standing repertory in Batavia in 1925. Theatrical troupe was founded and is led by Tio Tek Djien Junior. Tio is the first scholar to pursue a serious art revue. He graduated from trade school in Batavia. They are the belle of Miss Riboet. Aside from being a wife of Tio, Riboet also famous for its game sword. He was very prominent when playing a female burglar in the play Juanita de Vega’s Antoinette de Zerna. Furthermore, this association known by the name of Miss Riboet Orion (Sumardjo, 2004: 115).

Society is increasingly raising the flag of his fame after entering a journalist named Njoo Cheong Seng and his wife Fifi Young. After the entry of Njoo Cheong Seng and Fifi Young, the association left the fantasy stories are at the opera and nobles brought to the stage common to (Pane, 1953: 9). Then Njoo Cheong Seng became Tio Tek Djien right hand and served as a scriptwriter on this association and produce stories, such as Saidjah, RA Soemiatie, Rows of skulls, and the Singapore After Midnight.

Amid the popularity of Miss Riboet Orion, standing repertory Dardanelles in Sidoarjo on June 21, 1926. As Miss Riboet Orion, the Dardanelles has also made major changes in the theatrical world. Dardanelles was founded by A. Piedro, a Russian whose real name is Willy Klimanoff (Ramadhan KH, 1984: 58). In 1929, for the first time performing in Batavia Dardanelles. At first play-act plays are stories based on movies that are busy talking people, like Robin Hood, The Mask of Zorro, The Three Musketeers, The Black Pirates, The Thief of Baghdad, Roses of Yesterday, The Sheik of Arabia , Vera, and Graaf de Monte Christo (Ramadhan KH, 1984: 74). But on his second visit in Batavia, they present a story about life in Indonesia, such as Annie van Mendoet, Lilie Tjikampek van, and De Roos van Tjikembang. These stories are called Indische Roman, namely the stories that take inspiration from the life of Indonesia, was composed in Dutch (Brahim, 1968: 116).

That same year, a journalist from the magazine Film Doenia, named Andjar Asmara, go in this society, and left his job as a journalist in the magazine. Like Miss Njoo Cheong Seng Riboet Orion, Andjar then also become Piedro right hand, and served as a script writer associations. Andjar Asmara write some scripts, such as Dr. Samsi, The Hunchback, Haida, Tjang, and Perantaian 99 (You in Sin Tzu Po, 1939: 12). Dardanelles is also famous for the players who expertly plays a role in each show. These players are known as the Big Five. Association members Dardanelles called The Big Five namely, Ferry Kock, Miss Dja, Tan Tjeng Bok, Riboet II, and Astaman (You in Sin Tzu Po, 1939: 11-12).

Competition to gain public attention between Miss Riboet Orion with the Dardanelles occurred in Batavia in 1931. Actual competition with the Dardanelles Miss Riboet Orion is starting to look when the two clubs are fighting over “name recognition” of one of his players, namely Riboet. In this group there are two players whose name is the same one. When the Dardanelles that was playing in Surabaya, approached and demanded by Tio Tek Djien, leader of the Miss Riboet Orion, because of the Dardanelles Riboet also use the name for a player. Tio said to Piedro, “We’re not happy sir use the same name, a name also for the players Riboet sir … we deliver the lawsuit, Miss Riboet there’s only one and he is now being played at Batavia”. The end of this feud is mengalahnya Piedro to Tio and Riboet rename that is in the Dardanelles into Riboet II (Ramadhan KH, 1982: 72).

It is not uncommon antarperkumpulan theatrical competition, especially in big cities such as Batavia. Before the competition with the Dardanelles, Miss Riboet Orion has also been competing with Dahlia Opera, led Tengkoe Katan from Medan, the competition ended with the victory of the Orion (You in Sin Tzu Po, 1939: 11). Existence of competition between Miss Riboet Orion and the Dardanelles is the outbreak of war billboard. Dr. Dardanelles advance. Samsi as their flagship play, while Miss Riboet Orion with Crow Solo. In this competition, relying Dardanelles A. Piedro, Andjar Asmara, and Tan Tjeng Bok, while Miss Riboet Orion rely Tio Tek Djien, Njoo Seng Cheong, and A. Boellaard van Tuijl, as its leader (You in Sin Tzu Po, 1939: 12). The two journalists in associations that work and rack my brain to make propaganda billboards that, wherever possible, influence the public mind.

Finally Miss Riboet Orion should be surrendered to the Dardanelles. Theatre Historical Society Miss Riboet Orion ended in 1934, when the script writers they Njoo Cheong Seng and Fifi Young, moved into the Dardanelles.

Dardanelles became greater with the presence of new members like Ratna Asmara, Bachtiar Effendi, Fifi Young, and Henry L. Duarte (an American who was born in Guam). In the Dardanelles also assembled three renowned scriptwriter, such as A. Piedro, Andjar Asmara, and Njoo Seng Cheong, in addition, the association is reinforced by the outstanding play of the stars of the stage as Miss Dja, Ferry Kock, Tan Tjeng Bok, Astaman, and Riboet II.

In 1935, Piedro decided to journey to Siam, Burma, Sri Lanka, India, and Tibet, to introduce their performances. This trip is called the Tour d’Orient. In the course of the play was not staged, but dances like Serimpi Indonesia, Bedoyo, Golek, Jangger, Durga, Disabled Minangkabau, Keroncong, Disabled Sunda, Ambon song, and dance of Papua (You in Sin Tzu Po, 1939: 13) .

Tour d’Orient is the last trip Dardanelles. After the trip was broken Dardanelles. And the story of two giants of this farce came to an end …

  1. b) Miss Riboet theater’s Oreon (1925)
  2. c) It is easy to guess the excitement Caused by the upcoming event in theAndyet, life went on as usual: Miss Riboet – a popular actress and singer backthen – performing on stage garnering applause and favorable reviews in the island’s journals, cigarette advertisements and beauty cream, the automobile andthe new man – The Sportsman – coaxed out of the tennis and golf worlds by TheWorld of fashion … putting Singapore on the movie map with his filmBring’em Back Alive. Not to mention Wheeler and Woolsey, a pair of British comedians, who, in Their Day, were the resource persons more popular than Laurel and Hardy. Much excitement was Caused whenthe much-loved Charlie Chaplin and his brother arrived in Singapore in 1932 on Their Way to the Dutch Indies. Certainly, the Hollywood connection is created the image of ‘Cesspool of the East’ for Singapore. Singapore was the object of Fascination for movie-makers, writers, travelers, the real Kings and Queens or theones populating the screens of the newest art.c) on 25 November 1950 Indonesia with a group of stars including Fifi Young (film performer Zoebaida) and Miss Riboet Rawit. comes in singapore. (new info from Mr. Azmosa Singapore That one of the Dardanelles Singer and comedian still stayed at singapore until now, her name or Momo Momo Latiff Makarim still alive and age 88 years old, please read mr Azoma comment in Indonesian Languguae:

Regards, Mr Iwan.

I’m from Singapore and was very impressed with the collection of Mr. Iwan, particularly about the history of art as a collection of Miss Riboet Orion and the Dardanelles. Both these sets are quite popular in Singapore and Malaya in the 1930s. One expert on collection of the Dardanelles had been living in Singapore and became a famous artist in sisni since 194oan. He is Momo Latiff derived from Batavia, and is now 88 years old.

Momo Latif has become one of the Balinese dancers Dancers in a collection of the Dardanelles. After the Dardanelles berpecah in the mid-1930s, he has entered a collection of nobles who headed by Raden Sudiro. On the one offering held in Melaka, Raden has told Momo bahawa Syarikat Shaw Brothers films in Singapore want to take Momo as a heroine in a film titled Mask Shaitan published in 1939. Momo then have merakamkan vote in 1941 along with the singing lagu2 HMV Sakura Flower, the Banyan Tree and the island of Bali.

Azmosa
Singapore-thanks Mr. Iwan S. azoma from dr)

The Short Story of Mis Riboet Husband (HUSBAND TALE MISS RIBOET) IOP TEK HONG

Tion was the Mr. Richman, he Had the record label and shop produnctions (IOP TEK HONG Sumai RIBOET MISS IS a wealthy merchant, he has a firm sale gramohone and black plate.)

That he produced an ad beside yhe batavia Postcard Pictures, look below some sample illustration (Besides, he also produces a picture postcard town of batavia, look at some of the collection of Tio Tek Hong and illustration of Majallah Kiekies Landen van Java folk and below);

Uitgave : Tio Tek Hong, Weltevreden (Batavia). No. 1045

Topeng is a style or genre of masked dance and theatre, with music : West Java. We see here a Betawi (Batavia, now Jakarta) group. A search for the expression will turn up wikipedia and other sources; this is pretty good : Henry Spiller, “Topeng Betawi: The Sounds of Bodies Moving”.   Asian Theatre Journal 16:2 (1999) : 260-267   (accessed 28 January 09)

.

 

Uitgave : Tio Tek Hong, Weltevreden (Batavia). No. 1046

Woman may be same as in preceding Topeng card.

photo, no source information. Another view of Molenvliet Canal, Batavia here; more can be found by searching in the Dutch Atlas of Mutual Heritage(AMH).

 

Uitgave : Tio Tek Hong, Weltevreden, “Special Depot of Java postcards.” No. 1114. Obverse bears message to a Mr. C. Inouye, c/o Mitsui Bussan, Osaka, Japan. Postage stamp (and cancellation date) missing.

 

 

Miss Riboet and her arabic song Jasidi

Chassidic Song (jasidi), with video recorded at the Western Wall in Jerusalem, and … 5:27 Add to Added to queue In Jerusalem song  Arabic by badermansour.

 

Lagu Jasidi berasal dari Arab dan seirng dinyanyikan brthubungan dengan dinding barat dari Jerusalem,salah satunyayang terkenal oleh penyanyi Bader mansour, berdasarkan fakta piringan hitam diatas,ternyata Miss riboet telah menyanyikan lagu yang populer saat itu.

Miss Riboet and her Tionghoa ethnic song Djihong(no info about this song)

Who have the Miss Riboet music record with Kroncong stamboel song please comment and add the info via comment,thanks you very much.

I have just found information about Mr Riboet Orion Kroncong song produced by BEKA record from Google exploration :

BEKA RECORD
B 15652, Miss Riboet, Krontjong Dardanella, 1940-an
B 15761, Herlaut, Beka Krontjong, 1940-an
27850, De Indie Krontjong, 1940-an

Please help me with more info,thanks verymuch

Sumber

Driwancybermuseum

 

 

Marie Thomas, wanita Indonesia pertama yg lulus dari Sekolah Dokter Jawa (thn 1922)

#sejarahIndonesia http://twitgoo.com/1yl69v

 

 

 

 

 

http://forum.viva.co.id/sejarah/103102-mengenal-beberapa-srikandi-indonesia.html

 

Dr. Anna Warouw
Anna Warouw Wanita Indonesia kedua yang menjadi dokter

Source: http://bode-talumewo.blogspot.com/2008/12/galeri-foto-para-wanita-minahasa.html

In 1922
Marie graduated graduated from the Medical School, the training takes place at the time was 10 years.

After his graduation, Marie inserted into the center of attention and showered with gifts, a superb performance, but also the position of solitary emphasized.

He joined the government and went to work at a large hospital (CBZ) in Weltevreden (Batavia suburbs).

She specializes in the field of obstetrics. In the ad that announced his marriage he calls her obstetric assistant at Weltevreden. The Museum Boerhaave has some photos he took her out of the hospital, this was made a few days before her wedding.

Behind one write image N.J.A.F. Boerma, obstetrics since 1920 lecturer at the School of Medicine and as a woman doctor in CBZ, “in honor of Mother Marie Thomas, who sadly left us.”

 

 

 

 

1922

VH B 22 a Weltevreden Ned. Indie – Den Haag 1922

Prijs: €50,00

Bottom of Form

Aangetekend Weltevreden – Den Haag 31.10.1928

Stempel : Weltevreden Gondangdia ( S.v.L. 40 pnt. )

Propellerstempel Den Haag

 

 

Dutch Indies NVPH 149-59 hinged

1922 – Opdruk 3e Ned. Indië Jaarbeurs Bandoeng

Prachtige ongebruikte (hinged) complete serie

Cat. waarde (value) NVPH € 275,00

 

 

Dutch Indies NVPH 149-59 MNH

1922 – Opdruk 3e Ned. Indië Jaarbeurs Bandoeng

Prachtige postfrisse (MNH) complete serie met fotocertificaat C Muis – schaars!!

Cat. waarde (value) NVPH € 1000,00++

Dutch Indies NVPH 149-59 used

1922 – Opdruk 3e Ned. Indië Jaarbeurs Bandoeng

Prachtige gebruikte (used) complete serie

Cat. waarde (value) NVPH € 325,00

1908

 

Pasca pemberlakuan Politik Etis, banyak kaum terdidik yg mulai punya sense kebangsaan & kepedulian thd penderitaan rakyat. Pada 1908 berdiri Boedi Oetomo, sebuah org. priyayi yg didirikan sbg upaya angkat mutu pendidikan.

 

Pada 1911

 berdiri Sarekat Dagang Islam yg kmd berubah mjd Sarekat Islam (1923), dan mjd PSII pada 1929. Inilah cikal bakal partai-2 Islam, hingga saat ini.

 

1913

Di Indonesia juga berdiri Partai Komunis, yg diawali pendirian ISDV pd 1913,

1920

yg kemudian berubah mjd Partai Komunis Hindia pada 1920.

 

 

 

 

 

 

 

1920

WalterSpies

Pada tahun 1920, dengan kedatangan banyak seniman Barat, Bali menjadi kantong artis (seperti Tahiti adalah untuk Paul Gauguin) untuk avant-garde artis seperti Walter Spies (Jerman), Rudolf Bonnet (Belanda), Adrien-Jean Le Mayeur (Belgia), Arie Smit (Belanda) dan Donald Friend (Australia) dalam beberapa tahun terakhir.

Sebagian besar seniman Barat memiliki sedikit pengaruh pada Bali sampai dua periode pasca-Perang Dunia, meskipun beberapa account terlalu menekankan kehadiran Barat dengan mengorbankan mengakui kreativitas Bali

Rudolf Bonnet

 

 

 

 

 

1922

 

The Ambon bay with swimming pool in 1922

 

//

The Chinese street at Ambon in 1922

 

 

 

 

 

1923

Dutch Indies NVPH 160-66 D hinged

1923 – Jubileumzegels – Tanding D 11,5

Prachtige schaarse ongebruikte (hinged) serie

Cat. waarde (value) NVPH € 210,00

Dutch Indies NVPH 160-66 MNH

1923 – Jubileumzegels

Prachtige schaarse postfrisse (MNH) serie

Cat. waarde (value) NVPH 500,00+

 

 

 

Dutch Indies NVPH 160-66 used

1923 – Jubileumzegels

Prachtige schaarse gebruikte (used) serie

Cat. waarde (value) NVPH € 225,00

1923

 

Princess Pakubuwono X Gusti Nurul

 

1923-1932: Lieutenant-General His Highness Sampeyan Dalam ingkang Sinuhun ingkang Minula saha ingkang Wijaksana Kanjeng Susuhanan Prabhu Sri Pakubuwono X Senapati ing Alaga Ngah ‘Abdu’l-Rahman Saiyid ud-din Panatagama, Susuhanan of Surakarta

1932-1939: Lieutenant-General His Princely Highness Sampeyan Dalam ingkang Sinuhun ingkang Minula saha ingkang Wijaksana Kanjeng Susuhanan Prabhu Sri Pakubuwono X Senapati ing Alaga Ngah ‘Abdu’l-Rahman Saiyid ud-din Panatagama, Susuhanan of Surakarta

Sumbr wiki

1920

Solo, Paku Buwono X and the Ratu Mas, 1920

 

Difference hairstyle

Near same with 1900 picture of princess

 

or

Ratu kedaton garwa utama Sultan Hemangkubowono V

or

Princess Gusti Nurul of PB X

Hairstyle not same

 

 

Tempo Doeloe #44 – Princess Gusti Nurul

Sorry for the poor quality, this card is probably used for making a bigger portrait. My guess is that this card is from the Yogyakarta area but I’m not sure. The date is unknown and the written text at the back side is hard to read but could be: R.A. Siti Suhardijah…

Update: thanks to Widy or Dee the mystery is solved, it’s princess Gusti Nurul… 🙂

———————————————————————- ————————————————————

“The beautiful Princess Nurul (1921-present) was unique for her days. She kept our traditional values but yet she was also very modern and rebellious. She rode horses, played tennis and swam. Yet she was also the best dancer in the palace. So much so that in 1936 Queen Wilhelmina of the Netherlands requested the young Princess to dance at the wedding of Princess Juliana and Prince Bernard. Of everything that she was known of, she was famously known as the princess who turned down marriage proposals from the country’s most powerful men. A princess who stayed single in her 30s… well, in her days that was unheard of. Romantic? I think more than anything else, she was strong willed. Very.”

Compare with the picture of the imperial ceramic below sam or not?

 

 

 

 

1921

Soeharto, Presiden ke-2 Republik Indonesia, lahir di Dusun Kemusuk, Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Bantul, Yogyakarta, 8 Juni 1921.

Orangtua : Kertosoediro (Alm) dan Sukirah (Alm)
Istri : Siti Hartinah (Alm)

Anak :

Siti Hardijanti Hastuti
Sigit Harjojudanto
Bambang Trihatmodjo
Siti Hediati Harijadi
Hutomo Mandala Putra
Siti Hutami Endang Adiningsih

 

Sumber

Uniqpost

 

 

1923

WalterSpies

 

Namun dengan 1923 ia tidak lagi merasa di rumah dengan semua dekadensi Eropa.  Dalam jurnalnya dia menulis: “Saya kemudian memutuskan untuk hanya pergi ke suatu tempat, di mana saja, yang jauh dari dan setelah melakukan perjalanan yang menantang dan tangguh sebagai pelaut di kapal kargo aku tiba di Jawa di mana saya memutuskan untuk melompat dari kapal.”

Ia kemudian ke Yogya dan bertugas sebagai konduktor orkes eropa dari Sultan Jogya

.1923
The Wayang beber painting -colour engraved
The picture of Wayang Beber painted on canvas made from cloth scroll plate.

On 31 January 1923,

Mrs Goei Ing Hong for the first time mentions the name of her

daughter and in a the plain and simple hand-written Java_Malay she informs them ‘Die

sini saia en Kiem Lan ada baik’.

Mrs Goei was a very active person socially. She was involved in many cultural

activities and became a highly respected social figure in Chinese life in Central Java and

beyond. For all her work she was awarded “Ridder in the Orde van Oranje_Nassau” and

received very prestigious Chinese decorations. In developing these activities she more

than once invited the royal couple from Yogya to be the guest of honour, to which they

generally agreed. But moreover her house at Plampitan 9 in Semarang was also a

regular meeting place for members of the Be_Kwee_Oei family with the Mangkunegoro,

Ratu Timur and his secretary Raden Mas Sajojo Soerjohadikoesomo. In addition it was

a place for rest and leisure of the Mangkunegoro. On his trips to and from Batavia and

other parts of West- and Central Java, whenever he would pass Semarang, he would

most of the time stay in the Goei-Be house in Plampitan, where Soen Nio and her

Java’s Capitan Cina and Javanese royal families daughter Kiem Lan would render him all kinds of services.

 

Because of Soen Nio’s extensive network in Semarang and Shanghai business

circles, she was often asked to act as an intermediary when the Mangkunegoro wanted

some more expensive goods, like a new car.

 

 

1923

Perjuangannya Moh Hatta  bersama ‘ Perhimpunan Indonesia ‘ di negeri Belanda. Kau memang seorang yang gemar membaca. Dari oase ilmu pengetahuan yang kerap dilahap, melahirkan tulisan dan pemikiran tentang bangsanya. Tulisannya  yang menggegerkan berjudul “ Indonesia di tengah tengah revolusi Asia “ di muat dalam buku peringatan 15 tahun berdirinya Perhimpunan Indonesia pada tahun 1923.(sumber imanbrotoseno)

1923

Awalnya tempat pembuangan tokoh-tokoh Indonesia pada zaman Belanda ini terdapat di Luar Negeri, bebarapa tokoh-tokoh Indonesia telah dibuang dan diasingkan di Luar Indonesia, tokoh Indonesia yang terakhir dibuang di Luar Negeri adalah Semaun dan Darsono (dua orang ini adalah pemimpin pemogokan kaum buruh pada tahun 1923).[6]

1924

“Bagi kita, orang Islam, tak ada sosialisme atau rupa-rupa “isme” lain-lainnya, yang lebih baik, lebih elok dan lebih mulia, melainkan sosialisme yang berdasar Islam itulah saja” (HOS Tjokroaminoto)

Tahun 1924 di Mataram,  HOS Tjokroaminoto seorang pendiri dan sekaligus ketua Sarekat Islam (SI) menulis buku “Islam dan Sosialisme”.

Buku tersebut ditulis oleh Tjokro, di samping karena pada waktu itu tengah terjadi pemilihan-pemilihan ideologi bangsa, juga lantaran pada waktu itu paham ideologi yang digagas para tokoh dunia sedang digandrungi oleh kalangan pelajar Indonesia, di antaranya sosialisme, Islamisme, kapitalisme dan liberalisme.

Buku Tjokroaminoto ini diterbitkan kembali oleh penerbit TriDe tahun 2003, yang meskipun merupakan pikiran lama, tetapi menjadi penting bagi generasi muda sekarang untuk memberikan inspirasi bagi pemikiran-pemikiran kedepan, pemikiran-pemikiran mendasar, untuk membangun fondasi kokoh bagi kemajuan Indonesia.

 Memuat tentang pemahaman arti sosialisme, sosialisme dalam Islam, sosialisme Nabi Muhammad serta sahabat-sahabat nabi yang berjiwa sosialis dan komparasi-komparasi sosialisme ala Barat dengan sosialisme ala Islam.

Diantara bab yang menarik untuk di bahas adalah “Sosialisme Dalam Islam” Bab I hal 24 – 41 (Penerbit TriDe). Berikut ini petikan dari Sosialisme dalam Islam :

Dasarnya Sosialisme Islam
“Kaanannasu ummatan wahidatan”

Peri-kemanusiaan adalah menjadi satu persatuan”, begitulah pengajaran di dalam Qur’an yang suci itu, yang menjadi pokoknya sosialisme. Kalau segenap peri-kemanusiaan kita anggap menjadi satu persatuan, tak boleh tidak wajiblah kita berusaha akan mencapai keselamatan bagi mereka semuanya.

Ada lagi satu sabda Allah di dalam Al Qur’an memerintahkan kepada kita, bahwa kita “harus membikin perdamaian (keselamatan) diantara kita”. Lebih jauh di dalam al Qur’an ada dinyatakan, bahwa “kita ini telah dijadikan dari seorang-orang laki-laki dan seorang-orang perempuan” dan “bahwa Tuhan telah memisah-misahkan kita menjadi golongan-golongan dan suku-suku, agar supaya kita mengetahui satu sama lain”.

Nabi kita Muhammad s.a.w. telah bersabda, bahwa “Tuhan telah menghilangkan kecongkakan dan kesombongan di atas asal turunan yang tinggi. Seorang Arab tidak mempunyai ketinggian atau kebesaran yang melebihi seorang asing, melainkan barang apa yang telah yakin bagi dia karena takut dan baktinya kepada Tuhan”. Bersabda pula Nabi kita s.a.w. bahwa “Allah itu hanyalah satu saja, dan asalnya sekalian manusia itu hanyalah satu, mereka ampunnya agama hanyalah satu juga”.

Berasalan sabda Tuhan dan sabda Nabi yang saya tirukan ini, maka nyatalah, bahwa sekalian anak Adam itu ialah anggotanya satu badan yang beraturan (organich lichaam), karena mereka itu telah dijadikan dari pada satu asal. Apabila salah satu anggotanya mendapat sakit, maka kesakitannya itu menjadikan rusak teraturnya segenap badan (organisme).

Barang apa yang telah saya uraikan ini, adalah saya pandang menjadi pokoknya sosialisme yang sejati, yaitu sosialisme cara Islam (bukan sosialisme cara Barat).

Akan menunjukkan, bahwa agama Islam itu sungguh-sungguh menuju perdamaian dan keselamatan, maka di dalam bab ini baiklah saya uraikan maknanya perkataan “Islam”. Adapun makna ini adalah empat rupa:

  1. Islam –menurut pokok kata “Aslama” –maknanya: menurut kepada Allah dan kepada utusannya dan kepada pemerintahan yang dijadikan dari pada umat Islam. (“Ya ayyuhalladzina amanu athi’ulloha wa’athi urrosula waulilamri minkum”)
  2. Islam –menurut pokok kata “Salima” –maknanya: selamat. Tegasnya: apabila orang dengan sungguh-sungguh menjalankan perintah-perintah agama Islam, maka tak boleh tidak ia akan mendapat keselamatan di dunia dan keselamatan di akhirat,
  3. karena orang Islam itu harus bertabi’at selamat, begitulah menurut hadist sabda Nabi kita yang suci Mohammad s.a.w.: “Afdhalul mukminina islaman man salimal muslimuna min lisanihi wayadihi”, artinya: orang mukmin yang teranggap utama dalam pada menjalankan agama Islam, ialah mereka yang mempunyai tabi’at selamat yang menyelamatkan sekalian orang Islam, karena dari pada bicaranya dan tangannya.
  4. Islam, menurut pokok-kata “Salmi” –maknanya: rukun. Tegasnya: orang yang menjalankan agama Islam haruslah rukun. (An aqimuddina wala tatafarraq fiha”, artinya: Hendaklah (kamu) mendirikan agama (Islam) dan janganlah (kamu) sama berselisihan.
  5. Islam, menurut pokok-kata “Sulami”– maknanya: tangga, ialah tangga atau tingkat-tingkat untuk mencapai keluruhan dunia dan keluruhan akhirat. Jikalau orang Islam dengan sungguh-usngguh menjalankakn agamanya, maka tak boleh tidak mereka akan mencapai derajat yang tinggi sebagai yang telah di jalankan oleh khulafaurrasyidin.

Dasarnya Perintah-perintah Agama yang Bersifat Sosialistich

Dalam pada mengarangkan perintah-perintah yang berhubungan dengan jalannya ibadah, maka Nabi kita Muhammad s.a.w., ialah pengubah terbesar tentanghal-ikhwal pergaulan hidup manusia bersama (sociale Hervormer) yang terkenal oleh dunia, tiadalah melupakan asas-asas demokrasi tentang persamaan dan persaudaraan dan juga asas-asas sosialisme.

Menurut perintah-perintah agama yang telah ditetapkan oleh Nabi kita, maka sekalian orang Islam, kaya dan miskin, dari rupa-rupa bangsa dan warna kulit, pada tiap-tiap hari Jum’at haruslah datang berkumpul di dalam masjid dan menjalankan shalat dengan tidak mengadakan perbedaan sedikitpun juga tentang tempat dan derajat, di bawah pimpinannya tiap-tiap orang yang dipilih di dalam perkumpulan itu. Dua kali dalam tiap-tiap tahun sekalian penduduknya satu kota atau tempat, datanglah berkumpul akan menjalankan shalat dan berjabatan tangan serta berangkul-rangkulan satu sama lain dengan rasa persaudaraannya. Dan akhirnya tiap-tiap orang Islam diwajibkan satu kali di dalam hidupnya akan mengunjungi Mekah pada waktu yang telah ditentukan, bersama dengan berpuluhdan beratus ribu saaudaranya Islam.

Di dalam kumpulan besar ini, beribuan mereka yang datang dari tempat yang dekat tempat yang jauh sama bertemuan disatu tempat pusat, semuanya sama berpakaian satu rupa yang sangat sederhana, buka kepala dan kaki telanjang, orang-orang yang tertinggi dan terendah derajatnya dari rupa-rupa negeri dan tempat, rupa-rupa pula bangsa dan warna kulitnya; kumpulan besar yang kejadian pada tiap-tiap tahun ini adalah satu pertunjukan sosialme cara Islam dan ialah contoh besar dari pada “persamaan” dan “persaudaraan”. Di dalam kumpulan ini tidak menampak perbedaan sedikitpun juga diantara seorang raja dengan hambanya. Hal inilah bukan saja menanam tetapi juga melakukan (mempraktekkan) perasaan, bahwa segala manusia itu termasuk bilangannya satu persatuan dan diwajibkan kepada mereka itu akan berlaku satu sama lain dengan persamaan yang sempurna sebagai anggota-anggotanya satu persaudaraan.

Kumpulan besar yang kejadian pada tiap-tiap tahun ini bukan saja menunjukkan persamaan harga dan persamaan derajat diantara orang dengan orang, tetapi juga menunjukkan persatuan maksud dan tujuan pada jalannya segenap peri-kemanusiaan. Berpuluh ribu orang laki-laki dan perempuan, tua dan muda, datang di lautan pasir itu dengan segala kemudaratan di dalam perjalannya, hanyalah dengan satu maksud yaitu akan menunjukkan kehormatan dan kepujiannya kepada satu Allah, yang meskipun mereka bisa mendapatkan dimana-mana tempat dan pada tiap-tiap saat, tetapi kecintaan mereka kepada Allah itu diperumumkan di dalam satu kumpulan bersama-sama sebagai Tuhan mereka bersama, ialah Tuhan yang mencinta mereka semuanya –Rabbil ‘alamin. Cita-cita yang terlahir di dalam kumpulan besar ini ialah guna menunjukkan pada waktu yang bersama akan keadaan lahir yang membuktikan persaudaraan bersama dan rasa cinta-mencinta di dalam batin, agar supaya di dalam rohnya tiap-tiap orang Islam tertanamlah cita-cita bersal dari satu Tuhan dan cita-cita persaudaraan diantara manusia dengan manusia.

Sosialisme di dalam Islam bukan saja diajarkan sebagai teori, tetapi dilakukan (dipraktikkan) juga sebagai wajib.

Kedermawanan Cara Islam

Nabi kita menyuruh kita berlaku dermawan dengan asas-asas yang bersifat sosialis. Sedang Quran berulang-ulang menyatakan, bahwa memberi sedekah itu bukannya bersifat kebajikan, tetapi bersifat satu wajib yang keras dan tidak boleh dilalaikannya. Kecuali yang lain-lainnya, maka tentang pemberian sedekah itu Allah ta’ala ada bersabda di dalam Quran beginilah maksudnya:

“Kamu tidak pernah akan dapat mencapai keadilan, kecuali apabila kamu telah memberikan daripada apa yang kamu cintai; dan Tuhan mengetahui apa yang kamu berikan itu”.

Di satu tempat yang lain, Allah ta’ala bersabda di dalam Quran begini maksudnya:
“Barang siapa memberi sedekah dari pada kekayannya, guna membuat lebih suci dirinya. Dan tidak supaya kebajikannya akan diberi upahan. Tetapi barang siapa memberikan kekayannya untuk keperluan perkaranya dia punya Tuhan, yaitu Tuhan yang Maha luhur. Dan kemudiannya tidak boleh tidak dia akan bersenang dengan dia punya upahan”.

Masih ada lagi lain-lain perintah Tuhan yang mewajibkan kita memberi sedekah dari pada kekayaan kita. Satu dua sabda Nabi kita, yang menunjukkan sifat sosialis yang terkandung di dalam aturan pemberian sedekah, adalah seperti yang berikut:

“Sekalian makhluk Tuhan adalah Tuhan ampunnya keluarga dan ialah yang sangat berbakti (percaya) kepada Tuhan yaitu barang siapa berusaha berbuat sebanyak-banyaknya kebajikan kepada makhluk Tuhan”.

“Memberi sedekah adalah satu wajib bagi kamu. Sedekah hendaklah diberikan oleh orang kaya diberikan kepada orang miskin”.

“Siapakah yang sangat dikasihi oleh Tuhan? Yaitu barang siapa mendatangkan sebesar-besarnya kebaikan bagi makhluk Tuhan”.

Sepanjang pengetahuan saya, maka hanyalah Nabi kita itu saja pemberi wet yang telah menetapkan ukuran besar-kecilnya kedermawanan yang berupa sedekah. Sepanjang kemauan Islam maka sedekah ada dua macamnya, yaitu sedekah yang bergantung dari kemauannya pemberi, dan sedekah yang diwajibkan, ialah zakat namanya. Menurut perintah Tuhan di dalam Al Qur’an maka zakat haruslah diberikan kepada delapan golongan manusia: 1. Orang-orang fakir; 2. Orang-orang miskin; 3. ‘Amil, yaitu orang-orang yang diserahi pekerjaan mengumpulkan dan membagi zakat; 4. Mu’amalah kulubuhum (mereka yang hatinya harus dilembekkan akan menurut kepada agama Islam), yakni orang-orang yang meskipun sudah masuk agama Islam, tetapi kerajinannya kepada agama masih lembek, atau orang-orang ternama yang boleh melakukan pengaruh di atas masuknya lain-lain orang kepada agama Islam; 5. Buat membeli lepas orang-orang budak belian. 6. Orang-orang berhutang yang tidak berkuasa membayar hutang itu, yakni hutang untuk keperluan ke-islaman; 7. Orang-orang yang melakukan perbuatan untuk memajukan agama Tuhan dan 8. Orang-orang bepergian, yang tidak akan dapat menyampaikan maksud perginya kalau tidak dengan pertolongannya sesama orang Islam.

Adapun besarnya zakat adalah ditentukan sekian, sehingga apabila segenap peri-kemanusiaan menurut hukum Islam tentang zakat, ditambah pula dengan kedermawanan yang lain-lainnya sebagai yang dikehendaki oleh Islam, maka di dunia kita akan datanglah peri-keadaan sosialisme, peri-keadaan sama rata sama rasa, ialah peri-keadaan selamat.

Maksudnya melakukan perintah tentang kedermawanan di dalam wet Islam, ternyata ada tiga rupa, yang mana masing-masing sama mempunyai dasar sosialis.

  1. Akan membangun rasa ridha mengorbankan diri dan rasa melebihkan keperluan umum dari pada keperluan diri sendiri. “Lebih baik mati sendiri, tetapi janganlah membiarkan lain orang mati karena kelaparan”, –inilah rupanya yang telah menjadi pokoknya cita-cita.
  2. Akan membahagi kekayaan sama-rata di dalam dunia Islam. Dengan lantaran menjadikan peberian zakat sebagai salah satu rukun Islam, adalah dikehendaki; supaya umpamanya ada orang mendapat tinggalan warisan harta-benda yang besar, orang-orang yang miskin dan kekurangan akan mendapat bahagian dari pada kekayaan itu.
  3. Akan menuntun persaan orang, supaya tidak anggap kemiskinan itu satu kehinaan, supaya orang anggap kemiskinan itu ada lebih baik dari pada kejahatan. Sekalian orang suci dalam Islam sukalah menjadi miskin, sedang kita punya Nabi yang mulia itu sendiri telah berkata: “Kemiskinan itu menjadikan besar hati saya”. (Al Fakir fakhri).

Dasar sosialistik yang tersebut ketiga ini perlu sekali ditanamkan dalam hati orang dalam pergaulan hidup bersama antara bangsa Arab pada zaman dulu, karena banyaklah diantara mereka yang congkak di atas asal-turunan dan peri-keadaan yang asal dari nenek moyangnya, tetapi lebih perlu pula sekarang ini ditanamkan dalam hatinya orang-orang bangsawan dan hartawan dalam pergaulan hidup bersama pada zaman sekarang.

Persaudaraan Islam

Islam adalah sebenar-benarnya satu agama yang bersifat demokratis dan telah menetapkan beberapa banyak hukum yang bersifat demokratis bagi orang-orang yang memluk dia. Islam menentukan persaudaraan yang harus dilakukan benar-benar diantara orang-orang Islam di negeri yang mana pun juga, baik yang berkulit merah ataupun berkulit kuning, berkulit putih atau hitam, yang kaya atau yang miskin. Persaudaraan Islam sangatlah elok dan indah sifatnya. Ia dapat menghilangkan permusuhan yang asal dari turun-turunan yang sudah berabad lamanya; orang asing dijadikannya sahabat karib dan persahabatannya itu lebih kuat dari pada perhubungan saudara yang asal dari darah.

Persaudaraan Islam sampai pada tingkat yang tinggi sekali, yaitu terbukti: sepeninggalnya Nabi Muhammad s.a.w. pimpinan Republik Arab tidak diberikan kepada kaluarganya yang terdekat dan tercinta, tetapi diberikan kepada salah seorang sahabtnya. Isalm telah menghapuskan perbdaan karena bangsa dan karena kulit sampai begitu luasnya, sehingga beberapa orang Abyssine yang “hitam kulitnya” telah menjadi pemimpin yang sangat terhotmat diantara orang-orang Islam, sedang tiga orang anggota yang sangat ternama dari pada pergaulan hidup Islam bersama –yaitu Hasan, Bilal dan Suhail masing-masing berasal dari Basrah, Habash, (Abyssine) dan Rum (Tuki di Azie) –ketiganya ini berbeda-beda juga warna kulitnya. Islam membunh perbedaan karena kaste dan karena klas begitu sempurna, sehingga orang-orang budak belian telah dijadikan komandan dari bala-tentara Islam memerintah di atas orang-orang dari asal turunan yang tinggi dan tinggi pula derajatnya. Perkawinan antara budak belian dengan orang merdeka yang ternama dirayakan dengan seharusnya, dan anak-anak yang terlahir dari pada mereka dihormat satu rupa juga sebagai anak-anak turunan bangsawan.

Hingga pada dewasa ini di tanah Arab adalah berlaku persamaan yang sempurna antara orang dengan orang, dan seorang penuntutn unta, seorang saudagar kaya dan seorang yang mempunyai tanah, makan dan minum dan hidup bersama-sama dengan tidak ada perbedaannya. Bahkan di Hindia, di dalam negeri Islam Bopal, orang-orang budak makan di meja bersama-sama dengan tuannya. Meskipun Nabi kta s.a.w. pada zamannya tidak atau tidak bisa menghapuskan aturan budak belian—(kaum miskin, kaum proletar, dalam abad ke 20 ini pun nasibnya tidak lebih baik dan tidak lebih menyenangkan dari pada nasibnya orang-orang budak belian di negeri Islam), tetapi Nabi kita, ialah Pengubah dunia yang terbesar, telah membeli tusukan yang terkeras kepada aturan budak belian, yaitu dengan lantaran derajatnya budak belian disamakannya dengan derajatnya orang merdeka. Diperintahkan oleh Nabi kita, supaya orang-orang budak belian diberi makanan satu rupa yang dimakan oleh tuannya, diberi pakaian satu rupa yang dipakai oleh tuannya. Orang merdeka diperkenankan berkawin sama budak belian, dan orang-orang bnudak belian mendapat persamaan hak dan persamaan perikeadaan dalam hukum dengan orang-orang merdeka.

Di Hindustan adalah beberapa raja pada dulu-kala yang asal turunan dari orang-orang budak belian. Diantara yang lain-lainnya, maka raja Kutubuddin yang ketika masih anak-anak menjadi budak belian, telah memerintahkan negeri yang amat besar dengan segala kebijaksanaan. Beberapa orang dari pada raja-raja yang tersebut itu, ialah pemimpin yagn sangat bijaknya dan mashur karena tinggi pelajarannya.

Menara Kutub Minar di kota Delhi (Hindustan), yang didirikan oleh raja yang pertama-tama asal budak belian di Hindustan pada permulaan abad yang ke 13, sekarang ini masih berdiri sebagai protes terhadap kepada pengarang-pengarang bangsa Eropa yang dengan buta-tulinya senantiasa membusuk-busukkan aturan budak belian Muslim.

 Kutub Minar itulah satu tanda peringatan yang gagah menunjukkan betapa besar jasanya Islam kepada orang-orang budak Islam.

Islam dan Anasir-anasir Sosialisme

Menurut pendapatan saya di dalam faham sosialisme adalah tiga anasir, yaitu: kemerdekaan (virjheid-liberty), persamaan (gelijkheid-equality) dan persaudaraan (broederschap-fraternity). Ketiganya anasir ini adalah dimasukkan sebanyak-banyaknya di dalam peraturan-peraturan Islam dan di dalam perikatan hidup bersama yang telah dijadikan oleh Nabi kita yang suci Muhammad s.a.w.

  1. Kemerdekaan
    Tiap-tiap orang Islam tidak harus takut kepada siapa atau apa pun juga, melainkan diwajibkan takut kepada Allah saja. “Lahaula wala kuwwata illa billah” (Tidak ada pertolongan dan kekuatan, melainkan dari pada Allah belaka). “Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in” (Hanyalah Tuhan saja yang kita sembah dan hanyalah Tuhan sendiri yang kita mintai pertolongan).

Beberapa orang Arab, yang tidak biasa tinggal berumah yang tetap, belum pernah melihat rumah batu, yang dulu dengan pakaiannya yang buruk dikirmkan menghadap raja-raja Persi dan Roma yang berkuasa, meskipun raja-raja ini mempertunjukkan kekuasaan dan kebesarannya, orang-orang Arab tadi tiadalah menundukkan badannya dan kelihatan tidak bertakut sedikit pun juga di mukanya raja-raja tadi.

Sesungguhnya di dunia ini tidak ada barang sesuatu yang menakutkan mereka. Mereka merasa tidak menanggung jawab kepada apa pun juga, melainkan kepada mereka ampunya persaan batin sendiri, kepad mereka ampunya Allah yang Maha Kuasa, Maha Besar dan Maha Tinggi. Mereka itu merdekalah seperti hawa dan merasakan seluas-luasnya kemerdekaan yang orang dapat memikirkannya.
Quran yang suci menyatakan:

“Kemurahan, yang Tuhan akan mengaruniakan sebanyak-banyak kepada manusia, tiadalah dapat dicegahkan oleh siapa pun juga; barang apa yang Tuhan mempertegahkan, tiadalah dapat dikaruniakan kepada manusia kalau tidak dengan perantaraan Tuhan, dan Dialah yang kuasa dan berpengetahuan.” (Surah XXXV).

  1. Persamaan
    Tentang “persamaan” maka orang-orang Muslimin dalam zaman dulu bukan saja semua anggap dirinya sama, tetapi mereka semua anggap menjadi satu. Diantara orang-orang Muslimin tidak ada sesuatu perbedaan yang mana pun juga macamnya.

Dalam pergaulan hidup bersama diantara mereka tidak ada perbedaan derajat dan tidak ada pula sebab-sebab yang boleh menimbulkan perbedaan klas. Tentang hal ini Khalifah Sayidina Umar r.a. adalah sangat kerasnya.

 Salah satu suratnya menceritakan satu perkara yang menunjukkan asas-asasnya dengan seterang-terangnya. Kecuali yang lain-lainnya maka ia telah menulis kepada Abu Ubaidah, yang salinannya kurang lebih begini:

…Begitulah bicara saya disebabkan oleh Jabalah Ibn Ayhim dari suku bangsa Gassan, yang datang pad kita dengan sanak saudaranya dan kepala dari suku bangsanya, yang saya terima dan saya jamu dengan sepatutnya.

 

 Di muka saya mereka menyatakan pengakuan memeluk agama yang benar, sayapun bermuka-cita bahwa “Allah telah menguatkan agama yang hak dan bertambah banyak orang yang memeluknya, lantaran mereka itu datang masuk dan mengetahui apa yang ada di dalam rahasia.

 

Kita bersama pergi ziarah ke Mekkah, dan Jabalah pergi mengelilingi ka’bah tujuh kali. Ketika ia pergi keliling, maka kejadianlah ada seorang laki-laki dari suku bangsa Fizarah menginjak dia punya vest hingga jatuh dari pundaknya. Jabalah membelukkan diri sambil berkata: “Celakalah kamu! Kamu telah menelanjangkan belakangku di dalam ka’bah yang suci”.

 

 Si penginjak bersumpah, bahwa ia berbuat yang demikian itu tidak dengan sengaja. Tetapi lalu dipukul oleh Jabalah, dipecahkan hidungnya dan dicabut empat giginya yang sebelah muka.

 

Si miskin yang teraniaya segeralah datang pada saya dan mengadukan keberatannya sambil meminta pertolongan saya. Maka saya perintahkan membawa Jabalah di muka saya, dan saya tanya apakah yang menyebabkan padanya telah memukul saudaranya Islam dengan cara yang demikian ini, mencabut gigi dan memecahkan hidungnya. Ia pun menjawab, bahwa orang tadi telah menginjak vest dan menelanjangkan belakangnya, dengan ditambah perkataan: kalau tidak mengingat hormat yang ia harus tunjukkan kepada ka’bah yang suci, niscaya orang itu telah dibunuh olehnya.

 

 Saya pun menjawab, bahwa ia telah melahirkan pengakuan yang terang memberatkan dirinya sendiri; dan apabila orang yang menanggung kerugian itu tidak memberi ampun padanya, saya mesti menuntut perkara padanya selaku pembalasan. Ia menjawab, bahwa ia raja dan orang yang lainnya itu orang tani”.

 

Saya menyatakan padanya, bahwa hal itu tidak dapat diperdulikan, mereka keduanya adalah orang Islam dan oleh karenanya mereka bersamaanlah adanya. Sesudahnya itu ia minta, supaya dia punya hukuman dipertangguhkan sampai keesokan harinya. Saya menanya kepada orang yang mendapat kerugian, apakah ia suka menunggu selama itu; iapun melahirkan mufakatnya. Tetapi pada waktu malam Jabalah dan teman-temannya sama melarikan dirinya”.

Gibbon, seorang pengarang riwayat bangsa Inggris yang terkenal namanya (meninggalkan dunia dalam tahun 1794) telah berkata yang salinannya kurang lebih begini:

“Tetapi berjuta orang Afrika dan Asia yang sama berganti agama (memeluk agama Islam-pen) dan sama menguatkan tali ikatannya orang-orang Arab yang percaya (beragama Islam.—pen);

 

 mereka telah menyatakan kepercayaannya kepada satu Allah dan kepada utusan Allah, itulah niscaya dari sebab tertarik oleh barang yang indah, tetapi dari sebab dipaksanya.

 

Dengan lantaran mengulangi ucapan satu kalimat dan kehilangan sepotong daging, maka orang hamba rakyat atau budak belian, orang hukuman atau penjahat, dalam sekejap mata berdirilah menjadi sahabat yang merdeka dan bersamaan derajatnya yang mengikat dipecahkan, sumpah tidak berkawin dihapuskan oleh pelajaran yang sesuai dengan keadaan ‘alam,

kekuatan-kekuatan batin yang tidur di dalam gedung terungku menjadi bangunlah karena mendengar terompetnya orang-orang Arab, dan di dalam mengumpulkan dunia jadi satu, tiap-tiap anggotanya satu pergaulan hidup bersama yang baru itu naiklah sampai kepada muka yang dijadikan oleh ‘alam menurut dia punya kekuatan dan keberanian”.

 

(Tidak dirintangi oleh wet-wet yang memperbedakan bangsa, klas atau warna kulit, seperti yang lumrahnya ada di dalam pergaulan hidup bersama yang bersifat kapitalistik ini. –pen).

Persamaan yang ‘adil serupa itu telah menyebabkan segenap umat Islam menjadi satu badan, satu nyawa. Cita-cita persamaan yang dinyatakan oleh Nabi Muhammad s.a.w. adalah seperti berikut:

“Segala orang Islam adalah sebagai satu orang. Apabila seorang-orang merasa sakit dikepalanya, seluruh badannya merasa sakit juga, dan kalau matanya sakit, segenap badannya pun merasa sakit juga”. “Segala orang Islam adalah sebagai satu bina-bina, beberapa bahagian menguatkan bahagian yang lain-lainnya, dengan laku yang demikian itu juga yang satu menguatkan yang lainnya”.

Orang Islam tidak memperkenankan juga orang-orang yang tidak Islam membuat perbedaan antara orang dengan orang. Apabila mereka menerima utusan-utusannya raja Kristen, dan ketika utusan itu menurut ‘adat kebiasaannya sendiri berjongkok di mukanya kepala-kepala Muslimin, maka kepala-kepala ini tidak meluluskan utusan tadi berjongkok, sebab mereka itu sama-sama makhluk Tuhan belaka.

c.Persaudaraan
Persaudaraan diantara orang-orang Islam satu sama lain adalah sangat bagusnya. Rasa cinta diantara mereka itu seperti rasa cinta diantara saudara yang sebenar-benarnya. Di dalam Quran ada sabda Tuhan, menyatakan bahwa Tuhan sendiri menaroh kecintaan dan rasa persaudaraan di dalam hatinya tiap-tiap orang Islam akan mencintai dan merasa bersaudara kepada sesama saudara Islam. “Dan Tuhan menaruh kecintaan di dalam hati mereka itu. Meskipun kamu (Muhammad) telah memberikan segala apa yang ada di dalam dunia, tiadalah kamu akan dapat menjadikan kecintaan di dalam hati mereka. Tetapi Tuhan telah menjadikan kecintaan diantara mereka itu”, begitulah sabda Tuhan di dalam Al Quran.

Adalah pula satu dua ayat di dalam Quran, yang maksudnya harus saya buka disini, seperti yang berikut:

“Peganglah kokoh tali Tuhan yang mengikat semuanya, janganlah menimbulkan percerai-beraian, dan ingatlah akan kemurahan Tuhan kepada kamu, ketika Tuhan menaruh kecintaan di dalam hatimu pada kalanya kamu bermusuhan satu sama lain, dan sekarang kamu menjadi saudara karena karunia Tuhan”.

Sabda Nabi kita tentang persaudaraan:

“Orang-orang Islam adalah saudara di dalam agama dan tidak boleh tindas-menindas satu sama lain, juga tidak boleh melalaikan tolong-menolong satu sama lain, juga tidak boleh hina menghina satu sama lain”.

“Barang siapa tidak bercinta kepada makhluk Tuhan dan kepada anak-anaknya sendiri, Tuhan tidak akan mencintai dia”.

“Tidak seorang mempunyai kepercayaan yang sempurna, sebelum ia mengharapkan bagi saudaranya barang apa yang dia mengharap bagi dirinya sendiri”.

Cita-cita persaudaraan yang disiarkan oleh Nabi kita muhammad s.a.w. adlah bagitu luasnya, sehingga Nabi kita telah minta kepada orang-orang yang mengikuti dia, hendaklah mereka berlaku di atas dia sebagai saudaranya sendiri.

Kekuatannya persaan sama-sama dan persaudaraan Islam adalah begitu besar, sehingga Faridduin Attar, seorang Sufi Islam besar, pada suatu waktu telah melahirkan pengharapannya begini: “Mudah-mudahanlah kesusahan sekalian orang ditarohkan di dalam hatiku, agar supaya sekalian mereka itu terhindar dari kesusahannya”.
Dengan sebenarnyalah Tuan M. A. Hamid Snow boleh berkata dengan suka citanya, kira-kira seperti berikut:

“Satu warnanya Islam yang nyata, ialah satu pelajaran yang menyatakan halnya persaudaraan dan Persamaan. Pada pintunya Islam, segala apa saja adalah terhindar dari pada bau-bau yang menunjukkan klas atau kecongkakan dalam pergaulan hidup bersama. “

Dengan sebenar-benarnyalah persaudaraan di dalam Islam adalah sesempurna-sempurnanya persaudaraan, baik didunia maupun persaudaraan di akherat.

Referensi : “Islam & Sosialisme”, HOS Tjokroaminoto, Penerbit TriDe, Yogyakarta, 2003

1924

Chinese temple at Makassar in 1924

In 1924,

the colonial government again decided to open a new tertiary-level educational facility, the Rechts Hogeschool (RHS), to train civilian officers and servants.

1924 Het bezoek van de Paku Buwono de Xde aan het complex. Even terzijde, maar BOVEN de Paku staat een Hollandse dame in de “deur” opening. Het verwondert me, dat dit toegestaan werd. Het verwondert me ook, dat deze dame de enige Europese is in het gezelschap. Of zou zij horen bij de fotograaf? Foto: Collectie tropenmuseum.

1924

Major der Chinezn semarang Oei Tiong Ham  buried Ceremony

ship

Cerita 4 seri ini mengingat kebaikan dan jiwa sosial Majoor Oei Tiong Ham,mungkin ditulis pada saat Majoor Oei Tiong Ham tsb meninggal.

 

   
  Orang kaya dari Semarang (2)  

 

 

 

…………………………………………………………

 

 

 


for everyone

 

 

B

Prev

 

 

Ada photo ttg penguburan Majoor Oei Tiong Ham di atas, menarik photo di Bagian ke 2 tsb :

Tampak kereta mewah tp sebelumnya ada keterangan jenasah dipindahkan dari “praoe” (perahu ? .. apa sebelumnya Istana Oei Tiong Ham yang lain di Simongan tsb harus lewat kali Semarang (Banjir kanal Barat sekarang)) ke “vrathtauto” (mobil).

read more info

Beberapa hari lalu aku baca buku Oei Hui Lan tulisan dari dua bersaudara Agnes – Danovar. Bukunya gak tebel dan based on true story. Very recommended reading and I finished it in a day 🙂

 

 

Oei Hui Lan adalah putri kesayangan raja gula dari Semarang Oei Tiong Ham, yang juga orang paling kaya se Asia Tenggara skitar jaman sebelum kemerdekaan. Sebagai putri konglomerat pada masa itu, dia bisa mendapatkan apa saja yang dia mau. Rumahnya di Semarang besar berhektar-hektar, seperti istana, dan punya taman yang besar, bahkan kebun binatang sendiri dalam tamannya. Oei Hui Lan adalah putri kedua dari istri pertama Oei Tiong Ham. Karena istri pertamanya tidak bisa memberikan anak lelaki, maka Oei Tiong Ham mengawini beberapa wanita lain. Sepanjang hidupnya ia memiliki sekitar 8 istri dan 42 anak (bisa lebih). Tapi Oei Hui Lan ini paling disayang oleh ayahnya, tidak ada keinginannya yang tidak dipenuhi. Bahkan saking sayangnya, kelak Oei Tiong Ham ini ‘hanya’ mewariskan 12 juta dollar untuk istri pertama, 1 juta dollar untuk putri pertama (kakak Oei Hui Lan), dan 15 juta dollar untuk Oei Hui Lan. Pada masa itu warisan sebesar itu tentu sangat sangat luar biasa.

Oei Hui Lan ini kemudian menikah dengan diplomat China Wellington Koo. Walaupun suaminya tidak kaya raya, namun status dan kedudukannya membuat Oei Hui Lan jadi sangat terkenal. Dia bertemu dengan berbagai orang yang punya kedudukan, seperti Ratu Inggris dan Putri Alice dari Monaco. Bahkan ia menjalin persahabatan dengan banyak orang-orang penting di dunia. Semasa hidupnya Oei Hui Lan banyak berpindah tempat tinggal, dari Semarang – London – Paris – Washington –  Beijing mengikuti dinas suaminya. Dan setiap dia pindah dia selalu memugar tempat tinggal dinasnya menjadi istana yang indah. Bahkan di beberapa tempat seperti Beijing, dia membeli istana sendiri!

 

 

foto penampakan Bernic Castle dari brosurnya, rumah Oei Tiong Ham sekarang.. 🙂

 

source

https://nyonyakecil.wordpress.com/page/6/

1925

Close up

 

 

Japanese flower pot decoration

Administrator office of Bandar Bedjamboe Rubber Estate in Tebingtinggi Deli in 1925

 

Foto onder anno 1925 (Bron Tropenmuseum):  toen mijn moeder daar vlakbij werkzaam was en haar lunch nuttigde bij Toko Oen in de tijden, dat zij op het grote postkantoor werkte. Best wel een vreemde gewaarwording. Mijn ma destijds wel eens kijkend naar deze kerk, niet vermoedend, dat haar zoon een tig-aantal jaren later hetzelfde zou doen. Tja, het kan vreemd verkeren in een mensenleven…..

 

 

 

1926

Tengku Otteman

menikah dengan Raja Amnah putrid Raja Chulan Dihilir Negeri Perak (Malaya)

Foto pernikahan Tengku Otteman

February, 9th 1925

Close up

 

The  public at Sultan Deli Amaloedin Sni Perkasa alam  Sjah II palace during the Crownprince Deli Otteman wedding ceremony

Publiek buiten het paleis van de sultan van Deli, Amaloeddin Sani Perkasa Alam Sjah II, tijdens diens kroning te Medan

 

1925

Kapitan Cina Bogor

  Tan Hong Yoe     1925-1934
         

 

1925

Tennis club Tanjungbalalaiasahan in 1925

Close up

Perusahaan Film Pekalongan dan ‘Juffrouw Lawaai’

nederlandsindie.com — De Indische Courant memberitakan bahwa rencana seorang warga di Pekalongan untuk mendirikan perusahaan film akhirnya menjadi kenyataan.

 

 

Perusahaan ini dinamai Asiatic Film Limited dan studionya dibangun di atas persil keluarga Touw di kawasan Boegisan, Pekalongan, yang memiliki lahan sangat luas dan cocok untuk tujuan yang diinginkan.

Diangkat sebagai Direktur adalah Touw Kiat Tjiang, sedangkan komisarisnya tuan Tan Poen Hoey, Oei Khing Liem, Go Kam Tjioe dan Liem Poen Hwat.

Untuk peralatan yang diperlukan telah dipesan dari Amerika. Diharapkan pengiriman peralatan itu akan dapat diterima dalam waktu 5 sampai 6 bulan.

Sementara menunggu peralatan tiba dan selesai pembangunan studio film, mereka tidak tinggal diam berpangku tangan, melainkan langsung memulai produksi sebuah film berbahasa Melayu.

Film produksi Asiatic Film Limited ini selanjutnya akan diproses disalah satu studio film di Batavia.

Sebelumnya pada 1925 di Pekalongan juga telah didirikan grup tonil (teater) oleh  Tio Tik Dien (1895-1965) dengan nama Miss Riboets Orion Toneelgezelschap. Dalam lidah lokal nama ini biasa disebut secara singkat Miss Riboet.

Miss Riboets Orion mempunyai artis top yang juga memakai nama beken Miss Riboet alias ‘Juffrouw Lawaai’ (1900-1965). Dia adalah istri Tio Tik Dien. Berkat penampilan dan bakat seni peran Miss Riboet, grup ini memetik sukses besar tidak hanya di Jawa dan Sumatera tetapi juga sampai ke Singapura dan kota-kota lainnya di Semenanjung Malaka. (Sumber:  De Indische Courant, Sabtu 8 September 1941, Blimbing.nl)

Spurce

http://www.nederlandsindie.com/perusahaan-film-pekalongan-dan-juffrouw-lawaai/

 

 

 

1925
Siapa yang mengira dari sebuah brosur yang ditulis Tan Malaka tahun 1925, Naar de Republiek Indonesie ( Menuju Republik Indonesia ), Kau semakin terpengaruh dengan ide ide kemerdekaan negerimu. Dalam brosur itu Tan Malaka meramalkan kemungkinan pecahnya perang pasific, yang akan memberikan kesempatan Indonesia melepaskan penjajahan Belanda.

Sumber

Imanbrotoseno

 

 

 

 

 

 

 

1925

Rumah sakit Tambang Batu Bara Ombilin Swahluto sumatera Barat tahin 1925

Ruang Dokter

Poliklinik

Ruang Perawatan dari rumah Sakit Tambang Batubara  Ombilin Sawahlunto Sumatera barat

Raung Operasi RS Ombilin Sawahlunto tahun 1925

Ombilin coalmine hospital medical record filling cabinet just during cleaning

Coalmine ombilin hospital medical record folder

 

 

 

 

 

 

 

Dr J.K.W.kherer office

Ombilin coalmine Hospital in sawahloento 1925

 

 

 

 

 

 

1925

 

Ombilin coal mine sawahloento in 1925

 

1925-1930
Hatta became Chairman of the Indonesian Youth in the Netherlands (1925-1930)
 

 

 

 

 

1926

Kapitan cina bogor

  Tjan Soen Hay     1926-1934

 

 

1926

Government official(Bestuur) Medan 1926

V.l.n.r.: controleur van de onderafdeling Beneden-Deli M.J. Ruychaver, onbekende, assistent-resident J.J.F. Pino, antiquair Ratenburg, controleur van Simaloengoen en de Karolanden P.S.J. Albly, onbekende, gouverneur van Sumatra’s Oostkust C.J. van Kempen, controleur van de Karolanden M. Brouwer, assistent-resident van Deli en Serdang R.J. Koppenol, controleur S. Bouman, assistent-resident van Asahan P. Scheffer, gezaghebber van Serdang M. Wijzenbeek, assistent-resident van Langkat W.F.G. van de Graaff, gewestelijk secretaris J.J. Bosch

Close up

 

Wijzenbeek, M., Scheffer, P., Ruychaver, M.J., Ratenburg, […], Pino, J.J.F., Koppenol, R.J., Kempen, C.J. van, Graaff, W.F.G. van de, Brouwer, M., Bouman, S., Bosch, J.J., Albly, P.S.J.

 

 

 

 

 

 

 

1926–1931:

Andries Cornelis Dirk de Graeff

1926

Kapten L. Th.Becking  ini dikenal sukses memadamkan pemberontakan komuni di Banten pada November 1926.[8]

 

25 Mei 1926

Ia berhasil meraih gelar “Ir” pada 25 Mei 1926.

Sumber

indonesiaku.esc-creation

 

 

 

1926

Ombilin coalmine hospital’s nurse at inhospital room  in 1926

 

 

1927

Tientsin bank

10 yuan

 

 

 

 

 

 

 

 

1927

 

Kamp konsentrasi Boven Digoel didirikan oleh Kapten L. Th. Becking pada awal tahun 1927.[7][8] 

Bouven Digul sebenarnya tidak dirancang sebagai sebuah kamp konsentrasi karena tidak ada penyiksaan atau pembunuhan terhadap tawanan di tempat itu.[4] Pemerintahan kolonial hanya membiarkan tawanan sampai mati, gila atau menjadi hancur.[4] Dengan adanya pembangunan kamp Bouven Digul ini maka pengasingan di Luar Negeri dihentikan.[6] Pembangunan Penjara Bouven Digul ini dibangun untuk pengasingan orang-orang yang dianggap terlibat ataupun bersimpati dalam pemberontakan pada tahun19261927, tanpa melalui keputusan pengadilan.[6] Pemberontakan pada masa itu tercatat dalam sejarah menjadi pemberontakan Nasional pertama di Indonesia karena 2 alasan.[6] Pertama, berbagai pemberontakan terjadi di Kariseidenan-karisidenan di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Maluku yang digerakkan oleh tokoh-tokoh dari berbagai aliran politik dan pemeluk agama.[6]

 Kedua, Sebelumnya tidak pernah terjadi pemberontakan besar di wilayah yang demikian luas tanpa membedakan suku maupun agama, walaupun tanpa koordinasi Nasional, dengan Partai Komunis Indonesia sebagai ujung tombak dan menjadi pemula dalam pemberontakan itu.[6] Pemberontakan ini bermuara di Digul Hulu atau Bouven Digul.[6] 

Gubernur Jendral de Graef berhadap dengan mengirimkan para pemberontak ke kamp Bouven Digul itu mereka tidak akan mengulangi kelakuannya lagi pada masa selanjutnya.[4] 

Sebenarnya kompleks penjara ini dibangun oleh Belanda secara bertahap-tahap dan merintis administrasi secara kuat, agar para tawanan sulit untuk melarikan diri, kemudian ketika penjara ini sudah jadi,

Sumber wiki

 

 

Kemudian karena di Bouven Digul diperkuat administrasinya oleh Belanda sehingga dibangunlah pengasingan oleh kekuasaan militer pada saat itu.[6]

(wiki)

4 Juli 1927

Kemudian, beliau merumuskan ajaran Marhaenisme dan mendirikan PNI (Partai Nasional lndonesia) pada 4 Juli 1927, dengan tujuan Indonesia Merdeka.

Sumber

indonesiaku.esc-creation

 

In 1927,

STOVIA’s status was changed to that of a full tertiary-level institution and its name was changed to Geneeskundige Hogeschool (GHS).

The first Chinese women medical doctor from this faculty was dr Tan sing Nio.look her private  practice medical record in 1942

vintage physician private practice Medical record (1942)

 

Native Indonesian Chineseoverseas physician  Betsy Thoeng  sing Nio private practise medical record pasien with diarrhea in 1942 at jakarta (during Japanese Occupation java)

The GHS occupied the same main building and used the same teaching hospital as the current Faculty of Medicine of University of Indonesia.

Medical faculty University of Indonesia stmaped on Medicine Vintage Book.

(Geneeskunde means Medicine/kedokteran) This is the first report of Medical faculty Indonesia University.(alumni pertama Fakultas kedoteran UI tempo doeloe mempergunakan buku literatiur ini)

 

Postal History cover Indonesian Biggest hospital “CBZ-centrale Burgerlijk Ziekenhuis -Batavia -C” stamped, now RSCM-Rumah sakit Cipto Mangunkusumo , the bigest Teaching Hospital in Indonesia, until now everybody in jakarta stilcalled CBZ hospital although they don’t understand the meaning of Hospital and indonesia still called Hospital as Sicken House (Rumah sakit) translate from Dutch Ziekenhuis.

1927

Serdadu KNIL tahun 1927

Sumber wiki

1927

Vergadering te Medan onder leiding van gouverneur C.J. van Kempen in medan

Close up

 

 

 

Scheffer, P., Ruychaver, M.J., Kempen, C.J. van, Graaff, W.F.G. van de, Beck, W.J

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

9.1927
The Ciung wanara , the legend among sundanese people have showed at elite and oriental Bioscop (Majestic) Bandung. The story of Manaroh or Ciung Wanara or Prabu Suratana or Prabu Jaya Prakasrsa who went to feast(bertapa) and the Kingdom lead by the menistry Lutung Kasarung.(comedian Wayang)

1927

 

Kapitan cina Batavia mayor rank Khouw Kim Ann diangkat kembali 1927-1942).

in 1927,

due collapse of the Java sugar trade, was forced to liquidate (Cornelissen 1999).

Be Kwat Koen ___ the second son of Be Ik Sam, was born in Purworedjo on 1

December 1863.

 

He entered the wide-ranging Tan_Be family business at a young age

and travelled extensively to Singapore, China, and probably Japan. Like many other

men of the Be clan he was appointed in various administrative functions and besides

Capitan Cina of Semarang, ultimately became Major-titulair of Surakarta. At the young

age of seventeen, in 1880, he married The Siang Ling (1865_1934).

 

Be Kwat Koen and his wife The Siang Ling were very well-known and highly

respected figures in Java’s Chinese society of the 1920s and 1930s.

 

Part of this was due to their personal misfortune. The Siang Ling gave birth to 13 children (seven daughters and six sons) of which all the sons and one daughter died at a very young age.

 

Peoplefelt pity on them and suspected that this misfortune was caused by some spell or by

some misconduct of one of them in a previous life. But six of their daughters grew up

well and married into other wealthy peranakan families of the time.

 

According to manyinformants the Be daughters were very beautiful and very much wanted by the youngmales of other elite families of the time. Be Kwat Koen and his wife closely oversaw the

possible marriage candidates of their daughters making sure that they came from

respectable, wealthy and influential families, whose work and labour reflected the ’

modernising spirit’ of the 1920s.

 

Being a highly modern person himself, combining thebest of traditional Chinese value and educational systems with the modern Westernspirit of technology and rational economics, Be Kwat Koen only gave his blessings whenhe was sure that the prospective bride had the right ‘modern’ attitude towards theeconomy and social life and was well equipped to function well in both traditionalJavanese society and the Western-educated administrative bureaucracy of the colony.

 

1927

Makam Souw sangat sederhana. Ketika ditemukan, makamnya dipenuhi semak belukar. Berbeda sekali dengan makam Khouw Oen Giok di Taman Pemakaman Umum (TPU) Petamburan.

Khouw adalah seorang kaya pemilik bank di Batavia. Makam mewah (mausoleum) Khouw sudah ada di Petamburan sejak 1927, terbuat dari marmer hitam Italia. Biaya membuat kuburan mewah itu 200.000 gulden.

Koran Sin Po pernah menyatakan, mausoleum tersebut mengalahkan makam Rockefeller, miliarder Amerika.

Di kalangan orang Tionghoa, makam umumnya menunjukkan status sosial seseorang. Makin kaya seseorang, makin mewah makamnya.

Menghormati leluhur betul-betul diperhatikan. Apalagi jenazah perlu disemayamkan selama beberapa hari, menunggu keluarga dan kerabatnya hingga lengkap. Namun ketika itu banyak orang tua mengeluarkan testamen untuk anak-anaknya, yang pada pokoknya penghematan dalam hal penguburan.

Pemerintah Hindia Belanda ternyata tidak menyukai pemborosan dalam hal kematian. Mereka memandangnya sebagai suatu kemewahan yang tidak perlu, hanya mementingkan pameran kekayaan.

Maka pemerintah mengeluarkan peraturan yang mengenakan pajak untuk penguburan orang Tionghoa yang dilakukan secara mewah. Dengan catatan pajak atas penguburan mewah tidak berlaku bagi opsir-opsir Tionghoa dan isterinya. Dampak dari peraturan itu adalah penghematan mulai dilakukan, bahkan biaya penguburan bisa ditekan hingga cuma memerlukan 10.000 gulden.

Penguburan seorang elit Tionghoa menjadi besar karena hadirnya beberapa wakil pemerintah dan kepala pemerintahan setempat. Seperti halnya pada masa sekarang, dulu juga para panitia penguburan harus membersihkan jalur yang akan dilalui kereta para pejabat. (Djulianto Susantio, pemerhati sejarah dan budaya

 

 

In 1927,

STOVIA’s status was changed to that of a full tertiary-level institution and its name was changed to Geneeskundige Hogeschool (GHS).

The first Chinese women medical doctor from this faculty was dr Tan sing Nio.look her private  practice medical record in 1942

vintage physician private practice Medical record (1942)

 

Native Indonesian Chineseoverseas physician  Tan sing Nio private practise medical record pasien with diarrhea in 1942 at jakarta (during Japanese Occupation java)

 

 

The GHS occupied the same main building and used the same teaching hospital as the current Faculty of Medicine of University of Indonesia.

Medical faculty University of Indonesia stmaped on Medicine Vintage Book.

(Geneeskunde means Medicine/kedokteran) This is the first report of Medical faculty Indonesia University.(alumni pertama Fakultas kedoteran UI tempo doeloe mempergunakan buku literatiur ini)

 

Postal History cover Indonesian Biggest hospital “CBZ-centrale Burgerlijk Ziekenhuis -Batavia -C” stamped, now RSCM-Rumah sakit Cipto Mangunkusumo , the bigest Teaching Hospital in Indonesia, until now everybody in jakarta stilcalled CBZ hospital although they don’t understand the meaning of Hospital and indonesia still called Hospital as Sicken House (Rumah sakit) translate from Dutch Ziekenhuis.

 

 

The Chung Hwa Congress of 1927

December 1, 2013 at 5:43am

 

 

 

Contributed by the late mr. Liem Hoo Soei and translated by Lina Sidarto

 

The Chung Hwa congress took place in Semarang on April 17 and 18, 1927, at the initiative of former members of the Chung Hwa Hui, the Chinese students’ association in the Netherlands. The congress discussed proposals on current affairs, and the possibility of setting up an organization which would protect the interest of the Chinese community in the Netherlands East Indies.

The following photo shows the preparatory commission (chairman: Yap Hong Tjoen) and the welcoming commission  (chairman: Oei Tjong Hauw) at the assembly table.

 

 

From left to right:Thio Thiam Tjong, The Sien Tjo, Teng Sioe Hie , Kan Hok Hoei, Oei Tjong Hauw, Yap Hong Tjoen, Han Tiauw Tjong, Be Tiat Tjong, Liem Tjiauw Liat en Tan Tek Peng .

 

The congress was well attended, as the following picture shows: the assembly hall filled with some 200 participants, including many women.

 

 

On the front left the Dutch delegation is seen, including  representatives of the Education Department (Mr. Jonkman) and the Office for Chinese Matters (mr. Bruineman).

There were intense deliberations about the following proposals:

  1. The wish to take part in a representative body.
  2. The significance of Siang Hwee (the Chinese trade association).
  3. Chinese primary education.

The congress was concluded with the acceptance of a motion in which the preparatory committee was asked to form an association “to promote ideas which would lead to the betterment of the Chinese society in the spiritual, social, political, and financial fronts.”

On April 17, participants came together for dinner at Du Pavillion:

 

 

Chung Hwa Hui, the Chinese association of the Netherlands East Indies, was set up in April 1928 with goals including “to look after the interest of all Chinese residing in the Netherlands East Indies by means of all lawful resources.”

The photos in this report were shot by Saito, a famous Japanese photographer in Semarang at the time.

Additional information:

Chung Hwa Congress 17 – 18 April, 1927: Proposals and Stenographic reports in the Royal Dutch Library, no 1142 E 72, en KITLV m ww 763

De Locomotief daily, April 19, 1927. “The Chung Hwa Congress in Semarang.” Royal Dutch Library microfiche.

 

Liem Hoo Soei, February 2013

CHAPTER 7

THE FINAL YEARS OF THE CHINESE COUNCIL OF BATAVIA

 

 

In 1927

Soekarno managed to bring the divergent factions of the

nationalist movement together into a single federation, the Permoefakatan Perhimpoenan-Perhimpoenan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI, or Federation of Political Associations of theIndonesian Nation). Although it was a very loose organisation and a weak alliance of urban middleclasspoliticians, Islamic leaders, and leftist front men of the urban and rural proletariat, it was the

first time that all participating modern organisations explicitly subscribed to the view that Indonesiashould gain independence from the Dutch.856

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1927-1928

Hatta ditahan dan dipenjara di den Haag  ,Belanda (dari 23  september  1927-22 Maret 1928) karena menulis di majalah Indonesia merdeka

 

 

Foto hatta dan teman-teamn di ngeri belanda

Hatta. Pembelaanmu ‘ Indonesie Vri “ – Indonesia Merdeka,didepan pengadilan Den Haag tahun 1927 telah menggemparkan mata dan hati kaum terjajah. Menjadi bahan bacaan yang digemari kalangan pergerakan di Indonesia.
Kau menyebutkan bahwa ini bagaikan kewajaran perlawanan rakyat terjajah terhadap pihak penjajah sebagaimana yang pernah dilakukan Belanda terhadap Spanyol yang menguasai selama 80 tahun.

Gelegar suara cap pemerikaan dokumen mengagetkan. Butuh 3 hari buat barang barang bawaanmu dari Belanda yang terdiri dari buku buku dan bacaan dalam 16 peti besi, masing masing berukuran setengah meter kubik. Semua bisa lolos kecuali majalah ‘ Indonesia Merdeka ‘.
Namun kau sudah memikirkan sebelumnya. Beberapa eksemplar majalah ini sudah dititipkan kepada kawan kawanmu yang bekerja sebagai tukang mesin di kapal .

 Sumber

imanbrotoseno

1927-1931
Hatta  as representatives of Indonesia in the movement of the League Against Imperialism and Colonialism, based in Berlin (1927-1931)
 

Bersambung ke bagian ketiga

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s