Indonesia early 20Th Century History Collections

INI HANYA  CONTOH

THIS IS ONLY SAMPLE  OF CD-ROM

IDNONESIA EARLY 2Oth CENTURY  HISTORY COLLECTIONS

WITHOUR ILUSTRATIONS

THE COMPLETE CD-ROM Exist

Price Depand On Auctions, for the winner were the the highest bidding , this  only the cdonations for the Development of Our Anecstor Museum “WAN LI’

CD-Rom tersedia hanya sepuluh item saja, harga tergantung dari tawaran anda  dalm lelang ini ,yang paling tinggi akan diberikan hadiah sebuah CD-ROm, yang dipilih dari nomor satu sampai sembilan saja, karena di Museum akan ada satu CD-Rom untuk dapat dilihatdi Museum Leluhur Kita “WANLI” yang segera akan dibukauntuk Kleuarga besa dan teman-teman dekat termasuk yang memberikan donasi untuk pembangunan Museum tersbeut

uNTUK ITU TAWARAN DONSI SILAHKAN MENGHUBUNGGI EMAIL

iwansuwandy@gmail.com

TERIMA kAISH.

DALAM  CONTOH  ATAU sampel , ONLY  SOME PART ONLY  HANYA  BEBERAPA CUPLIKAN SAJA., belum diedit,sengaja supay agar tidak direpro. Yng asli sudah diedit.

TERIMA kISH ATAS DUKUNGN ANDA SEMUA,TERUTAMA KEPADA KLEUARGA BESAR Suwandy dan Widjaja .

SILAHKAN LIHAT BEBERAPA CONTOH INFORMASI YANG SANGAT AMIZING AND WOW, DISUSUN SECARA KRONLOGI (ARRAGED IN CHRONOLOGY)

I  HOPE DONNOT FORGET TO COMMENT AND CORRECTON OR SUGGESTION FOR  MORE EDITED

SINCCERELY

DR IWAN SUWANDY,mha

CONSULTAN iNFORMATION

1900-1914

Koleksi Sejarah Indonesia

Awal Abad ke Dua Puluh

Bagian Pertama

1900-1914

Oleh

Dr Iwan Suwandy,MHA

Edisi Terbatas Buku Elektronik Dalam CD-Rom

Khusus Untuk Kolektor Senior Indonesia

Hak Cipta @ Dr Iwan 2016

 

KATA PENGANTAR

Saya baru saja menemukan kembali sebuah buku yang sangat bagus dan informatif tentang perjuangan Rakyat Indonesia pada awal abad kedua puluh untuk membangun Republik Indonesia Yang Merdeka.

Buku ini karangan Robert van Niel berjudul Munculnya Elit Moderen Indonesia yang diterjemahkan Ny Zahara Deliar Noer disunting oleh Bur Rasuanto terbitan Yayasan Ilmu-Ilmu Sosial 1961, ini kopi aslinya dealam bentuk ketikan, mungkin atas berbagai alasan Politik dan situasi yang terjadi di Indonesia

Baru setelah lima puluh tahun yaitu pada tahun 2008 buku ini diterbitkan dalam bahasa Indonesia . yaitu pada era Reformasi dimana kebebasan pers dan komunikasi serta penerbitan buku telah ada.

Saja juga pada bulan September 20`15, menemukan beberapa buku lama sehingga info yang ada lebih lengkap dan buku itu adalah  Buku Riwayat Hidup

Prof Dr Bahder Djohan yang berasal dari Minangkabau ,dan sempat bersahabat dengan DRs Moh Hatta (Bahder,) , ,

Mr. mas sewaka 1947-1948, 1950-1952.jpg

Riwayat Hidup Sawaka, mantan Gubernur Militer Jawa Barat (Sawaka,1955),

R.OtoIskandar Dinata oleh Dra Sri Sutjitiningsih,Depdkbud,1980/1981(Sutjianingsih,1981),

Taman Siswa Dalam Arsip-Arsip Hindia Belandaartikel majalah Batu Djaja ,Gramedia, Jakarta ,1970,oleh abdurrachan Surjowihardjo(taman siswa,1970), dan Gadis Kampoeng Jang Bersemangat! Oleh Abdoella Habis,Penerbit M.Djoni marhaenist,Medan (Abdoella,1936) dan lain-lainnya lagi. Saya harap hak cipta buu inisudah liwat lima puluh tahun, walaupun negitu kepada para pengarang tersebut mohon izin untuk mengambil beberapa info dari buku anda,jika dalam satu bulan sejak buku ini saya upload di web saya tidak ada reaksi akan saya anggap sudah setuju begitu juga dengan pengareang lainnya. Untuk itu diucapkan ribuan terima kasih.

Untuk itu kita pantas mengucapkan ribuan terima kasih kepada para pemimpin-pemimpin dan para pahlawan kita atas jasanya mereka telah mengantar kita kepada masyarakat Indonesia yang elit, modern dan lebih sejahtera.

Buku tersebut diatas terdiri dari Empat Bab:

Bab pertama membahas mengenai situasi orang Oropa ,

 

Orang Tionghoa

dan Arab serta Orang Indonesia pada kurun waktu 1900-1927.

Bab Kedua membahas perubahan yang terjadi pada tahun 1900-1914 yang membahas tentang Politik Etis Kolonial dalam teori dan praktek, Perubahan sosial di Indonesia dan perubahan serta akibat-akibatnya.

Bab Ketiga membahas akselerasi yang meraja lela dan pertumbuhan yang mantap pada tahun 1914-1920 meliputi situasi perang dunia pertama dan pertumbuhan Sarekat Islam , Organisasi-orgnissi Indonesia yang lain , dan kebijaksanaan politik dan pemerintah Hindia Belanda.

Bab keempat   membahas sinkretisme dan konservatisme tahun 1920-1927, me,liputi situasi sikap Pemerintah Hindia belanda yang berubah, perubahan dan perkiembangan di Indonesia , serta kebijakan politik baru Kolonial.

Untuk melengkapi informasi situasi Indonesia menjelang perang dunia kedua , saya telah menemukan dua buah buku yang sangat istimewa karangan proklamator kemerdekaan Indonesia Bung Karno yang berjudul Dibawah Lindungan Bendera Revolusi, yang membahas situasi para elit dan perkembangan politik di Indonesia mulai tahun 1928 sampai 1941.

Sebaiknya generasi Penerus juga membaca buku sejarah Indoensia secara kronologi mulai dari sebelum masehi sampai abad ke Sembilan belas , agar memahami apa yang terjadi dan siapa leluhur kita baik yang berjasa maupun yang tida agar diketahui mana yang benar dan mana yang salah agar dapat dijadikan pedoman dalam menyussun strategi untuk menghadapi masa yang akan datang.

Setelah membaca buku ini tentunya pembaca akan penasaran untuk mengetahui apa yang terjadi selanjutnya, untuk itu saya telah menulis buku elektronik dalam CD-Rom mengenai Koleksi Sejarah pendudukan jepang Di inondeisa 1942-1945, Koleksi Sejarah Revolusi dan Perang Kemerdekaan Indonesia 1945-1950, selanjutnya Koleksi sejarah Era Bung Karno 1951-1965 yang meliputi era sebelum PRRI 1951-1957, Masa PRRI 1958-1960, Setelah PRRI 1960-1967, kemudian dilanjuti dengan Koleksi sejarah era Pak Harto 1965-1998 , Koleksi sejarah Era Reformasi 1998-2010.

Koleksi sejarah ini sangat penting untuk dibaca oleh generasi penerus, tetapi illustrasinya sangat sedikit sehingga tidak akan dibaca oleh generasi penerus,oleh karena itu saya menambahkan ilustrasi dan koleksi yang terkait seperti koleksi sejarah pos,koin,uang kertas,foto,dokumen dan sebagainya sehingga menjadi suatu buku yang menarik.

 

dst…dst

 

Alam terkembang Jadi Guru , belajarlah dari sejarah, jangan diulang hal-hal yang jelek dan hal yang baik dijadikan pedoman dalam menyusun strategi masa depan.

Selanjutnya dan merupakan buku terakhir saya adalah Ramalan Situasi Indonesia Di masa mendatang dngan Judul Ramalan Dr Iwan Tentang

“Munculnya Banteng Indonesia Di Akhir Abad Kedua Puluh Satu.”

 

dst…dst …. 

 

Saya dan keluarga telah berhasil meningkatkan status keluarga kami , demikian jugalah saya harapkan dengan para cucu dan penerus yang akan datang.

dst…dst

Saya bukan ahli sejarah, tetapi waktu sekolah sudah berminat dan senang dengan sejarah, begitu juga koleksi benda-benda bersejarah.

Saja harap semua orang yang nfonya tercantum dalam buku ini berkenan memberikan izin kepada saya untuk memanfaatkan infonya ,untuk itu aya ucapakan terima kasih.

Mohon maaf juga karena saya tidak dapat menuliskan nama satu persatu dari oarng-orang yang telah berjasa dan telah membantu saya dalam menyususn buku serta menolong saya dalm menjalani hidup didunia ini, untuk itu saya ucapak ribuan terima kasih, serta saya panjatkan doa kepada Yang Mahakuasa agar merka memperoleh imbalan setimpal dengan pahala yang telah mereka kepada kami sekeluarga dan kepada seluruh umat manusia khususnya masyarakat indoensia yang saya cintai sepenuh hati.

dst///dst…

Buku ini saya tulis untuk keluarga saya,isteri Lily Widjaja,putra Albert dan Anton serta isteri dan cucu saya tercinta Cessa,Celine dan Antoni .

Saya harap para pembaca berkenan menghormati hak cipta saya dengan tidak merepro buku ini dengan berbagai cara dan teknologi tanpa meminta izin dari saya sebagai pemengang hak cipta.

Jakarta , September 2015

Dr Iwan Suwandy, MHA

Pada Bulan September 2015

Saya merasa sangat gembira karena tanpa terasa, artikel yang saya upload di Web Blog hhtp//www.Driwancybermuseum.wordpress.com tahun ditampilkan oleh Facebook Google di share oleh , terima kasih temanku anda telah membuat hati kami sekeluarga senang, atas berkah doa kepada Maria dan Jesus sampai hari ini walaupun sudah berusia 71 tahun masih mampu menulis artikel dan buku elektronik di Dunia Maya.

Yang mengupload artikel ini rupanya protes karena tak dapat ditampilkan dikomputer tanpa memayar fee, memang saya mulai tahun ini memprotek artikel di web blog saya karena selain banyak yang merepro tanpa izin ,juga mengunaknnya untuk kepentingan menipu orang lain serta saya membutuhkan dana untuk mengembangkan museum kecil yang sduah ada saat ini, untuk itu kembali bagi pembaca yang meembaca buku ini silahkan mengubunggi saya liwat email iwansuwandy@gmail.com untuk memberikan donasi agar web blog saya tidak saya protek dan buat tol untuk bayar fee untuk dapat menampilkannya dilayar computer anda untuk selama-lamanya.

Untuk memreka ynag telah memberikan donasi baik liwat transfer melalui ATM Bank BCA , maupun menirikan dalam sampul tertutup secara tercatat kelamat saya dengan pernagko sheet souvenir ,jumlah donasi terserah nada ,uang lamapun boleh juga sebagai donasi untuk membantu mengembangkan koleksi Uang lama yang ada juga dalam museum ini,prangko lama juga boleh tetapi nominalnya mimal satu dolar atau satu poun mint atau used.

(Komentar Dr Iwan)

PENDAHULUAN

BUKU

MUNCULNYA ELIT MODERN INDONESIA

OLEH

Robert van Niel

Troy,New York

Okober 1958

Terjemahan

Ny. Zahara Deliar Noer

Disunting

Bur Rusuanto

Yayasan Ilmu-Ilmu Sosial

1981

(Robert,58)

serta buku referesnsi lainnya.

 

 

PENDAHULUAN

Dua puluh lima tahun pertama pada abad keduapuluh kita menyksikan suatu pertumbuhan dan perkembangan di Indonesia, yang saat itu dinamakan Hindia Belanda, yang tidak dapat diduga sebelumnya.

Tidak seluruh segi pertumbuhan itu akan dibahas dalam buku ini.Yang menjadi tekanan disini adalah mengenai perubahan sosiakl dalam kurun waktu tersebut ditas, khususnya perubahan social yang terjadi dikalangan krlompok pemimpin dalam masyarakat Indobnesia.

Masyrakat Indonesia pada kurun waktu tersebut merupakan suatu bagian dari apa yang saya sebutkan masyarakat Hindia Timur, kedalam masyarakat ini termasuklah semua orang yang tinggal di Kepulauan Indonesia , disampin orang Indonesia yang jumlahnya terbanyak ,juga orang-orang Eropa (kebanyakan Belanda), cina dan Arab.

Oleh karena Indonesia telah memeperoleh Kemerdekaan Politik pada tahun 1949, dan mendirikan suatu Negara <erdeka, studi inipun akan dipusatkan pada perkembangan social dan politik mereka.

Selama tahun-tahun yang dicakup oleh studi ini, pemimpin-pemimpin Masyarakat Hindia Timur, sebab penduduk Indonesia merupakan orang bawahan dalam linkungan jajahan bangsa belanda.

Dengan demikian,perkembangan Masyarakat Indonesia terjadi didalam konteks dikuasai Kolonial, dan sangat dipengaruhi oleh Kebijakan Kolonial, tindak –tanduk dan sikap Belanda.

Buku ini merupakan suatu usaha untuk menganalisa dan menafsirkan Kebijakan politik,tidak-tanduk dan sikap ini dan juga untukmenunjukan akibat-akibatnya pada masyarakat Indonesia.,disamping sekaligus akan menganalisa dan member tafsiran tentang dinamika Masyarakat Indonesia dengan tekanan khusus pada golongan Elit masyarakat itu.

Bila kita adakan tinjauan melampaui batas jangkauan buku ini ke masa sekarang, bukanlah tidak patut untuk mengatakan, bahwa perubahan pola-pola Kepemimimpinan didalam msyarakat Indonesia pada perempat abad ini membentuk dasar social bagi Kemerdekaan Politik beberapa tahun kemudian.

Dalam batas-batas jangkauan studi inipula dapat dikatakan, bahwa garis besar perkembangan elit Indonesia adalah dari yang bersifat traditional yang berorientasi kosmologuis, dan berdasarkan keturunan kepada elit modern yang berorientasi kepada Negara Kemakmuran, berdasarkan Pendidikan,

Elit modern ini jauh ,lenih beranekaragam dari elit traditional, tetapi disini sedikit saja usaha dilakukan untuk menguraikan elit modern ini secara structural.

Ada disebutkan tentantang administrator-administrator ,pegawai-pegawai pemerintah, tehnisi-tehnisi, orang-orang professional dan para intelektual ,tetapi pada akhirnya perbedaan utama yang dibuat di sini ialah antara elit fungsional dan elit politik.

Yang dimaksud dengan elit fungsional adalah pemimpin-pemimpin ,yang baik pada masa yang lalu maupun masa sekarang , mengabadikan diri untuk kelangsungan berfungsinya suatu Negara dan Masyarakat yang modern,sedangkan elit politik adalah orang-orang Indonesia yang tyerlibat di dalam aktivitas politik untuk berbagai tujuan tapi yang biasanya bertalian dengan sekedar perubahan politik .

Didalam masa yang dicakup dalam buku ini , kelompok pertamaberlainan dengan yang biasa ditafsirkan, menjalankan fungsi sosialyang lebih besar dengan bertindak sebagai perubahan –perubahan, sedangkan golongan kedua lebih mempunyai arti simbolis daripada praktis. Mungkin saja ungkapan “Elit Indonesia” agak mengelirukan.

Berbicara secara teknis ada suatu kesatuan yang dikenal sebagai Indonesia, baik dalam pergerakan politis maupun pengertian social tahyn=tahun yang dibicarakan dalam studi ini.Tidak pula seluruh Hindia Timur atau Kepulauan Indonesia sama pentingnya di dalam pengembangan yang dijajaki oleh studi ini.

dst…dst. dst.

Bagian terbesar pendudk pulau Jawa adalah suku Jawa yang sebagian besar berdiam di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Pada tahun 1900Jawa berjumlah kurang lebih tujugbelas juta.Tetapi di pulau Jawa terdapat juga kelompok suku yang lain yang yang besar yaitu suku Sunda di Jawa Barat yang berjumlah kira-kira tujuh juta pada permulaan abad ini dan suku Madura di Madsura dan Jawa timur yang jumlahnya sekitar tiga juta.

Di samping itu dari kelompok-kelompok besar ini , terdapat orang-orang Indonesia lainnya yang berasal dari kepulauan-kepulauan lain di Nusantara ini.

Akibatnyaistilah “Elit Indoesia’ ini ditujukan pada kelompok Elit yang berpusat di Jawa yang terdiri dari berfbagai suku Indonesia tetapi yang unsure pokoknya adalah Jawa,

studi ini tidaklah mencoba untuk membicarakan perkembangan Masyarakat di Bagian lain Kepulauan Indonesia dalam masa yang diperhatikan oleh tulian ini, baik dalam persaan maupun pertentangannya.

(Dr Iwan mencoba menambah beberapa info penting dari beberapa daerah di Indonesia seperti Aceh,sumatera Barat,Sumatera Selatan,Makasar,Bali dan Ambon serta Papua yang erat juga hubungannya dengan peristiwa-peristiwa yang bersejarah di Indonesia pada awal abad kedua puluh ini,mungkin penulis kurang memahami peranan mereka dalam memperjuangkan kemerdekaan Indoneia)

Jawa, dengan perkembangan-perkembangan yang telah terjadi dalam Masyarakatnya, amat penting dalam Kebangkitan Masyarakat Indonesia dan akan menjadi titik perhatian utama dalam studi ini

(Saat ini di Indonesia dinamakan Kebangkita Nasional, yang dirayakan sebagai Hsri Kebangkitan Nasional atau HARKITNAS 28 Oktober 1928 ,hari su,mpah Pemuda,Dr Iwan)

Studi ini pertama-tama diuraikan secara kronologis dan kedu menurut masalah. Bab Pertama, mengambarkan dasar-dasar kehidupan Hindia Timur di tahun 1900,. Dengan Bagian ini sebagai Batu Landasan. Tiga bab berikutnya menguraikan perkembangan sesuai dengan perjalanan waktu ke tahun 1914, ke tahun 1926 dan akhirnya sampai sekitar tahun 1927.

Pemnguraian dan Penafsiran pokok dilakukan dan dikembangkan dalam seluruh penelitian sedemikian rupa , sehingga kesimpulan seolah-olah tidak diperlukan lagi. Setiap nab dibagi-bagi dalam beberapa Sub-Judul , seperti akan segera jelas kelihatan, secara samar-samar saja bersifat deskritif , serta yang tidak pula dimaksudkan untuk menjadi Judul yang menerangkan isinya.

Indeks pada Penutup buku dirasa perlu sebagai panduan pasti dalam memperoleh butir-butir keterangan yang tersebar dibuku ini

(dalam Cd-rom ini indeks tidak dicantumkan karena banyak memakan tempat dan membosnkan untuk dibaca,bilamau tahu baca buku aslinya-Dr Iwan)

Wanita bali 1900

Dr Iwan membagi info ini atas empat bagian

Penari keraton jogyakarta 1900

Bagian pertama era sebelum sumpah pemuda 1900-1915,

Bagian Kedua Era Sebelum sumpah pemuda 1916-1927

Foto sumpah pemuda 1928

 

Bagian Ketiga Era saat dan sesudah Sumpah Pemuda d 1928-1939,

Poster film Tengkorak hidup karya Tan Tjeng Bok

Sumber ceritamu.com

serta terakhir Bab Keempat 1939-1941. Ers menjelang Perang Dunia kedua Di Indonesia

Sayang buku ini tidak ada illustrasinya, sehingga bukti sejarah yang nyata tidak kelihatan, dan kurang disenangi oleh generasi masa kini,

Djoewariah aktris Indonesia tahun 1940

Sumber

wiki

Dr Iwan berusha menampilkan ilustrasi yang menaraik terkait ,yang ia namakan “koleksi sejarah” atau dalam bahasa Inggris “Histoiy Collections” dari berbagai Aspek Kehidupan politik, dan Sosial.

Thamrin buyutnya Prabowo, RM Margono Djoohadikusumo tahun 1941

Sumber

skyscrapercity.

 

Agar tidak membosankan kata Pengantar,Indeks dan Referensi tidak dicantumkan,jika ingin membacanya silahkan membaca buku aslinya yang merupakan koleksi pribadi dr Iwan,memang kelihatannya kurang menghargai dan menghormati hak cipta dari informasi,tetapi untuk menghemat biaya terpaka tidak dilampirkan,mohon maaf kepada yang bersangkutan.Dr Iwan)

Kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan dalam penyelesian studi ini penulis ingin menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sedslam-dalamnya

Troy,New York

R.v.H

October 1958

(Robert,58)

Komentar dr Iwan,

Tidak terasa buku ini sudah hamper lima puluh enam tahun yang lalu, dan sudah hamper dua puluh empat tahun yang lalu saya jumpai di lapak samping percetakan Negara ,Jalan Salemba tengah ,Jakarta Pusat. Cukup lama buku ini saya simpan,karena sibuk menyiapkan buku Koleksi Sejarah Kemerdekaan 9indonesia dan pendudukan Jepang di Indonesia,serta Indonesia sejak sebelum Masehi sampai 1967.

dst…dst…dst

,

Bagi yang ingin memilikinya silahkan memesahnya kepad Dr iwan lwat email iwansuwandy@gmail.com, dengan syarat mengupload kopi KTP dan riwwat hidup singkat, ini tidak untuk pedanag, hanya untuk kolektor,setelah mentransfer uang Tiga juta rupiah untuk tiga CD-Rom harpa bukti setoran di transfer,dan memberikan alamat lengkap dengan nomor tilpon agar daspat tiba dirumahnya dengan selamat liwat Titipan Kilat.

Mohon maaf apabila edjaannya dan alah ketik,yang di web blog memng isengaja dan belum diedit,dan dalam CD-rom asli mungkin masih ada maklum saya sudah tua usia 7o tahun,mata sudah mulai kurang baik.

Terima kasih atas pewrhatiannya

Jakarta,Desember 2014

Dr Iwan Suwandy,MHA

KOLEKSI SEJARAH DISUSUN SECARA KRONOLOGIS

Divided Nationalism

(1900–1949)

 

Chinese-language school owned by the Tiong Hoa Hwe Koan in Sungailiat, Bangka

Source-wiki

1897

Raden Oto Iskandar di Nata, juga dieja Iskandardinata, tepat dijuluki Otista (31 Maret 1897 – 20 Desember 1945) adalah seorang pejuang untuk pembebasan Indonesia dari kekuasaan Belanda. Dia dianggap sebagai pahlawan nasional. Untuk waktu yang singkat, ia Menteri Negara, sebelum ia diculik dan dibunuh di Tangerang, Banten.

 

Komentar Dr Iwan

Informasi diatas tidak benar, Otto iskandar dinata masih hidup, sebagi bukti saya menemukan sebuah postcard dengan tanda tangan Otto yang dikirm tgl tahun dari kepada isteri almarhum Prof husein Djajadiningrat yang bernama BRA. Jl Minngakabau Jakarta Menteng.

Koleksi ini tidak ditampilkan dalm E-book ini, koleksi ini saya simpan dalam museum saya , yang bernama Museum Leluhur Kita WANLI-SONS Pondok Gading Jkarta Urtara Indonesia.

Bagi yang mau lihat harus menyumbang uang minimal sepuluh juta, dan bagi merkea akan saya berikan secaras gratis sebuah koleksi keramik dari dinasti Ming Cheng Hua yang bernilai sepuluh Juta.

 

 

OTO Iskandardinata adalah salah satu Anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI dari anggotanya sesui data terlampir dibawah ini yang saya peroleh dari Wiki

 

Oto IskandarDinata dari info wiki termasuk salah seorang Pahlawan Indonesia dari aspek Politik lihat daftarnya dibawah ini

 

Political

                                              

 

 

Komentar Dr Iwan

Saya sungguh sangat heran saat menemukan buku R.OTO ISKANDAR DI NATA karangan Dra Sri Sutjianingsih, Depdikbud 1980/1981 dan kartus Pos kiriman Otto dari Bremen German dengan tu;lisan bahasa belanda Mevr BRAP Djajadiningrat Djl Sumatra 34 Djakarta II/21 Indonesia dengan tulisan tanggan pengirim Hart Groeten Otto kepada isteri almarhum Prof DR Husein Djayadiningrat ia masih hidup sampai tahun dan masih berkomunikasi dengan prof Husein yang simpatisan NICA.

Juga bersam kartu Pos itu juga ada satu kartu pos lagi kepada mevrouw B.R,A.P Djajadiningrat dengan alamt yang sama , dengan tulisan dan Kartu Pos bergmbar Rotrdam, 12 Oktober 1967

Hot groet het U? tc…etc.(isinya tidak di tulis saya tulis karena tulisannya sangat kecil dalm bahsa belanda yang harus diterjemahkan oleh ahli agar tidak terjadi kekeliruan dan dapat meluruhkan informasi sejarah Kemrdekaan Indonesia, dan apakah benar Oto namanya, sedangkan yang tertulis OTTO , karena itu 8uang Oto iskandar dinata harus ditarik dari peredaran karena namanya keliru dari Oto,yang seharusnya Otto seperti tertera dalam kartus Pos yang pertama.

 

Hal ini sangat kontrafersil, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut pada kartus pos yang saya miliki,

kalau ada ahli dari Leiden maupun bagian arkeologi Nasunional Indonesia mau mengadakan penelitian, mereka harus menghubunggi saya liwat email iwansuwandy@gmail.com, apakah saat it saya masih hidup atau tidak Tuhanlah yang tahu, semoga masih Hidup,m jika tidak bisa hidpu lebihlama lagi silahkan hu unggi putra saya leqwat email antonjimmisuwandy@gmail.com.

Marilah para pemirsan web blog saya, berdoa kepada yang Mahakuasa agar saya tetap sehat dan berumur Panjang serta banya rejeki untuk dapat merampungkan pengembangfan Museum Saya WANLISON dengan tambahan sebuah ruangan pameran Koleksi yang Paling Yunik atau dikenal demngan istilah Masterpiece collection dalm biaya Tiga ratus juta rupiah, saya harap para Dermawan mau menyumbang biaya ini secara gotong Roryobng, harapan saya paling utama dari Gubvernur DKI AHOK dan juga kepada putri Oto Iskandar dinata yang produser film juga mau menyumbang biaya dan ,mau kerja sama dengan saya untuk memproduksi film PRRI yang E-Booknya sudah saya siakan dan sebagian sudah saya tampilkan di Web Blig Driwancybermuseum dan sudah ada TVRI yang mau tayangakan, hanya saya saya ajukan tawaran biaya Hak Cipta saya sepuluh juta, san produser hilang komunikasi.

Jika ada yang mau memproduksi film PRRI silahkan huunggi saya liwat email iwansuwandy@gmail.com

1900

The Chinese revolutionary figure Sun Yat-sen visited southeast Asia in 1900,[30] and later that year the socio-religious organization Tiong Hoa Hwe Koan (中華 會館), also known as the Chinese Association, was founded.

 

Their goal was to urge ethnic Chinese in the Indies to support the revolutionary movement in China. In its effort to build Chinese-speaking schools the association argued that the teaching of the English and Chinese languages should be prioritized over Dutch, to provide themselves with the means of taking, in the words of Phoa Keng Hek, “a two or three-day voyage (Java–Singapore) into a wider world where they can move freely” and overcome restrictions of their activities.[31] 

Several years later the Dutch authorities abandoned its segregation policies, abolished travel permits for the ethnic Chinese, and allowed them to freely move throughout the colony.

Pada Tahun 1900 tak ada Partai Politik yang menunjang putusnya hubunggan Jajahan antara Jawa dan Negeri Belanda.

Dari Tahun 1870 sampai 1900,

Foto Kelompok Pemimpin dan Staf baru dan lama Pabrik Gula Purwokerti tahun 1900

Sumber

banjoemas.

 

Pengusaha Belanda mengadu untung –rugi di Jawa,mereka yang berhasil menjadi berkuasa dalam keuangan ,mereka yang gagal menjadi Manejer bagi yang berhasil.

Keuntungan Ekonomi di Jawa sedemikian rupa , sehingga pada tahun 1900 kebanyakan Perusahan-perusahan di Pulau ini dimiliki atau diurus oleh Kesatuan Koperasi dan bank-bank eropa .Nikmat akan keuangan ini member pengaruh besar walaupun tidak khusus merupakan kebijakan dan pelaksanaan Politik Belanda.

  1. Pada awal tahun 1900an, sepeda motor mulai jadi tren kaum elite di Hindia Belanda. Pemakainya cuma pejabat pemerintahan, pengusaha perkebunan,

Sumber

Google eksplorasi

Pemerintahan Sipil Eropa di Jawa menunjukkan perhatian yang bertambah dalam Kemakmuran Pendududuk Pulau Jawa.

Walaupun dibalik segala penjagaan ini, Kemakmuran Rakyat Indonesia tampaknya menurun dan ada ketakutan bahwa Solidaritas Sosial Orang Jawa akan terpengaruh olehnya.

(Robert,58)

Orang Yang terkenal di Indonesia era hindia belanda versi seorang ex tentara KNIL,orang belanda Indo R.Diaz

Tak salah perlu juga kita menngetahui siapa Orang Orang yang terkenal di Indonesia era Hindia blanda, baru saja tanggal 16 Agustus 2015 yang lalu saya memperoleh info dari karangan R.Diaz berjudul Cri Orang Indo belanda, baik atau buruk kelakuannya dan apa efeknya kepada Bangsa Indoensia terserah anda tafsir sendiri karena sya bukan ahli politik, sehingga tulisan sesuai asli dalam bahasa Inggris tidak saya terjemahkan ,tentu saja tak mungkin seluruh info ini dibahas secara terperinci secara kronologis sebab tidak ada hubunggannya dengan perjuangan kemrdekaan Indonesia, tetapi tetap saya lampirkan dibawah ini agar anda semua tahu betapa besar dan kayanya Negara dan bangsa kita sehingga Negeri beanda menjadi salah satu erajaan yag terkaya di funia, wlaaupun saat saya lihat di Amsterdam tahun 2014 ,sesua denagn prosnya Amsterdam Amsterdam tetap Amsterdam.

Juga saya lampirkan ilustrasi terkait seorang penulis yang tak dibahas R.Diaz Tjalie robinson

Karikatur Tjalie robinson sangat terkenal seperti Oom Psikom era sekarang yang sering dilihat di surat kabar Kompas.

Siapa Tjalie Robinson seoruris bangsa indo Belanda ,saya juga punya kleksi buku aslnya

dst…dst.

 

in 1900,

Lie Kim Hok became a founding member of the Chinese organisation Tiong Hoa Hwe Koan,

 

 

Perkumpulan THHK bertujuan mereformasi kebiasaan-kebiasaan buruk masyarakat Tiong Hoa pada saat itu, menyebarluaskan ajaran Confucius, merintis sistem pendidikan yang modern, serta meningkatkan harkat dan kedudukan warga Tiong Hoa di masyarakat.

Sebagai ketua pertama perkumpulan terpilih

PHOA KENG HEK

yang didampingi para wakil ketua KHOE SIAT TENG dan ANG SIOE TJIANG.

 

Sekretaris perkumpulan dijabat oleh TAN KIM SAN.

 

Kepala sekolah pertama Sekolah PA HOA adalah LOUW KOEI HONG.

Tionghoa Hwe Koan Jakarta

 

Founders

As the first chairman of the association elected Phoa KENG HEK who accompanied the vice chairman of the Khoe and SIAT TENG ANG Tjiang SIOE . Secretary of the association chaired by KIM SAN TAN . School ‘s first headmaster PA HOA was KOEI HONG Louw . On September 1 , 1901, the school established the British Society THHK named YALE INSTITUTE which is part ( Afdeeling ) C on THHK Society , and invited Dr. Hwee LEE TENG to serve as his principal ( after assignment of the YALE INSTITUTE and HOA PA School , Dr LEE TENG Hwee rector Universias AND FU in Shanghai for 31 years

 

 

 

Sekolah Tionghoa Hwee koan di Padang 1900

Tionghoa Sin Hoa School Padang city

Diploma

Compare with

Tionghoa Scool at Cholon Saigon(now Ho Chi Min City) Diploma with

Dr Sun Yat Sent picture in the center

In 1900, approximately 280,000 Chinese people living in Java (and who were more still partly Peranakan) and in the outer regions lived approximately 260,000 “real” Chinese, Sing Keh’s.

The government was not in favor of integration / assimilation and the like and averted the Chinese population as much as possible from the administrative / managerial positions (they gave preference to Europeans and / or descendants and premises) and even education. (In 1900, only about 350 Chinese children attended the English schools).

In 1901, China’s first school was opened under the leadership of the Tiong Hoa Hwee Kwan (= Chinese Association) and soon very soon followed by more such schools elsewhere in this country

Chinese with mancu long tauchang hair at Pasar Baru batavia 1900

1900

dst…dst…dst.

1900

In 1900, Gianyar put itself under Dutch control, while Bangli hesitated. Three kingdom remained independent – Badung, Tabanan and Klungkung.

The occasion for the next and decisive Dutch attack was another dispute over shipwreck – the pillage of a small Dutch, ship which had run aground off Sanur. The matter escalated and became a political-off

 

The catholic father mission at Bali

During the first part of the twentieth century, new varieties of Balinese art developed.

 

The Balinese women wooden statue in 1900

 

Source-wiki

dst…dst dst

1900

Pricess in Aceh

Gebouw, vermoedelijk op een emplacement van de K.N.I.L. in Atjeh

Gajo Aceh

Gajo bridge

Aceh Railways train and bridge

 

 

Aceh Oil tower

 

 

Aceh monument

 

 

 

Two pictures of KNIL ceremony during Queen day at Blangkajeren Atjeh in 1900

House and street in Aceh in 1900

 

 

The opening of Aceh Train in 1900

 

 

 

 

1900

PERUBAHAN SOSIAL DI INDONESIA

Diluar semua perbedaan-perbedaan faham dalam menerapkan rencana-rencana kesejahteraan dan pembaharuan yang dicakupPolitik Etis yang telah disebut diatas, dasar-dasar pemikiran untuk Unifikasi dan Asosiasi berjalan terus dan unifikasi tetap menjadi harapan bagi banyak Pengamat Politik Etis untuk memperkokoh seluruh system Penjajahan.

Tujuan-tujuan ini pokonya diteruskan melalui pertambahan dan perhatian pendidikan untuk Orang Indonesia. Pada tahun 1900 Hoofden Scholen telah disesuaikan dengan baik melalui Sekolah untuk mendidik Pamong Pribumi yang disngkat dalm Bahahasa belada OSVIA.

Sayangnya sedang Sekoilah-Sekolah Menengah lainya mengalami berbagai macam Reorganisasi , OSVIA sekali lagi mengalami ketinggalan dari Sekolah-Sekolah lainnya.

(Robert,58)

Komentar Dr Iwan

Sampai saat ini sekolah OSVIA ,yang saat ini sudah sampai tingkat sarjana,APDN masih menunjukkan hasil yang sama denagn fakultas lainnya,masih banyak berbau militer karena saat era Pak harto dibina Tentara,masih ditemikan kasus mahasiswa yang meninggal dihajar seniornya,dan lulusannya kurang professional dan baru hanya segelntir yang sukses di pemerintahan dan memengang jabatan Gubernur dan menteri,apalagi Presiden masih jauh ,harapan dan cita-cita yang ditanamkan masa colonial ternyata sampai sekarang belum terwujud,saya harapkan para pemimpin APDN menyarankan mahasiswanya membaca buku ini agar dimasa mendatang mereka akan menghasilkan luklusan yang lebih professional dan sukses dimasa mendatang

 

 

 

1900

 

The House where Multatuli birth at Ambon in 1900 and look more picture below

1900

Snouck and J. H. Abendanon, who was director of education 1900-05, promoted European education in Dutch for the westernized elite in order to provide civil servants

Google translate

J.H.Abendanon (sumber arsip KTILV)

Snouck dan JH Abendanon, yang adalah Direktur pendidikan 1900-1905, mempromosikan pendidikan Eropa di Hindia Belanda untuk Para Elit Indonesia agar menjadi kebarat-baratan untuk dapat dijadikan Pegawai Negeri Sipil.

(maaf bila kurang tepat,harap koreksi agar dapat diperbaiki pada edisi mendatang-DrIwan)

 

Sesudah tahun 1900

Usaha-usaha Kaum Priyayi dilanjutkan untuk mengirimkan Anak Laki-Laki mereka ke Sekolah-Sekolah untuk Orang Eropa di Hindia supaya mereka daoat belajar bahasa belanda dan dapat berada dalam barisan guna memperoleh kedudukan yang baik dalam Dinas Pemerintahan.

Tujuan ini dilanjutkan dengan membuka Sekolah Dasar eropa untuk Orang Indonesia tak lama sesudah tahun 1900 dan juga melalui usaha sebagian Orang Eropa seperti Snouck Hurgronye , dalammendapatkan Putera-Putera dari Kleuarga –Keluarga terkemuka mengikuti sitem Pendidikan Eropa dan dengan begitu memajukan proses sosialisasi.

Snouck hugronye merupakan alat dalm menguasai sebagian Kaum Ningrat Banten , untuk mengikutiPemndidikan Cara Barat dan telah berhasil dengan mengembirakkan dengan anak didik percobaannya

 

Sumer foto google

Achmad Djajadiningrat , belakangan menjadi Regen di kota Serang dan Pegawai Tinggi Pemerintah , yang telah ditolongnya masuk dan menyelesaikan Sekolah Menengah belanda di Batavia.

(Robert,58)

Info terkait Achamd Djajadiningrat

Ahmad Jayadiningrat (ejaan lama sebelum EYD adalah Achmad Djajadiningrat) (lahir di Pandeglang, 16 Agustus 1877) adalah Bupati Serang (1901-1924) dan Bupati Batavia (1924-1929). Dia juga anggota dari Volksraad Hindia Timur.


Pangeran Aria Adipati Achmad Djajadiningrat lahir di desa Kabayan, Pandeglang, 16 Agustus 1877 dan meninggal
di Purwakarta, 22 Desember 1943. Ayahnya adalah Raden Bagus Djajawinata (putra Raden Adipati Aria Natadiningrat, Bupati Pandeglang), maju -thinking petugas kabupaten di Kramatwatu dan Bupati Serang. Ibunya adalah Ratu salehah, berasal dari Cipete, Serang.

Ia menjabat sebagai Bupati Serang selama periode 1901-1924, dan sebagai Bupati Batavia (1924-1929). Dia juga menjabat sebagai anggota Volksraad (Dewan Umum) dan anggota Raad van Indie (penasehat kerajaan Belanda di Indonesia).

Keluarga Djajadiningrat memiliki beberapa orang berpengaruh selama pergerakan nasional Indonesia. Kakak sulungnya, Husein Jayadiningrat, juga Bupati Serang dan salah satu pelopor tradisi ilmu di Indonesia dan pertama asli Indonesia untuk mendapatkan gelar doktor dan profesor di Indonesia.
Ahmad juga aktif di beberapa organisasi pergerakan nasional, seperti di Jamiat Kheir sebagai anggota awal.


Pada tahun 1936 ia menulis sebuah buku memoar berjudul Herinneringen van Pangeran Aria Achmad Djajadiningrat yang berisi lebih dari 37 tahun pengalaman di pelayanan publik, antara lain, sebagai Bupati Serang (1901-1927), Bupati Batavia, anggota Volksraad, anggota Raad van Indie, dan perwakilan dari Hindia Belanda sebagai delegasi Belanda di Liga Bangsa-Bangsa inGeneva, Swiss

dst….dst….dst..

1901

Tepat setahun setelah berdirinya, pada tanggal 17 Maret 1901 THHK di Batavia mendirikan sekolah untuk etnis Tionghoa dengan menggunakan bahasa Kuo Yusebagai bahasa pengantar dan kurikulum yang sudah modern.

Sekolah tersebut dikenal dengan “Sekolah Tjina THHK”. Bila sekolah-sekolah Tionghoa sebelumnya hanya diajarkan kitab-kitab Konghucu klasik  -yang bahkan murid-muridnya belum tentu memahaminya- maka sekolah milik THHK menggunakan kurikulum yang mengacu pada sistem pendidikan di Jepang. Konghucu diajarkan lebih praktis sehingga para muridnya bisa memahami dengan cepat.

Kemunculan Sekolah THHK di Batavia

membuat para pemuka etnis Tionghoa di berbagai kota mengirim surat untuk memohon pembukaan sekolah-sekolah serupa dan menjadi cabang dari Sekolah THHK di Batavia.

Namun ada pula yang menggunakan nama Sekolah THHK namun bukan cabang dari Sekolah THHK Batavia.

Situasi daratan Tiongkok yang sedang mengalami masa-masa revolusi dan masa-masa akhir dari Dinasti Qing ditambah lagi kurikulum modern yang tidak kalah dengan pendidikan Belanda menyebabkan sekolah ini dapat diterima dengan baik oleh etnis Tionghoa pada waktu itu.

 

 

 

tanggal 17 Maret 1901,

Perkumpulan THHK mendirikan sekolah yang dinamakan Tiong Hoa Hak Tong yang kemudian berganti nama menjadi Sekolah Tiong Hoa HWE Koan. Sekolah itu terletak di Jalan Patekoan nomor 31 (kini Jalan Perniagaan Raya).

 

Untuk membedakannya dari sekolah THHK lain yang banyak bermunculan di berbagai wilayah kota dan luar kota maka sekolah itu dikenal sebagai Patekoan Tiong Hoa HWE Koan School dan disingkat menjadi Sekolah PA HOA. Sekolah PA HOA merupakan sekolah Tiong Hoa pertama yang berdiri di zaman kolonial Belanda.
    Pendiri Perkumpulan THHK dan Sekolah PA HOA terdiri atas 20 orang tokoh masyarakat Tiong Hoa, sebagai berikut.

PHOA KENG HEK, KHOE SIAT TENG, ANG SIOE TJIANG, LIE HIN LIAM, 
    NIO HOEY OEN, TAN KIM SAN, KHOE SIAUW ENG, KHOE HIONG PIN, 
    KHOUW LAM TJIANG, TJOA YOE TEK, OEY GIOK KOEN, OEY KOEN IE,
    KHOUW KIM AN, LIE KIM HOK, TAN KONG TIAT, PHOA LIP TJAY,
    TAN TIAN SENG, OUW TIAUW SOEY, OUW SIAN TJENG, OEN A TJOENG

 

dst…dst…dst

Administrasi Perubahan

1900-1914

Politis Etis Dalam Negeri Dan Praktek

Di Negeri Belanda desas-desus penting berkenaan dengan Politik Etis seakan-akan kurang dikembangkan dengan prinsip-prinsip moral yang nyata disetujui setiap orang , tetapi lebih dikaitkan dengan hubungan yang berdasarkan keuangan antara Negara Induk dengan Jajahan .

(Robert,58)

7 September 1901.
Sebuah kesepakatan damai menyimpulkan antara Aliansi Delapan-Bangsa dan perwakilan dari pemerintah China Li Hung-chang dan Pangeran Ching pada 7 September 1901.
Perjanjian itu diperlukan China untuk membayar ganti rugi sebesar $ 335.000.000 (lebih dari $ 4 miliar pada dolar saat ini) ditambah bunga selama periode 39 tahun.
  Juga diperlukan adalah pelaksanaan atau pengasingan pendukung pemerintah Boxers dan penghancuran benteng pertahanan China dan lainnya di sebagian besar Cina utara. Sepuluh hari setelah perjanjian ditandatangani pasukan asing meninggalkan Peking, meskipun penjaga kedutaan akan tetap di sana sampai Perang Dunia II. [32]

 

 

 

1901

Desentralisasi dikumandangkan muali tahun ini, bersumber pada Masyarakat Kolonial Eropa, keinginan untuk menata sendiri maslah stempat akhirnya memenangkan suatu persetujuan Para Politikus di Negeri Induk. Usul ini diajukan dengan Gigih oleh D.Fock dari Partai Liberal tahun 1901 ini.

(Robert,58)

Pemilihan Umum 1901 mengubah Gambaran Politik di negeri Belanda ,partai Liberal yang menguasai politik selama lima puluh tahun telah keluar dari kekuatan politik, sibuk dengan kitab kekuasaan (Prtai liberal memegang proyek-proyek social) dan dengan agama ( pada pertengahan terakhir abad ke Sembilan belas telah diteknkan pendirian netral dalam agama), telah membuat kelompok kanan dan kelompok Agama berkoalisi yang menetapkan untuk kembali kepada prinsip-prinsip Kristen dalam Pemerintahan.

Van Deventer seorang Liberal yang tangguh, tidak terpilih untuk duduk di Parlemen dan meneruskan usahanya dari uar , dia dapat menyebabkan orang merasakan pengaruhnya.

Pidato Tahunan Kerajaan Bulan September 1901 telah menunjukkan semangat Kristen ketika Ratu berkata tentang suatau “ Kewajiban yang luhur dan tanggung jawab social untuk rakyat di Hindia Belanda”

Pesan Kerajaan ini dilanjutkan dengan menyatakan keprihatinan terhadap keadaan ekonomi yang buruk di Hindia Timur dan meminta agar dibentuk suatu Komisi untuk memeriksa keadaan ini. Dari tanggal inilah diambil tanggal Politik Etis Jajahan.

(Robert,58)

1902.

Ratu Ibu Suri Ci (Tzu) Xi , saat ini rajanya masih kecil Kang Hsu, kembali pada tahun 1902 dan terlambat mencoba untuk menginstal pembaruan ia pernah menentang.

Komentar Dr iwan

Sampai saat ini aya belum dapat memperoleh lukisan,atau foto dari para Kaisar Tiongkok,dan juga Ibu suri empress dowager Cixi, foto diatas sumbernya dari google, tetapi saya memiliki sebuah piring dengan motif rusa biru putih dan bunga lotus merah dalm gla dengan merek kaisar dinasti Qing Kang Hsu , kaisar terakhir yang dikenal dengan kaisar Puyi. Piring ini mungkin dibawa lelughur orang Tionghoa di Tangerang krena ditemukan disana.

Sedangkan yang terkait empress dowager yang saya miliki adalah prangko ulang tahunnya, prangko Tiongkok pertama yang dikenal dengan nama Naga Besar, dan prangko local dari pelabuhan-pelabuhan seperti dari Fukien yang saya dpat dari seorang Tionghoa di Padang Sumatera Barat mungkin ini dikirim keluarganya kepadanya. Lihatlah dalam CD-ROM saya

dst…dst…dst

1856

Imperial Chinese Post


After the Second Opium War (1856-1860),

under the “Treaty of Tientsin” the diplomatic envoys and attaches of Britain, France, Russia, US and other countries were entitled the rights of free travel and running postal service in Chinese territory, and the Chinese government was responsible for their safety. At that time, foreign envoys in China asked the Chinese government’s Tsungli Yamen / (Office of Foreign Affairs) to run postal service on their behalf and Tsungli Yamen assigned ICHAN (the government operated courier stations) to deliver mails for the envoys between Shanghai and Peking.

1861

in 1861

Sir Robert Hart, then the Acting Inspector General of the Chinese Imperial Maritime Customs who had the ambition to organize a modern national postal system in China emulating that of the Westerns, suggested to Tsungli Yamen that it would be to China’s advantage that a national post office be founded. But Tsungli Yamen turned it down because it would have brought him into conflict with some powerful private vested interests.(126. BACK O BOURKEstampboard)

1862

China (French Post Offices)
This refers to general issues for all French and Indo-Chinese offices in China. Various stamps of France or Indo-China were either overprinted or inscribed CHINE. Several offices had individual issues. Prior to 1894, stamps of France were used.
The offices were at Shanghai (opened November 1862), Tientsin (16 March 1889), Chefoo (November 1898), Hankow (1898), Peking (December 1900), Amoy (January 1902), Foochow (1902) and Ningpo (1902). All closed on 31 December 1922

 

1863

Im 1863 , the first local Shanghai Port stamps large dragon were issued.

In 1866,

the handling of mails of foreign envoys was reassigned to the Customs. Inspector General of Customs Robert Hart accepted to undertake the duty and set up the “Customs Postal Department” to handle mail delivery. Initially the Customs postal service handled only official documents and private letters for its staff and family members. Since 1866, it began to accept and distribute legation mail pouches. From 1867, it began to accept mail articles from foreign residents to be transmitted by Tientsin-Shanghai steamers. And in 1868, the Tientsin Customs began to accept closed mail from the Tientsin community to be transmitted to Shanghai. (126)

dst…dst…dst

1902

In April 1902 H. H. van Kol, the leader of the Dutch Social Democratic Party, visited Kartini in Jepara, and he urged the Parliament to give her a grant to study in Holland. Van Kol believed in occultism, and Kartini experimented with séances. Kartini accepted many elements of the mystical Javanese religion, and she believed that all people are brothers and sisters under one God.

The Javanese believe that an orderly inner life and good relationships with other people lead to spiritual insight. When her father became upset, the mystical Kartini was concerned that she was causing his illness. So she gave up the grant and tried to transfer it to Agus Salim.

She realized that a Javanese woman could only get away with acting unconventionally if she were married.

So she finally agreed to marry the regent of Rembang. She decided to dedicate herself to educating Javanese girls.

Komentar dr Iwan

Saya sudah melihat koleksi sejarah Kartini di rembang,disna baru saya tahu Kartini meninggal saat melahirkan putranya,mungkin karena perdarahan setelah melahirkan dan saat itu tenaga dokter maish rendah pengetahuannya,saying sekali Indonesia kehilahangan eorang wanita yang sangat pintar,mungkin bila ia hidup ia akan menyamai Bung Karno dan Bung Hatta,baru setelah Pak Harto lengser,putri Bung Karno,Megawati jadi Presiden wanita pertama di Indonesia, semoga dimasa mendatang akan ada lagi Kartini masa datng yang akan memimpin Tanah Air yang kita cintai ini

dst…dst….dst…

September 1902

Nafas Kehidupan telah dihembuskan kedalam Usaha Negara untuk menjalankan Kebijaksanaan Baru (Politik Etis) , ketika dalam bulan September 1902

A.W.F. Idenberg memulai pos Menteri Urusan Jajahan yang telah kosong selama meninggalnya

T.A.J. van Asch van Wijk.

Idenberg ,seorang opsir militer baru saja kembali ke Timur,menunjukkan dirinya sebagai seorang yang tangguh dari Partai Kristen, tetapi telah mengabil sikap yang Moderat terhadap perluasan usaha Misi di Tanah Jajahan ini.

Ia menghadapi masalah yang sulit , kegagalan hasil panen dan bahaya kelaparan di berbagai Wilayah di Jawa memerlukan tindakan secepatnya dan dalam menghadapi masalah-masalah ini tiada lain daripada mendapat pujian . Pemerapan konsep-konsep ini merupakan suatu prosedur yang lambat.

Hindia memerlukan Uang akan tetapi banyak anggota Legislatif yang secara prinsip tidak setuju terhadap suatu hutang budi ,lebihbaik meminjam uang tanpa bunga .

Untuk segi-segi keuangan dan moral daripada kebijaksanaan baru ini , pidato-pidato dan tulisan-tulisan van Deventer menjadi suatu kekuatan kekuatan pengerak yang ampuh. Ia sanggup mempopulerkan dan meningkatan pikiran dn konsep-konsepnya sendiri begitu pula dari tokoh lain yang mempunyai maksud baik, dengan demikian menciptakan suatu semangat dan peranan untukmenjalankan misi yang menyebarkan kebijaksanaan yang baru itu.

Dengan maksud baik van Deventer telah dijuluki “ Bapak Pegerakan Etis” .Dia menempatkan Kesejahteraan Penduduk Asli diatas segala-galanya dan seorang penentang kemiskinan di Jawa yang paling gigih yang menyerang praktek-praktek pemerasan yang dilakukan Cultuur Stelsel dan Tanam Paksa Tebu

(Robert,58)

Catatan Dr Iwan

Pendapat Robert van Niel ini benar,memang ilmu politik dan strateginya sangat penting dipelajari agar dapat diterapkan dimasa depan,benar juga nama Van Deventer digubnakan oleh sekolah Rekam medis di Bandung, walaupun bangsa belanda telah menjajah kita hamper tiga ratus tahun khususnya pulau jawa,Sumatra tidak begitu lama hanay hamper seratus tahun saja, walaupun bangsa belanda telah berbuat curang dan kejam kepada bangsa Indonesia, tapi untung masih ada Van Deventer dengan politik ewtisnya telah membawa kemakmuran,kepandaian,dan kemajuan seni kebudayaan di Indonesia, seperti juga dengan Jendral Toyo dari jepang,

 

Para pemimpin PRRI termasuk Prof Sumitro ayahnya Prabowo dan mertuanya Pak Harto perlu diberikan penghargaan sehingga kita bisa mengenjam situasi pada saat ini,mereka perlu diberikan gelar Pahlawan Nasional,malah juga Pahlawan Dunia,tanpa ada mereka situasi duia tidak seperti ini,jepang dan pak harto kejam,koruptor tetapi mereka telah membangun dunia,dan khususnya Indonesia, Presiden Jokowi ayo segera memberikan gelar pahlawan kepad Pak Harto dan Prof sumitro,mari kita maafkan mereka,kenanglah sisi yang positif dari merekambegitulah sifatbangsa yang beradat

dst….dst…dst..

7 January 1902

 

With the treaty signed the Empress Dowager Cixi returned to Peking from her “tour of inspection” on 7 January 1902 and the rule of the Qing dynasty over China was restored, albeit much weakened by the defeat it had suffered in the Boxer Rebellion and by the indemnity and stipulations of the peace treaty.[33] 

Tonghoa Sintang Kalimantan Barat 1902

 

Sebagai pengganti Lok Jiu Jin mengurus urusan orang-orang Cina- Tiong Hua di Sintang di angkatlah saudara kandungnya yang bernama Kwee Jiu Hai

 

 

 

 KWE JIU HAI Alias KOK JIU HOI ( Alias KWEE AHAY) dengan Surat S.P. Tuan Resident Pontianak tertanggal 5 Agustus 1901 menjadi KAPITAN DER CHINEEZEN di Sintang untuk mengatur urusan Orang-orang Tiong Hoa yang ada di Sintang.

 

Dalam Masa yang cukup lama 35 (tiga puluh lima) tahun Kapitan Kwee Jiu Hoi dukungannya dalam membantu pemerintahan kerajaan Sintang mengatur urusan Orang-orang Golongan Cina- Tiong Hoa, terutama pada masa Kekuasaan Wakil Penembahan ADE MUHD. DJOEN yang berkuasa pada tahun 1913 M  S/D 1934 M.

 

dst…dst….dst

1902

Salah satu sumber yang menghasilkan Elit Baru adalah sekolah “ Dokter Jawa “ yang telah mengadakan Reorganisasi ( pada tahun 1900-1902) dan muncul sebagai sekolah untuk mendidik Dokter Pribumi (STOVIA). Rangsangan perbaikan Sekolah tersebut padapertukaran Abad ini berasal dar Penguasa di Deli ( Sumatera Timur)

Yang terutama berminat untuk mendapatkan tenaga-tenaga Medis yang lebih baik , tetapi lebih murah.

 

Pekerja-Pekerja di Perkebunan-Perkebunan Sumatera Utara sebagian besar dimasukkan ke Sumatera dengan Perjanjian Abstrak dari Jawa , oleh karena persediaan Tenaga Buruh setempat tidak dapat memenuhi kebutuhan.

Karena persediaan dan pengurusan Buruh merupakan masalah yang lebih sudah daripada di Jawa, para Pengusaha Perkebunan pun menekankan sekali soal kesehatan Pegawainya.

Dokter-dokter Eropa sukar didapat dan mahal untuk menahannya. Pengusaha-pengusaha Kebun di deli ini melihat , bahwa jalan keluar dari kesulitan mereka adalah mendidik Orang Indonesia sampai pada batas dimana mereka akan sanggup menjalankan pekerjaan yang sebagian besar dilakukan oleh dokter yang berpendidikan lengkap.

Dibawah pimpinan

Sumber foto Dr H.F. Roll : google

Dr H.F. Rolll dan disokong oleh Departemen Pendidikan , Pendidikan Kendokteran pun dikembangkan. Sekolah ini sekarang memberikan enam tahun pendidikan untuk menyambung tiga tahun tingkat persiapan bagi sebagian mahasiswa.

(Robert,58)

 

 

Info terkait

Sejarah Kesehatan Indonesia dapat dibaca dalam buku elektronik dr Iwan Koleksi sejarah Kesehatan Indonesia

Koleksi Sejarah Kesehatan Indonesia

(Indonesia health History Collections)

dst…dst…dst

Sejarah Berdirinya STOVIA


Kekhawatiran akan kurangnya tenaga juru kesehatan untuk menghadapi berjangkitnya berbagai macam penyakit berbahaya di wilayah-wilayah jajahannya, membuat pemerintah kolonial menetapkan perlunya diselenggarakan suatu kursus juru kesehatan di Hindia Belanda. Pada 2 Januari 1849, dikeluarkanlah Surat Keputusan Gubernemen no. 22 mengenai hal tersebut, dengan menetapkan tempat pendidikannya di Rumah Sakit Militer (sekarang RSPAD Gatot Subroto) di kawasan Weltevreden, Batavia (sekarang Gambir dan sekitarnya

 

Di Hindia Belanda pada tahun 1851

mendirikan sebuah sekolah kedokteran, dokter pertama sekolah Djawa dan Sekolah Kedokteran kemudian disebut (Sekolah Sampai Training Of Dokter Pribumi).

Untuk waktu yang lama itu hanya terbuka untuk anak laki-laki pribumi. Mungkin Aletta Jacobs, dokter wanita pertama di Belanda, mempengaruhi penerimaan anak perempuan ke Falkutas Kedokteran

dst….dst…dst..

1902

 

Sejak 1902 Sekolah Kedokteran adalah calon untuk ujian masuk tertulis. Setelah Marie Thomas ini berhasil, ia pindah ke Batavia jauh. Mungkin dia menemukan tempat tinggal dengan kerabat atau orang-orang dari Minahasa, tempat kelahirannya.

 

Di sekolah dia adalah satu-satunya gadis di antara sekitar 180 anak laki-laki dan dua tahun kemudian sesama mahasiswa, Anna Warouw, bahkan dari Minahasa terdaftar.

Source

Dear Iwan Suwandy,

My name is Liesbeth Hesselink, I am a Dutch PhD specialized in the medical history of the Dutch East Indies. At the moment I’m among others busy working on a biography on Marie Thomas, the First female doctor of Indonesia.

A friend of mine took my attention to http://iwansuwandy.wordpress.com/2012/10/12/koleksi-sejarah-kesehatan-indonesiahealt-history-collections/ F

irst I was very happy to find information on her. But there after I was quiet astonished to find that my research was the source of almost all the information without my name being mentioned. Therefore I kindly ask you to mention my name as one of the main sources of the information.

Sincerely yours,

Dr. Liesbeth Hesselink

Reply Forward Iwan Suwandy to Liesbeth

Dear Liesbeth Hesselink, the info I have upload in internet only the sample not complete,the complete one were in the CD-ROm and your name will apear there

thanks for contact me

dst…dst…dst..

Komentar Dr iwan

Saat praktek kerja dan assitensi Pulmonologi di Bukittinggi dengan prof DR Ilyas Dt batoeah almarhum,saya tiap hari berjalan dibekas rumah Marie Thomas dan jyuga bertugad di RSU Bukittinggi,dan say memiliki surat kabar berita duka menuinggalnya Dr jusuf suami marie Thomas tahun 1960 saat PRRI telah ditaklukan APRI dari Pusat jkarta,untuk lebih lanjut silahkan baca kisahnya dalam buku karangan saya Koleksi sejarah PRRI dan koleksi sejarah kesehatan Indonesia yang sgera akan diterbitkan sesudah buku ini.

dst…dst…dst..

The Chinese Ancestor Sumatra

Colonial Era

Tjong Jong Hian, kapitein der Chinezen te Medan

Created By

Dr Iwan Suwandy,MHA

Copyright @ 2014

 

Kapitan Tionghoa Tan Tang Ho the owne of Seng Hap fisrst deparment store at Kesawan medan,the grandgrandPan from DR MED Supit SpM ‘s mother.

 

 

Seng Hap Deppartmen store Kesawan Medan

Owner of the Kapitan TionghoTan Tek Ho

Kesawan medan postcard

the old central square of Medan, the Lapangan Merdeka (Independence square), in former times called Esplanade. Along this square are the central buildings of the town, some of them originating from colonial times like the Lonsum building of the British Harrisons & Crosfield company, in former days called the Julianagebouw, build in 1911, the offices of the Netherlands Indian Trading Bank and the Netherlands Trading Company build in the 1920s, the old town hall from 1908, the office of the Bank Indonesia, dating back to 1907, Hotel Dharma Deli (hotel De Boer) build in 1898 and the postoffice from 1911.

 

 

The second route goes through different ethnic quarters of Medan, first through the Chinese quarter where you can still see remnants of traditional Chinese shophouses. Further on do you pass by examples of the Amsterdam School of Architecture like the Catholic Church and the swimmingpool. The second part of this route goes via the so called Sultans-kampong, the grounds of the Sultan of Deli. Here we pass by the beautiful Grand Mosque from 1906 and the Maimoon Palace from 1889, both build by Dutch architects. From the Sultanskampong we drive through the oldest street of Medan, the Kesawan, with many remnants of days gone by like the AVROS and Varekamp buildings, Tip Top restaurant, the Tjong A Fie mansion, the Stork building and the former department store of Seng Hap

Source

trijaya-travel

 

Bilding No. 3B-021
  Name : 
  Name [ past ] : SENG HAP DEPARTMENT STORE
  Adress : JL.A.YANI No.
  Completion Year : 1900
  Designer :

   

Size : 2
  Use [ present ] : empty
  Use [ past ] : department store
  Special Feature : Corinthan colums
  Corrent Owner : 
  Ethnic Identification Number : 10
  Religion Number : 
  Notes : 
  Architectural Evaluation : A
  Condition of Preservation : D
  Team : 3
  Surveyer : ARI-Yamoto
  Date : 10-Dec-02

Martua SitorusThio Seng Hap Founder Of Wilmar

08.03 / COMMENTS (0) / BY AIRLINES STEWARDESS


Martua Sitorus

(Thio Seng Hap or Ahok)

is the founder of Wilmar International Limited, one of the biggest agrbusiness companies in Asia. The company, based in Singapore, most authentic production activities in Indonesia. In this country, Wilmar has approximately 48 operating companies. One of them is PT Multimas Nabati Asahan, which produces branded cooking oil Sania. At the end of 2005, a formal business group named Wilmar International Limited has total assets of U.S. $ 1.6 billion, total revenues of U.S. $ 4.7 billion, and net profit of U.S. $ 58 million. 
More than that, the founder of Indonesia Wilmar is named Martua Sitorus. The man is 46-year-old comes from Siantar, North Sumatra. He is a graduate in economics from the University HKBP Nommensen, Medan, North Sumatra.
 
Initially Martua traded palm oil and palm oil small in Indonesia and Singapore. Gradually the business grew rapidly. And, in 1991 Martua able to have their own oil palm plantation area of 7100 hectares in North Sumatra. In the same year he managed to build a processing plant palm oil first. In 1996 Martua expand to Malaysia to build oil processing plant palm there.
 
Not satisfied with that, Martua begin to look downstream business (derived products) are more valuable. In 1998 Martua for the first time building a factory that produces specialty fats. Then in 2000 he also launched a consumer products brand Sania cooking oil.
 
Furthermore, year after year Martua growing business to become one of the largest agribusiness companies in Asia are integrated from upstream to downstream. As of December 31, 2005, Wilmar has a total land area of oil palm plantations 69,217 hectares, 65 factories, seven tankers, and 20,123 employees. Wilmar exports its products to more than 30 countries. Peak, Wilmar Martua record on the stock exchange in Singapore in August 2006 with a market capitalization reached U.S. $ 2 billion.
Thanks to his success, the figure Martua Sitorus also more prominent in the global business stage. Forbes magazine put Martua in ranked 14th in the list of 40 richest people in Indonesia in 2006. Net worth estimated at U.S. $ 475 million. “Palm Oil King”, so called figure Martua Forbes.
 
Derom Bangun, chairman of the daily GAPKI (Indonesian Palm Oil), have been known Martua more than 10 years ago. And, he knew Martua success rate as now because of countless entrepreneurs who dared to enter the territories of new business. “He was brave enough to take risks, so quickly did he get a chance,” he said.
 
Bungaran Saragih also argues matching. Former Minister of Agriculture had also been long recognized, and he saw Martua Martua as a young entrepreneur who is very dynamic, lots of ideas, and creative. “However, he is quite a low profile or do not want to stand out,” the value of IPB’s teacher.
 
A good friend who is reluctant Martua reveal unnamed original Martua, who has a nickname Hok, known only as a small supplier of palm oil. “He was a lot of buying oil from countries and companies to sell more abroad,” he explained. However, because Martua which also named Hap Seng Thio this is a very low profile, not many people who know the business progress. “So, we were surprised too after seeing he was able to become a big business,” he said.
 
Martua good friend was estimated Martua business can grow as fast, but was aggressive, he managed to catch the opening of sales opportunities in palm oil production plantation companies before state, the New Order era, only one controlled by the conglomerate group in Indonesia. Moreover, because the nature of export, Martua business undisturbed by the 1997 monetary crisis. Source Warta Ekonomi indicate if a big company in Jakarta that the crisis affected the average employee would have to cut earnings by 2.5%, then the employees get the benefits Wilmar crisis instead of 2.5%.
 

Martua Sitorus partnering with Kuok Khoon Hong 
However, Martua Sitorus not alone in developing Wilmar Corporation. In the late 1980s, he established trading partnership with Kuok Khoon Hong. 57-year-old man was Robert Kuok’s nephew, the king of the sugar business and property Malaysia. Both agreed to develop the business together. Wilmar own name mentioned is actually an abbreviation of both their names, namely William, a nickname Kuok Khoon Hong, and Martua Sitorus. They both are significant owners of Wilmar Holdings Pte Ltd (a holding company Wilmar International Ltd.). Both share the task, Kuok Khoon Hong as chairman & CEO and Martua as chief operating officer (COO) Wilmar International Ltd..
 
Martua Sitorus large family also play an important role in developing Wilmar Corp.. Wife (Rosa Taniasuri Ong), brother (Dual Sitorus), sister (Bertha, Pearl, and Thio Ida), and in-laws (Suheri Tanoto and Hendri Saksti) Martua held various key positions in Wilmar Corp.. In fact, Hendri Saksti entrusted to the head of Wilmar’s business operations in Indonesia.
 
Hendri Saksti is not new to the oil business. President Director of PT Cahaya Kalbar Tbk. This began to join the Wilmar Corp.. as a branch manager of business operations Wilmar palm oil in Indonesia and later was appointed as finance director of Wilmar operations in Indonesia in 1996. Darius Na, former director of PT Cahaya Kalbar Tbk., Revealed previously Hendri also had a career in PT Astra Agro Lestari Tbk. Darius describes the figure as a businessman Hendri strict enough and have a business vision to always try to enlarge the capacity. “He counted the number of people who prioritize,” he said.
 
Now, business Martua and Kuok Khoon Hong continues to grow. During the first nine months of 2006, revenues Wilmar Corp.. rose 7.8% to U.S. $ 3.7 billion compared to the same period of 2005 amounted to U.S. $ 3.4 billion. The net profit during the first nine months of 2006 grew 56.4% to reach U.S. $ 68.3 million compared to the same period of 2005 amounted to U.S. $ 43.6 million.
 
Mergers and Business Plan Biodiesel
 
Currently there are two issues that are sticking out of the Wilmar Corp.. First, the merger plan and business lines Wilmar Kuok Group, owned by tycoon Robert Kuok, in the field of agro-business (PPB Oil Palms Berhad, PGEO Group Sdn. Bhd., And Kuok Oil & Grains Pte Ltd). The merger transaction value reached U.S. $ 2.7 billion. This merger is expected to make Wilmar as one of the 15 largest companies in the Singapore stock exchange by market capitalization value. Therefore, this merger will provide an estimated potential Wilmar market capitalization of U.S. $ 7 billion. This merger is also expected to generate combined revenues of U.S. $ 10 billion and net income of U.S. $ 300 million during the first nine months of 2006.
 
Warta Ekonomi sources say the merger would not step out of the situation that occurred in the family tycoon Robert Kuok. Conglomerates grew older, but he did not feel comfortable submit agribusiness line Kuok Group to his children, so he turned back to the Kuok Khoon Hong, his nephew. In the beginning, actually Kuok Khoon Hong is also encouraging people agribusiness line Kuok Group. “However, because there are differences in vision, Kuok Khoon Hong Kuok opt out of the Group and pioneered their own business with Martua Sitorus,” he said. Kuok Khoon Hong obtain supplies of palm oil from Martua and he then exported to various countries. “The combination of these embryos appeared Wilmar,” he explained.
 
Second, Wilmar expansion plans into the biodiesel business. No half-hearted, they immediately kicked off with the construction of three biodiesel plants are scheduled to be completed this year was built entirely. Each has a production capacity of 350,000 tons per year so that the total capacity reached 1.050 million tons per year. So far, there are no biodiesel plants owned by other companies in the world which has a production capacity of Wilmar. In addition, if the merger plans were realized, the biodiesel plants owned PGEO Group Sdn. Bhd.. with a capacity of 100,000 tons per year will further strengthen Wilmar biodiesel business.
 
According to Alex Umboh, head of legal and corporate affairs Wilmar Corp.. in Indonesia, Wilmar biodiesel business is prospective because the demand was a lot. Apart from their own domestic demand also came from Europe, China, and the United States. Wilmar was ready memasoknya. “At Dumai’s industrial area (where the three biodiesel plants located Wilmar), we also have been equipped with a port in,” said Alex. So now not only Martua deserve the name “palm oil king of Asia”, but also deserve to be called “king of biodiesel world”.

Related Posts : Martua Sitorus

Onderafdeelling Beneden Deli(Medan)

Major der Chineezen Khoe Tjin Tek

Luitenant der Chineezen medan Oei han Tiong                                                                                                    Luitenant der Chineezen Laboeandeli : Hsu Hua Chang                                                                                             Luitenant der Chineezen Belawan : Oey Chin Kiat.

PEMATANGSIANTAR

 

Afdeelling Deli en Serdang (Medan)

Onderafdeelling Beneden Deli(Medan)

Tjong Yong Hian – Majoor Medan

Tjong A Fie – Majoor Medan;

 

Major der Chineezen Khoe Tjin Tek

Luitenant der Chineezen medan Oei han Tiong                                                                                                    Luitenant der Chineezen Laboeandeli : Hsu Hua Chang                                                                                             Luitenant der Chineezen Belawan : Oey Chin Kiat.

 

Dear Dr. Iwan,

I read your blog on history of Padang , Sumatra and enjoyed the nostalgia…

Perhaps with luck, u may know something of other historical TiongHua communities in Sumatra- am interested to know more about

Khoo Cheow Teong

who was a active trader from Tanjong Balai, Asahan( east coast, North Sumatra ) in 1900s.

He had two sons; Khoo Sian Wei and Sian Ewe, the former stayed back in Asahan whilst the father and second son, Sian Ewe lived a active biz n social life in Penang.

I am a descendant but have no contact or knowledge of their family or biz in Asahan.

Now am trying to catchup and wonder if you can kindly share what u may know or refer me to sources ( clan associations? Newspaper reports? Museum? Archives? English, Jawi or Dutch language?? Etc) and people who may know the Khoo family.

Thanks for yr help,

rgds Robert Yeap

Sent from my iPad

Dear Dr. Iwan,

I read your blog on history of Padang , Sumatra and enjoyed the nostalgia…

Perhaps with luck, u may know something of other historical TiongHua communities in Sumatra- am interested to know more about Khoo Cheow Teong who was a active trader from Tanjong Balai, Asahan( east coast, North Sumatra ) in 1900s.

dst….dst…dst..

in 1875,

Cheong Fat Tze commenced business in Penang in partnership with Lee Ah Ghee (Captain of Batavia) and Wong Boon Sin, under the name Chop Thio Joo Hoe at 15 Pitt Street.

1876

The Two river Tobacco EstateDeli in 1876

 

Close up

Estate name plank

 

Administrator

 

Controller

Three Chinese Guards

Worker with controller,guards and Administrator

The Two river Tobacco EstateDeli in 1876

 

1878

Lamp

roof

window

Front house

 

The kapitan cina deli

 

 

 

The crystal drinking bottle on the table

 

 

 

Right side

  

Left side

The 20 flower pots terawangan Of Kapitan Cina deli front houseu

Kapitan cina deli horse carriage and Driver(kusir delman bendi) at the front of his house in 1878

1879

 

The I house’s interior Of Private Tobacco Platantation

 

 

 

The old Lamp and the deer horn; shanging hats at that house

 

The terawangan pot and foot stand

The round marmer Table and muebeluer

 

 

 

 

 

 

 

Lamp

White statue on the piano

The brass Fruit foot stand plate on

Table muebeluer

Interior of the particulier house of

at Sungei Bras deli in 1879

Close up

 

Kampong lalang deli 1878

In 1879,

Cheong Fat Tze purchased a steamer, the Raja Kongsi Aceh, which plied between Penang and Aceh.

1879

Close up

 

 

Plantation Worker

 

 

 

 

Chinese Plantation controlmans

dutch Plantation controlman

 

Indian Plantation controlman

 

Javanese Plantation controlman

 

 

Administrator and their wife

Chrystla wine dring sets

 

 

 

Administrator House

 

Administrator with his wife on horse carriage in the front of house

 

 

 

 

 

 

 

Right side

leftside

Office helpers

 

ThePersonal of Timbangandeli Plantation Factory at Loeboek Pakan in 1879

 

1880

According to the magazine in 1880, the city of Pariaman were the ship port, like the Port of Bengkulu and Sibolga

(Said Zakaria,1930,Handwritten Document Book)

 

 

 

 

1880

Kapitan Cina Laboehan deli in 1880

dst….dst…dst

Abad ke 20

Awal Abad ke 20

Kejayaan Deli pun masih dapat kita saksikan hingga saat ini, yaitu Istana Maimun dan Masjid Raya Al-Mahsun. Kedua bangunan monumental itu didirikan oleh sultan ke-9 Kerajaan Deli, Sultan Ma’mun Al-Rasyid Perkasa Alamsyah, pada awal abad ke-20.


Pada saat itu, Medan telah menjadi kota niaga yang berkembang pesat. Hubungan raja dengan asing (Belanda) untuk membuka lahan tembakau, semakin meramaikan lalu lintas barang di kota ini. Tembakau Deli pun dikenal luas sebagai tembakau kelas 1 karena ditanam di lahan yang sangat cocok, demikian setidaknya papar Profesor Abdul Rauf dari Universitas Sumatera Utara (USU), saat diskusi dengan Tim EGI 2009 Sumatera Utara (Selasa, 19 Mei 2009
).

1900

Kapitein der Chinezen Tjong Yong Hian met zijn vrouw en acht kinderen te Medan

 

Hingar bingar perdagangan di Medan pun tidak dilakukan sendiri oleh Kesultanan Deli. Selain Belanda sebagai pemilik modal, orang Jawa turut serta didatangkan ke Tanah Deli sebagai tenaga ahli di bidang pertanian tembakau, sedangkan orang China sebagai pemasarannya. Suatu kolaborasi etnis yang hingga kini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Medan.

 

dst…dst…st

 

16 April 1901

Not many time after the birth of tengku Otteman lahir, his mother Tewngju Muheran was died.

6 april 1901 tak berapa lama setelah Tengku Otteman lahir, tengku Maheran pun ,eminggal dunia

(Dr iwan, Deli history collection)

6 juni 1901

Bung Karno, lahir di Blitar, Jawa Timur, 6 Juni 1901 dan meninggal di Jakarta, 21 Juni 1970.

Ayahnya bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo dan ibunya Ida Ayu Nyoman Rai.

Semasa hidupnya, beliau mempunyai tiga istri dan dikaruniai delapan anak. Dari istri Fatmawati mempunyai anak Guntur, Megawati, Rachmawati, Sukmawati dan Guruh. Dari istri Hartini mempunyai Taufan dan Bayu, sedangkan dari istri Ratna Sari Dewi, wanita turunan Jepang bernama asli Naoko Nemoto mempunyai anak Kartika..

 

Masa kecil Soekarno hanya beberapa tahun hidup bersama orang tuanya di Blitar. Semasa SD hingga tamat, beliau tinggal di Surabaya, indekos di rumah Haji Oemar Said Tokroaminoto, politisi kawakan pendiri Syarikat Islam.

Kemudian melanjutkan sekolah di HBS (Hoogere Burger School). Saat belajar di HBS itu, Soekarno telah menggembleng jiwa nasionalismenya.

 

Sumber

indonesiaku.esc-creation

 

1902
  Mohammad Hatta saat lahir
di Aur Tajungkang Bukittinggi pada 12 Agustus 1902

1902

Javasche bank Informations

25/04/1902 – xx/xx/1907 A.F. van Suchtelen
By decree of April 25, 1902, Van Suchtelen was appointed as Director of the Javasche Bank. Prior to that, Van Suchtelen was agent at the Semarang branch of the Bank.

17/04/1907 – 31/10/1912 E.A. Zeilinga Azn. 
Zeilinga started his position as Director of theJAvasche Bank on April 17, 1907. When Vissering resigned as President in 1912, Zeilinga succeeded him per October 31 of the same year.

01/04/1908 – 01/07/1920 J. Gerritzen (LL.M.)
Gerritzen, born in Soerabaya in 1869, started as Director of the Javasche Bank on April 1, 1908. Prior to this Gerritzen was a lawyer at the High Court in Batavia. He held the position of Director for more than 12 years until it ended at July 1, 1920. After that Gerritzen returned to the Netherlands adn was a member of the Dutch parliament from 1922 to 1925. In 1926 Gerrtizen published “De Welvaart van Indië” containing the text of a number of his speeches about the economy of  the Netherlands Indies. He died on December 10, 1941 in The Hague.

 

Bankbiljet van vijf gulden
ondertekend door J. Reijsenbach, president 1898-1906
en J.F.H. de Vignon Vandevelde, directeur 1898-1906,
hoewel directeur tekent hij als scretaris

dst….dst…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s