INDONESIA EARLY 20th CENTURY HISTORY COLLECTIONS(CONTINUE SAMPLE)

1915-1927

Koleksi Sejarah Indonesia

Awal Abad ke Dua Puluh

Bagian kedua

1915-1927

Oleh

Dr Iwan Suwandy,MHA

Edisi Terbatasaa Buku Elektronik Dalam CDS-Rom

Khusus Untuk Kolektor Senior Indonesia

Hak Cipta @ Dr Iwan

Sponsored By

 

Source

mail.google.com

 

 

 

1915

1916

Jendral sudirman lahir di Purbalngga 24 januari 1916, masa muda beliau sangat aktif dikegiatan Pramuka

Sumber

creatorzbangsa.forums

Komentar Dr Iwan

Ternyata info tersebut diatas tidak tepat karena dalam buku almanak Muhamaddiyah 1959, Sudirman dilahirkan hari senin , 7 Pebuari 1916 di Desa Bodaskarangjati , Kecamatan dan Kabupaten Rembang , Djawa tengah.

Ayahnya bernama Karsid Kartawiradji, danibunya Sijem , tetapi sejak kecil sampai ewasa diasuh dan dibesarkan oleh ayah angkatnya R. Tjokrosoe arjo, camat Rembang karena beliau sendiri tidak mempunyai anak. Pak Tjokro inilah yang member nama kepada soedirman. Beliau sendiri adalah suamai dari saudar tua ibu Soedirman.

Sebelum Soedirman berumur satu tahun Beliau dipensiunkan dan bersama keluarganya kemudian pindah ke Tjilatjap. Dalam kepindahan ini ikut juga keluarga Karsid Kartawiradji, ayah bunda Soedirman sendiri.

Setelah beberapa tahun di Tjilatjap, lahirlah adik Soedirman yang bernama Samingan, adik satu-satunya dari Sodirman

(sumber almanac Muhamadiyah,1959)

Terlahir dari pasangan rakyat biasa di Purbalingga, Hindia Belanda, Soedirman diadopsi oleh pamannya yang seorang priyayi.

Sumber

Wiki

1916

Setelah keluarganya pindah ke Cilacap pada tahun 1916, Soedirman tumbuh menjadi seorang siswa rajin; ia sangat aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler, termasuk mengikuti program kepanduan yang dijalankan oleh organisasi Islam Muhammadiyah.

Saat di sekolah menengah, Soedirman mulai menunjukkan kemampuannya dalam memimpin dan berorganisasi, dan dihormati oleh masyarakat karena ketaatannya pada Islam.

Sumber

wiki

1916

Pompstation, vermoedelijk van de Perlak Petroleum Maatschappij te Perlak in Oost-Atjeh in 1916

1918

In 1918 Swart in the rank of lieutenant general retired.

 

On August 12, 1918

appointed vice-president of the Council of the Indies to 1922. He received his military operations for the Military Order of William 2nd class .. Pm

 

 

The end of atjeh war,the meeting between Panglima Polim and

general van Heutz.also the Kapitan Cina aceh exist too

 

1916

 

ARIE SMIT (b. The Netherlands 1916)
Bali hill country
signed and dated ‘arie smit/’96’ (lower left), signed, dated and titled (on reverse)
oil on canvas
22 x 30 in. (56 x 76 cm.)
A certificate of authenticity from Neka Museum, dated 12 May 1998, accompanies this painting.

Literature

Agus Dermawan T. Bali Bravo – Lexicon of 200 Years of Traditional Balinese Painting, Panitia Bali Bangkit, 2006 (illustrated in colour p.32).

 

 

.

 

 

 

 

 

Smit, Arie. (b. Netherlands, 1916). Two white figures carrying baskets on their heads, walking toward a pink temple. Oil and acrylic on canvas Signed l.r., “Arie Smit “96”. In gilt frame. 9 1/2″ x 13 3/4″. Frame: 15″ x 19 1/2″. Property of a private collector.

 

 ETC..ETC..ETC

1918

WalterSpies

Dalam menciptakan citra idyll Bali, pengaruh pelukis Jerman, fotografer dan musisi Walter Spies (1895-1942), yang dibuang oleh Belanda dari rumah angkatnya, masih terlihat dan nyata hari ini ..

Sebagai seorang pemuda, Walter Spies pindah dalam masyarakat yang tinggi; avant garde budaya pra-perang Moskow, kemudian di Berlin dan Dresden, Jerman, di mana ia pindah pada tahun 1918.

etc…etc…etc

1921

Ibu Siti Oetari

Ibu Siti Oetari merupakan istri dari Presiden Indonesia pertama Soekarno. Soekarno menikahi Oetari usianya belum genap 20 tahun. Siti Oetari sendiri waktu itu berumur 16 tahun. Soekarno menikahi Oetari pada tahun 1921 di Surabaya. Sewaktu itu Soekarno menumpang di rumah HOS Tjokroaminoto ketika sedang menempuh pendidikan di sekolah lanjutan atas.

 

Beberapa saat sesudah menikah, Bung Karno meninggalkan Surabaya, pindah ke Bandung untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi di THS (sekarang ITB). Soekarno kemudian menceraikan Oetari.

1920-1921
Hatta treasurer of Jong Sumatranen Bond in Jakarta and take care of magazines Jong Sumatra (1920-1921)
 

1920

Selepas lulus HBS tahun 1920, Bung Karno pindah ke Bandung dan melanjut ke THS (Technische Hoogeschool atau sekolah Tekhnik Tinggi yang sekarang menjadi ITB).

etc…etc..etc

Menurut R.Diaz seorang Eurasia ex Tentara KNIL, dalam bukunya Cerita Belanda Indo dapat ditemukan beberapa hal menarik yang jarang kita dengar danbaca slama ini,mari baca dan ingat baik-baik, britahu semua orang khususnya generasi penerus bagaimana situasi di Negara Indonsia yang kita cintai bersama pada saat masih dijajah Belnda dan bandingkan dengan keadaan saat ini. Dalam hal ini mengena orang Kubu, saya pernah ketemu oang Kubu waktu jalan darat dari muara tebo ke Muara Tembesi menuju Jambi, sungguh tak disangka ,kami pernah ketemu dua kali,pertama ada anak-anak telanjang menyetop Mobil saya Hartop Diesel BJ 40, dan kemudian diserbu wanita-wanita dan orang dewasa posturnya masih seprtif foto lama diatas yang saya aperoleh dari arsip tropen museum, ehingga terpaksa diberikan uang koin-koin saat itu,mereka mengacungkan tumuhan seperti umbi-umbian katanya untuk obat. Padatahun berikutnya ini sekitar tahu 1983-1984 saya sudah siap,saat ini bersma isteri begitu sampai dibelokan dan liwat orang kubu saya mundurkan mobil masukkan double garden dan tekan gas berulang lalu dengan cepat menerobos mereka ,rupanya mereka takut dan lari,dan slenajutnya tahun-tahun berikut sudah kelihata mereka pakai baju masuk desa-desa skitar wilayah tersebut, nah bagaimana situasinya saat masa jajahan Belanda. Baca dibwah ini. Etelah membaca dengan saksama info dibawah ini saya jadi ingat ,umumnya Orang kubu kulitnya banyak panunyam sehingga orang yang banyak penyakit kunit panu kami sebut orang kubu,tetapi dikedokteran di sebut Jamur,

etc..retc..etd

 

Radio and telegraph communication in

the Dutch East Indies.

Menurut R.Diaz dalam bukunya Cerita belanda ndo dapat ditemukan beberapa hal menarik yang jarang kita dengar danbaca slama ini,mari baca dan ingat baik-baik, britahu semua orang khususnya generasi penerus bagaimana situasi di Negara Indonsia yang kita cintai bersama pada saat masih dijajh Blnda dan bandingkan dengan keadaan saat ini.

1922

The archipelago was before the emergence of radio

communication dependent upon trustworthy

telegraph connections. In order to install a telegraph

service for the archipelago, telegraph lines and sea

cables were necessary. Around 1922 the sea cable

network in the Dutch East Indies consisted of a

length of 12.500 kilometres. The purchase of sea

cables and the maintenance thereof was very

expensive and the cables had a short lifespan.

This was the reason to change as quickly as

possible to the fast developed radio technique.

Better results were obtained, taking into account the

long distances, by using short wave transmitters

and receivers and it was less expensive.

Transmitter and receiver stations were constructed

in many places of the outer regions. They were now

able to communicate back and forth. Batavia

became the main station for radio communications.

The transmitter and receiver station was installed on

the Bandung high plateau and communicated with

larger places such as Medan, Makassar and

Menado. In turn, these places served as relay

stations for the smaller places. Around 1940 all the

landlines and the sea cable network was replaced.

 

1922

 

Menurut I.F.W. der Muelen(PD Direktur Pengjaran Hindia belanda tahun ini) , telah masanya mengadakan pengawasan Penguasa Setempat dan akan diawasi sekolah Partikulir Indonesia dan Tjin yang tidak bersubsidi, karena makin berkembang suasana Anti Belanda berhubung dengan melonjaknya Nasionalisme.

Tetapi dalam kenyataannya terjadi pengurangan pengajaran biaya Pengajaran, sehingga menimbulkan kegelisahan dan orang tua yang mengorbankan segala-galanya untuk mendidikanaknya ,keadaan dmikikian dipoltisir oleh kaum komunis.

Kisah selanjut baca tahun 1925.

(Taman siwsa,1970)

 

etc..etc..etc

Tahun 1924 ini adalah tahun istimewa,Indonesia era Hindia belanda sngat tenang karena d Euro sudah hancur akibat perang duia pertama dan hitler bersiap untuk menguaai dunia bersama jepang, Indonesia terkenal dengan banyaknya lukisan-lukisan,pelukis euro banyak yang datang ke Jakarta,Bandung dan bali,juga datang imigran dari Tiongkok ke tamabang Timah di Bangka Belitung dan kebun tembakau an kret di deli , terkait ini juga saya temukan beberapa dokumen terkait kebun di dfeli dan tambang Timah di Bangka-belitung berupa surat keterangan kelahiran dan smeacan kartu identitias Orang tionghoa di tanjung Pandan Belitung,masih bisa ditemukan tahun 2015 merupakan suatu penemuan luar biasa ,akan saya upload dan segera anda bisa melihatnya, komentar tenang hal Timah hasil tembang disana saat itu dimana banyak Imigran ari tiongkok dtang beekerja disana ,baca kisan Belanda Indo R.Diaz dibawah ini.Timah adalah mineral yang sngt mahal saat ditemukan ,malah ada ibuat jadi koin local sepertimirip koin Tiongkok lama dan sampai sekarang masih dicari juga,dan malah putra Tionghoa jadi Gubernuk DKI Jakarta namanya A Hok alias Bambang Tjaja Purnama.Cerita lengkap tentang Bangka Belitung dapat and abaca dalam CD-Rom tersediri Bangha History collections dan Koleksi sejarah leluur Tionghoa Sumatera hasil penelitian saya. (komentar Dr Iwan)

 

Tin is mostly found in certain rocks. After heating the rocks in a refinery process, the tin is extracted as white shiny metal.

 

Tin is very pliable and can by normal temperatures be press rolled to very thin sheets such as tinfoil or silver paper.

 

Tin became an important merchandise article in the 18th century because of these properties, because of the enormous export possibilities to China.

 

The V.O.C. ordered tea from the Chinese and paid with tin, which needed much tinfoil. The Chinese used tinfoil at their religious ceremonies as a symbolic replacement for the offers of silver gold.

Most of the tin came from the islands of Bangka, Billiton and Singkep, located on the east coast of Sumatra.

The in 1924 founded joint venture mining company of Billiton absorbed the three separate companies. In fact, it was a new corporation consisting of the three previous companies and the

government. Not only on land, but also at sea large

dredging machines were used to win tin rock.

 

1925-1934

 

antara tahun 1925 Moh Hatta ditangkap dan dibuang ke Digoel tahun 1934. Sudjadi merupakan teman dekatnya.
Ini mungkin perjalanan panjang dialektika pikiranmu yang terus optimis dengan perubahan.

Sebagai pembaca marx yang baik kau percaya pada dialektika dan perubahan, sehingga kau terus optimis dari negeri yang terpisah ribuan kilometer. Walau tak semuanya berjalan mulus.

Mungkin ini Hatta yang pertama ketika usulmu agar para intelektual di tanah air mendirikan ‘ Syarikat Rakyat Nasional Indonesia ‘ ternyata tidak mendapat sambutan dari kalangan Algemeene Studieclub ( Kelompok Studi Umum ) yang berdiri di Bandung 29 November 1925 atas prakarsa Sukarno, Anwari, Iskaq dan Tjipto Mangunkusumo.
Kau menginginkan sebuah partai radikal, non koperasi, yang berhaluan kebangsaan yang dapat menggerakan massa untuk cita cita kemerdekaan. Sebuah partai sebagai pendidik massa. Sementara Sukarno, kelak sahabatmu juga, seorang pendorong agitasi masa, yang berbeda dengan sikapmu untuk membentuk kader kader terdidik dalam organisasi. Kelak mereka malah mendirikan PNI
.

Hatta memang seorang demokratis sejati. Sesungguhpun partai yang kau cita citakan tidak tercermin dalam PNI, namun kau menerima sebagai kenyataan yang perlu didukung. Kau sadar, jauh dari dari Indonesia. Berbeda dengan Soekarno yang secara psikologi lebih memahami keadaan sehari hari di Indonesia.
Walau berbeda kebijakan dengan pemimpin PNI.

Hatta tetap menjadi garda terdepan yang membela pergerakan nasional mereka di negeri Belanda.

 

Perkembangan pergerakan nasional di tanah air membuat Hatta semakin kecewa justru PNI dibubarkan setelah appel Sukarno dan kawan kawan ditolak pengadilan tinggi.

Hatta masih mengimpikan menjadi anggota PNI bila kembali ke Tanah Air. Kini hanya jeritan dalam suratmu,
“ PNI ditikam dengan keris sendiri dan dikuburkan selagi jiwanya masih teguh. Hati siapa yang tak luka melihat partainya dibubarkan, sebelum hak dipertahankan sampai sehabis habis daya upaya ? “

 

Kritikmu menuai kecaman dari dalam negeri. Yamin bahkan mengatakan bahwa Hatta,de eeuwige student – mahasiswa abadi itu – sebaiknya pulang saja dan berjuang di tanah air, daripada hanya mengkritik dari jauh.
Bagimu, konsistensi perjuangan yang selalu kau pegang. Berjuang adalah berkurban.

Ini tetap diperlihatkan setelah kau pulang. Kau selalu menganjurkan jangan jadi pemimpin bila takut berkurban.
Sedikitpun kau tak gentar meneruskan PNI baru sekaligus menerbitkan harian ‘ 
Daulat Ra’yat “.

 

Nama ini benar benar mencerminkan pahammu tentang demokrasi. Bahwa bukan pemimpin yang menentukan segala galanya, melainkan rakyat.

 

 

Sumber

 

.imanbrotoseno

 

 

 

 

1925

MISS RIBOET ODEON DARDANELLA ,JASIDI SONG, BEKA RECORD

 

 

 

 

Iklan Dardanella.(Dardanella operate label promotion)

Two biggest native Indonesian operates were deveoloped in 1925 and 1926 were Miss Riboet Orion and Dardanella (Dua perkumpulan besar sandiwara berdiri pada 1925 dan 1926, Miss Riboet Orion dan Dardanella).

Keduanya merajai dunia sandiwara kala itu. Mereka dikenal terutama karena pemain-pemainnya yang piawai berperan di atas panggung, cerita-ceritanya yang realis, dan punya seorang pemimpin kharismatik.

Kedua perkumpulan ini dikenal sebagai pembenih sandiwara modern Indonesia. Mereka merombak beberapa tradisi yang telah lazim pada masa stambul, bangsawan, dan opera, seperti: membuat pembagian episode yang lebih ringkas dari stambul, menghapuskan adegan perkenalan para tokoh sebelum bermain, menghilangkan selingan nyanyian atau tarian di tengah adegan, menghapus kebiasaan memainkan sebuah lakon hanya dalam satu malam pertunjukan, dan objek cerita sudah mulai berupa cerita-cerita asli, bukan dari hikayat-hikayat lama atau cerita-cerita yang diambil dari film-film terkenal (Oemarjati, 1971: 30-31). Rombongan sandiwara ini juga mulai menggunakan naskah untuk diperankan di atas pentas, menggunakan panggung pementasan, serta mulai mengenal peran seseorang yang mirip sutradara (pada masa itu lazim disebut programma meester, peran ini dimainkan oleh pemimpin perkumpulan).

etc…etc..etc

1920

Solo, Paku Buwono X and the Ratu Mas, 1920

 

Difference hairstyle

Near same with 1900 picture of princess

 

or

Ratu kedaton garwa utama Sultan Hemangkubowono V

or

Princess Gusti Nurul of PB X

Hairstyle not same

 

 

Tempo Doeloe #44 – Princess Gusti Nurul

Sorry for the poor quality, this card is probably used for making a bigger portrait. My guess is that this card is from the Yogyakarta area but I’m not sure. The date is unknown and the written text at the back side is hard to read but could be: R.A. Siti Suhardijah…

Update: thanks to Widy or Dee the mystery is solved, it’s princess Gusti Nurul… 🙂

———————————————————————- ————————————————————

“The beautiful Princess Nurul (1921-present) was unique for her days. She kept our traditional values but yet she was also very modern and rebellious. She rode horses, played tennis and swam. Yet she was also the best dancer in the palace. So much so that in 1936 Queen Wilhelmina of the Netherlands requested the young Princess to dance at the wedding of Princess Juliana and Prince Bernard. Of everything that she was known of, she was famously known as the princess who turned down marriage proposals from the country’s most powerful men. A princess who stayed single in her 30s… well, in her days that was unheard of. Romantic? I think more than anything else, she was strong willed. Very.”

Compare with the picture of the imperial ceramic below sam or not?

 

 

 

 

1921

Soeharto, Presiden ke-2 Republik Indonesia, lahir di Dusun Kemusuk, Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Bantul, Yogyakarta, 8 Juni 1921.

Orangtua : Kertosoediro (Alm) dan Sukirah (Alm)
Istri : Siti Hartinah (Alm)

Anak :

Siti Hardijanti Hastuti
Sigit Harjojudanto
Bambang Trihatmodjo
Siti Hediati Harijadi
Hutomo Mandala Putra
Siti Hutami Endang Adiningsih

 

Sumber

Uniqpost

 

etc…etc…etc

1923

Perjuangannya Moh Hatta bersama ‘ Perhimpunan Indonesia ‘ di negeri Belanda. Kau memang seorang yang gemar membaca. Dari oase ilmu pengetahuan yang kerap dilahap, melahirkan tulisan dan pemikiran tentang bangsanya. Tulisannya yang menggegerkan berjudul “ Indonesia di tengah tengah revolusi Asia “ di muat dalam buku peringatan 15 tahun berdirinya Perhimpunan Indonesia pada tahun 1923.(sumber imanbrotoseno)

1923

Awalnya tempat pembuangan tokoh-tokoh Indonesia pada zaman Belanda ini terdapat di Luar Negeri, bebarapa tokoh-tokoh Indonesia telah dibuang dan diasingkan di Luar Indonesia, tokoh Indonesia yang terakhir dibuang di Luar Negeri adalah Semaun dan Darsono (dua orang ini adalah pemimpin pemogokan kaum buruh pada tahun 1923).[6]

1924

“Bagi kita, orang Islam, tak ada sosialisme atau rupa-rupa “isme” lain-lainnya, yang lebih baik, lebih elok dan lebih mulia, melainkan sosialisme yang berdasar Islam itulah saja” (HOS Tjokroaminoto)

etc…etc..etc

In 1924,

the colonial government again decided to open a new tertiary-level educational facility, the Rechts Hogeschool (RHS), to train civilian officers and servants.

1924 Het bezoek van de Paku Buwono de Xde aan het complex. Even terzijde, maar BOVEN de Paku staat een Hollandse dame in de “deur” opening. Het verwondert me, dat dit toegestaan werd. Het verwondert me ook, dat deze dame de enige Europese is in het gezelschap. Of zou zij horen bij de fotograaf? Foto: Collectie tropenmuseum.

1924

Major der Chinezn semarang Oei Tiong Ham buried Ceremony

ship

Cerita 4 seri ini mengingat kebaikan dan jiwa sosial Majoor Oei Tiong Ham,mungkin ditulis pada saat Majoor Oei Tiong Ham tsb meninggal.

 

etc…etc…etc

Komentar Dr iwan

saya heran saat ke semarang tahun 2015, seorang supir mobil sewan tidak tahu dengan oei tiong Ham yang dmikian hebtanya, dan waktu dinar olehs eorang pegawai hotel dirunjukan rumah Gudang gulo milik Oei tiong ham ternyat sudah runtuh, saya himbau gubenur Jawa tengah upay memugar monument Oei tiong ham Ini agr bisa dikunjungi Rurin macanegra

etc…ect..etc’

Ada photo ttg penguburan Majoor Oei Tiong Ham di atas, menarik photo di Bagian ke 2 tsb :
Tampak kereta mewah tp sebelumnya ada keterangan jenasah dipindahkan dari “praoe” (perahu ? .. apa sebelumnya Istana Oei Tiong Ham yang lain di Simongan tsb harus lewat kali Semarang (Banjir kanal Barat sekarang)) ke “vrathtauto” (mobil).
read more info

Beberapa hari lalu aku baca buku Oei Hui Lan tulisan dari dua bersaudara Agnes – Danovar. Bukunya gak tebel dan based on true story. Very recommended reading and I finished it in a day 🙂

 

 

Oei Hui Lan adalah putri kesayangan raja gula dari Semarang Oei Tiong Ham, yang juga orang paling kaya se Asia Tenggara skitar jaman sebelum kemerdekaan. Sebagai putri konglomerat pada masa itu, dia bisa mendapatkan apa saja yang dia mau. Rumahnya di Semarang besar berhektar-hektar, seperti istana, dan punya taman yang besar, bahkan kebun binatang sendiri dalam tamannya. Oei Hui Lan adalah putri kedua dari istri pertama Oei Tiong Ham. Karena istri pertamanya tidak bisa memberikan anak lelaki, maka Oei Tiong Ham mengawini beberapa wanita lain. Sepanjang hidupnya ia memiliki sekitar 8 istri dan 42 anak (bisa lebih). Tapi Oei Hui Lan ini paling disayang oleh ayahnya, tidak ada keinginannya yang tidak dipenuhi. Bahkan saking sayangnya, kelak Oei Tiong Ham ini ‘hanya’ mewariskan 12 juta dollar untuk istri pertama, 1 juta dollar untuk putri pertama (kakak Oei Hui Lan), dan 15 juta dollar untuk Oei Hui Lan. Pada masa itu warisan sebesar itu tentu sangat sangat luar biasa.

Oei Hui Lan ini kemudian menikah dengan diplomat China Wellington Koo. Walaupun suaminya tidak kaya raya, namun status dan kedudukannya membuat Oei Hui Lan jadi sangat terkenal. Dia bertemu dengan berbagai orang yang punya kedudukan, seperti Ratu Inggris dan Putri Alice dari Monaco. Bahkan ia menjalin persahabatan dengan banyak orang-orang penting di dunia. Semasa hidupnya Oei Hui Lan banyak berpindah tempat tinggal, dari Semarang – London – Paris – Washington –  Beijing mengikuti dinas suaminya. Dan setiap dia pindah dia selalu memugar tempat tinggal dinasnya menjadi istana yang indah. Bahkan di beberapa tempat seperti Beijing, dia membeli istana sendiri!

 

etc…ect…etc

 

1925

Siapa yang mengira dari sebuah brosur yang ditulis Tan Malaka tahun 1925, Naar de Republiek Indonesie ( Menuju Republik Indonesia ), Kau semakin terpengaruh dengan ide ide kemerdekaan negerimu. Dalam brosur itu Tan Malaka meramalkan kemungkinan pecahnya perang pasific, yang akan memberikan kesempatan Indonesia melepaskan penjajahan Belanda.

Sumber

Imanbrotoseno

 

1925

Pendidikan Jendral Soedirman di HIS 1925-1931 di Purwokerto , Kemudian di lanjutkan ke Taman dewasa, Taman Siswa di Purwokerto , kemudian ia pindah ke Perguruan Wiworo Tomo.

(Alamanak Muhamadiyah 1959)

 

 

1925

Rumah sakit Tambang Batu Bara Ombilin Swahluto sumatera Barat tahin 1925

etc…ect.etc..

1926–1931:

Andries Cornelis Dirk de Graeff

1926

Kapten L. Th.Becking ini dikenal sukses memadamkan pemberontakan komuni di Banten pada November 1926.[8]

 

25 Mei 1926

Ia berhasil meraih gelar “Ir” pada 25 Mei 1926.

Sumber

indonesiaku.esc-creation

 

 

 

1926

Ombilin coalmine hospital’s nurse at inhospital room in 1926

1926

Pemberontakan PKI

Sejarah orde baru mencatat kepalsuan dengan menyebutkan Muso sebagai pengikut stallin dengan silsilah yang tidak jelas.

 

Faktanya, Muso adalah anak dari pendiri Pesantren Kapurejo, Kediri, yaitu KH.Hasan Muhyi, salah seorang Komando Pasukan Dipanegara.

== NGALIMIN Prawirodirdjo ==

Sejarah orde baru mencatat dengan sekadarnya Ngalimin bin Prawirodirdjo, siapa prawirodirdjo ?? gak jelas.. Faktanya, Ngalimin adalah anak dari Sentot Ali Basah Prawirodirdjo, keponakan Sri sultan HB IV sekaligus merupakan salah seorang komandan Pasukan Dipanegara.

== Pemberontakan PKI 1926 ==
Muso dan Ngalimin menghancurkan PKI dari dalam, mengkambing hitamkan PKI untuk mengalihkan perhatian belanda terhadap peraturan Wild SchoolOrdonantie.

Sehingga pada masa itu termasuk salah satu masa Gemilang pertumbuhan pesantren, termasuk berdirinya NU. sedangkan PKI Habbissss semua satu angkatan.

Muso berlari ke pesantren ayahnya KH Hasan Muhyi, Muso digosipkan berdebat dengan KH.Wahab Chasbullah, padahal tidak, Gosip itu dibuat untuk menghilangkan kecurigaan Belanda.

== Pemberontakan PKI 1948 ==
Muso terlalu frontal (rela mengorbankan nyawa) dengan mendeklarasikan Republik Soviet Indonesia yang membuat geram Amerika (diwakili oleh Moh.Hatta) hingga akhirnya dia harus terbunuh oleh Tentara PKI sendiri (Pesindo). namun perlu diingat, saat itu pun PKI habis satu angkatan, karena Muso tahu yang menculik para Kiyai di Madiun itu adalah orang2 PKI.

Entah benar atau tidak bahwa Muso dibakar setelah ditembak oleh Pesindo, yang pasti kini makamnya berada di Kapurejo disamping makam Ayahnya KH.Hasan Muhyi.

etc…etc…etc

4 Juli 1927

Kemudian, beliau merumuskan ajaran Marhaenisme dan mendirikan PNI (Partai Nasional lndonesia) pada 4 Juli 1927, dengan tujuan Indonesia Merdeka.

Sumber

indonesiaku.esc-creation

 

In 1927,

STOVIA’s status was changed to that of a full tertiary-level institution and its name was changed to Geneeskundige Hogeschool (GHS).

The first Chinese women medical doctor from this faculty was dr Tan sing Nio.look her private practice medical record in 1942

vintage physician private practice Medical record (1942)

 

Native Indonesian Chineseoverseas physician Betsy Thoeng sing Nio private practise medical record pasien with diarrhea in 1942 at jakarta (during Japanese Occupation java)

The GHS occupied the same main building and used the same teaching hospital as the current Faculty of Medicine of University of Indonesia.

Medical faculty University of Indonesia stmaped on Medicine Vintage Book.

(Geneeskunde means Medicine/kedokteran) This is the first report of Medical faculty Indonesia University.(alumni pertama Fakultas kedoteran UI tempo doeloe mempergunakan buku literatiur ini)

 

Postal History cover Indonesian Biggest hospital “CBZ-centrale Burgerlijk Ziekenhuis -Batavia -C” stamped, now RSCM-Rumah sakit Cipto Mangunkusumo , the bigest Teaching Hospital in Indonesia, until now everybody in jakarta stilcalled CBZ hospital although they don’t understand the meaning of Hospital and indonesia still called Hospital as Sicken House (Rumah sakit) translate from Dutch Ziekenhuis.

1927

Serdadu KNIL tahun 1927

Sumber wiki

1927

Vergadering te Medan onder leiding van gouverneur C.J. van Kempen in medan

Close up

 

 

 

Scheffer, P., Ruychaver, M.J., Kempen, C.J. van, Graaff, W.F.G. van de, Beck, W.J

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

9.1927
The Ciung wanara , the legend among sundanese people have showed at elite and oriental Bioscop (Majestic) Bandung. The story of Manaroh or Ciung Wanara or Prabu Suratana or Prabu Jaya Prakasrsa who went to feast(bertapa) and the Kingdom lead by the menistry Lutung Kasarung.(comedian Wayang)

1927

 

Kapitan cina Batavia mayor rank Khouw Kim Ann diangkat kembali 1927-1942).

in 1927,

due collapse of the Java sugar trade, was forced to liquidate (Cornelissen 1999).

Be Kwat Koen ___ the second son of Be Ik Sam, was born in Purworedjo on 1

December 1863.

 

He entered the wide-ranging Tan_Be family business at a young age

and travelled extensively to Singapore, China, and probably Japan. Like many other

men of the Be clan he was appointed in various administrative functions and besides

Capitan Cina of Semarang, ultimately became Major-titulair of Surakarta. At the young

age of seventeen, in 1880, he married The Siang Ling (1865_1934).

 

Be Kwat Koen and his wife The Siang Ling were very well-known and highly

respected figures in Java’s Chinese society of the 1920s and 1930s.

 

Part of this was due to their personal misfortune. The Siang Ling gave birth to 13 children (seven daughters and six sons) of which all the sons and one daughter died at a very young age.

 

Peoplefelt pity on them and suspected that this misfortune was caused by some spell or by

some misconduct of one of them in a previous life. But six of their daughters grew up

well and married into other wealthy peranakan families of the time.

 

According to manyinformants the Be daughters were very beautiful and very much wanted by the youngmales of other elite families of the time. Be Kwat Koen and his wife closely oversaw the

possible marriage candidates of their daughters making sure that they came from

respectable, wealthy and influential families, whose work and labour reflected the ’

modernising spirit’ of the 1920s.

 

Being a highly modern person himself, combining thebest of traditional Chinese value and educational systems with the modern Westernspirit of technology and rational economics, Be Kwat Koen only gave his blessings whenhe was sure that the prospective bride had the right ‘modern’ attitude towards theeconomy and social life and was well equipped to function well in both traditionalJavanese society and the Western-educated administrative bureaucracy of the colony.

 

1927

Makam Souw sangat sederhana. Ketika ditemukan, makamnya dipenuhi semak belukar. Berbeda sekali dengan makam Khouw Oen Giok di Taman Pemakaman Umum (TPU) Petamburan.

Khouw adalah seorang kaya pemilik bank di Batavia. Makam mewah (mausoleum) Khouw sudah ada di Petamburan sejak 1927, terbuat dari marmer hitam Italia. Biaya membuat kuburan mewah itu 200.000 gulden.

Koran Sin Po pernah menyatakan, mausoleum tersebut mengalahkan makam Rockefeller, miliarder Amerika.

Di kalangan orang Tionghoa, makam umumnya menunjukkan status sosial seseorang. Makin kaya seseorang, makin mewah makamnya.

Menghormati leluhur betul-betul diperhatikan. Apalagi jenazah perlu disemayamkan selama beberapa hari, menunggu keluarga dan kerabatnya hingga lengkap. Namun ketika itu banyak orang tua mengeluarkan testamen untuk anak-anaknya, yang pada pokoknya penghematan dalam hal penguburan.

Pemerintah Hindia Belanda ternyata tidak menyukai pemborosan dalam hal kematian. Mereka memandangnya sebagai suatu kemewahan yang tidak perlu, hanya mementingkan pameran kekayaan.

Maka pemerintah mengeluarkan peraturan yang mengenakan pajak untuk penguburan orang Tionghoa yang dilakukan secara mewah. Dengan catatan pajak atas penguburan mewah tidak berlaku bagi opsir-opsir Tionghoa dan isterinya. Dampak dari peraturan itu adalah penghematan mulai dilakukan, bahkan biaya penguburan bisa ditekan hingga cuma memerlukan 10.000 gulden.

Penguburan seorang elit Tionghoa menjadi besar karena hadirnya beberapa wakil pemerintah dan kepala pemerintahan setempat. Seperti halnya pada masa sekarang, dulu juga para panitia penguburan harus membersihkan jalur yang akan dilalui kereta para pejabat. (Djulianto Susantio, pemerhati sejarah dan budaya

 

 

In 1927,

STOVIA’s status was changed to that of a full tertiary-level institution and its name was changed to Geneeskundige Hogeschool (GHS).

The first Chinese women medical doctor from this faculty was dr Tan sing Nio.look her private practice medical record in 1942

vintage physician private practice Medical record (1942)

 

Native Indonesian Chineseoverseas physician Tan sing Nio private practise medical record pasien with diarrhea in 1942 at jakarta (during Japanese Occupation java)

 

 

The GHS occupied the same main building and used the same teaching hospital as the current Faculty of Medicine of University of Indonesia.

Medical faculty University of Indonesia stmaped on Medicine Vintage Book.

(Geneeskunde means Medicine/kedokteran) This is the first report of Medical faculty Indonesia University.(alumni pertama Fakultas kedoteran UI tempo doeloe mempergunakan buku literatiur ini)

 

Postal History cover Indonesian Biggest hospital “CBZ-centrale Burgerlijk Ziekenhuis -Batavia -C” stamped, now RSCM-Rumah sakit Cipto Mangunkusumo , the bigest Teaching Hospital in Indonesia, until now everybody in jakarta stilcalled CBZ hospital although they don’t understand the meaning of Hospital and indonesia still called Hospital as Sicken House (Rumah sakit) translate from Dutch Ziekenhuis.

 

 

The Chung Hwa Congress of 1927

December 1, 2013 at 5:43am

 

 

 

Contributed by the late mr. Liem Hoo Soei and translated by Lina Sidarto

 

The Chung Hwa congress took place in Semarang on April 17 and 18, 1927, at the initiative of former members of the Chung Hwa Hui, the Chinese students’ association in the Netherlands. The congress discussed proposals on current affairs, and the possibility of setting up an organization which would protect the interest of the Chinese community in the Netherlands East Indies.

The following photo shows the preparatory commission (chairman: Yap Hong Tjoen) and the welcoming commission  (chairman: Oei Tjong Hauw) at the assembly table.

 

 

From left to right:Thio Thiam Tjong, The Sien Tjo, Teng Sioe Hie , Kan Hok Hoei, Oei Tjong Hauw, Yap Hong Tjoen, Han Tiauw Tjong, Be Tiat Tjong, Liem Tjiauw Liat en Tan Tek Peng .

 

The congress was well attended, as the following picture shows: the assembly hall filled with some 200 participants, including many women.

 

 

On the front left the Dutch delegation is seen, including  representatives of the Education Department (Mr. Jonkman) and the Office for Chinese Matters (mr. Bruineman).

There were intense deliberations about the following proposals:

  1. The wish to take part in a representative body.
  2. The significance of Siang Hwee (the Chinese trade association).
  3. Chinese primary education.

The congress was concluded with the acceptance of a motion in which the preparatory committee was asked to form an association “to promote ideas which would lead to the betterment of the Chinese society in the spiritual, social, political, and financial fronts.”

On April 17, participants came together for dinner at Du Pavillion:

 

 

Chung Hwa Hui, the Chinese association of the Netherlands East Indies, was set up in April 1928 with goals including “to look after the interest of all Chinese residing in the Netherlands East Indies by means of all lawful resources.”

The photos in this report were shot by Saito, a famous Japanese photographer in Semarang at the time.

Additional information:

Chung Hwa Congress 17 – 18 April, 1927: Proposals and Stenographic reports in the Royal Dutch Library, no 1142 E 72, en KITLV m ww 763

De Locomotief daily, April 19, 1927. “The Chung Hwa Congress in Semarang.” Royal Dutch Library microfiche.

 

Liem Hoo Soei, February 2013

CHAPTER 7

THE FINAL YEARS OF THE CHINESE COUNCIL OF BATAVIA

 

 

In 1927

Soekarno managed to bring the divergent factions of the

nationalist movement together into a single federation, the Permoefakatan Perhimpoenan-Perhimpoenan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI, or Federation of Political Associations of theIndonesian Nation). Although it was a very loose organisation and a weak alliance of urban middleclasspoliticians, Islamic leaders, and leftist front men of the urban and rural proletariat, it was the

first time that all participating modern organisations explicitly subscribed to the view that Indonesiashould gain independence from the Dutch.856

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1926-1928

Hella Haase daughter of Kathe Haase

Hella Haase

Hélène Serafia Haasse werd op 2 februari 1918 geboren te Batavia, in het toenmalige Nederlands-Indië, als dochter van pianiste Käthe Diehm Winzenhöhler en Willem Hendrik Haasse, inspecteur van financiën bij het Gouvernement.

Hun jeugd brachten Hella en haar broertje Wim door in Nederlands-Indië; zij woonden in Batavia, Buitenzorg (Bogor), Soerabaja en Bandoeng. De overweldigende natuur blijkt in Hella’s leven en werk van blijvende invloed.

Van 1925 tot eind 1928 werd Hella in Nederland ondergebracht bij haar grootouders, vervolgens in een kinderpension, omdat haar moeder moest kuren in een sanatorium in Davos en vader in Soerabaja bleef. 
In de eerste jaren na haar terugkomst in Indië ontwikkelde Hella Haasse twee passies: lezen en toneelspelen. Zij schreef toneelteksten, die zij door de buurtkinderen liet uitvoeren en las stapels historische romans uit haar vaders boekenkast: onder anderen van Hugo, Scott en Van Lennep.

 

Zelfs begon zij op haar twaalfde aan haar eerste historische roman. Op het gymnasium kreeg zij belangstelling voor middeleeuwse en antieke mythen en sagen en voor Nederlandse literatuur, vooral poëzie.


In 1938 vertrok Hella Haasse alleen naar Nederland om te gaan studeren. Gedreven door haar belangstelling voor de Oudnoorse saga’s begon zij aan de studie Scandinavische Talen en Letteren. Een jaar later stopte ze daarmee, toen haar duidelijk werd welk misbruik de nazi’s in Duitsland van diezelfde heldensagen maakten. 

Troost werd gezocht in de kunst.

More info read book reaseach by Lialian Mulder

.(Dr Iwan comment)

1927

This Dutch-oriented group wished for increased participation in local politics, Dutch education for the ethnic Chinese, and the furthering of ethnic Chinese economic standing within the colonial economy. Championed by the Volksraad‘s sole ethnic Chinese representative Kan Hok Hoei, this movement gained momentum and reached its peak with the Chung Hwa Congress of 1927

Source-wiki

 

 

 

 

1927-1928

Hatta ditahan dan dipenjara di den Haag ,Belanda (dari 23 september 1927-22 Maret 1928) karena menulis di majalah Indonesia merdeka

Foto hatta dan teman-teamn di ngeri belanda

Hatta. Pembelaanmu ‘ Indonesie Vri “ – Indonesia Merdeka,didepan pengadilan Den Haag tahun 1927 telah menggemparkan mata dan hati kaum terjajah. Menjadi bahan bacaan yang digemari kalangan pergerakan di Indonesia.
Kau menyebutkan bahwa ini bagaikan kewajaran perlawanan rakyat terjajah terhadap pihak penjajah sebagaimana yang pernah dilakukan Belanda terhadap Spanyol yang menguasai selama 80 tahun.

Gelegar suara cap pemerikaan dokumen mengagetkan. Butuh 3 hari buat barang barang bawaanmu dari Belanda yang terdiri dari buku buku dan bacaan dalam 16 peti besi, masing masing berukuran setengah meter kubik. Semua bisa lolos kecuali majalah ‘ Indonesia Merdeka ‘.
Namun kau sudah memikirkan sebelumnya. Beberapa eksemplar majalah ini sudah dititipkan kepada kawan kawanmu yang bekerja sebagai tukang mesin di kapal .

Sumber

imanbrotoseno

1927-1931
Hatta as representatives of Indonesia in the movement of the League Against Imperialism and Colonialism, based in Berlin (1927-1931)
 

Bersambung ke bagian ketiga

1927

Menurut informasi dalam surat kabar Kompas tanggal 16 Agustus 2015, saya menemukan sebuah infromasi yang sangat menarik dan bersejarah, artikel ini karangan Madina Nursad. Info tersebut tentang rekaman Asl “Indonesia Raya” dengan irama Kroncong.silahkan membacanya zsecara lengkap disruat kabar tersebut,ini cuplikannya (Dr Iwan) Menurut Udaya .penjelasan Kartika, putrid Yo Kim Tjan,pengusaha asa Pasar baru , berhasil merekam dan mengandakan piring hitam “Indonesia Raya:

Menurut Udaya penjelasan kartika yang diverifikasi dengan keterangan sejarahwan dari yayasan Nabil, Didi Kwartanada tentang prtemanan W.R.Supratman seorang yang dibesarkan dalam pendidikan Indo-Eropa dengan Yo, , “Inonesia Raya” direkamdan digandakan setahun sebelum Kongres Pemuda 28 Oktober 1928 (Jadi tahun 1927-DrIwan). Semula WR Supratma meminta perusahan Odeon merekam dan mengandakan nya. Namun perusahan yang berasal dari Wropa itu menolak.

Koleksi stiker Tan Tek Hong pada pring Hitam lama milik Dr Iwan

 

Mendatangi Tan Tek Hong, pengusaha di Paar baru yang juga punya alat perekam , lagi-lagi ditolak, Akhirnya a minta Yo temannya membantu. Rekaman dilakukan dirumahnya di jalan Gunung Sahari no 37, dibantu teknisi berkebangsan jerman, yang sampai saat ini belum diketahui namaya.

Saat irtu W.R,Supratman bekerja sebagai wartawan dari Koran Sin Po yang bayk bersimpat pada peregerakan ndonesia. Di bekas partitur Indonesia raya dalm ewjaan lama milik Udaya pemberia dokter Djiam sepupu ex menteri Mari Pangestu trtuls dalam bahaa belanda yang artinya Lagu Kebangsan Indonesia dalam terbitan SinPo ,sabtu,28 oktober 1928.

Kisah lengkap baca dalam arsip kompas hjari tersebut diatas.

Untuk lengkapnya silahkan baca dan lihat karang saya tentang music dan lagu Indonesia raya yang sudah saya upload diweb blog saya dibawah ini

Foto rekam asli Indonesia raya produksi tahun 1927

 

The Earliest Album Record And Phonograph Found In Indonesia

 

Frame One : Introduction

  1. I have starting build the collections of  Gramophone plate and phonograph since study in hish school at Padang city West Sumatra in 1960.
  2. Until this day in 2011 I cannot found the complete informations about the Indonesian’s  gramophone plate History, that is why I have made reasech about this topic in order to give the young generations about the development of music gramophone technology in the world since found by Mr Thomas Alfa Edison and when first arrived in Indonesia during The Dutch East colionial Era.
  3. etc…etc…etc

 

January 14, 2010 by uniquecollection

Rudolf Wage Supratman profile 1923.

Jos Cleber profile 1951

Sudjasmin arrangement version 1952

PPKI Version 1944

Indonesian National Song Indonesia Raja made by R.W.SUPRATMAN “Independent version” (Vintage book ill.), who have the original Illustration of Indonesian Anthem please report via comment, compare with the old version threet baits below.@Copyright Dr iwan S.2010.

Independent version” only one bait ( repro vintage book illustration)

 

Indonesian Anthem by (oleh) wage Rudolf Supratman Indonesia Raya (vintage book illustration, who have the original illustration of Congress version 1928 please inform via comment @copyright Dr iwan s.2010.

 

PPKI 1944 version .( repro by vintage book illustration)

 

PPKI 1944 version (repro by chinese vintage book illustration)

INDONESIA ANTHEM COLLECTIONS

I.BASIC HISTORY OF ANTHEM

1.1. INTERNATIONAL ANTHEM

1.1.1. Made By single person
(1)The Maple Leaves Forever (canada)
(2) La Marseillaise (Prancis)
Createn in one night by Claude -Joseph Rouget de Lisle during Fecch revolution. This Anthem sings at the patriotc meeting , the lyric circulation to all the patriot. With this Anthem marches all the patriot marched into Franch in August 1972, but three years latter became officially anthem of France at July .14th 1795. During Napoleon ast the emperor of France this Anthem forbidden to sing, after Independent in 1879 this became the France anthem again until now.
(3) Namo Namo Matha(Srilanka)

1.1.2 Made by several persons.
(1) The Star Spangled Banner (USA)
The USA anthem staring from th epoem of Francis Scott Key . Frances arrest by british soldiers at baltimore when he want to free a physician in 1814. Francis saw the USA flag (The star spangled Banner) at Fort Mc Henry from the Top of British Fort. During this momment he write at the back of letetr . the poem have finish after he changed the palce two time , and the poem caption”Defence of Fort MacHenry” , one of Baltimore singer sing this poem and changed the name with “The Star Sapangled banner’ . Although this song very popular but after 111 years latter as the USA Anthem by the official constitutions.
(2)God Save The Queen(King)-England
(3) Kimigayo means Emperor Authority (Japan)
Japan Anthe had created at 9th century called “Tanka with the element gagaku, and in 1880 the poem unnown writers have arrangement with simple music by Hiromori Hayashi, the originil music like sad song, the the arrangement change by Franz Eckert, german musicus work at Akasaka Palace.
(4) Wilhelmus(Netherlands)

1.2. INDONESIAN ANTHEM
(1) 1923 the earliest Supratman profile phots(ill) and in 1928 the ” Congress version” Indonesia Raja was created by Supratman as the first Version during Indonesia Young man congress

(2)!928. Pamphlet version
Sin Po newspaper issued Indonesia raja pamphlet.
edison one (4000,price 20 sen) and second edition (10.000)
(3)1928 “Populair version”
Yo Kim can the owner of Populair shop produced Black disc record Indonesia Raja abroad , but cann’t impoted to Indonesia.
(4) 1928 ” Firma Tio version”
Firma Tio Tek Hong issued black disc record without bought the royality.
(5)1937. Supratman pfofile photo(ill)
(6)1942″Tokyo radio Version’
During attacked Indonesia,Tokyo radion playing indonesia raja at the neginning and the End of zIndonesia program.
(7) 1944″ PPKI version”
PPKI special commitee issued the Indonesia raja after change the uncommon malay word and only one bait.(ill)

(8) 1947 ” Unknown version”
I found at old chinese vinttage book the three bait Indonesia raya and one bait indobsia raja but uknown creations(ill)

(9) 1951 “Cleber arrangement version”
Joe claber Indonesia raja arrangement due to Sukarno will. Joe Cleber profile photo(ill)

(10) 1952 “Sudjasmin reject arrangement version”
Sudjasmin chang the Cleber arrangement, in order the made simple plain refrain to the Indonesia National Polices orchestra but rejected by sukarno, but the record still exist.

II. CHRONOLOGIC COLLECTIONS
1.Earliset 20th century :Supratman starting think about Indonesia Independence after read about Colonial Politic written by Dr A.Rivai . at” Bintang Hindia “Java newspaper, and more after he heard I r Sukarno speaking : ” Her water you drink. her rice you eat , that is why all of us must “mengabdi’ (served) to her, to the Mother “Pertiwi” (land) of Indonesia . Several year before he remember when his heart feeling when read about “When our componist can write Indonesia Antrhem which can made the indonesia native citizen ‘s spirit(mengelorakan semangat rakyat) and then when he heard what Sukarno said at Indonesian study Club that Indonesia prefered a National Song (lagu kebangsaan) , Supratman was not a speekers, but he can play music and through this he want to created something for his motherland. In this time there was a revolution Song “From West to East” (now “From Sabang To Merauke” but this onle revolutionary song. The song not yet become anthem. Supratman will created an Anthem not revolutionary song and not just as the song used during up the flag (in Dutch “vlaggelied”) . Supratman had experience to creat a song , he can played the International Anthem with his Biola , he could feel the feeling of that Anthem in his heart.
Every night at his house , he played his biola to seek the write tone of the honor and full “semangat “marched of Indonesias Anthem, he write note on the paper and evrytime edited.

 

etc…etc..etc

 

11.1931
Supratman created a revolutionary Song “Di Timur Matahari” (At the East of Sun0 until this day one of national song.

12.circa 1933. The Indonesia Raja written in Soneta style that populaired that time called “Sextet” Supratman created three cuplet(bait) Indonesia Raja , although very rare sing the 2nd and 3rd cuplet .
The three cuplet created by Supratman in order to have three Saloka (makna,meanings):
1st saloka means description about Indonesia luhur,mulia (honor) , suci (innocent) , and the meanings for Motherland(Ibu pertiwi).
2nd Saloka starting with “let’s we praying” means asked the God will for land,nation, and the people citizens like lithurgy relligious.
3rd starting with”let we promised” as the “Sumpah Setia” like withKing syelendra Srivijaya 7th centuy and Mahapati Gajah Mada Mojopahit Kingdom 14th century traditions.

  1. 1937.
    Supratman created the song for jamboree “Mas Surjawirawan” and then when his physical stamina was down (weakered) Supratman created “Mars Parindra” Parindra means Partai (Party) Indonesia Raja.

14.1938.
Ten days beofore Supratmant passed away, he had interograted by DEI PID (security Police) and arrested (Custody) because he sing with indonesia National Pathdvindiers(Pandu) the song “Sun Rays”(matahari terbit) at NIROM Dutch radio stations now RRI , this situation have made Supratman very stress pchycological .
After free from custodian, supratman move to Tjimahi with his Father but he also under the PID pressured. and Supratman cameback to Batavia(Jakrta) joint Ahmadiyah Islamic sekte from lahore(now Pakistan) , then move again to Pemalang in this small city no PID pressured.

15.1937.
After feel more wealthy ,supratman move to Surabaya stayed with his sister Rukiyem and Van Eldik, at Manga street Tambaksari area not far from Kenjeren beach. He ever meet the national heros Bung Tomo(Dr Sutomo) , he actived in Youngman curcus in Parindra or Surya Wirawan(Pathvendeurs)

  1. August .7th 1938.
    Supratman arrested because sing at NIROM radio stations (now RRI).
  2. August.17th 1938
    Supratman Passe away , and burried at Community graves Kapas, Kenjeren Street not far from his house.
    At the same day and month seven years later Indonesia Indopendence announced at Jakarta. Supratman never seen the proclamations and also never heards his indonesia Raja Anthem sing by all the people at the Independence Proclametion ceremony.
    Before passed away, Supratman talked and gave his notes to Suparni,senior journalist Surabaya java language newspaper “Penyebar semangat” , Supratman told he wasn’t happyman in the love, but he was ready to passed away because he had fighting with his Biola and Anthem Indonesia Raja.
    Supratman last Notes :

Selamat Tinggal tanah airku (Goodbay may homeland)
Tanah Tumpah darahku ( the land of my blood)

Indonesia tanah berseri ( brightens land)
Tanah yang aku sayangi (the Land that I love)

Selamat tinggal bangsaku (goodbey my nation)
marilah kita berseru (let’s we shouted)

Indonesia bersatu (Indonesia unity)
Bangsa dan tanah airku ( My Nation and homeland)

Marilah kita berdoa (let’s we prayed)
Indonesia bahagai (happiness)

Marilah kita bernjanji (Let’s we sing)
Indonesia Abadi (always exist)

Hiduplah (Alive) Indonesia Raja
Selamat Tinggal untuk selamanya (Goodbey fro ever)

18.1942.
After 14 years restricted by Dutch Colonial government, in this year Dai Nippoon landed at Indonesia and Capitulation the Dutch army.
During the starting of Dai Nippon Military forces attaced Indonesia , Tokyo radio with relayed in Indonesia playing “Indonesia Raja” at the opening and closing the redio program.(The same until now at RRI and private TV in Indonesia)

etc…etc…etc

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s