Indonesia Early 20th Centruy history collections (sample2)

1908

Lahirnya Boedi Oetomo
Budi Utomo (ejaan Soewandi: Boedi Oetomo) adalah sebuah organisasi pemuda yang didirikan oleh Dr. Sutomo pada tanggal 20 Mei 1908

Berdirinya Budi Utomo menjadi awal gerakan yang bertujuan mencapai kemerdekaan Indonesia walaupun pada saat itu organisasi ini awalnya hanya ditujukan bagi golongan berpendidikan Jawa.
Saat ini tanggal berdirinya Budi Utomo, 20 Mei, diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.
Latar Belakang Lahirnya Boedi Oetomo
Budi Utomo lahir dari inspirasi yang dikemukakan oleh Wahidin Soedirohoesodo alumnus Sekolah Dokter Djawa, disaat beliau sedang berkeliling ke setiap sekolah untuk menyebarkan beasiswa, salah satunya di STOVIA (School tot Opleiding van Inlandsche Artsen).

dst…dst…dst,,

1908

Sumber foto Dr Rivai : Suryadi

. Setelah menghadapi berbagai macam rintangan, Rivai berhasil menggondol gelar Arts(dokter) pada bulan Juli 1908.

 

Ia tercatat sebagai anak Minang pertama yang memakai gelar Arts yang sederajat dengan orang Eropa, dan orang Minang kedua yang meraih gelar sarjana di negeri Belanda setelah Zainuddin Rasad asal Pariaman yang meraih gelar insinyur pertanian dari Landbouwhoogeschool di Wageningen (Chaniago 2010:129). Sering gelarnya ditulis Dr (dengan huruf besar) (lihat misalnya: R. Djojosoediro, Tanda Peringatan bagi Dr. Abdul Rivai atas Djasanja dalam Volksraad (Batavia: Electr. Drukkerij Revolutie, 1871).

1908

Dokter Sutomo yang bernama asli Subroto ini lahir di desa Ngepeh, Jawa Timur, 30 Juli 1888. Ketika belajar di STOVIA (Sekolah Dokter), ia bersama rekan-rekannya atas saran dr. Wahidin Sudirohusodo mendirikan Budi Utomo (BU), organisasi modem pertama di Indonesia, pada tanggal 20 Mei 1908, yang kemudian diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Kelahiran Budi Utomo sebagai Perhimpunan nasional Indonesia, dipelopori oleh para pemuda pelajar STOVIA (School tot Opleiding voor Indische Artsen) yaitu Sutomo, Gunawan, Suraji dibantu oleh Suwardi Surjaningrat, Saleh, Gumbreg, dan lain-lain. Sutomo sendiri diangkat sebagai ketuanya.
Tujuan perkumpulan ini adalah kemajuan nusa dan bangsa yang harmonis dengan jalan memajukan pengajaran, pertanian, peternakan, perdagangan, teknik dan industri, kebudayaan, mempertinggi cita-cita kemanusiaan untuk mencapai kehidupan bangsa yang terhormat.

Kemudian kongres peresmian dan pengesahan anggaran dasar BU diadakan di Yogyakarta 5 Okt 1908. Pengurus pertama terdiri dari: Tirtokusumo (bupati Karanganyar) sebagai ketua; Wahidin Sudirohusodo (dokter Jawa), wakil ketua; Dwijosewoyo dan Sosrosugondo (kedua-duanya guru Kweekschool), penulis; Gondoatmodjo (opsir Legiun Pakualaman), bendahara; Suryodiputro (jaksa kepala Bondowoso), Gondosubroto (jaksa kepala Surakarta) dan Tjipto Mangunkusumo (dokter di Demak) sebagai komisaris.

 

dst….dst…dst

1908

Berangsur-angsur bertambah banyak orang Indonesia yang datang di Negeri Belanda untuk belajar. Ketika putera yang lain dari Notodirdjo , Notodiningrat

(Sekarang bernama Profesor Raden Mas Wreksodiningrat)

Sumber foto : google

Notodiningrat sampai di Delf tahun 1908 untuk belajar jadi Insinyur ia termasuk kurang lebih tiga puluh mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang lain.

Untuk kontak social mereka membentuk Indische Vereeniging ( Perhimpunan Indonesia) yaitu sebuah perkumpulan Kebudayaan , akan tetapi juga merupakan suatu Pentas dari mana fikiran dan ide-ide baru dapat disebarkan .

Sudah dari semula Pemuda-Pemuda Indonesia ini menjadi sadar atas kenyataan bahwa mereka diperlakukan jauh lebih baik daripda di Tanah Air mereka , disini mereka pertamakali Intergritas diri mereka dihormati : mereka tidak lagi diperlakukan agar merasa sebagai manusia kelas dua

(Robert,58)

Info terkait

 

Noto Soeroto (1888-1951)

Noto Soeroto seorang pangeran Jawa dari rumah mulia Jogjakarta Paku Alaman adalah seorang penyair dan penulis Hindia Belanda literatureand wartawan dari Hindia Belanda (sekarang: Indonesia

dst….dst…dst..

1908

Untuk dapat menghasilkan Algemeen Javasche Bond dipututskan untuk mengadakan Kongres dalam bulan Oktober 1908 untuk mengatur usaha menuju tujuan yang besar dan lebih menyeluruh.

Pada Kongres ini unsure-unsur yang lebih tua dan lebih berkuasa dari Yogyakarta mengambil alih kendalai organisasi dari angota-anggota muda yang masih memerlukan banyak waktu untuk belajar.

Dalam gerak yang sama setiap kecendrungan yang terikat pada aktivitas politik telah dihentikan. Untuk sebagian besar ini bersarang di tengah anggota-anggota organisasi yang lebih muda yang masih menjadi Mahasiswa di STOVIA, begitu pula di tengah kelompok kecil Intelektual yang penuh semangat dan tujuan , yang tidak lagi terika pada cita-cita yang pebuh dan tujuan , yang tidak lagi terikat pada ujian-ujian sekolah dan pekerjaan-pekerjaan ( pelajaran-pelajaran) di kelas.

Di dalam kelompok ini terdapat

Sumber foto kerajaandongeng.blog

Dr Cipto Mangunkusumo

Sumber foto http://www.timur-angin.

dan Suwardi Suryaningrat .

Mereka merupakan pemimpin dalam mematangkan unsur-unsur ke-Jawa-an dan konservatif , yang mengusahakan perbatasan kebudayaan pada oragnisasi itu

(Robert,58)

 

 

1908

Sebagaimana manusia yang mempunyai pendirian lain , Dr. Cipto dan Suwardi menentang kebijaksanaan kebudayaan Budi utomo dengan berbagai alas an . Adalah sukar untuk mengatakan tentang sejauh mana mereka pada waktu ini melihat , bahwa kebijaksanaan kebuayaan organisasi orang Jawa ini yang dibimbing olrh orang-orang yang mencium bahaya yang terdapat dalam kebudayaan Barat dan sebagai akibatnya berusaha untuk memperkuat kebudayaan mereka sendiri di depan serbuan pengaruh luar.

dst….dst….st

1908

tahun 1908, rombongan kedua siswa Sekolah PA HOA yang terdiri atas lebih dari 10 orang siswa, di bawah pimpinan wakil ketua pada saat itu, NIO HOEY OEN, diberangkatkan ke JINAN untuk tujuan melanjutkan sekolah

HCS yang didirikan pada tahun 1908 di Batavia

adalah sebagai bentuk kekhawatiran pemerintah kolonial Belanda terhadap perkembangan THHK yang dalam waktu singkat sudah menyebar di berbagai wilayah di Jawa.

Dikhawatirkan pengaruh nasionalisme Tiongkok akan semakin tumbuh dan menyebabkan kerugian bagi pemerintah kolonial Belanda, maka satu-satunya jalan adalah dengan mendirikan sekolah tandingan untuk THHK.

HCS menggunakan bahasa Belanda sebagai pengantar dan menggunakan kurikulum pendidikan bagi bangsa Eropa.

Hal ini yang membuat sebagian orang-orang Tionghoa lebih memilih menyekolahkan anak-anaknya ke HCS daripada ke sekolah-sekolah milik THHK.

Bahkan beberapa petinggi THHK lebih memilih memasukkan anak-anak mereka ke HCS daripada ke THHK, mengingat lulusan sekolah-sekolah pemerintah kolonial Belanda memiliki prospek yang lebih baik dalam mencari pekerjaan ketimbang lulusan-lulusan Sekolah THHK.

 

 

 

 

5 Maret 1909

Sutan Sjahrir lahir di Padang Panjang, ayahnya Kepala Jkasa Padang Panjang Mohammad Rasjid gelar Maharadja Sutan.

(Rosihan Anwar,Perjalanan Terakhir Pahlawan Nasional, suatn Sjahrir, P_T.Pemnagunan Djakarta,1966)

 

1909

Pada bulan April 1909, di Sekolah PA HOA diselenggarakan ujian akhir sekolah dasar (SD) bersama yang diikuti oleh siswa sekolah dasar dari LUNG HOA (THHK Bandung), MAU HOA (THHK Bogor), SHI HOA (THHK Serang), DAN HOA (THHK Tanah Abang), SIN HOA (THHK Pasar Baru), dan YA HOA (THHK Garut).

dst….dst….dst

 

30 Juli 1902

Bahder Djohan

Sumber

https://twitter.com/pmr251skayap

 

Bahder Djohan (terakhir Prof Dr, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Era presiden Sukarno) lahir di LubukBegalung Sumatera Barat.

Lubuk Begalung lebih kurang 8 km timur Kota Padang, yang dihitung dari Pasar Jawa sebagai pusatnya . Kot kecil ini menjadi terkenal karena terletak di jalan raya yang menghubungkan Padang dan Solok dan Muara labuh.

Dikota kecil ini Bahder Djohan didilahirkan, rumah tempat ia dilahirkan sudah tidak ada lagi, Ayahnya bernama Mohammad Rapai gelar Sutan Burhanudd mempunyai jabatan Jaksa di Lubuk begaluk. Beliau berasal dari Koto Gadang Bukittinggi. Ibunya bernama Lisah yang berasal dari Alang Lawas ,Padang.(Bahder,1980)

 

Catatan Dr Iwan

Info ini dari Buku Bhader Djohan Pengabdi kemunisaian, Terbitan Gunung Agung Jkarta tahun1980. Buku ini sngat disenangi oleh almarhum Ibu Saya sehingga dibaca berulang-ulang beberapa tahun sebelum beliau bberpulang .

Djohan Oetama

(sumber Dr iwan)

Cerita ini sagat melepaskan rindunya kepada kampung halamannya kota padang,yang juga hidup diera yang sama, dan isteri Bahder Djohan juga berasal sama dengan Ibu saya di Alang Lawas Padang.saya cuplikbeberapa info yang penting, dan semoga arwah Ibu jadi senang ,tentu Ia dapat melihatnya dari Surga. Ibu senang karena namanya mirip almarhum ayah Djohan Oetama , dan wajahnyapun mirip. Banyak nfo tentang pendidikan kedokteran awal abd kedua puluh dan bagaimana pengalamannya bersama Moh Hatta ,akan dapat and abaca. Selanjutnya sumber info saya tulis (Bahder,1980)

 

 

 

 

 

1902

 

Onderneming Token

 

 

Silau Asahan Tobacco Factory Token

dst…dst…dst

1903

Pada 24 Januari 1903, Letnan Christopher menggerebek tempat persembunyian pemimpin perlawanan besar, dengan buku-buku, surat-surat dan Preciosa jatuh ke tangan kita. Polem lolos sempit.

Pada malam 21 pada 22 Mei tahun yang sama jatuh Mayor Van der Maaten, ibu Polem itu, salah seorang istrinya, Potjoet Boeleuën dan beberapa anggota keluarga di tangan kita.

Dalam d.a.v. Juni Kapten tahu Colijn untuk meletakkan tangan pada istri pertama Polem itu, Tengku Ra’ana. Kemudian ia menjadi dia beberapa kerugian berat yang ditimbulkan sehingga akhirnya 6 September 1903 kepala ditempatkan di dalam rahim dan dirinya sendiri, untuk memberikan efek yang sudah menyatakan niatnya sebelumnya, datang untuk mengatakan dengan 150 pengikut untuk Lho Seumawe
(kapten Colijn)

1903

Pasar Baru Jakarta tempo dulu sumber google

Kala itu barang-barang yang dijual masih berupa kelontong, bukan sepatu atau tekstil seperti sekarang ini.Baru pada tahun 1903,

Sumber google

Tio Thek Hong mendirikan toko di pojok kanan jalan perempatan gang Kelinci dan Pasar Baru.

Rumah Makan Bakmi Gang Kelinci aat ini

Sumber : google

Area ini menjual barang-barang anyar dari Eropa dan Amerika. Di toko ini pembeli juga tak harus menawar karena harganya pasti. Berkat Tio Tek Hong pula area ini naik daun.

Pasar baru dikenal sebagai daerah elit karena berada dekat dengan kawasan rijswijk(jalan Veteran) yaitu kawasan khusus dimana orang-orang kaya tinggal. kalau kawasanrijswijk didominasi oleh bangunan perkantoran dan tempat tinggal, maka kawasan ini adalah tempat untuk rekreasi dan belanja mereka. Namun, kini pasar baru pamornya mulai memudar.

Hal ini karena menjamurnya pasar-pasar raksasa yang lebih modern seperti hypermart dan mall-mall.

Dari koleksi piring hitam lama Dr iwan ternayta juga banyak took menjual pring hitam disana lihat fotonay dihalaman berikut.

Sumber Chinese ancestor Batavia,Dr iwan

Koleksi Sejarah Plat gramophone(piring hitam) Di Indonesia Sebelum Perang Dunia kedua

Oleh

DR Iwan suwandy,MHA

Buku elektronik dalam Cd-Rom Edisi terbatas

Khusus Untuk Kolektor Senior

Hak cipta @ 2011

dst….dst….st

1903

Tahun 1903 Politik Etis dengan baik sekali telah disetujui oleh Parlemen Belanda. Uang telah disediakan oleh Pemerintah Pusat untuk maslah setempat. Majelis-Majelis Setempat akan diberikan hak Eksekutif mengelola Uang ini.

Kekuasaan Pemerintah Pusat diperluas kepada Badan-Badan Administratif Rendah, tidak kepada Badan-Badan Birokratis yang telah ada sebelumnya, akab tetapi kepada Mejelis-Majelis Rakyat setmpat yang baru diciptakan.

Dengan desentralisasi 1903 suatu proses yang jangkauannya lebih jauh telah dihayatiyang telah meluas ke berbagai kehidupan Hindia timur. Agak disangsikan apakah Parabola-Parabola Hukum yang mula-mula benar-benar sadar tentang tekanan yang mereka lancarkan pada keadaan di Hindia Timur . sebagai contoh , perubahan Hukum yang mengatur hak-hak untuk rapat politik untuk member izin bersidangnya Majelis-Majelis Rakyat Setempat , juga menghapuskan batas-batas hokum dalam mendirikan Badan-Badan lain dengan berbagai bentuk.

Badan Majelis-Majelis juga didirikan di Distrik dan Residensi dan disini Anggota-Anggota Indonesia yang terbanyak. Keanggotaan sebenarnya diatur dengan sangat berhati-hati supaya Pegawai-Pegawai dan Pamong-Pamong Indonesia umumnya duduk diMajelis ini.

Kendali adanya Pengawasan ini , Majelsi menjadi suatu Wadah tempat latihan berpolitik bagi banyak Elt Indonesia, dan juga dapat mendekatkan Orang-Orang Indonesia ini dengan crara-cara , aspirasi dan pola-pola pemikiran Barat , yang mereka tekankan adalah individu berdasarkan soal-soal Keanggotaan, Kekuasaan dan Hk-Hak menurut ukuran Barat,

(Robert,58)

Komentar dr Iwan

Mengenai hal tersebut diatas di bahas panjang lebar dalam buku Robert,58,dan tidak dicuplik karena ini adalah makanan para ahli Ilmu Hukum dan Sosial, ji anda kepinggin membacanya silahkan membeli buku Munculnya elit Indonesia tersebut.

Saya jadi banyak belajar tenatng imu politik,yang sumulanya digubakan Belanda untuk kepentingan Mereka,ternyata kemudian jadi Senjata makan Tuan,seperti pepatah Minagkabau memelihara Anak Anak harimua,jika sudah besar dia akan memakan seniornya atau induknya.

 

1903

 

tahun 1903, seorang tokoh reformasi dan intelektual di zaman dinasti terakhir Qing bernama KANG YU WEI, karena kegagalan Gerakan Reformasinya, terpaksa meninggalkan Tiongkok dan tiba di Batavia.

 

Pada tanggal 20 September 1903,

 

KANG YU WEI berkunjung ke Sekolah PA HOA, bertemu serta berfoto bersama dengan pimpinan dan siswa sekolah. Beliau kemudian melanjutkan lawatannya ke Jawa Tengah, Jawa Timur, dan tempat lain sambil mendorong dan menginspirasi pendirian sekolah Tiong Hoa dengan sistem pendidikan modern

Di Jawa Timur, pada waktu itu Sekolah THHK yang pertama berdiri adalah di Pasuruan, kemudian menyusul Malang, Surabaya, Tulungagung, Kediri, Tuban, baru kemudian menyusul Mojokerto memiliki Sekolah THHK.

Perlu diketahui ketika Sekolah THHK di Pasuruan didirikan pada tahun 1903, seorang pemimpin pemberontakan di Tiongkok bernama Kang Yu Wei sempat mendarat di pelabuhan Pasuruan dan menyebarkan semangat nasionalisme Tiongkok

(kolekis sejarah leluhur Tionghoa Jakarta,Dr Iwan)

1903

Dutch Indies NVPH 48-57 MNH

dst….dst….dst…

1904

1904–1909: 

Johannes Benedictus van Heutsz

Jendral J.H. van Heuts, seorang Komandan perang Aceh yang terkenal, yang pada awal tahun-tahun Ia menjadi Gubvernur Jenderal (1904-1909) merupakan seorang yang paling aktif untuk memperpanjang dan mengamankan Kedaulatan Belanda di Hindia Timur.

Rasanya cukup untuk menakutkan Seotrang Penguasa Setmpat yang mungkin manolak untuk berunding. Apabila hal ini tidak tgerjadi , seperti di Bali , untuk memberikan sebuah contoh.Senjata Belanda bertindak sebagai suatu factor pendekatan dengan kekerasan.

Sesudah kira-kira tahun 1904 , Orang Desa dapat berkata mengenai hindia Timur Belanda sebagai suatu Kesatuan Geografis-Geografis dengan perluasan Derah dan kekuasaan politik ke seluruh Kepulauan Hindia Timur. Indonesia Modern adalah lanjutan Teritorial daripada Negara Birokratik Modern ini, yang dibentuk pada permulaan Abad keduapuluh.

(Robert,58)

1904

Chinese cementary semarang in 1904

 

 

 

 

1904

All but four Chinese opium farmers went out of business, and the state’s Opium Administration took over in 1904. That year Dutch officials sent out an etiquette circular to discourage aristocratic displays involving parasols, retainers, and regalia. Those in the officials class rose by merit as status based on birth declined.

1904

Ketika pada tahun 1904 ,menteri Idenberg menginginkan keterangan lanjutan mengenai menurunnya Kemakmuran di Jwa ,ia menugaskan van Deventer dan ahli-ahli Tanah Jajahan lainnya, G.P. Rauffear, S.B .Kielstra dan D.Fock (semua merak diilhami oleh prinsip-prinsip Etis) untuk membuat ihtisar keadaan, menunggu suatu laporan yang lebih lengkap oleh suatu Komisi tenta ng hal itu di Jawa.

Laporan van Deventer yang keluar pada tahun yang sama berperan banyak untuk dibawa pulang dan diserahkan ketanggan orang-orang di Negeri Belanda tentang Kemundururan Ekonomi dan taraf hidup orang Jawa dan berhasil dalam mendiamkan suara-suara yang berusaha untuk mengurangi arti situasi tersebut Laporan ini dijadikan usul dan Menteri telah bersedia untuk mengikutinya,namun usahanya yang baik ini tidak mendapat persetujuan dari Kaum Liberal dan Demokrat Radikal.

Pengairan, kredit pertanian dan emigrasi mndapat perhatian ,walaupun tidak pada taraf perubahan yang dikehendaki oleh para Pembela perubahan yang paling maju.Tetapi kunci untuk segala perubahan , yaitu Pe3ndidikan , diabaikan. Bagi van Deventer dan Pengikut-pengikutnya tidak aka nada perbaikan tanpa tenaga-tenaga Pribumi yang berpendidikan cukup baik yang akan memikul beban itu.

Untuk van Kol, usaha-usaha besar Idenberg yang diilhami oleh Etik tetapi yang tanpa uang itu tak akan berhasil. Menempatkan Politik Kolonial Hindia Belanda dihadapan “ Dewan Nemensis Sejarah” dan meneriakkan kenyataan bahwa “tugas kewajiban itu adalah sangat berat bagi kami”.,van Kol tidaklah melebihi ucapan Nirabeau yang terkenal “La mindre le hideuse est laet vous, vous delibares. (Kemiskinan,kemiskinan yang mengerikan itu dan anda, itulah yang harus anda bebankan)

Tahun 1904 keadaan keuangan Hindia Belanda agak membaik ketika Negara Induk memberikan kredit sebesar Empat Juta Gulden ,ini lebih merupakan urahan Hutang-budi demi menutup sebagian Hutang Negeri Jajahan

(Robert,58)

dst….st.dst..

1904

Perlahan-lahan pada abad keduapuluh dalam perkembangan yang meningkat menjelang berhentinya Perjuangan yang telah disusun di Aceh ( kurang lebih tahun 1904) ,Operasi Damai di daerah itu dilanjutkan sehingga beberapa tahun , Belanda mulai merundingkan kembalinya Kontraknya dengan Pengusaha-Pengusaha di Indonesia.

“Kontrak-Kontrak Pendek” yang baru ini , sebagaimana perjanjian tersebut dinamakan, yang kadangpkadang dipaksakan pada Penguasa-Penguasa yang membangkang, menempatkan kekuasaan penuh ditangan Belanda kecuali mereka rasa cocok untuk diserahkan kepada Pribumi.

Dalam waktu yang agak singkat kekuasaan terhadap Tanah sekarang menjadi suatu kenyataan berdasarkan hukumyang dapoat menghadapi pemeriksaan Internasional

(Robert,58)

1900-1904

Proses Pengembangan Pemimpin-Pemimpin orang Jawa

Dalam Tahun permulaan Abad ini beberapa Putera Ningrat berhasil belajar di Negeri Belanda. Putera –Putera dari turunan Paku Alam terutama telah telah mengikuti Sistem Pendidikan Eropa . tentu saja asal keturunan yang menjadi faktor utama yang memungkinkan ini.

Paku alam Studie Fonds ( dana Studi Paku Alam) dengan bantuan dan rangsangan dari Free Mason telah membantu kemungkinan –kemungkinan ini menjadi kenyataan.

Sumber foto Notodirdjo : google

Pangeran Notodirdjo,pamon di Kraton Paku Alam dari Tahun 1901-1907 , adalah seorang penggerak di belakang semua ini .

Pada pergantian abad ini, Kusumoyudo dari keraton Paku alam sudah menyambung studinya untuk menjadi pegawai tinggi di Leiden (1900-1904), ia segera disusul oleh Putera Notodirdjo,

Sumber foto Noto Suroto : google

Noto Suroto ,yng akhir ini menjadi seorang Penyair *Indonesia dan seorang protogonis suatu Persekutuan Hindia Timur berdasarkan kekuatan dari Kelompok Elit paling atas, mirip benar dengan Republik yang dibayangkan oleh Plato.

Pada waktu yang sama Putera Regen Jepara ( abang dari Kartini) ,

Sumber foto Sosro Kartono : google

Sosro Kartono juga belajar di leiden. Tak lama ia pun meninggalkan studinya untuk belajar Mistik , lalu menjadi Dukun di Indonesia yang namanya terkenal di mana-mana.

Sumber foto Dr Rivai : Suryadi

Demokrasi Liberal yang seakan-akan tidak sanggup untuk mengendalikan konsekuensi-konsekuensi cita-sita sendiri , Dr Rivai pergi ke Ghent Belgia , dimana ia diizinkan untuk memperoleh ijazah dokter atas dasar Pendidikan dan pengalamannya sebelumnya, yang dapat diperolehnya dalam beberapa tahun.

(Robert,58)

Riwayat hidup Abdoel Rivai (atau Abdoel Rifa’i) secara singkat sudah ditulis oleh Hasril Chaniago dalam 101 Orang Minang di Pentas Sejarah (Padang: Citra Budaya Indonesia, 2010:128-31) dan dalam buku Harry A. Poeze Di Negeri Penjajah: Orang Indonesia di Negeri Belanda 1900-1950 (Jakarta: KPG – KITLV Jakarta, 2008:34-57). Sebelumnya, Parada Harahap sudah menulis: Riwajat Dr. A. Rivai (Medan: Handel Mij Indische Drukkerij, 1939). Lihat juga ringkasan riwayat hidupnya dalam Almanak Nasional tahun 1954 (Djakarta: Gapura:290-4)

Abdul Rivai lahir tgl. 13 Agustus 1871 di Bengkulu, anak dari pasangan Abdoel Karim gelar Gunung Radja, seorang guru sekolah Melayu yang berasal dari Palembayan (meninggal di Palembayan tahun 1903), dan Siti Kemala Ria yang masih termasuk kaum famili Raja Muko-Muko (meninggal di Tanjung Pinang).

 

Pada 1886 Rivai masuk Sekolah Dokter Jawa (STOVIA) di Batavia dan tamat tahun 1894. Setelah bekerja di Medan beberapa lama dan bertelingkah dengan penguasa setempat, anak muda yang cerdas, hemat, cermat, keras hati, dan tak senang diam ini berangkat ke Negeri Belanda pada 27 September 1899

Paku Alam III (GPH Sasraningrat)

GPH Sasraningrat dilahirkan pada 20 Desember 1827 oleh permaisuri Paku Alam II GK Ratu Ayu di Yogyakarta. Sebelum menjadi penguasa kadipaten ia pernah membantu ayahnya mulai 1857.

Setelah ayahnya mangkat pada 23 Juli 1859, GPH Sasraningrat ditahtakan pada 19 Desember 1858 dengan gelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Surya Sasraningrat.

 

Seperti mendiang Paku Alam II, Kepala Kadipaten Pakualaman ini juga gandrung akan kesusastraan. Ia sempat menulis beberapa karangan antara lain, Serat Darmo Wirayat, Serat Ambiyo Yusup (saduran cerita Amir Hamzah) dan Serat Piwulang. Selain itu ia juga mengadakan kontak surat dengan para sastrawan Surakarta.

KGPA Surya Sasraningrat [Paku Alam III] memiliki 10 putra-putri. Salah seorang putranya adalah KPH Suryaningrat. Pangeran ini merupakan ayah dari

 

 Ki Hajar Dewantoro, nama aslinya Suwardi Suryaningrat

 (pendiri Taman Siswa dan menteri Pendidikan RI yang pertama).

Pemerintahan KGPA Surya Sasraningrat [Paku Alam III] tidak berlangsung lama karena ia mangkat pada 17 Oktober 1864 ketika berusia 37 tahun.

Saat ia mangkat putra-putrinya semua masih kecil sehingga belum ada yang dapat menggantikan sebagai Paku Alam IV. KGPA Surya Sasraningrat [Paku Alam III] dimakamkan di Kota Gede Yogyakarta. Sampai saat mangkat ia secara resmi tidak menggunakan gelar KGPA Paku Alam III karena belum berusia 40 tahun. Gelar Paku Alam hanya dapat digunakan secara resmi oleh penguasa Kadipaten mulai usia 40 tahun. Namun peraturan ini banyak mengalami perubahan nantinya.

Sumber wiki

dst….dst…dst…

1906

Negeri Belanda menerbitkan

Koin perak 1 gulden degn ratu wihelmina dengan sangul mengantikan edisi sebelumnya rambut bergerai(lurus), ko8in ini sangat langka karena edisinya sangat sedikit,dan banyak hancur aat perang dunia pertama tahun 1908.

Koin ini saya temukan di Pontianak Kalimantan Barat tahun 1994,dan saya sudah jual karena memerlukan uang saat krisis moneter 1998.

Foto koin dari eksplorasi Google,saying tidak ada dari tahun 1906 ini.Bila adayang memilikinya harus hati-hati karena banyak yang dipalsukan huruf 0 dijadikan enam, enamnya khusus memelngkung kakinya.

(Komentar Dr Iwan)

 

dst….st….dst

1906

Proses Pengembangan Pemimpin-Pemimpin orang Jawa

Proses pengembangan Pemimpin-Pemimpin Orang Jawa yang berpendidikan Barat pada mulanya tidak mwndapat kerjasama dan kadang-kadang mengalami tantangan dari fihak orang tua. Mereka takut akan mendapat nama seperti Engelberg , Van lith , Hardeman , dan lain-lain dapat pula dimasukkan ke sini , tetapi mereka tetap merupakan kelompok kecil.

Dari sudut keuangan dalam hubungan ikatan Kolonial hal ini dilenyapkan , oleh karena Orang Eropa seperti ini akan tetap dikenang dan amat dihormati oleh Orang-Orang Indonesia yang dibantu mereka dalam memperoleh pengertian yang lebih mendalam mengenai Kebudayaan Eropa.

Pada tahun 1906 Dr Wahidin mengelilingi Jawa menghubunggi administratur-administratur sipil dalam usaha mendapatkan dukungan mereka , tetapi tak ada yang psotitif diperdapat darisana. Sampai ia menvgubunggi mahsiswa-mahasiswa STOVIA , barulah cita-citanya mulai berhasil.

Disini cita-cita beasiswa untuk mahasiswa-mahasiswa Jawa dikembangkan ke dalam konsep Algemeen Javasche Bond dan sebagai langkah pertama untuk mendapatkan tujuan akhir ini Budi Utomo pun dibentuk di tengah-tengah mahasiswa-mahasiswa muda kedokteran ini .

(Robert,58)

Komentar Dr Iwan

Dulunya sebelum membaca info tersebut diatas , saya beranggapan SMA Budi utomo Jkarta yang didirikan oleh Dr Wahidin , ternyata SMA tersebut memakai nama Budi utomo alias Boedoet (Boedi Oetomo) yang mridnya nakal-nakal ,banyak menbuat coret-coretan di jembatan dan dinding sekitar tahun 1990-1996, tetapi sekarang sudah tidak kelihatan lagi mungkin sudah dihapus Pemda Jkarta atau sudah lebih sadar.

Mari kita cari info tentang SMA Boedoeot tersebut di internet, hasilnya sbegaia berikut

Gedung Budi Utomo No. 7 diperkirakan sudah didirikan sejak tahun 1889 yang pada waktu itu dipakai oleh PHS (Prins Hendrick School) Sekolah inilah yang merupakan embrio SMAN 1 Jakarta 

Tanggal 13 Maret 1946 di bentuk sekolah Pemerintah yang pertama, yang mula-mula masih menggunakan nama SMT, lalu di ubah menjadi SMOA (Sekolah Menengah Oemoem Atas) yang menempati gedung PSKD di Jl. Diponogoro. SMOA kemudian berganti nama menjadi SMA yang pada waktu itu dikenal dengan sebutan SMA RI atau SMA Kiblik 
Tahun 1947 akibat adanya Agresi Belanda sekolah ini dibubarkan, akan tetapi kegiatan belajar mengajar di lanjutkan di rumah-rumah para guru, antara lain di rumah Bapak Adam Bachtiar (Direktur) di Jl. Gondangdia Lama No. 22, rumah Bapak Wagendorp di Jl. Sawo No. 12 dan juga di rumah  Ny. Dr. Susilo di Jl. Proklamasi No. 12 .

Keadaan ini terus berlangsung sampai penyerahan kedaulatan kepada Pemerintah Republik Indonesia dari pihak Belanda kepada Pemerintah Republik Indonesia pada tanggal 27 Desember 1947 
Pada awal tahun 1950 SMA Kiblik tersebut bergabung kembali tempat belajarnya dengan menempati gedung di Jl. Budi Utomo No. 7 sampai sekarang 
Tercatat beberapa kali perubahan nama dari SMA Kiblik sebelum berubah menjadi SMAN 1 Jakarta :
1. SMA Kiblik diganti menjadi SMA 1-A dan SMA 1-B, kemudian berubah nama menjadi SMA 1 ABC pada tahun 1959.
2. Berubah nama menjadi SMA Negeri 1 pada tahun 1964 
3. Atas keputusan Pemerintah, belum lama ini SMAN 1 berubah nama menjadi SMU 1 Jakarta. Hal ini juga terjadi pada SMAN lainnya di Jakarta

Sumber info snlindhayulianti.blog

Saya pernah membaca buku autobiografi dr Bader Djohan bahwa Moh Hatta pernah sekolah di prins hendrik school pada awal abad kedua puluh, coba kita cari infonya dari internet, hasilnya sebagai berikut

Prins Hendrik School, Dulu dan Sekarang

SMA 1 Jakarta dulu bernama Prins Hendrik School, yang diambil dari nama anak ketiga Raja William II dari Belanda.

Pada usia 17 tahun, Hatta lulus dari sekolah tingkat menengah (MULO). Kemudian ia pergi ke Batavia untuk melanjutkan studi di Sekolah Tinggi Dagang Prins Hendrik School. Di sini, Hatta mulai aktif menulis. Esai yang diterbitkan dalam majalah Jong Sumatera, berjudul “Namaku Hindania!”
(sumber http://kepustakaan-presiden.pnri.go.id)

 

dst….dst…dst…

1907

Perkumpulan THHK dan Sekolah THHK di Mojokerto didirikan pada tanggal 5 Agustus 1907. Pada waktu didirikannya, Sekolah THHK Mojokerto hanya memiliki sedikit guru.

Namun Sekolah THHK Mojokerto berhasil melakukan suatu gebrakan tersendiri yang belum pernah dilakukan oleh sekolah-sekolah sejenis di daerah lain.

 

dst….st…dst

1908

Although there was no recognizable nationalist movement among the indigenous population until 1908, Dutch authorities feared that nationalist sentiments would spread with the growth of ethnically mixed associations, known as kongsi.

Source-wiki

 

1908

Sjarifah nawawi the first student of first school at Padang

Sjarifah lahir di Boekittinggi 1896 adalah anak

Engku Nawawi sutan Makmoer(1858-1929) guru sekolah raja(kweekschool) di Fort de Kock Boekittinggi dan ibunya bernam chatimah sjarifah. Sjarifah disekolahkan di ELS European large school dan terus ke Kweekschool tahun 1907

Kweekschool fort de Kock tahun 1908

 

1908

dst….st…dst…

1908

Kajian Naskah Pemimpin Ke Syurga Dan Syair Perang Kamang Yang Kejadian Dalam Tahun 19908 oleh Djurip,Zaiful Anwar, Getri A.F. terbitan DepDikBud Jkarta 1996/1997

(KOleksi dr Iwan)

Ngalau Kamang ,sumber keretaunto.blog

Syair Perang Kamang Yang Terjadi Tahun 1908

Dengan Bismillah hamba suratkan

Alhamdullilah puji ke Tuhan

Shalawat dan salam dua sejalan

Atas Muhammad Rasul Pilihan

 

Pukul tiga malam serdadu datang

Pikul senapan serta kelewang

Tampak di halam bedil di pinggang

Kumandur opas sudahlah terang

Ada berdua penghulu kepala

Hamba pun lalok dijagokannya

Diri terkejut jadilah jaga

Berlari ke pintu lekas segera

Pemimpin Ke Syurga

Tanbih ( member Peringatan)

Disini kita harus perhatikan satu nasehat Junjungan kita Nabi Muhammad Shalailahu Alaihi Wu Salam> Begini Melayunya : “ Tiap-tiap UmatKU akan masuk syurga , kecuali mereka yang enggan “ Semabh salah seorang sahabat “:” Siapakah mereka yang enggan itu ya Rasulullah “/ Sabda Beliau :” Barang siapa yang mengikuti perjananan KU niscaya masuk syurga. Dan barang siapa yang enggan dari pada yang demikian itu itulah mereka yang enggan masuk syurga “ Mudaha-mudahanlah kiranya buku ini dimakbulkan Tuhan pula sebagai “ Tuhan Ke Surga “ serta lebih bermanfaat dunia kahirat Amin !

Doktor Haji Abdullah Ahmad

Informasi Terkait

Sumber foto DR Haji Abdullah Ahmad : google

dst….st…dst..

Maka, keberadaan Adabiah, PGAI yang telah dirintis oleh DR. Abdullah Ahmad sesungguhnya lahir dari keikhlasan semangat kebangsaan dan kecintaan serta jiwa nasionalisme Indonesia dengan berjuang menentang penjajahan guna merebut kemerdekaan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui jalur pendidikan mencari redha Allah yang tetap hidup dan berkembang hingga hari ini.

Wallahu a’lami bis-shawaab.

Bio Data Penulis ; H. Mas’oed Abidin, Lahir tanggal  :  11 Agustus 1935 di  Kotogadang, Bukittinggi,  Anak dari  : H.Zainal Abidin bin Abdul Jabbar Imam Mudo dan Khadijah binti Idriss. Jabatan sekarang  : Ketua Umum Masjid Raya Al Munawwarah Siteba, Surau Gadang, Kec. Nanggalo, Padang., Ketua Umum Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Prov. Sumbar,  masoedabidin@hotmail.com

dst…dst…dst

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s