Indonesia early 20th Century History Collections(continue Sample)

Thsi is only smple

Info before asking by the leiden university reseacheres, Bdega, dan before I send to her complete info she asking to stop the project

di the siruartion I upload in my Book , look the sample below, I hope  badega give me permission to write this info,vbecause she didnot need this info and i think this importantantto know,(Dr Iwan commet0

1910

Kathe Haase(?)

Paul Johan Seelig

(1876-1945)

Music and dramatic society “Braga” in 1910 with, amongst others, Paul Seelig on cello.

Publication Seelig / Matatani

Muziek en toneelvereniging “Braga” in 1910 met o.a. Paul Seelig cello

    Source

Indischmuziekleven

Found by Dr Iwan suwandy,MHA

 

 

 

 

 

 

 

In December 1910,

the American Deli Tobacco Company foreclosed on the mortgage, and at a sheriff’s sale (James P.S. Houston [photo on right from Florida State Archives],

  a son of Patrick and Martha Houston then being sheriff),

etc…etc..etc..

 

1910
Khouw Kim An (1910-1918 , reappointed 1927-1942 ) .

 

Majoor Khouw Kim An

Voorsitter Khouw Kim An (Majoor de Chinesen 3 februari 1937)

etc…etc…etc

Mayor Khow Khim An’s house

Which became

Candranaya building

now

During colonial era was named Sin Ming Hui

At Gajah Mada street (Jakarta),

 

1908

In 1908 richtte de koloniale regering de Hollands-Chinese scholen op, omdat zij bang was de greep op de Peranakan Chinezen te verliezen en dit scholensysteem had een leerplan dat identiek was aan het leerplan van de Europese lagere scholen

1908

On May 20, 1908 he and students formed the Budi Utomo, which means “beautiful endeavor.” Indonesians celebrate this date as National Awakening Day. By July they had 650 members, and non-students began to join. Their membership reached a peak of 10,000 in 1909, but it did not appeal to the lower classes.

The radical doctor Tjipto Mangunkusumo wanted to make it into a political party to lift up the masses and spread it beyond Java and Madura to all of Indonesia, and he was supported by Dr. Radjimam Wediodiningrat, who had been influenced by Theosophy and western philosophy.

1909

Tjipto defied the aristocrats and resigned from the board in 1909. In December the Governor-General van Heutsz declared the Budi Utomo a legal organization, and it was a quasi-official party for the government.

1909

In 1909 the OSVIA graduate Tirtoadisurjo founded the Islamic Commercial Union (Sarekat Dagang Islamiyah) in Batavia to support Indonesian merchants. Other branches formed; Haji Samanhudi organized a Javanesebatik traders’ cooperative, and H. O. S. Tjokroaminoto became the leader in Surabaya.

 

1909

 

The first government vocational schools opened in Batavia, Semarang, Surabaya in 1909, but most of their graduates worked for European firms. etc…etc…etc..

1909

Uang Imperial Bank Ningpo

Five dollars

1909

1909–1916: 

Gubernur Jenderal Hindia Belanda

Alexander Willem Frederik Idenburg

 

 

1909

Mereka yang tlah menamatkan pendidikannya, tidak dapat tidak merasa ekonominya trjamin , kareena pendapatan mereka mencukupi walaupun jauh dari kemewahan. Sesudah sekian tahun bekerja untuk Pemerintah , mereka dapat memasuki usha swasta dimana mereka akan mendapat imbalan uang yang lebih besar .

Akan tetapi semua ini belum tentu member kepuasan, hidup menurut syarat-syarat dn menciptakan masalah-masalah yang tak dapat dipenuhi oleh stabilitas ekonomi.

Tata cara Brat yang amat dipaksakan pada asas ke-Timuran mengundang pertikaian.

etc…etc…etc..

 

1909

Budi Utomo muncul dalam pentas Indonesia sebagai organisasi yang didasarkan atas usaha-usaha individu-individu yang bebas dan sadar akan persatuan. Dengan mengusahakan legalisasi ( Yang diperoleh pada tahun 1909 ) , perkumpulan ini telah berdiri di hadapan pengadilan Hindia Belanda dalam kedudukan yang sama dengan seorang sipil Eropa.

Perkumpulan ini mengembangkan sebuah program dan tujuan yang berada diluar segala sesuatu yang terdapat di dalam cakrawala Jawa , atau untuk Kebudayaan Tradisional Jawa. Keanggotaannya dipilih dan sangat sedikit didasarkan pada Ikatan Kesukuan kecuali tentutnya, bahwa pada tahun-tahun permulaannya Organisasi ini didominasi oleh kaum intelektual .

Organisasi ini menunjukkan ,sekurang-kurangnya dari luar , pengaruh usaha-usaha Barat untuk mengubah kehidupan social dan ekonomi Indonesia. Adalah masuk akal kalau keanggotaannya benar-benar terdiri atas orang-orang yang erat hubungannya dengan berfikir dan bertindak secara Barat.

Susah untuk menentukan sejauh mana peraturan-peraturan didalam Organisasi dengan gaya seperti ini , bahwa konsep Barat telah berpengaruh kepada banyak pendiri Oraganisasi yang merasa bahwa supaya berhasil , suatu Organisasi harus mengikuti pola Barat .

Barangkali dengan tumbuhnya desentralisasi orang Indonesia mendapat kesempatan yang banyak untuk menyaksikan pembentukan dan perluasan organisasi-organisasi Barat yang didirikan untuk mengembangkan suatu tujuan.

Selanjutnya hokum dan konsep-konsep legal Barat merupakan sarana untuk kelahiran maupun untuk pemeliharaan yang baik dari kehidupan organisasi dan menciptakan suatu usasana yang cocok dalam menyebarkan cita-cita ke atas dank e luar lingkungan setempat.

Didalam pengakuannya Budi Utomo pada pokoknya adalah pendudkung kebudayaan Jawa. Ia cenderung dan mengembangkan orang Jawa ( yang dianggapnya masuk dalam kelompok yang berbahasa Jawa, Sunda dan Madura , yang keseluruhannya telah melebur ke dalam suatu bentuk kebudayaan jawa ) menuju kepada kepada suatu perkembangan yang harmonis.

Perkumpulan ini brusaha untuk member kekuatan kepada mereka dalam menghadapi kehidupan modern dengan meremajakan kebudayaan Jawa. Selama hidupnya ( Budi Utomo kehilangan identitas formalnya di tahun 1955) perkumpulan ini tidak pernah kehilangan peranan kebudayaannya , tetapi ada masa-masanya ketika pengaruh lain menentang tujuan utama ini.

 

Peristiwa ini terjadi sekali pada periode pembinaan dalam eksistensi Budi Utomo dan yang mengambarkan sentiment yang hidup di dalam masyarakat Indonesia itu.

Pekerjaan untuk pembersihan dalam Budi Utomo dilakukan oleh seoramg dokter Jawa,

 

Sumber foto generusindonesia

Mas Wahidin Sudiro Husodo ,

etc…etc…

1910

Sin Po first went into print in 1910

Source wiki

 

1910

Letnan Kolonel H.N.A. Swart, Gubernur sipil dan militer di Aceh, dengan istri dan anak perempuannya untuk pesanggrahan di Bireuen selama perjalanan di sepanjang jalan yang baru selesai antara Gajo ke Takengon

1910
Tapi pengejaran pasukan Belanda yang sangat intensif membuatnya tidak bisa menghindar lagi. Rahasia tempat persembunyiannya terbongkar.

Dalam suatu pengepungan yang rapi dan ketat pada tanggal 24 Oktober 1910, Tjut Nyak Meutia berhasil ditemukan.
Walaupun pasukan Belanda bersenjata api lengkap tapi itu tidak membuat hatinya kecut.

Dengan sebilah rencong di tangan, dia tetap melakukan perlawanan.

Namun tiga orang tentara Belanda yang dekat dengan melepaskan tembakan. Dia pun gugur setelah sebuah peluru mengenai kepala dan dua buah lainnya mengenai dadanya. Cut Nyak Meutia gugur sebagai pejuang pembela bangsa.

Atas jasa dan pengorbanannya, oleh negara namanya dinobatkan sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional yang disahkan dengan SK Presiden RI No.107 Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964

etc…etc…etc

 

1910

Pada tahun 1910, Sekolah THHK Mojokerto sempat mengundang seorang pujangga dan sastrawan terkenal dari Tiongkok untuk mengajar di Mojokerto.

Su Manshu,

sastrawan yang didatangkan oleh para pengurus THHK Mojokerto mengajar selama 6 bulan saja.

Ia sempat ditawari menjabat kepala sekolah di Sekolah THHK Mojokerto karena keilmuannya yang tinggi, namun Su Manshu menolak dan memutuskan untuk pindah.

Di Sekolah THHK Mojokerto, Su Manshu mengajar bahasa Inggris dan bahasa Kuo Yu.

Keadaan politik di Tiongkok serta keadaan di Mojokerto sendiri yang tidak stabil menyebabkan pasang surut terhadap kegiatan pendidikan Sekolah THHK Mojokerto.

etc…etc…etc

1911

Paul Johan Seelig

(1876-1945)

 

In 1911 he leaves for Siam (Thailand). There he becomes conductor and musical advisor of the Royal Orchestra of Bangkok. At that time, he noted down a large number of Siamese folk-melodies and he also composed the national anthem of Siam. A large collection of songs, recorded from native singers of Central Java, would also appear in print afterwards.

The compositions of Seelig display an intriguing combination of eastern and western elements, the structure always betraying the craftsman. Much of his voluminous, practically undated oeuvre has, apart from the Indies themselves, also been performed in Germany, France, Austria, America and Japan, but strangely enough hardly ever in our country.

    Source

Indischmuziekleven

Found by Dr Iwan suwandy,MHA

 etc…etc…etc

1911

Sumber foto Dr Rivai : Suryadi

Rivai balik ke Indonesia pada 1911 dan ditempatkan di Cimahi sebagai Officier vanGezonheid. Tahun 1912 ia dipindahkan ke Padang.

Karena tidak suka diatur-atur orang Belanda, ia keluar dari pekerjaan dinas dan buka praktek di Jalan Gereja. “Dr. A. Rivai. Arts. Djoega Penjakit Mata dan penjakit perempoean. Spreekuur: PAGI poekoel 7-9, SORE poekoel 4-6. Telefoon No. 66. Kerkstraat”, demikian bunyi iklannya yang dimuatSinar Sumatra edisi Januari 1914.

Pada 1917 Rivai pindah ke Surabaya, lalu ke Semarang. 

Sumber suryadi

etc…etc..etc..

1911

Sumber fot google

Pada tahun 1911 Pangeran Notoprojo dilantik menjadi Ketua Budi Utomo . Dalam proses penentuan semula bukan regen-regen yang konservatif saja sebagai satu-satunya kelompok yang meninggalkan organisasi ini.

Apa yang dianggap sangat radikal bagimereka adalahsangat konservatif bagi kelompok radikal yang diketuaioleh Suwardi ( Ki Hjar dewantoro) dan Dr Cipto Mangunkusumo . Meraka pun keluar dari Budi utomo untuk mencari pengikut yang lebih radikal di tempat lain.

Mereka tidak jauh-jauh mencari . Penyokong terhadap tujuan-tujuan yang lebih radikal dari pemuda-pemuda Jawa ini datang dari seorang Indo-eropa, W.F.E. Douwes Dekker.

Sumber foto W.F.E. Douwes Dekker

kaskus.co.id

Pada saat didirikannya Budi Utomo , Douwes dekker bergabung pada Bataviaansch Nieuwblad (majalah berita Batavia) . Ia bertanggung jawab secara luar biasa secara luas atas Surat Kabar yang dianggap sbagai suara Jong Java di dalam kalangan bangsa eropa.

Douwes dekker adalah seorang petualang yang belum melewatisetengah-jalan dari hidup yang aktif selama tujuhpuluh tahun.

Ia adalah seorang keluarga jauh Multatuli yang terkenal tetapi tidak memiliki saraf yang kuat dan kepintaran yang mendorong yang dimiliki Leluhurnya itu

Sumber

Robert,58

Komentar r Iwan

Masih banyak info lagi tentang Douwes dekker dalam buku Robert van Niel, tetapi tidak dicuplik secara lengkap, nanti pembaca awam akan bosan, dan anda bisa baca dari bukunya, nanti saya diprotes jadi palgiat. Ini adlah hasil penelitian untuk kepentingan seluruh rakayat Indonesia .

Nanti akan saya terbitkan sebuah buku yang koleksinya adalh 100 % milik sya, wlaupun pengantarnya masih dari hasil penelitian orng lain. Hari sudah malam nanti anda bosah, ayo tidur lagi , bobok dimalam minggu sedap.

etc…etc…etc..

Pada tahun 1912

pelatihan dokter kedua di Surabaya dibuka,

 

 

Sekolah Kedokteran Hindia belanda (NIAS) 1912 .

 

Kedua sekolah (Medical School dan NIAS) dibuka untuk semua orang dan bagi perempuan. Hal ini tidak mustahil bahwa itu diharapkan oleh kelompok-kelompok baru – anak perempuan dan non-pribumi – mengakui, kekurangan dokter dalam pengurangan koloni. Sekarang semua populasi dirawat, mengubah judul dokter dokter India asli [ii].

 

Meskipun gadis yang mengikuti program tersebut, tetapi mereka memiliki pelatihan mereka sendiri dan membayar untuk akomodasi mereka sendiri selama studi yang bersangkutan. \

 

Siswa laki-laki diberi uang saku dan tinggal di sebuah pondok pesantren. Sebagai gantinya, mereka memiliki kontrak yang disebut mortgage bond.

 

etc…etc…etc

Dr Muwardi

Muwardi dilahirkan pada tanggal 30 Januari 1907 sebagai putra ketujuh dari 11 orang putra-putri M. Sastrowardoyo, Mantri guru Jakenan, Pati, Jawa Tengah.
Ayahnya mencita-citakan agar putra-putrinya menjadi orang pandai dan berkedudukan melebihi sang Ayah. Maka setelah tamat ELS (Europeesche Lagere School, Sekolah rendah berbahasa Belanda), Muwardi dikirim ke Jakarta untuk meneruskan pelajarannya di Sekolah Dokter STOVIA. Usaha orang tuanya itu tidak sia-sia, Muwardi lulus dari STOVIA dan menjadi dokter pada tanggal 1 Desember 1933.

Sumber

pahlawancenter.

18 November 1912

Pada tanggal 18 November 1912, Perserikatan 6yang diberi nama Muhamaddijah(sekarang Muhamadiyah) didirikan , dengan maksud dan tujuan ialah menegakkan dan mendukung tinggi Agama Islam, sehingga dapat mewujudkan nasyarakat Islam yang sebenar-beanrnya.

Keterangan lebih lanjut baca Anggaran Dasar Muhamaddiyah.

(sumber: Alamanak Muhamadiyah 1959)

 

 

 

21 Juli 1913

Saya menemukan arsip surat kabar Der Leeuwarder Courant (surat kabar yang terbit sejak 1752) yang melaporkan tentang Sekolah Kartini pada edisi Minggu, 21 Juli 1913. Tak tanggung-tanggung, laporan berjudul “Kartini Scholen” itu nyaris memakan satu halaman penuh — dan itu diterbitkan di halaman muka. Di sana dituliskan betapa Yayasan Kartini akan menjadi organisasi menyebar di seluruh negeri untuk memajukan pendidikan di negeri terjajah.

Sejak itulah Kartini sebagai narasi mulai mencuat. Buku surat-surat Kartini diterbitkan terus-menerus dan juga terus diperbincangkan. Yayasan Kartini di Belanda bekerja dengan bagus untuk mempopulerkan narasi tentang Kartini ini.

dst….dst…st

 

1913

Akhirnya pada tahun 1913, diubahlah kata Inlandsche (pribumi) menjadi Indische (Hindia) karena sekolah ini kemudian dibuka untuk siapa saja, termasuk penduduk keturunan “Timur Asing” dan Eropa, sedangkan sebelumnya hanya untuk penduduk pribumi. Pendidikan dapat diperoleh oleh siapa saja yang lulus ujian dan masuk dengan biaya sendiri

Pemeintah Hindia Belanda , cukup beralasan untuk cenderung melihat berbagai segi program Indische Partij ini dengan hati kurang senang . Partai ini revolusioner . Tidak mengherankan bila permohonan partai untuk diakui secara sah telah ditolak Gubernur Jenderal.

Hal ini tidak menghentikan arus propaganda yang disebarkan oleh pemimpin-pemimpin partaimelalui penerbitan partai , De Express.

Aksi Komite Bumi Putera mencapai puncaknya pada 19 Juli 1913, ketika harian De Express menerbitkan suatu artikel Suwardi Suryaningrat yang berjudul “Als Ik Nederlands Was” (Andaikan Saya Seorang Belanda).

Pada hari berikutnya dalam harian De Express Cipto menulis artikel yang mendukung Suwardi untuk memboikot perayaan kemerdekaan Belanda.

Tulisan Cipto dan Suwardi sangat memukul Pemerintah Hindia Belanda, pada 30 Juli 1913 Cipto dan Suwardi dipenjarakan,

Untuk menghentikan ini Pemerintah mengadili Daouwes Dekker, Dr Cipto dan Suwardi atas tuduhan “Penyimpangan-penyimpangan dalam jurnalistik “ dan membuang ketiganya keluar dari Hindia belanda tahun 1913

Pada 18 Agustus 1913 keluar surat keputusan untuk membuang Cipto bersama Suwardi Suryaningrat dan Douwes Dekker ke Belanda karena kegiatan propaganda anti Belanda dalam Komite Bumi Putera

 

Tiga sekawan Dr Ciptomangunkusumo,Douwes dekker dan Suwanrdi Suryaningrat pad atahun 1913 ditahan belanda dan dipenjarakan, dan pada 18 Agustus 1913 keluar surat keputusan untuk membuang Cipto bersama Suwardi Suryaningrat dan Douwes Dekkerkenegri Belanda

Pada Nopember 1913, Belanda memperingati 100 tahun kemerdekaannya dari Perancis. Peringatan tersebut dirayakan secara besar-besaran, juga di Hindia Belanda .

Perayaan tersebut menurut Cipto sebagai suatu penghinaan terhadap Rakyat Bumi putera yang sedang dijajah. Cipto dan Suwardi Suryaningrat kemudian mendirikan suatu komite perayaan seratus tahun kemerdekaan Belanda dengan nama Komite Bumi Putra.

Dalam komite tersebut Cipto dipercaya untuk menjadi ketuanya. Komite tersebut merencanakan akan mengumpulkan uang untuk mengirim telegram kepada Ratu Wihelmina, yang isinya meminta agar pasal pembatasan kegiatan politik dan membentuk parlemen dicabut.

Komite Bumi Putra juga membuat selebaran yang bertujuan menyadarkan rakyat bahwa upacara perayaan kemerdekaan Belanda dengan mengerahkan uang dan tenaga rakyat merupakan suatu penghinaan bagi bumi putera.

Sumber info :
 
http://bit.ly/copy_win

cst…dst…dst

 

1916

 

1916–1921:

Johan Paul van Limburg Stirum

 

dst…dst…st

1916

Goveurnur General Van Limburg stirum visit Padang with Insulinde Ship at the Emma Haven (now Teluk Bayur)

 

Governier general Van Limburg Stirum at the Resident Palace Padang in 1916(now West Sumatra Governur Palace).please look the Car that time

The interior of west Sumatra resident house in 1916

 

Welcome * Wel Kom) to Padang at the bridge from emma haven to Padang during the Guvernor genera van limburg stirum Visit Padang in 1916

Tread related info

Gaba-gaba menyambut Tuan Limburg Stirum di Padang

In March 1916

the Governor General of the Dutch East Indies Johan Earl Paul van Limburg Stirum official visit to Sumatra’s Westkust.

Van Limburg Stirum was Governor of the Dutch East Indies in 1916-1921. Important group of people that got Emmahaven Batavia (now: Gulf Bayur) by ship ‘Insulinde’.

They greeted like a king and was hailed by the subjects. Governor-General Van Limburg Stirum stay a few days in Padang before continuing his official trip to Tapanuli with rising auto overland through Pasaman

etc…etc…etc..

1917

Sin Po newspaper began gaining momentum as the leading advocate of Chinese political nationalism in 1917. The ethnic Chinese who followed its stream of thought refused any involvement with local institutions and would only participate in politics relating to mainland China.[36]

 A second stream was later formed by wealthy ethnic Chinese who received an education at Dutch-run schools.

Source-wiki

 

 

1917

Sumber foto Ade Muhd Djoen : google

Pada tahun 1917 Masehi Wakil Penembahan Ade Muhd. Djoen membuat suatu gagasan untuk mendirikan 2 (dua) buah Rumah Sekolah  yaitu: Holland Inlandse School ( H.I.S ) dan sekolah rakyat 5 (lima) tahun untuk memberi pendidikan anak-anak Negeri Sintang sehingga pengertahuannya sejajar dengan daerah lain.

 

 

 

 

 

 

 

 

Istana kerajaan sintang Kalimantan Barat

Stempel Kerajaan Sintang

Sumber : Google

 

1918

Uang Kertas dasri ztiongkok yang dibawa oleh pedatang Tionghoa dari Tanah leluhurnya,dan tetap disimpan sampai mati dan dijual oleh ahliwarisnya karena kesulitan ekonomi tahun 1998.

etc…etc…etc

1918

Sumber foto Dr Rivai : Suryadi

Pada 1918 ia terpilih jadi anggotaVolksraad. Tapi ia mendapat penyakit gula, yang mendorongnya mengambil verlof ke Eropa pada Agustus 1919. Tahun 1920 Rivai balik lagi ke Indonesia dan pada tahun itu dia terpilih kembali menjadi anggota Volksraad. Sementara itu ia tetap buka praktek di Semarang. Tahun 1926 ia berhenti jadi anggota Voksraad, kemudian pergi lagi ke Eropa.Ia kembali ke Indonesia tahun 1932 dan tinggal di Batavia. Tahun 1933 ia pindah ke Bandung.

etc…etc..etc

1908

Dr Roland Tumbelaka
Doctor Roland Tumbelaka dilahirkan pada 7 Djoeli 1880 di Amoerang, Menado. Pada October 20 tahoen telah diangkat pada pendjabatan dahoeloe sebagai tabib Djawa (inlands art).

Pada tahoen 1908, beliau dilepaskan dengan hormat dari Djabatan Negeri oentoek mentjahari idjazah tabib (arts) di negeri Belanda disamping idjazah Sekolah Tabib Djawa (N.I.A.S.) jg. telah diperolehnja.

etc…etc..

Kathe haasse , Diehm Wizenholer

Componist and pianist van NIROM

(info from Lilian muklder,Leiden,2015)

1904-1916

 

Live Concert in Indonesia (Ned.Indie)

Batavian Staff Orchestra

Orchestras in the Dutch East Indies

For a long time music-lovers depended on ad hoc ensembles that were expanded to form an orchestra if the need arose. Foreign opera companies touring the region often brought their own orchestras, sometimes these were supplemented with local musicians or good amateurs.

 

When conductor Nico Gerharz took up residence in Batavia he created a fully-fledged symphony orchestra made up of about 20 strings and a wind group, forces with which the standard orchestral repertoire could be performed.

The orchestra flourished in particular in the years 1904-1916. They even went on tour, performing in the major venues on Java.

At the time the young Käthe Haasse, mother of the well-known Dutch novelist Hella Haasse, gave concerts with works by Beethoven,

Grieg and

Paul Seelig.

A talented pianist, Haasse also composed songs for mixed choir. No sooner had the Japanese occupation ended or concert life was resumed, albeit on a modest scale.

Concerts took place in the Schouwburg, featuring the so-called Station Orchestra (AFRIB) and broadcast by the Allied Forces Radio in Batavia.

On the initiative of Theo van der Bijl and the Pickler Trio an orchestra was formed by combining several smaller groups. This orchestra would later become the Radio NIROM Orchestra and captured listeners all over the archipelago. Broadcasts took place through various relay stations.

Their first conductor of merit was Frits Hinze.

Smaller regional amateur orchestras were founded in places like Surabaya (Loo Vincent), Malang, Makassar, Bandung and Medan. Artist Walter Spies and musician Paul Seelig were invited by the sultan in Yokgyakarta to form a court orchestra.

Last but not least, the Radio Philharmonic Orchestra was created by local musicians and Dutch and Hungarian players.

 

1950

After 1950 a small formation remained in Djakarta conducted by Henk te Strake.

source

Indischmuziekleven

 

1915

 

Bali cock figter 1915

di Bali permainan sabung ayam disebut Tajen. Tajen berasal-usul dari tabuh rah, salah satu yadnya (upacara) dalam masyarakat Hindu di Bali. Tujuannya mulia, yakni mengharmoniskan hubungan manusia dengan bhuana agung. Yadnya ini runtutan dari upacara yang sarananya menggunakan binatang kurban, seperti ayam, babi, itik, kerbau, dan berbagai jenis hewan peliharaan lain.

Persembahan tersebut dilakukan dengan cara nyambleh (leher kurban dipotong setelah dimanterai). Sebelumnya pun dilakukan ngider dan perang sata dengan perlengkapan kemiri, telur, dan kelapa

. Perang sata adalah pertarungan ayam dalam rangkaian kurban suci yang dilaksanakan tiga partai (telung perahatan), yang melambangkan penciptaan, pemeliharaan, dan pemusnahan dunia. Perang sata merupakan simbol perjuangan hidup.

etc…etc

etc. look  another part

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s