MUSEUM LELUHUR KITA WANLI BAGIAN LUKISAN MAESTRO C

Koleksi Museum Lukisan Oei Hong Djien Magelang

Museum dengan koleksi lebih dari 2000 lukisan milik kurator Oei Hong Djien kini dibuka untuk kalangan yang lebih luas. Museum dibuka di Jalan Jenggala, Magelang. Lihatlah sekilas karya lima maestro seni rupa modern Indonesia: Affandi, Hendra Gunawan, S Soedjojono, Soedibio dan Widayat. Monalisa Indonesia, lukisan telanjang dan cerita di baliknya. 

 

 

Oei Hong Djien menjelaskan mengenai lukisan Affandi. Oei mengenal baik Affandi dan banyak belajar mengenai lukisan dari sang maestro.

 

Lukisan ini berjudul perempuan dan domba, karya Soedibio. OHD menyebutnya sebagai Monalisa Indonesia karena keanggunannya.

 

Lukisan Hendra Gunawan yang berjudul Penari topeng Cirebon. 

 

Istri Hendra Gunawan berpose di samping potret diri suaminya. 

 

 

Oey tidak menjual satupun lukisannya. Dia ingin semua bisa dinikmati oleh publik. 

 

Museum ini menempati bekas gudang tembakau. 

 

Sketsa karya pelukis Hendra Gunawan. Meski tak punya nilai ekonomi, sketsa ini turut dipamerkan karena punya nilai seni dan sejarah yang tinggi. 

 

Seorang pengunjung berada di dalam museum OHD pertama. Oei Hong Djien punya tiga museum di Magelang. Museum pertama berisi koleksi seni modern sedangkan museum kedua khusus karya kontemporer.

 

 

Seorang pengunjung mengamati lukisan Sudjojono. “Konon model lukisan ini adalah istri kedua Sudjojono, Ros Pandanwangi,” kata Oei. Lihat foto selanjutnya untuk melihat foto Ros saat ini. 

Istri Soedjojono, Ros Pandanwangi (kanan) dan putri mereka, Maya (kiri). 

Komentar Dr Iwan

Museum Leluhur Kita WANLI, memiliki luksian Sudjojono denagn wajah Isteri keduanya Rose Pandanwangi, saat itu maih muda dan cantik, sehingga saya namakan Monalisa Indoensia, diatas lukisan cat minyak diatas canvas tertulis nama Roes Pandanwnagi dan Djak. 71 serta Tanda Tanggan Sudjojono.

Ibu Ros ePandanwangi bila mau melihatnya nanti bulan Maret 2016 Museum akan mulai dibuka untuk umum,

DR Iwan Suwandy<MHA

Konsulatn Informasi

 

Suasana pameran di museum ketiga OHD. Museum ini memajang karya lima maestro Indonesia. 

Istri Soedibio, Saitem, berpose di depan karya suaminya. 

 

Di dalam kamar. Lukisan telanjang karya Affandi yang menunjukkan gairah. Karya ini dibuat tahun 1944

 

KESIMPULAN

Artikle terkait pelukis terkenal S.Sudjonono berdasarkan dari beberapa sumber, memang sangat tragis pelukis yang demikian terkenal terlantar lukisanya shingga pelu diadakn suatau acar pembahsan mau dapakan luisnanya, dan saya sangat beruntung dapat memiliki luksian alamarhum, dan dapat dilikat di Museum leluhur Kita “WANLI: Jakarta.

Musuem ini terdiri dari tiga bagian

Museum Keramik,

 

museum numismatik

 

 

Museum sejarah perjuangan kemerdedkaan RI

(mulain Pendudukan jepang-Rexolusi dan pernag kemerdekaan), Museum Botol da Coverbox Kerajaan Tiongkok yang dietmukan di indoenisesia, dan Musuem ketiga museum Lukisan

maestro S.Sudjojono,

 

hendra,

Skets  yang menjadi dsar lukisan dibawah ini

 

Henk Ngatung dsbnya

serta karya memorabilia lainya seperti

Foto Bintang Film terkenal dan

Piring hitam penyanyi maestro dunia.

yang disusun secara kronologis dari mulai

era  abad 19  dan

sebelumnya,

Awal abad kedua puluh,

Pendudukan Jepang,

 

Revolusi indoensia, Indoenseia  era Sukarno, Dan terakhir era Suharto sampai saat ini.

 

Museum sudh dibuka sejak tahun 2014 denga perjanjian dan akan go public 23 Maret 2015,

Bagi yang berminat untuk melihat museum ini silahkan mengubunggi email iwan swandy@gmail.com

Pengunjung sangat terbatas untuk Kleuargs Besar dan sahaat dekat serta pengunjung yang telah memberikan donasi untuk pengemabnagan museum ini, Nma Musum

MUSEUM ;LELUUR KITA “WANLI”

Bandingkan dnegan tempat yang sam sebelum di renovasi tahun 1996, banyak perobahan bukan, in berkat kerj keras seluruh keluarga dan hasil penjualan koleksi serta banduan dan donasi anda semua , dan berkat doa anda smeua sekarang sudah jadi tiga bagian, untuk itu saya da sleuruh keluarga mengucapkan banyak teri akasih dan syukur ke pad ayna Mhakuasa, dan BUnda maria, yesus dan Rohkudus  berkat karunia ilmam dan Kepintranya sya dapat merenovasi msueum yang lumayan bentuknya dan isinya.

 

(IWAN$LILY(

museum lithography  dan

 

Memorabilia Bintang Film dan Piring hitam lama.

 

Buku manuscript lama

KOLEKSI DIKUMPULKAN DARI TAHUN 1955 SAMPAI SAAT INI.

Terima kasih ats kunjungannya pada wbeb tempat promo museum keluarga ini.

JUGA DI MUSUEM AKAN DIPUTARKAN BEBERAPA cd-Rom Seperti Kokleksi sejaran Leluhur mulai Diansti Tang,Song,Ming dan Qing, serta Perang Pendudukan jepang di indoensia dan Revolusi dan perang Kmerdekaan idonesia 1942-1950.

SELESAI

HAK CIPTA @ 2015

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s