MUSEUM LELUHUR KITA WANLI BAGIAN LUKISAN MAESTRO A

MUSEUM LELUHUR KITA WANLI

BAGIAN PERTAMA

MUSEUM LUISAN MAESTRO INDONSIA

Koleksi Sejarah Lukisan S.Sudjojono

Oleh

Dr Iwan Suwandy,MHA

KOMBESPOL PURN.

Konsultan Informasi

Hak Cipta @ 2015

KATA PENGANTAR

Sore tanggal 16 Oktober 2015, saat itu sedang terasa sangat malas menonton TV(  acaranya diulang-ulang),  sambil mndengarsiaran  informasi lainnya , saya teringat pada  lukisan yang mampu  dibeli dengan harga yang relatif murah  ( sebelum terjadi krisis ekonomi,   juli 2015 )

 Lukisan itu menyebabkan  saya nostalgia tahun 1983, Nostalgia Masa Muda  ( 38 tahun, saat ini 71 tahun) waktu mengunjungi galeri

  pelukis S.Sudjojono di  Jogya

 

(Lokasi dekat  lapangan terbang Adisutjipto)

bersama seluruh keluarga, isteri Lily dan putra Albert(9 tahun)  dan Anton ( 6 tahun) serta Mertua Eliza (saat ini almarhum).

.Pada saat itu kami baru mendirikan Toko Antique Collections di rumah yang lama di Jalan Bundo Kandung 16  Padang ( sbelum pindah ke Jkata tahun 1989)-,  rumah sudah dijual tahun 1990 (dibeli saudara sepupu dan dijadikan hotel Ambacang,setelah roboh saat gempa 2008, didirikan kembali dan telah diganti namanya)

Saat itu isteri Pelukis S.Sudjono terlihat  sangat cantik, dan hampir mirip dengan lukisan yang tersebut itulah alasan mengapa lukisan itu saya beli, dan setelah saya lihat dan memandang dengan cermat, mrip dengan saat melihat lukisan Monalisa, mulanya biasa saja, terus jadi penaaran, terlihat wajahnya muram, mungkin lagi sedih, apakah saat itu mungkin pelukis S.sudjojono lagi kesal atau marah  atau memang wajah isterinya lagi sdih karena  wajah dalm lukisan itu tidak  ada senyumannya ., hanya saat itu penampilannya sendu , ada nama isteri S.Sudjojono tersebut Rose Pandanwangi , Djak 68  dan  tanda tangan  yang asli dan diberi jaminan pedgang Lukisan (teman karib sejak tahun 1996) bahwa itu lukisan ia beli dari keluarga anak almarhum Wakil Presiden RI Adam Malik. S aya langsung menempatkan  di museum milik keluarga, Museum lelug=hur Kita WANLI Jakarta, saat aya memandangnya kelihatannya memang mirip  lukisan Mona Lisa  saya lihat di Museum Louvre bulan julli 205 di Paris.

Oleh karena itu saya menyebutnya luksian Monalisa Indionesia.

Setiap dipandnag terlihat berbagai ekspresi dari sang isteri tersebut, saat saya mencari informasi terkait isteri S.Sudjojono benar-benar sudah tua benar,

memang saat saya bertemu beliau sekitar tahun 1983, saat itu anak saya baru di SD berumr sekitar sepuluh tahum sekarang sudah berumur 40 tahun.

Waktu putra saya tersebut datang ke rumah melihat lukisan tersebut bertanya inilukisan siapa,? Rupanya ia lupa,

Selain itu juga saya terkenang saat Istri S.Sudjojono (isteri kedua, isteri pertamanya Kartika Affandi) menawarkan beberapa mangkuk dinasti ming, katanya ini pilihan Bapak, iakan pelukis terkenal,

saya kurang berminat sebab itu Mangkuk tapak kuda yang di buat secara bertumpuk waktu pembakaran sehingga ini mangkuk kuli saat Admiral Cneng Ho mengunjungi pulau Jawa.

Pelukis terkenal ini saat itu tidak berada di Galeri tersebut,

saya lihat ada fotonya diatas.

Juga saat itu ditawarkan dua koin Wayang dari masa Kerajaan Majapahit, saya saya ragu-ragu tidak membelinya, karena koin itu sekarang sudah bernilai tiga juta rupiah, sedangkan saat itu hanya tiga puluh ribu

(sekitar 30 dollar USA).

Kemudian saya mengimpun informasi terkait pelukis terkenal ini dn inilah hasilnya.

Terima kasih ata izin pemilik informasi ini yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu dan juga tentu mih bnayak keurangan dari artikel ini, untukitu koreksi dan saran pembaca abngat diharapkan, dan bila ada komentar akan diedit supaya lebih lengkap dan menarik.

Jkarta !6 Oktober 2015

Dr Iwan suwandy,MHA

Konsultan Informasi.

 

KOLEKSI SEJARAH SECARA KRONOLOGIS

1913

  1. Sudjojono lahir di Kisaran, Sumatera Utara 14 Desember 1913,

Soedjojono lahir dari keluarga transmigran asal Pulau Jawa. Ayahnya, Sindudarmo, adalah mantri kesehatan di

perkebunan karet Kisaran, Sumatera Utara, beristrikan seorang buruh perkebunan.

 

1925

 

Ia lalu dijadikan anak angkat oleh seorang guru HIS, Yudhokusumo. Oleh bapak angkat inilah, Djon (nama panggilannya) diajak ke Jakarta (waktu itu masih bernama Batavia) pada tahun 1925.

 

1928

 

Ia menamatkan HIS di Jakarta,

 

1930

lalu melanjutkan SMP di Bandung, dan menyelesaikan SMA di Perguruan Taman Siswa di Yogyakarta.

 

1931

 

  1. Sudjojono sempat menjadi guru di Taman Siswa seusai lulus dari Taman Guru di perguruan yang didirikan oleh Ki Hajar Dewantara itu. Ia ditugaskan oleh Ki Hajar Dewantara untuk membuka sekolah baru di Rogojampi, Banyuwangi, tahun 1931.

 

1937

. Pada tahun 1937, ia ikut pameran bersama pelukis Eropa di Kunstkring Jakarya, Jakarta. Inilah awal namanya dikenal sebagai pelukis, Pada tahun itu juga ia menjadi pionir mendirikan Persatuan Ahli Gambar Indonesia (Persagi). Oleh karena itu, masa itu disebut sebagai tonggak awal seni lukis modern berciri Indonesia. Ia sempat menjabat sebagai sekretaris dan juru bicara Persagi. Selain sebagai pelukis, ia juga dikenal sebagai kritikus seni rupa pertama di Indonesia

 

 

1940

Di Yogyakarta itulah ia sempat belajar montir sebelum belajar melukis kepada R.M. Pringadie selama beberapa bulan Namun ia kemudian memutuskan untuk menjadi pelukis

Lukisanya memiliki karakter Goresan ekspresif dan sedikit bertekstur, goresan dan sapuan bagai dituang begitu saja ke kanvas, pada periode sebelum kemerdekaan, karya lukisan S.Sudjojono banyak bertema tentang semangat perjuangan rakyat Indonesia dalam mengusir penjajahan Belanda, namun setelah jaman kemerdekaan kemudian karya Lukisanya banyak bertema tentang pemandangan Alam, Bunga, aktifitas kehidupan masayarakat, dan cerita budaya

 

1942-1945

 

. Sewaktu di Jakarta, pelukis s.Sudjojono belajar kepada pelukis Jepang, Chioji Yazaki.

1947

 

 

“Mengungsi” by S.Sudjojono, Medium: oil on canvas, Size: 104cm x 144cm, Year: 1947

*) Koleksi Bung Karno

 

 

 

 

 

“Seko (perintis gerilya)” by S.Sudjojono, Medium: oil on canvas, Size: 173,5cm x 194cm

*) Koleksi Bung Karno

 

 

1948

 

 

“Kawan-kawan revolusi” by S.Sudjojono, Medium: oil on canvas, Size: 95cm x 149cm

*) Koleksi Bung Karno

 

 

1950

 

 

“Potret Seorang Tetangga” by S.Sudjojono, Medium: Oil on Canvas, Size: 120,5cm x 151cm, Year: 1950

*) Koleksi Bung Karno

 

1950

 

 

“Didalam kampung” by S.Sudjojono, Medium: Oil on canvas, Size: 130cm x 150,5cm, Year: 1950

*) Koleksi Bung Karno

 

 

1964

 

.

 

“Ngaso” by S. Sudjojono, Size: 140cm x 100 cm, Medium: Oil on canvas, Year: 1964

*) Auction: Christie’s Hongkong

 

 

 

 

 

 

“Pertemuan di Tjikampek yang Bersedjarah” by S. Sudjojono, Size: 104cm x 152 cm, Medium: Oil on canvas, Year: 1964

*) Auction: Christie’s Hongkong

 

 

 

 

 

“Kami” by S.-Sudjojono, Auction by Sotheby’s Hongkong

 

 

“Pelabuhan Tanjung Priok” by S.Sudjojono, Auction by Sotheby’s Hongkong

 

 

 

“Didepan kelambu terbuka” by S.Sudjojono, Medium: Oil on canvas, Size: 86cm x 66cm

*) Koleksi Bung Karno

 

1976

“Figur lelaki” by S.Sudjojono, Size: 55cm x 45cm, Medium: oil on canvas, Year: 1976

*) Auction: Masterpiece

 

 

1963

 

 

 

“Still life” by S.Sudjojono, Medium: oil on board, Size: 74,5cm x 54,5cm, Year: 1963

*) Auction: Masterpiece

1979

  1. Sudjojono, Pasukan Kita yang Dipimpin Pangeran Diponegoro (Our Soldiers Led Under Prince Diponegoro), 1979, oil on canvas, 100cm x 199.5cm

 

 

1985

Pelukis S.Sudjojno wafat  di Jakarta 25 Maret 1985

2014

Foto isteri Pelukis s.Sudjojono Rose Pandanwangi dan putrinya sumber Museum lukisan oei Hong Djien Magelang

 

 

 

 

 

 

KOLEKSI MUSUEM LELUHUR KITTA “WANLI”

BAGIAN LUISAN MASETRO HENK NGANTUNG

 

Koleksi S.Sudjojono Center

Beberapa Lukisna yang dippajnag saat diskusi Lukisan s.Sudjojono

Sketsa profil S.Sudjojono milik S.Sudjojono center

Ibu s.Sudjojono memebrikan kata sambutan saat diskusi

Mau Diapakan Lukisan s.Sudjojono.

Sumber

lelang-lukisanmaestro

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s