Author Archives: driwancybermuseum

Protected: kisi info Ramalan Joyoboyo

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Protected: KISI INFO SERAT TANAH JAWA

This content is password protected. To view it please enter your password below:

KISI INFO BABAD VERSI BALI “BABAD NUSA PENIDA”

INI CUPILKAN BUKU Dr IWAN SEBAGAI CONTOH,BUKU YANG LENGKAP AKAN DIPUBLIKAIKAN  9 PEBUARI TAHUN 2015

HARAP KOMENTAR,SARAN DAN SOKONGAN DARI SELURUH RAKYAT INDONESIA

DILARANG MENGKOPI DAN MENIRU IDE INI

HAK CIPTA Dr IWAN DILINDUNGI UNDANG-UNDAR RI

BUKU YANG LENGKAP TERSEDIA BAGI YANG BERMINAT HUBUNGGI LIWAT KOMENTAR(COMMENT) DI WEB BLOG INI

sORRY FOR THE UNEDITED ARTICLES BELOW,I DID  TO PROTEC T AGAINST THE COPY WITHOUT PERMISSSION

 

Dr IWAN SUWANDY,MHA

PENEMU DAN PRESIDEN PERTAMA

PERHIMPUNAN

KISI

(KOLEKSTOR INFORMASI SEJARAH INDONESIA)

TAHUN 2013-2020

SEKJEN KISI

LILI WIDJAJA,MM

DEWAN KEHORMATAN

KETUA

Dr IWAN SUWANDY,MHA

ANGGOTA

ALBERT SUWANDY DJOHAN OETAMA,ST,GEA

ANTON JIMMI SUWANDY ST.MECH.

 

ANNGOTA KEHORMATAN

GRACE SHANTY

ALICE SUWAMDY

ANNABELA PRINCESSA(CESSA(

JOCELIN SUWANDY(CELINE)

ANTONI WILLIAM SUWANDY

MASA JABATAN PREDIDEN DAN SEKJEN HANYA SATU KALI SELAMA TUJUH TAHUN, PENGANTINYA AKAN DIPILIH OLEH DEWAN KEHORMATAN

BAGI YANG BERMINAT MENJADI ANGGOTA KISI

MENDAFTAR LIWAT  EMAIL KISI

iwansuwandy@gmail.com

dengan syarat

mengirimkan foto kopi KTP(ID )terbaru dan melunasi sumbangan dana operasional KISI untuk seumur hidup 

YANG BESARNYA TERSRAH ANDA

sUMBANGAN RENDAH JAD ANGGOTA BIASA

SUMBNAGAN TINGGI JADI ANGGOTA KHUSU-

HAK ANGGOTA

SETIAP BULAN AKAN DI,KIRIMKAN INFO LANGSUNG KE EMAILNYA

DAPAT MEMBELI BUKU TERBITAN KISI YANG CONTOHNYA SUDAH  DIUPLOAD DI

hhtp”//www. Driwancybermuseum.wordpress.com

dengan memberikan sumbangan biaya kopi dan biaya kirim

TERIMA KASIH SUDAH BERGABUNG DENGAN KISI

SEMOGA KISI TETAP JAYA

Driwancybermuseum Homeoffic 

Copyrught @ Dr Iwan suwandy,MHA 2013

Forbidden to copy without written permission by the author

The Java History Collections

Part

The Java Babad Legend Story

 

Created  By

Dr Iwan suwandy,MHA

Special For KISI member

Copyright @ 2013

 

Setalah dengan susah payah, Dr Iwan Ketua KISI seoarng putra sumatera barat tak pernah belajar bahasa Jawa, dan bukan seorang historian,hanya ohi sejaraha dan belajar sendiri alias otodikak mencoba menterjemahkan Babad Tanah Jawa yang beraksara Jaw,

oleh karena tas permintaan banyak anggota KISI hasil terjemahan yang telah dilaksanakan itu di tampilkan dalam artikel info kisi hari ini, harap koreksi dari para pakar dan ahli bahasa jawa serta para ahli sejarah Indonesia

Selanjutnya KISI INFO akan membandingkan tulisan info Babad Tanah Jawa ini dengan situasi yang sberfnarnya terjadi berdasarkan fakta sejarah dan bukti-bukti sejarah yang asli

SILAHKAN BERGABUNG DENGAN KISI

AGAR INFORMASI YANG ANDA INGINKAN DAPAT DIPEROLEH SECARA LENGKAP

DAN DAPAT DIMANFAATKAN

SEBAGAI PELAJARAN AGAR HAL YANG JELEK TIDAK DIULANGI DAN HAL YANG BAIK DIJADIKAN PEDOMAN

DALAM MENYUSUN STRATEGI DAN TAKTIK MENGHADPAI

MASA MENDATANG

SELAMAT MEMBACA BABAD TANH JAWA YANG BENAR DAN BAIK

TERNYATA DIPULAU BALI JUGA ADA BABAD YANG ERAT KAITANNYA DENGAN BABD TANAH JAWA

BABAD NUSA PENIDA

BABAD TANAH JAWA

The Legend Of Java

PART 3

BABAD PANIDA(BALI)

CREATED By

Dr Iwan Suwandy,MHA

Special For KISI member

Copyright @ 2013

Om Swastyastu


Dengan segala hormat saya sampaikan kepada semua pengunjung yang merelakan dananya untuk mengunjungi site ini. Site ini dibuat atas dasar ketidakmampuan penulis untuk memilih yang benar
khususnya memilih Babad – babad atau sejarah Nusa Penida yang penulis temukan di Dunia Maya maupun di darat, Adapun nama site ini penulis namakan Babad Nusa Penida karena yang penulis sajikan dominan terkait ke babad atau sejarah yang merupakan tatwa paporit penulis, selain paporit penulis menganggap sejarah atau babad merupakan salah satu komponen yang terpenting dalam membangun jati diri. Demikian pula melalui babad atau sejarah sesuai dengan ajaran agama Hindu juga merupakan salah satu serana untuk mewujudkan rasa dan sikap bhakti kepada Tuhan Yang Maha Esa / Ida Sanghyang Widhi Wasa.

Namun apa yang terjadi, semakin penulis telusuri keberadaan sejarah atau babad tersebut semakin banyak dan beragam isinya yang penulis temukan, Mulai dari sejarah yang berupa prasasti sampai dengan buku2 lontar, yang baru maupun yang lawas, semua isinya sangat membingungkan, jika saja penulis tidak mempunyai warisan dari leluhur terdahulu tentang keberadaan penulis di Nusa Penida, mungkin saja dalam pencarian ini penulis akan berubah status menjadi seorang yang Gila. Penulis sangat bersyukur dan berterima kasih pada leluhur yang mana beliau masih sempat menulis diatas lempengan – lempengan logam timah dan tembaga, walau tulisannya tidak teratur namun masih bisa dibaca dan di pahami.

Untuk melengkapi dan untuk menjadi bahan perbandingan bagi semeton sahabat atau rekan yang juga memiliki kesukaan yang sama, penulis sertakan lempengan – lempengan timah dan tembaga tersebut dalam bentuk gambar walau keadaannya sudah rapuh bahkan berkeping – keping, selain kepingan yang penulis sajikan masih ada satu lembar yang utuh, dan yang utuh tersebutlah menuntun penulis untuk mengenal leluhur penulis sendiri. Dan dari kepingan tersebut pula yang menuntun penulis untuk menemukan duplikatnya yang juga berada di Nusa Penida.

Buat pengunjung yang terhormat, penulis mohon maaf beribu maaf, besar harapan penulis untuk bisa sebanyak mungkin mempunyai sahabat di Dunia Maya maupun didarat, namun sayang, penulis tak mempunyai sebutir harta yang bisa penulis gunakan sebagai bukti dan sebagai tanda persahabatan, penulis hanya mempunyai harapan dan harapan, sehingga melalui tumpukan artikel maupun beberapa lontar serta beberapa buku yang penulis temukan didarat maupun di dunia maya ini penulis persembahkan untuk pengunjung, dan untuk mempersingkat waktu koneksi pengunjung saat melihat artikel babad di site ini, silahkan copy pasta karena semua artikel ini milik kita bersama dan bukan berbentuk file yang penulis tempatkan di salah satu web sehingga pengunjung tidak perlu mendownloadnya.

Dari sekian banyak daftar isi site ini, ada beberapa diantaranya hanya judul artikel, isinya belum sempat penulis unggah karena terkendala dengan modem yang penulis gunakan. Harap maklhum kata mas tukul ” WONG NDESO” sehingga agak susah mencari signal yang ngejreng.

Demikianlah secuil, yang bisa penulis sampaikan kepada pengunjung, dan atas kunjungannya penulis sampaikan terima kasih, semoga selalu dalam keadaan sehat shingga kita bisa ketemu lagi di site

Babad NP Fersi Kerajaan Maja Langu DM

 

The Buwahan Temple Inscriptions


This document was translated into Indonesian by Ida Bagus Sidemen. The original document (photocopies) of 27 pages is owned by Drs. I Nyoman Sukada, from Den Kayu (Mengwi, Badung – Bali). Written on the document is ‘A/3247’ in handwriting, which probably indicates a catalogue number. On the first page, there is a stamp ‘Perpustakaan Pribadi Amlapura, Sura Wirya Pangeban’, with another stamp ‘Ida I Dewa Gede Catra, Jalan Untung Surapati Gang Flamboyan no. 2 Amlapura, Telp. (0363) 21761, Karangasem’

.
The structure of the text below is the same as the text in the transcribed version, rendered into latin script from lontar leaves (palm leaves) inscribed in Balinese characters. The paragraphs (in separate blocks) are therefore presented this way. The numbers of the original palm leaf inscriptions are mentioned in brackets in the Balinese version (left).
An English summarised translation is forthcoming. Further research and analysis is needed.
***

PRASASTI PURI BUWAHAN, DENKAYU, MENGWI
Naskah ketikan milik: Drs. Nyoman Sukada, Denkayu, Mengwi, Badung, 1976
Sane nedunin: Ida I Dewa Gde Catra, Jl. Untung Surapati, Gang Flamboyan No. 2 Amlapura, Karangasem
Tanggal ngetik: 25 Januari 2008.

 

 

 

 

 

Balinese
Om Awighnamastu
I. Ida Ratu Sakti ring Puncak Mundi


Ceritra ring purwa kala, wenten reke tusning kulawarga dalem majalangu, mapesengan ida ratu sakti, miwah rabin ida mapesengan ida ratu ayu mas mecaling. Sang kalih sami pada teleb ring tatwa kadyatmikan, maka miwah pada teleb ngalaksanayang yoga samadi. Ida ratu sakti teleb ring kapu-tusan, sakewanten sane isteri ida ayu mas mecaling, tan mari teleb ring tatwa kawisesan aji wegig.
nemonin rahina hayu, raris lunga ida sang kalih saking panagara majalangu, kahiring antuk sira arya sentong miwah rabin dane. tan ceritayang ring margi, kancit rawuh ring nusa panida. sarawuh ida ring pasisin pulo nusa panida punika, raris ida ngulati linggih pacang pinaka .linggih ida ngelarang yoga semadi. tan asuwe raris ida manggihin genah sane suci, manut pakayunan ida patut linggih pacang ngastawa ida sang hyang widi. genahe punika mawas-ta puncak mundi, irika raris ida ngawangun hasrama sarwi ngelarang yoga ring samping watune agung.
sawatara nem sasih suwen ida malinggih ring puncak mundi, raris kesah ida saking irika ngulati pasisi. kancit rawuh ring desa munduk biyas. sarawuh idane irika, kapendak olih wong desane sami, pingajeng dane bande-sa sane pinaka pangenter wong desane irika. sesampune suwe ida malinggih irika, raris ida kakaryanang puri olih wong desane miwah kekaryangan mrajan, maka linggih ida ratu sakti ngelarang yoga, sinangguh mrajan dalem. sasukat ida malinggih irika, desane wiyakti rahayu tan kahanan pakewuh, dwaning sasab merana sami pada puceh, mahawanan gemuh landuh desane sawewengkon munduk biyas.
ceritayang mangkin ring sampune suwe ida malinggih irika ring puri munduk biyas, raris wenten pekayunan ida pacang lunga ke bali, duwaning manut pekayunan ida, sane sida kacingak olih ida rikala ida ngelarang yoga, katah wantah genah genah suci ring bali, sane patut pacang linggih ida ngelarang yoga. indik idane puniki raris kebawosang ring rabin ida, nanging rabine tan kaicen sareng lunga ke bali, tur mangda jenek malinggih ring puri, kahiring olih parekan ida kakalih diri sane mewasta ki lenjar miwah ki lenjir, parekan sane ngiring saking majalangu nguni.

Bali
om Awighnamastu
I. Raja suci Puncak Mundi

Ceritra Modal awal yang , akun Wenten tusning kami keluarga majalangu , ia menamai raja suci , Rabin , dan ia bernama raja dia cukup mas mecaling . Kedua mereka teleb yang tatwa kadyatmikan , dan mereka teleb Untuk ngalaksanayang Pinoy baik. Dia teleb raja suci Kapu – Tusan , sakewanten istri dia cukup mas mecaling , yang teleb baik tatwa kawisesan Bapa wegig .


Pengalaman hari kesejahteraan , ia pergi keluar dari dua panagara majalangu , kahiring dengan Anda dan seseorang bernama Arya Sentong Rabin mereka . yang ceritayang jalan , datang ke kancit TIMUR Panida . sarawuh dia pasisin pulau Nusa Panida , dan ia duduk ngulati akan mengalihkan . ngelarang dia duduk meditasi yang baik . asuwe yang katanya bertemu Genah suci ,

menurut pakayunan ia akan duduk ngastawa Allah . genahe kera – seperti kepala Mundi , The ia pergi menghias hasrama saya ngelarang sisi watune baik besar.
Untuk bulan terakhir sekitar enam ia malinggih yang Mundi kepala , dan ia melakukan perjalanan

dari The ngulati pasisi . kancit datang ke desa Munduk biasanya . The sarawuh nya , desanya kapendak menerima sama , mereka pingajeng band yang pangenter mengalihkan desanya -orang . Setelah ia malinggih Waktu , katanya kakaryanang Puri menerima desanya dan kekaryangan merajan , Untuk raja ia duduk ngelarang suci yang baik , sinangguh merajan kami.

 

The sasukat dia malinggih , desanya wiyakti diberkati norma negara, dwaning sasab penderitaan yang mereka puceh , mahawanan Gemuh landuh desanya sawewengkon Munduk biasanya .
ceritayang sekarang memiliki waktu dia malinggih Cincin biasanya Munduk Puri , dia Wenten pekayunan dia akan kembali ke ,

 menurut duwaning pekayunan dia , yang kebetulan kacingak ia menerima ketika ia ngelarang baik , terus Sekarang Genah Genah cincin kembali , dan ia duduk akan ngelarang baik. Indik nya dikatakan kebawosang ia Rabin , Rabin tapi kaicen dan kembali ke , dan bahwa jenek malinggih Puri , kahiring hamba ia menerima kakalih diri mewasta terlalu lenjar dan lenjir juga, mengikuti hamba majalangu seperti itu.



II. Ida Ratu Sakti ngelarang yoga ring Bali


Tan critayang ring margi, kancit ida ratu sakti sampun rawuh ring bali kahiring olih dana sira arya sentong miwah ki bendesa [2] ngawangun pasraman ring muncuk guling (kelengkung). yan akudang rahina ida jumenek malinggih ring muncuk guling, raris kesah saking irika ngulati genah ngaler kawuhang, gumanti rawuh ring tengah alase sane katah wenten buron manjangan, mahawanan kapangguh katah pisan tampak wiyadin laad enjek enjekan manjangan, raris alase punika kawastanin tenjak manjangan. ring genahe punika raris ida ngelarang yoga samadi di luhuring watune lempeh sane meganah tan adoh saking tukade agung, inggih punika ring dauh tukad. sira arya sentong, lunga saking irika ngulati taler genah pacang linggih ngelarang yoga samadi. dane ki bandesa, lunga ngulati genah ngelod kawuhang, rawuh ring alase sane katah buron bojog nyane irika wantah dane ngelarang yoga samadi, nunggaling idep nunas wara nugraha ring ida sang hyang widhi miwah ring ida betara sane malinggih ring alase punika.
Mungguing dane sira arya sentong, rawuh ring genahe sane wenten panambak toya, wiyadin empelan, irika wenten kapanggih pancung tiying gading, ring samping pancunge punika dane raris ngelarang yoga samadi. yan akudang rahina maka suwen dane matoga irika, raris risampune puput yogan dane malih mawali ka linggih ida ratu saktine ring tanjak manjangan, tur nguningayang mungguing saparindik danene sida polih pahica.
Kala punika raris Ida Ratu Sakti wenten ketel wecana ring dane sira arya sentong, “uduh paman arya, yan aketo pedabdabe, ngawit dinane jani. Nira mapaica biseka tekening paman, sawireh paman polih paica keris rikala paman mayoga disampingan pancunge, jani adanin gelah ki pancung, wiyadin adanin ki pancung sakti, tur tongos pamane adanin gelah pacung.
Kala punika taler rawuh dane ki bendesa saking genah dane ngelarang yoga. Yan ta kocap duke dane ngelarang yoga samadi, wenten kanten sekadi puri kapang-guh, tur wenten medal anak lingsir, mabawos mangda dane megingsir saking irika. Asapunika mungguing dane ki bendesa, raris ida ratu sakti ngandika, “uduh paman bendesa, yan aketo pidabdab pamane, ngawit dinane jani paman adanin gelah ki bendesa sabeng puri tur tongose ento maadan alas keraton. lantur ida ratu sakti ngandika, “paman pacung sakti miwah bendesa sabeng puri, sawireh di tongose ene paman ngiring gelah mererawosan, tongose ene adanin gelah paruman. Nah satondene gelah matinggal uli dini, lawutang punduhang ento batune ane tegakin paman dini, dibatune ane tegakin gelah pinaka ciri tongose dini tuwah tongos gelah ngelarang yoga.
Sesampune batu-batu punika kapunduhang, raris sang tiga kesah (3) ngulari ngalerang, rawuh ring genahe sane wenten semer, irika ida ngelarang yoga semadi di luhur batune lempeh sane wenten ring sampingan semere punika, kahiring olih ki pacung sakti miwah ki bendesa sabeng puri. puput ida ngelarang yoga, sadurung ida kesah saking irika, raris batune lempeh punika kahambil olih ki pacung sakti, kagenahang duhur bungut semere, pinaka penekep semer, genahe punika kewastanin puser tasik.
Saking Puser Tasik ida lunga kesah ngalerang, rawuh ring predesa sane wenten wit campaka putih, irika raris ida mararyan, ngelarang yoga, ge-nahe punika kewastanin jemeng (pinge, tuwa, marsa). Saking jemeng raris kesah ngalerang tur ngelarang yoga ring sarwa nadi (tegeh, angsri, baturiti). Saking gunung lebah malih matinggal tur malinggih ring pucak tinggah (ang-sri, baturiti). Saking pucak tinggah malih kesah, malinggih ring panataran (sandan, baturiti). Saking panataran kesah raris malinggih ring pucak asah, ring pucak asah kala punika alase wantah katumbuhin antuk wit poh mahawanan taler kawastanin alas poh, irika suwe ida ratu sakti malinggih kahiring olih ki pacung sakti miwah ki bendesa sabeng puri, jantos ida ngwangun pasraman. Dwaning suwe ida malinggih irika, tandugi irika taler ida mekarya pasiraman, kawastanin biji tamansari. sewosan ring punika taler ida maduwe pamebesan antuk batu, mahawanan batu punika raris mewarna selem asibak barak malih asibak, sinangguh batu saliwah.
Saking irika taler sering magentos linggih pinaka linggih ida ngelarang yoga samadi, inggih pu-nika ring paninjowan, ring bakungan, ring bukit sari, ring pucak tegal baas, ring pucak renjani.
Saking pucak asah malih ida magingsir linggih, ngulati pangu-ngangan (abang, candikuning). Wekasan duwaning palinggihe ring pangu-ngangan adoh saking desa baturiti, mawit saking kayun dane pemekel batu-riti, raris kawangunang palinggih ring baler desane, kawastanin pura anyar, pinaka panyawangan da batara ring pura pangungangan (abang), punika hawanan rikala mlaspasin pura anyar punika, ida betara ring angungangan kapendak tur katuntun kalinggihang ring Pura Añar (Baturiti).
Saking pangungangan malih magingsir, malinggih ring tratebang (candikuning, baturiti). Saking tratebang magingsir malih raris malinggih ring candi mas (candikuning). saking candimas malih magingsir tur malinggih ring bratan (candikuining). saking bratan malih magingsir linggih raris ngelarang yoga ring rejengbesi (candikuning). saking rejeng besi, kesah malih raris ma-linggih ring bukit sangkur, kesah saking bukit sangkur malinggih ngelarang yoga ring bukit mangu, saking bukit mangu magingsir malih raris malinggih ring batur (pura jati). saking pura jati magingsir malih tur malinggih nge-larang yoga ring guwalawah. saking guwalawah raris ida ratu sakti mawali mantuk ka puri munduk biyas (nusa), kahiring olih Ki Pacung Sakti miwah Ki Bendesa Sabeng Puri.
Amunika katah genah genahe ring bali sane pecak kaangge maka linggih Ida Ratu Sakti ngelarang yoga samadi. kwentenane mangkin [4] sami ring genah genahe inucap ring ajeng, sampun kawangunin kahyangan, tur kaloktahang antuk panyngsung panyungsung nyane sami. Kahyangan yadin pura payogan ida betara.
Caritayang ida ratu ayu mas macaling, malinggih ring puri munduk biyas, rikala rabine matirtayatra lunga ka bali, kahucap wenten rawuh utusan saking majalangu, sareng petang diri. i putusan raris kasambrama antuk ulam bawi. nanging samian putusane tan purun ring ulam bawi. duwaning asapunika, raris kanikayang parekane i lenjar miwah i lenjir, ngejuk ayam pinaka ulam sangun i putusan punika. lami reke i parekan ngepungin ayam, taler tan sida kaejuk, raris wetu idep nyane kasihan ring putusan, suwe ngeger sodane, raris ipun ngambil paksi titiran ida ratu saktine, katampah tur kahebat. ring sampune puput, raris kahaturang ring i tamiyu tur kahajengang. kocap sasampune i putusan mawali budal ka majalangu, kahuningin raris olih ida ratu ayu mas mecaling titiran idane ical. Tandumade, wetu duka ida, raris i parekan kanikain mangda tangkil.
I lenjar miwah I lenjir tahu ring deweknya iwang tur janten pacang polih bendu. Gagelisan ipun minggat saking puri, pisadyannya pacang mewali ka majalangu. Sadurung iparekan tedah saking puri, polih ipun ngambil was-tra selem druwen ida ratu ayu mas mecaling, kanggen pinaka laluhur, rikalan idane ngerehang aji pangiwan ida. wawu i lenyar miwah i lenyir rawuh ring pasisi, gelis rauh utusan ida ratu ayu mas mecaling, ngetutang pamargin pare-kan kalih punika. sane kutus nora liyan kulawarga dane ki bandesa. i pare-kan kahajakin mangda mewali ka puri, nanging ipun sang kalih matulak, tanngiring sekadi bawosnya i putusan. irika raris i parekan ngawentenang yu-da marep rinmg i putusan. Puputing yuda kawon kawisesannya i putusan, sasampun seda i putusan, sumayan ajrih manah nyane i lenjar miwah i lenjir, hawanan raris maserana antuk wastrane selem punika ipun raris mrelina raga.
Punika maka larapan ne mangkin sakatahing tapakan (barong) sane rawuh ring pura pucak padangdawa, tan dados ngangge kampuh selem.


II . Raja suci ngelarang kembali baik

Tan critayang jalan, ia kancit raja suci telah kembali kahiring dana diterima , dan seseorang bernama Arya Sentong terlalu Bendesa

[ 2 ] pasraman menghias bantal muncuk ( perspectivity ) . akudang hari jika ia jumenek malinggih muncuk bantal , ia melakukan perjalanan dari The ngulati Genah ngaler kawuhang , Gumanti datang ke tengah hutan disimpan Wenten penganiayaan Manjangan , mahawanan kapangguh membuat mereka tampil wiyadin Laad enjek enjekan Manjangan , dia adalah alasan kawastanin tenjak Manjangan . genahe yang baik dan dia ngelarang BAIK menjadi besar watune lempeh adalah meganah yang tukade jauh dari besar , adalah bahwa Tukad Dauh . Anda Sentong seseorang bernama Arya , pergi dari ngulati suku akan Genah duduk ngelarang APAKAH baik. mereka juga Bandesa ,

 go ngulati Genah ngelod kawuhang , datang ke hutan tetap penganiayaan bojog The Sekarang mereka mengharapkan ngelarang baik BAIK , nunggaling Idep nunas Tulisan Nugraha Tuhan dan Widhi dia sorgum yang malinggih alasannya .
Bahwa mereka Sentong seseorang bernama Arya , yang datang ke genahe Wenten panambak air, wiyadin empelan ,

 Wenten itu melihat kereta tiying warna gading , sisi kereta ia pergi ngelarang APAKAH baik. Untuk hari akudang jika mereka matoga Yang terakhir , ia risampune peluit Yogan mereka lagi mawali Ka ia duduk di Raja saktine tanjak Manjangan dan nguningayang bahwa saparindik polih nya pahica terjadi .
Yang ia dikatakan Raja suci Wenten yang wecana boiler mereka adalah seseorang bernama Arya Sentong ,

 

 ” seseorang bernama Arya uduh tuan, jika aketo pedabdabe , memulai hari sekarang . Anda mapaica biseka gambar tuan, tuan sawireh polih paica Keris ketika tuan mayoga disampingan kereta , sekarang Adana gelah saya melatih , saya melatih wiyadin suci Adana , Adana dan tongos tuan gelah Pacung .
Dengan suku datang kepada mereka , terlalu Bendesa dari Genah mereka ngelarang baik.

Jika dia kocap Duke ngelarang baik BAIK , Wenten pasien sekadi Puri kapang – guh , dan Wenten apapun masa lalu , mabawos bahwa ia megingsir The . Mengatakan bahwa ia juga Bendesa , ia pergi raja suci berkata ,

 ” uduh Bendesa tuan , jika aketo pidabdab tuan, tuan sekarang memulai hari Adana gelah terlalu Bendesa sabeng Puri dan tongose ​​Maadi istana hutan . ngelantur suci raja katanya , ”

Tuan Pacung suci dan Bendesa sabeng Puri , sawireh di tongose ​​ene tuan diikuti gelah mererawosan , tongose ​​ene Adana gelah Paruman . Nah satondene gelah matinggal uli Dini , lawutang punduhang saya mendapatkan batune vertikal Dini tuan , saya dibatune vertikal gelah mengalihkan karakteristik tongose ​​Dini tuwah tongos gelah ngelarang baik.

Setelah batu – batu kapunduhang , dan tiga pergi ( 3 ) ngulari ngalerang , yang datang ke genahe Wenten Semeru , dia ngelarang Meditasi baik pada batune lempeh besar Wenten adalah produk sampingan dari Semeru , kahiring menerima Pacung terlalu suci dan terlalu Bendesa sabeng Puri . linggis dia ngelarang anak , sebelum ia melakukan perjalanan dari , ia batune lempeh adalah kahambil menerima terlalu Pacung suci , kagenahang Ḑuhūr bungut Semeru , mengalihkan penekep Semeru , genahe adalah kewastanin Tasik pusar .

Pusar Tasik ia pergi untuk pergi ngalerang , yang datang ke Wenten Campaka pohon predesa putih, The mararyan katanya , ngelarang anak , GE – Nahe adalah kewastanin jemeng ( ganda , tua, Mars ) . Jemeng ia bepergian ngalerang dan ngelarang yang baik saya Nadi ( Tegeh , angsri , Baturiti ) . Gunung ini Lebah matinggal dan malinggih di pucak tinggah ( Sri – ang , Baturiti ) . The pucak tinggah pergi lagi , malinggih yang Panataran ( saya , Baturiti ) .

 

 

 The Panataran pergi dan malinggih di pucak Asahi , Asahi pucak yang merupakan alasan katumbuhin Sekarang dengan pohon mangga mahawanan suku hutan mangga kawastanin , Raja waktu suci ia menerima malinggih kahiring Pacung terlalu suci dan terlalu Bendesa sabeng Puri , jantos ia ngwangun pasraman . Dwaning Semakin lama ia malinggih , tandugi Suku dia mekarya pasiraman , kawastanin bijih Tamansari . sewosan suku ia maduwe pamebesan dengan batu, mahawanan batu dan Mewar selem asibak Baraka lagi asibak , sinangguh batu saliwah .


Suku magentos sering duduk mengalihkan ia duduk ngelarang baik BAIK , adalah bahwa UV – paninjowan , Bakung itu, Bukit sari , Gamecube pucak Baas , di pucak Renjani .

The Asahi pucak lagi ia duduk magingsir , ngulati Pangu – agape (merah , Candikuning ) . Duwaning akhir palinggihe Pangu – agape jauh dari Baturiti desa , mawit dari mereka Penuh pemekel batu – RITI , ia kawangunang palinggih Baler desanya , kawastanin Pura baru , mengalihkan panyawangan da dewa Pura pangungangan (merah ) , hawanan ketika baru Pura mlaspasin , dia sorgum angungangan yang kapendak dan diarahkan kalinggihang Pura Anar ( Baturiti ) .

The pangungangan lagi magingsir , malinggih yang tratebang ( Candikuning , Baturiti ) . The tratebang magingsir lagi pergi ke kuil I malinggih ( Candikuning ) . Para candimas lagi magingsir dan malinggih yang Bratan ( candikuining ) . dari Bratan lagi magingsir ia duduk ngelarang anak rejengbesi ( Candikuning ) . The Rejeng PERTAMBANGAN , pergi dan duduk di bayonet ma – Bukit , pergi dari Bukit bayonet malinggih anak ngelarang keraguan Bukit , dari Bukit diragukan lagi ia magingsir malinggih hamba ( Pura JATI ) . Pura JATI magingsir lagi dan malinggih mungkin guwalawah baik mahal . ia pergi dari guwalawah suci raja mawali mantuk Ka Puri Munduk biasanya ( EAST ) , kahiring menerima Pacung Ki Ki suci dan Bendesa Sabeng Puri .

Amunika terus Genah genahe belakang yang pecak kaangge Untuk Raja ia duduk ngelarang suci BAIK baik. kwentenane sekarang [ 4 ] dan Genah genahe inucap membawa , telah membentuk surga dan kaloktahang dengan panyngsung panyungsung mengharapkan hal yang sama . Yadin surga Pura Payogan dia sorgum .
Caritayang dia raja indah aku macaling , malinggih Munduk Puri biasanya , ketika Rabin matirtayatra Ka kembali , kahucap Wenten datang utusan dari majalangu , dan koktail diri .

Aku pergi resolusi kasambrama dengan lauk bawi . tetapi mereka rusak yang purun salad bawi . duwaning mengatakan , ia kanikayang parekane i lenjar dan saya lenjir , ngejuk salad ayam Sangun saya mengalihkan fraktur . lama akun saya ngepungin pertempuran hamba , suku kaejuk terjadi , ia Wetu idep mengharapkan kasihan resolusi ,

 semakin lama ngeger sodane , dan mereka mengambil raja, ia titiran sumbu saktine , katampah dan kahebat . dari peluit , dan kahaturang i Tamiya dan kahajengang . i kocap setelah fraktur mawali budal Ka majalangu , kahuningin ia menerima raja dia cukup mas mecaling titiran menghilang nya . Tandumade , Wetu dia marah , dan aku kanikain hamba yang Tangkil .

Aku lenjar dan aku tahu Iwang lenjir dan ia akan menjadi benda langit polih . Gagelisan mereka pop dari Puri , pisadyannya akan mewali Ka majalangu . Sebelum iparekan tedah Puri , polih mereka mengambil adalah Tra – selem druwen dia raja indah aku mecaling , kanggen mengalihkan laluhur , ketika Romo pangiwan ia ngerehang .

Wawu sebagai i dan saya datang ke lenyir pasisi , cepatnya ia datang utusan raja indah aku mecaling , ngetutang pamargin Pare – dua yang benar . orang kutus tidak ada keluarga Bandesa mereka juga. i Pare – kahajakin bahwa mewali Ka Puri , tapi mereka berdua matulak , tanngiring sekadi i resolusi bawosnya .

hamba itu berkata saya ngawentenang Yu – da marep resolusi i rinmg . Bellow perang Kawon i resolusi kawisesannya setelah resolusi saya meninggal, sumayan ketakutan lenjar jantung dan saya berharap saya lenjir , hawanan ia maserana dengan Wastra selem dari mereka pergi mrelina tubuh .
Untuk larapan itu kini sakatahing Lounge ( Barong ) akan datang ke Pura pucak padangdawa , yang menjadi selem selendang
.

Protected: KISI INFO BABAD TANAH JAWA

This content is password protected. To view it please enter your password below:

KISI INFO BABAD TANAH JAWA

INI CUPILKAN BUKU Dr IWAN SEBAGAI CONTOH,BUKU YANG LENGKAP AKAN DIPUBLIKAIKAN  9 PEBUARI TAHUN 2015

HARAP KOMENTAR,SARAN DAN SOKONGAN DARI SELURUH RAKYAT INDONESIA

DILARANG MENGKOPI DAN MENIRU IDE INI

HAK CIPTA Dr IWAN DILINDUNGI UNDANG-UNDAR RI

BUKU YANG LENGKAP TERSEDIA BAGI YANG BERMINAT HUBUNGGI LIWAT KOMENTAR(COMMENT) DI WEB BLOG INI

sORRY FOR THE UNEDITED ARTICLES BELOW,I DID  TO PROTEC T AGAINST THE COPY WITHOUT PERMISSSION

 

Dr IWAN SUWANDY,MHA

PENEMU DAN PRESIDEN PERTAMA

PERHIMPUNAN

KISI

(KOLEKSTOR INFORMASI SEJARAH INDONESIA)

TAHUN 2013-2020

SEKJEN KISI

LILI WIDJAJA,MM

DEWAN KEHORMATAN

KETUA

Dr IWAN SUWANDY,MHA

ANGGOTA

ALBERT SUWANDY DJOHAN OETAMA,ST,GEA

ANTON JIMMI SUWANDY ST.MECH.

 

ANNGOTA KEHORMATAN

GRACE SHANTY

ALICE SUWAMDY

ANNABELA PRINCESSA(CESSA(

JOCELIN SUWANDY(CELINE)

ANTONI WILLIAM SUWANDY

MASA JABATAN PREDIDEN DAN SEKJEN HANYA SATU KALI SELAMA TUJUH TAHUN, PENGANTINYA AKAN DIPILIH OLEH DEWAN KEHORMATAN

BAGI YANG BERMINAT MENJADI ANGGOTA KISI

MENDAFTAR LIWAT  EMAIL KISI

iwansuwandy@gmail.com

dengan syarat

mengirimkan foto kopi KTP(ID )terbaru dan melunasi sumbangan dana operasional KISI untuk seumur hidup 

YANG BESARNYA TERSRAH ANDA

sUMBANGAN RENDAH JAD ANGGOTA BIASA

SUMBNAGAN TINGGI JADI ANGGOTA KHUSU-

HAK ANGGOTA

SETIAP BULAN AKAN DI,KIRIMKAN INFO LANGSUNG KE EMAILNYA

DAPAT MEMBELI BUKU TERBITAN KISI YANG CONTOHNYA SUDAH  DIUPLOAD DI

hhtp”//www. Driwancybermuseum.wordpress.com

dengan memberikan sumbangan biaya kopi dan biaya kirim

TERIMA KASIH SUDAH BERGABUNG DENGAN KISI

SEMOGA KISI TETAP JAYA

Driwancybermuseum Homeoffic 

Copyrught @ Dr Iwan suwandy,MHA 2013

Forbidden to copy without written permission by the author

The Java History Collections

Part

The Java Babad Legend Story

 

Created  By

Dr Iwan suwandy,MHA

Special For KISI member

Copyright @ 2013

 

Setalah dengan susah payah, Dr Iwan Ketua KISI seoarng putra sumatera barat tak pernah belajar bahasa Jawa, dan bukan seorang historian,hanya ohi sejaraha dan belajar sendiri alias otodikak mencoba menterjemahkan Babad Tanah Jawa yang beraksara Jaw, oleh karena tas permintaan banyak anggota KISI hasil terjemahan yang telah dilaksanakan itu di tampilkan dalam artikel info kisi hari ini, harap koreksi dari para pakar dan ahli bahasa jawa serta para ahli sejarah Indonesia Selanjutnya KISI INFO akan membandingkan tulisan info Babad Tanah Jawa ini dengan situasi yang sberfnarnya terjadi berdasarkan fakta sejarah dan bukti-bukti sejarah yang asli SILAHKAN BERGABUNG DENGAN KISI AGAR INFORMASI YANG ANDA INGINKAN DAPAT DIPEROLEH SECARA LENGKAP DAN DAPAT DIMANFAATKAN SEBAGAI PELAJARAN AGAR HAL YANG JELEK TIDAK DIULANGI DAN HAL YANG BAIK DIJADIKAN PEDOMAN DALAM MENYUSUN STRATEGI DAN TAKTIK MENGHADPAI MASA MENDATANG SELAMAT MEMBACA BABAD TANH JAWA YANG BENAR DAN BAIK

Babad Tanah Jawa

The  Legend Of Java Island

Part 4

 

Created  By

Dr Iwan Suwandy,MHA

Special For KISI member

Copyright @ 2013

 

— 57 — Pêngging botên ajrih, mêksa badhe angamuk, sarta anitir bêndhe nama Kyai Udanarum. Sunan Kudus nuntên amêdalakên kasêktèn malih, têkênipun kakipatakên. Tiyang ing Pêngging sakala ical nêpsunipun, lajêng sami mantuk amênêdi layoning gustinipun, kapêtak salèr wetaning dalêm. Sarêng sampun antawis kawandasa dintên, garwanipun Ki Agêng Pêngging nusul seda, Mas Karèbèt kantun lola, kaêmong dhatêng para santananipun.

Sarêng sampun agêng Mas Karèbèt nuntên kabêkta dhatêng nyai rôndha ing Tingkir, wontên ing ngriku dipun ugung sakarsanipun. Dhasar nyai rôndha ing Tingkir sugih mas picis, kèringan ing tôngga desa, Mas Karèbèt wau dados katêlah nama Ki Jaka Tingkir, solah pikajênganipun sanès lan lare kathah, rêmên anênêpi dhatêng ing rêdi utawi ing wana-wana tuwin guwa, ngantos sadasa dalu tuwin satêngah wulan.

 

Dene ingkang putra botên kenging dipun cêgah ênggènipun rêmên saba wana tuwin rêdi. Pinuju satunggiling dintên Ki Jaka Tingkir mantuk, lajêng rinangkul kang ibu sarwi ngandika, thole, kowe aja dhêmên saba ing gunung, wruhanamu wong kang padha tapa ing gunung iku isih kapir, durung manut agamane kangjêng nabi, luwih bêcik kowe anggêgurua marang wong mukmin. Ki Jaka lajêng nyuwun pamit, badhe anggêguru [anggêgu…]

– 57 – Pengging tetapi takut , akan memaksa angamuk , dan anitir bendhe bisnis Kyai Udanarum . Sunan Kudus nuntên amêdalakên power lagi , kakipatakên menggambar . Orang-orang di Pengging nêpsunipun segera pergi , maka kita mantuk amênêdi layoning Tuhan , kapêtak saler East rumah . Dan antara hari kawandasa , istri yang hebat saya Pengging nusul meninggal, aku rindu Karebet Lola , kaêmong dari santananipun tersebut . Dan aku punya pertengahan Karebet nuntên kabêkta Pangeran rôndha di Tingkir , di ada ugung sakarsanipun . Pangeran rôndha di bagian bawah gaun saya Tingkir uang , Tongga baku di desa , saya Karebet nama Kate Ki Jake Tingkir , sikap dan pikajênganipun banyak anak , bahagia anênêpi di Redi – atau di hutan dan hutan gua , sampai sadasa malam dan di antara bulan . Sebagai anak tapi mengapa bahagia Mencegah ênggènipun Sabana hutan dan Redi . Aku menunjuk hari Jake Tingkir mantuk , maka rinangkul ibunya aku berkata , thole , Anda tidak ingin Sabana di pegunungan , wruhanamu yang berada di asketisme gunung ini masih terabaikan , tidak sesuai dengan nabi Kangjeng agama , Anda lebih baik anggêgurua percaya . Ini kemudian bertanya sarjana selamat tinggal , saya anggêguru [ anggêgu … ] — 58 — […ru] dhatêng tiyang mukmin. Ingkang ibu inggih anglilani, Ki Jaka nuntên mangkat ijèn, ngalèr ngetan anjog ing Sela, badhe anggêguru dhatêng Ki Agêng ing Sêsela. Ki Agêng ing Sêsela rêsêp aningali Ki Jaka Tingkir, lajêng kapêndhêt putu, ingugung sakarsanipun. Wontên ing ngriku Ki Jaka rêmên angringgit, sarta sampun misuwur sagêdipun angringgit. Ki Agêng ing Sêsela sangsaya wêwah sihipun. Ki Jaka botên kenging pisah, utawi yèn Ki Agêng anênêpi, Ki Jaka inggih kabêkta.

Yêktosipun Ki Agêng Sela punika sagêd anyamur lampah, ing batos sangêt panêdhanipun ing Allah, supados sagêda anurunakên para ratu ingkang amêngku ing tanah Jawi, awit Ki Agêng rumaos yèn trahing Brawijaya ing Majapait.

Kala samantên Ki Agêng Sela sampun pitung dintên pitung dalu anggènipun wontên ing gubug, pagagan wana kang enggal binubak, pêrnah salèr wetaning Tarub, kawastanan wana ing rèncèh, ing wanci dalu Ki Agêng sare wontên ing ngriku, Ki Jaka Tingkir tilêm wontên ing gagan.

Ki Agêng Sela supêna dhatêng wana anyangking pudhi badhe babad. Katingal salêbêting supêna Ki Jaka Tingkir sampun kêpanggih wontên ing wana, sarta sakathahing kêkajêngan sampun sami rêbah, kaseredan dhatêng Ki Jaka Tingkir, salêbêting supêna Ki Agêng eram sangêt, nuntên kagèt wungu saking ênggènipun [ênggèni…]

– 58 – [ … RU ] orang yang beriman. Ibu anglilani , Ki Jake nuntên pergi Ijen , ngalèr timur menuju Batu , saya akan anggêguru lebih besar akhiran . Terlalu banyak pada akhiran Resep aningali Ki Jake Tingkir , kemudian cucu kapêndhêt , ingugung sakarsanipun . Hal ini ada di sarjana bahagia angringgit , dan terkenal bisa angringgit . Terlalu banyak pada akhiran sangsaya Wewah sihipun . Ki Jake tapi mengapa membelah , atau bahwa saya dibesarkan anênêpi , Jake dan aku kabêkta . Yêktosipun Ini adalah Batu besar atau langkah anyamur , para Batos sangat panêdhanipun pada Tuhan , sehingga Anda dapat anurunakên raja dari tanah amêngku , karena saya dibesarkan rumaos yang decendent UB di Majapahit . Oleh samantên Aku tumbuh Rock memiliki tujuh hari tujuh malam Arjuna di pondok , hutan pagagan yang binubak baru , pêrnah tenda Saler timur, kawastanan Renceh di hutan , di malam ketika saya tidur banyak di sana , saya Tingkir Jake tidur di Gagan . Terlalu banyak Supe Rock hutan anyangking Pudhi akan Chronicles . Terlihat di Supe yang Ini Tingkir Jake telah ditemukan di hutan , dan sakathahing kêkajêngan jatuhnya sama, kaseredan Ki Jake Tingkir , di Supe yang Hal ini sangat banyak Eram , nuntên terkejut bangkit dari ênggènipun [ ênggèni … ]

— 59 — […pun] sare, Ki Jaka Tingkir taksih tilêm wontên gagan, lajêng ginugah, Ki Agêng pitakèn. Thole, sasuwene aku turu kowe apa ora lunga, wangsulanipun Ki Jaka, botên. Ki Agêng mirêng aturipun ingkang wayah sangêt anggènipun gagêtun, rumaos yèn supêna, ngandika salêbêting galih, gêtun têmên impènku, dene bangêt têmên ênggonku duwe panêdha ing Allah, ing salawase durung pinaringan ngalamat mêngkono, bocah iki kang ora duwe panêdha ing Allah parandene têka pinaringan ngalamat kang kaya mêngkono,

Ki Agêng lajêng pitakèn dhatêng Ki Jaka, thole, saelingmu kowe biyèn wis ngimpi apa, Ki Jaka Tingkir matur bêlaka, kala kula tirakat dhatêng ing rêdi Telamaya rumiyin, wontên ing ngriku kula ing dalu tilêm sarta supêna katiban rêmbulan. Sanalika punika ugi rêdi ing Telamaya mungêl gumludhug.

Kula lajêng tangi, punika kadospundi ing wahananipun. Ki Agêng mirêng aturipun ingkang wayah sangsaya ngungun. Ciptanipun, yènta sampuna ajrih ing Allah, Ki Jaka kados dipun purih ing cilakanipun.

Nanging Ki Agêng sumêrêp, yèn papêsthèning Allah punika botên kenging dipun têkerah ing têtiyang, Ki Agêng nuntên ngandika, thole, kowe aja takon wahananing impènmu, wis ngaluwihi bêcike, yaiku ratu-ratuning impèn.

– 59 – [ … Jadilah ] tidur , aku tidur adalah Tingkir Jake Gagan , maka ginugah , saya lebih pertanyaan . Thole , karena aku tidak tidur Anda pergi , Jawaban Ki Jake , tapi . Aku mendengar banyak waktu aturan sangat Arjuna gagêtun , rumaos Supe , kata Galih , jelas menyesal impènku , dan sangat jelas memiliki ênggonku makan pada Tuhan , selamanya pinaringan tidak membahas kasus pertama , anak itu tidak dalam bukunya parandene makan sendiri datang alamat pinaringan yang demikian  Terlalu banyak maka saya menanyainya Jake , thole , saelingmu kau mimpi apa yang saya katakan Jake Tingkir belaka , yang memberitahu saya tirakat di Redi Telamaya lakukan, yang ada di saya tidur di malam hari dan Supe katiban bulan . Pada saat yang sama juga merupakan Redi Telamaya terdengar gumludhug .  Saya kemudian muncul adalah bagaimana wahananipun tersebut . Aku mendengar banyak waktu aturan sangsaya bingung . Ciptanipun , Jika perahu takut Tuhan, aku suka Jake purih di cilakanipun . Tapi aku tumbuh tahu , bahwa Allah papêsthèning tapi mengapa têkerah di têtiyang , saya tumbuh nuntên mengatakan , thole , Anda tidak meminta wahananing impènmu , ngaluwihi baik, mimpi raja – ratu .

 

Protected: KISI INFO BABAD TANAH JAWA

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Protected: KISI INFO BABAD TANAH JAWA

This content is password protected. To view it please enter your password below: